Kejadian
1:29, “Berfirmanlah Allah: 'Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala
tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang
buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.'” Ayat 30: “Tetapi kepada
segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di
bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi
makanannya.' Dan jadilah demikian.”
Sadarkah kita bahwa kita punya Tuhan yang luar biasa, yang
mempunyai kemampuan besar & rindu memberkati umatNya, DIA mendesain hidup
kita untuk mengalami berkatNya yang berkelimpahan. Semangat & percayalah
kita punya Tuhan yang sanggup mencurahkan berkatNya, kuasaNya &
KejayaanNya! Amin.
Respon 1 :
Renungan Pagi. Senin, 01 September 2014. Bahan: Yehezkiel
1-4. Nats: Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu
bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan (Roma 5:3). MELIHATNYA DALAM
GELAP. Bacaan: Roma 5:1-6. Suatu malam, sebuah gereja di desa mengadakan
kebaktian penyegaran iman dan mereka mengundang seorang pendeta untuk
berkhotbah. Desa tersebut baru saja mendapat sambungan aliran listrik sehingga
ruang kebaktian gereja mendapat penerangan dari lampu pijar. Ketika sang
pendeta tengah berkhotbah, tiba-tiba listrik mati. Ruangan ibadah pun menjadi
gelap gulita. Sang pendeta bingung; harus terus berkhotbah atau menunggu
listrik menyala. Tiba-tiba seorang anggota majelis berbisik, “Teruslah berkhot-bah,
Pak Pendeta. Kami masih bisa melihat Yesus di dalam gelap.” Hidup bisa
tiba-tiba menjadi gelap saat kita
menghadapi kesengsaraan; kehilangan orang terkasih, sakit-penyakit, kegagalan
bisnis. Semua itu membuat hari-hari tampak suram. Ibarat mati lampu, keadaan di
sekeliling menjadi tampak gelap. Namun, orang yang beriman pada Kristus dapat
tetap berdiri, bahkan bermegah. Mengapa? Sebab ada pengharapan. Kita yakin, di
tengah gelapnya hidup, Yesus beserta. Kita bisa melihat Dia dalam gelap. Oleh
sebab itu, kesengsaraan tidak perlu menjatuhkan iman, tetapi menguji iman kita
untuk naik setingkat lebih tinggi. Pengalaman membuktikan, hari-hari gelap
justru merupakan saat di mana Tuhan mendekat; saat di mana kita merasakan
pertolongan dan kuasa-Nya secara istimewa. Apakah jalan di depan Anda tampak
gelap? Jangan takut, apalagi sampai kehilangan kegembiraan hidup. Percayalah,
semakin sulit jalan hidup Anda, semakin nyata Tuhan menyertai Anda. Seperti
orangtua yang memberi perhatian khusus saat anaknya sakit, Tuhan pun begitu. Di topan gelap, Anda didekap. GELAPNYA JALAN TAK PERLU
MENGHENTIKAN LANGKAH SELAMA PELITA ANDA TETAP MENYALA. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Kejadian 1:29, “Berfirmanlah Allah: 'Lihatlah, Aku
memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan
segala pohon-pohonan yang buah-nya berbiji; itulah akan menjadi makanan-mu.'”
Ayat 30: “'Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara
dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan
hijau menjadi makanannya.' Dan jadilah demikian.” Tuhan memperhatikan kebutuhan
kita. Manusia butuh makan dan Tuhan sejak awal penciptaan, Dia sudah
menyediakannya. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan saat ini dan Dia Tuhan yang
selalu rindu untuk memberkati kita. Percayai DIA... Tuhan pemenang ada bersama
kami Tuhan pemenang yang menyertai kami Pasukan Surga ada di belakangku Tuhan
pemenang bersamaku...
Respon 3 :
Sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka
mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas
air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada
mereka: 'Aku ini, jangan takut!' (Yohanes 6:18-20). Jangan takut... ada Yesus!
Respon 4 :
Renungan hari ini: “Bukan sebuah kebetulan bila Tuhan
mempertemukan kita dengan orang-orang yang belum percaya. Mereka membutuhkan
Tuhan, dan Tuhan memberi diri-Nya kepada mereka melalui kita. Ucapan kita yang
selama ini tertahan, mungkin akan menyelamatkan hidup mereka selama-lamanya. Jadi, jangan bungkam. Ekspresi kasih yang paling dalam
kepada sesama adalah dengan mengenalkan Yesus kepada mereka.” (Kis 8:29).
Shalom, TUHAN Memberkati. Jbu.
No comments:
Post a Comment