ALLAH INGIN
MEMAKAI ANDA SECARA LUAR BIASA
Renungan Harian Memperbaharui
Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah
padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
--Lukas 1:38--
Mengapa Allah memilih Maria dari semua
wanita? Bukan karena pendidikannya, karena Maria tidak memilikinya. Bukan
karena kekayaannya, karena Maria miskin. Bukan juga karena kedewasaannya karena
Maria hanya berumur belasan tahun. Yang membuat Maria sangat spesial justru
karena dia ‘biasa-biasa’ saja. Allah mengambil seorang wanita yang biasa-biasa
saja dan memakai dia dengan cara yang luar biasa.
Ketika malaikat Gabriel pertama kali
menampakkan diri pada Maria untuk memberitahukan kehamilannya, Maria sangat
terkejut, bingung, dan mungkin takut setengah mati. Yang ada dalam pikirannya
adalah ketakutan akan kritik: “Apa yang akan dipikirkan oleh orang-orang?” Ada
ketakutan akan hal supernatural: “Apa yang akan terjadi pada tubuhku?” Ada
ketakutan akan ketidakmampuannya: “Bagaimana aku dapat mengatasi hal ini?” Ada
juga ketakutan akan adanya perubahan: “Bagaimana hal ini akan mengacaukan masa
depanku?” Segala macam ketakutan ini mempunyai potensi untuk melumpuhkan
kehidupan dan tujuan Anda di dalam Tuhan.
Maria mempunyai banyak ketakutan dan
pertimbangan. Tetapi meskipun takut, dia memilih untuk mempercayai Allah. Iman
bukan berarti tidak adanya ketakutan. Pada kenyataannya, iman tidak akan
menjadi iman tanpa adanya ketakutan dan keraguan.
Jadi, orang seperti apa yang dipakai
Allah?
Pertama, Allah memakai orang-orang yang rindu melakukan kehendak-Nya. Anda harus
ingin melakukan kehendak-Nya lebih dari yang lain. Allah mempunyai rencana
untuk hidup Anda tapi rencana itu tidak otomatis. Anda bisa melewatkan tujuan
dan kesempatan yang diberikan untuk Anda. Ketika Gabriel memberikan rencana
Allah pada Maria, dia menanggapinya dengan antusias dan kerendahan hati. Sikap
dalam hidupnya menentukan seberapa tingginya dia di dalam Tuhan.
Kedua, Allah memakai orang-orang yang memutuskan untuk membayar harga. Menjadi
ibu dari Juruselamat membahayakan reputasi, kenyamanan, dan bahkan mungkin
hidup Maria. Kehamilannya, yang terlihat di luar pernikahan, dapat menyebabkan
hukuman mati atas tuduhan imoralitas seksual. Tetapi, di dalam pikiran Maria,
tidak ada harga yang terlalu mahal untuk melakukan kehendak Allah.
Dan yang terakhir, Allah memakai
orang-orang yang berani untuk
mempercayai janji-janjiNya. Maria menanggapinya dengan berkata, “Jadilah padaku
menurut perkataanmu itu.” Maria memuji, menyembah, berdoa, dan mengakui rhema yang diberikan padanya. Dia
merentangkan imannya dan menunggu janji Allah terjadi sepenuhnya atas
kehidupannya.
No comments:
Post a Comment