1 Korintus 16:1, “Tentang pengumpulan uang bagi orang-
orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang
kuberikan kepada jemaat-jemaat di
Galatia.” Ayat 2: “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu
masing-masing-- sesuai dengan apa yang kamu peroleh-- menyisihkan sesuatu dan
menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku
datang.”
Apabila kita memberi persembahan apakah kita sudah memberi
dengan sukarela? Atau memberi dengan Kasih / tanpa beban?? Tuhan melihat
kesungguhan & ketulusan hati kita... Dan Tuhan sudah menyediakan
berkat-berkatNya saat kita memberi dengan sukarela, penuh kasih! Berusahalah
untuk selalu memberi yang terbaik kepada Tuhan.
Respon 1:
“God always meets us at the point of our obedience.” (Tuhan
selalu menemui kita pada titik ketaatan kita). Ibrani 13:17, “Taatilah
pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas
jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan
melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan
membawa keuntungan bagimu.” Apa arti ketaatan? Ketika sesuatu keputusan yang
turun dari pemimpin yang kita tidak setujui lalu kita tetap mau melakukannya,
itulah ketaatan! Kenapa manusia sulit untuk taat terhadap firman Tuhan? Karena
sangat berseberangan dengan kedagingannya, tetapi ketika kita mau belajar taat
maka hari lepas hari segala kedagingan kita akan dikikis habis oleh Roh Kudus
sehingga kita menjadi manusia baru. Latihlah ketaatan kita mulai dari pemimpin
yang kelihatan agar menjadi representasi ketaatan kita kepada Tuhan, pemimpin
yang tidak kelihatan. Ketaatan mendatangkan perkenanan Tuhan, yang
melipatgandakan kasih dan anugerahNya menjadi bertambah tambah setiap hari.
GBU.
Respon 2 :
Yeremia 32:27, “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala
makhluk; ADAKAH SESUATU APA PUN yang mustahil untuk-Ku?”
Respon 3 :
SAAT TEDUH. Kamis, 18 September 2014. GEMAR MEMBACA. “Jika
engkau kemari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan
juga kitab-kitabku, terutama yang terbuat dari kulit.” (2 Timotius 4:13) Taman
Bacaan Cantrik (Tabatrik), yang digagas oleh Sanggar Cantrik Yayasan Sahabat
Gloria, mempunyai tujuan utama yang mulia, yaitu mendekatkan anak-anak pada
buku. Segala aktivitas yang berhubungan dengan buku dilayani Tabatrik, yang
juga menyediakan ratusan buku yang dapat dipinjam secara gratis. Gerakan cinta
buku dan membaca digagas karena mereka rindu untuk turut
mencerdaskan anak bangsa.
Di penjara, Paulus terus rindu untuk
membaca sebagai sarana pembelajaran. Selain jubah,
Timotius diperintahkannya untuk membawa kitab-kitabnya. Dingin dan gelapnya
ruang penjara tidak mematahkan semangatnya untuk terus membaca. Paulus memang
tidak menulis buku atau menerbitkannya, tetapi suratnya kepada jemaat-jemaat
yang dilayaninya membuktikan bahwa ia gemar membaca untuk menambah pengetahuan.
Dalam era digital sekarang, banyak bacaan bermutu yang tersebar secara gratis.
Banyak buku yang dapat diunduh secara bebas dari dunia maya. Bagaimanapun, kita
perlu bijak dalam memilah dan memilih bacaan yang bagus dan inspiratif. Pepatah
‘Buku adalah jendela dunia’, sangat tepat untuk menggambarkan fungsi utama
buku. Dan, fungsi itu baru kita rasakan ketika kita membacanya, baik dalam
format buku cetak maupun ebook. Menelada-ni semangat Tabatrik dan rasul Paulus
dalam membaca, mari kita meluangkan waktu setiap
hari untuk membaca, dengan menjadikan buku Kabar Baik
(Alkitab) sebagai bacaan utama sebelum membaca buku yang lain. Kiranya kita
menjadi orang percaya yang gemar membaca. MEMBACA SAMA DENGAN BELAJAR,TIDAK
MENGENAL USIA DAN WAKTU. PAGI... Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4 :
Maz 139:23-24, Selidiki dan ujilah aku, ya ALLAH, kenallah
hatiku dan pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong dan tuntunlah aku
di jalan yang kekal. Woow sip tenan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
No comments:
Post a Comment