Saturday, 20 September 2014

20 September 2014 - Persembahan Khusus



Imamat 14:20-21, “Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir. Tetapi jikalau orang itu miskin dan tidak mampu, ia harus mengambil domba jantan seekor saja sebagai tebusan salah untuk persembahan unjukan, supaya diadakan pendamaian   bagi   orang  itu,  juga  sepersepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak untuk korban sajian, dan satu log minyak.”
Persembahan Khusus adalah persembahan / investasi iman bagi Kerajaan Allah, seperti benih yang ditanam untuk menghasilkan buah. Jika kita setia dalam persembahan khusus maka kita akan melihat bagaimana Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya dengan limpah atas hidup kita... Amin! Sudahkah kita memberi Persembahan Khusus?
Respon 1 :
Ams 18:12, Tinggi hati (sombong) mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan! Yukk stop sombong, enak'an rendah hati tak iyee! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2 :
Persembahan Khusus (Imamat 14:20-21). Wah... Dari beberapa hari ini kok ngomongin tentang persembahan ya? Tuhan kok menuntut macam-macam sih? Yang persembahan kasih, persembahan persepuluhan, sekarang ada persembahan khusus lagi. Apa Tuhan itu materialistis? Jawabannya 100% TIDAK. Tuhan ingin kita ini punya hati mengasihi. Karena kalau mengasihi kita pasti akan memberi. Tuhan tidak butuh uang kita, Dia hanya ingin ketaatan kita. Dan... kita nggak bisa ngasih persembahan itu langsung ke Tuhan karena Dia tidak kelihatan. Tapi lewat gerejaNYA, lewat hamba-hambaNYA yang ada di dunia ini. Jadi... gereja itulah tempat kita belajar ketaatan dalam memberi persembahan. Jangan pernah berpikir kalau kita memberi persembahan berarti kita memperkaya gereja tapi itu adalah bentuk ketaatan kita pada Tuhan.
Respon 3 :
Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin (Mazmur 116:7) - John Hartman.

JESUS BLESS




No comments:

Post a Comment