Wednesday, 17 September 2014

17 September 2014 - Memberi Persembahan

Matius 6:3-4, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Sudahkah selama ini kita diberkati dengan keberhasilan? Kesuksesan? Kemakmuran? Bahkan dalam segala hal yang kita lakukan baik usaha / pekerjaan / karir kita? Sebagai ucapan syukur & terima kasih kita, bawalah Persembahan / Perpuluhan kita untuk Tuhan melalui gereja lokal dimana kita sudah tertanam & ber-tumbuh. Taburlah benih / persembahan saudara kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, juga investasikan untuk pembangunan rumah Tuhan J.
Respon 1 :
SAAT TEDUH. Rabu, 17 September 2014. MEMPERSIAPKAN MASA LALU. “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.” (Filipi 1:3) Pernahkah kita membuka-buka album foto lama? Ingatan dan komentar apa yang muncul pada waktu kita menelusuri wajah demi wajah? Tentu ada nama dan wajah yang menimbulkan rasa kangen dan kenangan baik. Namun, tak jarang pula kita punya catatan buruk untuk teman tertentu dan berharap jangan sampai berjumpa lagi dengannya. Pernahkah kita berpikir akan komentar teman-teman kita apabila mereka melihat foto kita? Foto kita membawa kenangan baik atau buruk? Setiap kali Paulus mengingat jemaat Filipi, muncullah ucapan syukurnya. Ketika ia berdoa untuk mereka, ia berdoa dengan sukacita. Jelas sekali Paulus memiliki kenangan indah tentang hidup dan pekerjaan pelayanan jemaat Filipi. Ia melihat karya Allah yang sangat kuat di dalam jemaat ini. Tentu Filipi bukanlah jemaat yang tanpa cela. Namun, ketidaksempurnaan mereka rasanya seperti tertutup dengan menonjolnya hal-hal baik yang tidak mudah dilupakan. Jemaat Filipi menjadi berkat khusus bagi Paulus, bahkan ketika mereka telah terpisah jarak dan waktu. Reaksi dan komentar apa yang kita ingin dengar setiap kali orang mengingat nama atau wajah kita? Apakah kita rindu membuat orang terus mengingat karya Allah melalui hidup kita? Kalau kita rindu orang memiliki kenangan baik dan bersyukur kepada Allah atas hidup kita kelak, sekarang-lah waktu untuk memulainya. Ingat, hari-hari yang kita lewati sekarang ini akan menjadi “masa lalu” di kemudian hari. Maka, mulailah mempersiapkan masa lalu sejak sekarang, agar  kelak  menjadi  kenangan  indah.—PBS.
BILA KITA MERINDUKAN KEHIDUPAN BAIK YANG AKAN DIKENANG, MULAI-LAH MERENDANYA SEJAK SEKARANG. SELAMAT PAGI. TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Respon 2 :
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5:1). Syukur bagi Tuhan yang telah membenarkan kita dihadapan Allah Bapa bukan berdasarkan perbuatan, melainkan oleh karena percaya kepada Yesus Kristus. Inilah damai sejahtera Allah yang sejati...

Respon 3 :
Matius 6:3-4, “tetapi jika kau memberi sedekah, jgnlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Yaa... memberi tanpa ada yang tahu, orang kalau memberi biasanya senang kalau diketahui orang banyak. Artis-artis kalau membagi makanan untuk sahur, berbuka selalu diliput dan disiarkan di TV supaya orang lain melihat. “Ooo artis ini murah hati ya...”, “artis ini baik ya...”, “artis ini peduli ya...”. Motivasinya adalah untuk ketenaran artis tersebut. Tapi Firman Tuhan bilang kalau memberi dengan tangan kanan, tangan kiripun jangan sampai tahu. Kita diajarkan memberi bukan untuk dapat pujian. Memberi dengan hati yang tulus tanpa mengharap balasan. Biar perbuatan baik kita itu yang tahu cuma Tuhan, seandainya pun orang yang kita tolong itu tahu, biarlah Tuhan yang dimuliakan dan dipuji bukan kita. Kita cuma saluran kebaikan Tuhan. Jangan memegahkan diri.
Respon 4 :
Maz 34:9, Rasakan dan Lihatlah, betapa baik-
nya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-NYA! Sungguh TUHAN kita sangat baik... Terima kasih, TUHAN. Terima kasih! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5 :
Hidup adalah pertandingan. Jika ingin me-nang dalam pertandingan, tanggalkanlah sega-la beban (Ibrani 12:1) - Rev. John Hartman.
Respon 6 :
Hati yang mempedulikan orang lain tak akan terlarut dengan kepentingan diri sendiri (Filipi 2:3) - Rev. John Hartman.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment