Matius
6:3-4, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan
kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan
dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya
kepadamu.”
Sudahkah
selama ini kita diberkati dengan keberhasilan? Kesuksesan? Kemakmuran? Bahkan
dalam segala hal yang kita lakukan baik usaha / pekerjaan / karir kita? Sebagai
ucapan syukur & terima kasih kita, bawalah Persembahan / Perpuluhan
kita untuk Tuhan melalui gereja lokal dimana kita sudah tertanam &
ber-tumbuh. Taburlah benih / persembahan saudara kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, juga
investasikan untuk pembangunan rumah Tuhan J.
Respon 1 :
SAAT TEDUH. Rabu, 17
September 2014. MEMPERSIAPKAN MASA LALU. “Aku mengucap syukur kepada Allahku
setiap kali aku mengingat kamu.” (Filipi 1:3) Pernahkah kita membuka-buka album
foto lama? Ingatan dan komentar apa yang muncul pada waktu kita menelusuri
wajah demi wajah? Tentu ada nama dan wajah yang menimbulkan rasa kangen dan
kenangan baik. Namun, tak jarang pula kita punya catatan buruk untuk teman
tertentu dan berharap jangan sampai berjumpa lagi dengannya. Pernahkah kita
berpikir akan komentar teman-teman kita apabila mereka melihat foto kita? Foto
kita membawa kenangan baik atau buruk? Setiap kali Paulus mengingat jemaat
Filipi, muncullah ucapan syukurnya. Ketika ia berdoa untuk mereka, ia
berdoa dengan sukacita. Jelas sekali Paulus memiliki
kenangan indah tentang hidup dan pekerjaan pelayanan jemaat Filipi. Ia melihat
karya Allah yang sangat kuat di dalam jemaat ini. Tentu Filipi bukanlah jemaat
yang tanpa cela. Namun, ketidaksempurnaan mereka rasanya seperti tertutup
dengan menonjolnya hal-hal baik yang tidak mudah dilupakan. Jemaat Filipi
menjadi berkat khusus bagi Paulus, bahkan ketika mereka telah terpisah jarak
dan waktu. Reaksi dan komentar apa yang kita ingin dengar setiap kali orang
mengingat nama atau wajah kita? Apakah kita rindu membuat orang terus mengingat
karya Allah melalui hidup kita? Kalau kita rindu orang memiliki kenangan baik
dan bersyukur kepada Allah atas hidup kita kelak, sekarang-lah waktu untuk
memulainya. Ingat, hari-hari yang kita lewati sekarang ini akan menjadi “masa
lalu” di kemudian hari. Maka, mulailah mempersiapkan masa lalu sejak sekarang,
agar kelak menjadi
kenangan indah.—PBS.
BILA KITA MERINDUKAN KEHIDUPAN BAIK YANG AKAN DIKENANG,
MULAI-LAH MERENDANYA SEJAK SEKARANG. SELAMAT PAGI. TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Respon 2 :
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup
dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma
5:1). Syukur bagi Tuhan yang telah membenarkan kita dihadapan Allah Bapa bukan
berdasarkan perbuatan, melainkan oleh karena percaya kepada Yesus Kristus.
Inilah damai sejahtera Allah yang sejati...
Respon 3 :
Matius 6:3-4, “tetapi jika kau memberi sedekah, jgnlah
diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu
itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.” Yaa... memberi tanpa ada yang
tahu, orang kalau memberi biasanya senang kalau diketahui orang banyak.
Artis-artis kalau membagi makanan untuk sahur, berbuka selalu diliput dan
disiarkan di TV supaya orang lain melihat. “Ooo artis ini murah hati ya...”,
“artis ini baik ya...”, “artis ini peduli ya...”. Motivasinya adalah untuk
ketenaran artis tersebut. Tapi Firman Tuhan bilang kalau memberi dengan tangan
kanan, tangan kiripun jangan sampai tahu. Kita diajarkan memberi bukan untuk
dapat pujian. Memberi dengan hati yang tulus tanpa mengharap balasan. Biar
perbuatan baik kita itu yang tahu cuma Tuhan, seandainya pun orang yang kita
tolong itu tahu, biarlah Tuhan yang dimuliakan dan dipuji bukan kita. Kita cuma
saluran kebaikan Tuhan. Jangan memegahkan diri.
Respon 4 :
Maz 34:9, Rasakan dan Lihatlah, betapa baik-
nya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-NYA!
Sungguh TUHAN kita sangat baik... Terima kasih, TUHAN. Terima kasih! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5 :
Hidup adalah pertandingan. Jika ingin me-nang dalam
pertandingan, tanggalkanlah sega-la beban (Ibrani 12:1) - Rev. John Hartman.
Respon 6 :
Hati yang mempedulikan orang lain tak akan terlarut dengan
kepentingan diri sendiri (Filipi 2:3) - Rev. John Hartman.
No comments:
Post a Comment