Imamat
14:20-21, “Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban
sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang
itu, maka ia menjadi tahir. Tetapi jikalau orang itu miskin dan tidak mampu, ia
harus mengambil domba jantan seekor saja sebagai tebusan salah untuk
persembahan unjukan, supaya diadakan pendamaian bagi
orang itu, juga
sepersepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak untuk
korban sajian, dan satu log minyak.”
Persembahan Khusus adalah
persembahan / investasi iman bagi Kerajaan Allah, seperti benih yang
ditanam untuk menghasilkan buah. Jika kita setia dalam persembahan khusus maka
kita akan melihat bagaimana Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya dengan limpah
atas hidup kita... Amin! Sudahkah kita memberi Persembahan Khusus?
Respon 1 :
Ams 18:12, Tinggi hati (sombong) mendahului kehancuran,
tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan! Yukk stop sombong, enak'an rendah
hati tak iyee! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2 :
Persembahan Khusus (Imamat 14:20-21). Wah... Dari beberapa
hari ini kok ngomongin tentang persembahan ya? Tuhan kok menuntut macam-macam sih?
Yang persembahan kasih, persembahan persepuluhan, sekarang ada persembahan
khusus lagi. Apa Tuhan itu materialistis? Jawabannya 100% TIDAK. Tuhan ingin
kita ini punya hati mengasihi. Karena kalau mengasihi kita pasti akan memberi.
Tuhan tidak butuh uang kita, Dia hanya ingin ketaatan kita. Dan... kita nggak
bisa ngasih persembahan itu langsung ke Tuhan karena Dia tidak kelihatan. Tapi
lewat gerejaNYA, lewat hamba-hambaNYA yang ada di dunia ini. Jadi... gereja itulah
tempat kita belajar ketaatan dalam memberi persembahan. Jangan pernah berpikir
kalau kita memberi persembahan berarti kita memperkaya gereja tapi itu adalah
bentuk ketaatan kita pada Tuhan.
Respon 3 :
Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih
payah dan usaha menjaring
angin (Mazmur 116:7) - John Hartman.
No comments:
Post a Comment