1
Kor 15:58, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh,
jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Sudahkah kita mengembangkan talenta / bakat kita untuk
saling memberkati sesama kita?? Teruslah berkarya / meningkatkan kapasitas diri
agar talenta yang berasal dari Tuhan tidak terbuang sia-sia, tetapi bisa
meningkat lebih lagi!
Respon 1 :
1 Kor 15:58, Karena itu,
saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah
selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan
Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil dan
hina dihadapan Tuhan. Apapun yang dapat dijangkau oleh tanganmu, kerjakanlah semua
itu dengan sekuat tenaga dan bersungguh-sungguh. Kalau kita
setia dengan yang kecil, maka Tuhan akan memberi tanggung jawab yang lebih
besar. Semangat pagi...
Respon 2 :
SAAT TEDUH. Kamis, 11
September 2014. TIRAM MENTAH. “Jangan melihat kepada anggur, kalau merah
menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat,
tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.”
(Amsal 23:31-32) Ketika mengun-jungi Alberta, Kanada, kami sekeluarga mam-pir
ke Oyster Bar, restoran khusus tiram. Saya penggemar tiram mentah dikucuri
lemon, sedangkan istri saya memilih hidangan matang. Sayangnya, ketika pesanan
tersaji di meja, saya merasa kurang berselera menikma-tinya karena teringat dua
hal. Pertama, ter-ingat adegan film Mr. Bean ketika ia telanjur menelan tiram basi sampai terbawa ke dalam mimpi. Kedua, teringat akan kadar kolesterol tiram mentah yang terlalu
tinggi. Bicara
soal makanan, ada seorang sahabat yang bergurau, “Saya bingung. Mengapa makanan
yang enak-enak kok justru berbahaya bagi tubuh? Bukan hanya itu, sebagian
makanan yang lezat itu malah dilarang di Perjanjian Lama!” Tentu saja yang
mendengar tertawa terbahak-bahak. Jika disimpulkan, ada bahaya mengintai di
setiap kudapan dan minuman yang indah di mata dan lezat di mulut. Firman Tuhan
hari ini mengajar kita untuk menikmati berkat Tuhan tanpa menjadi terikat
olehnya. “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala
sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu
apapun. Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya
akan dibinasakan Allah” (1 Kor. 6:12-13). Anggur pun demikian. Rasul Paulus
memang menganjurkan kita untuk minum “sedikit anggur”. Itu pun
untuk pencernaan yang sedang terganggu. Namun, jika kita minumnya
berlebihan, justru maut yang menjemput. Kita perlu pengendalian diri—eh
mulut—dalam hal ini. SAYA MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK JIKA HANYA ADA SEDIKIT
MAKANAN DI PIRING SAYA.—Elizabeth Gilbert. Selamat pagi. Tuhan Yesus cinta
saya. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3 :
Maz 108:13-14 Pertolongan manusia itu sia-sia, tapi dengan
TUHAN kita akan melakukan perbuatan2 yang gagah perkasa! Pertolongan-MU begitu
AJAIB... Yukk alami sendiri! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4 :
Syalom. Amin... “Menaburlah
bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu
tanah baru, sebab su-dah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.” (Hosea
10:12). Terima kasih Ibu Siu, selamat berakitivitas, TUHAN member-kati.
No comments:
Post a Comment