Thursday, 9 May 2013

9 Mei 2013



09 Mei 2013
PERKATAAN YESUS (Kata-Kata Perpisahan). Markus 16:19-20, “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Hari ini kita memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, sekalipun peristiwa ini sudah terjadi 2000 tahun yang lalu, tetapi perkataan yang diucapkan saat ini masih “up to date” sampai sekarang! Mari kita buka hati dan pikiran kita unutk memahami makna kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga ini, selagi ada kesempatan, sampaikan kabar baik itu, karena ada waktunya di mana orang tidak mau mendengarkannya lagi, amen.

Respon 1
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” (Kis 1:9) Yesus telah naik ke surge menyediakan tempat bagi kita, jaminan keselamatan dan kehidupan bagi kita di surge adalah kepastian yang nyata. Proses kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus adalah bukti kasihNya untuk kita. Selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus, damai sejahtera Allah beserta kita.

Respon 2
“Datanglah KerajaanMu” Tuhan mengajarkan kita berdoa datanglah KerajaanMu. Di bumi seperti di sorga, seperti halnya sebelumnya. “Dikuduskanlah namaMu.” Sebagai anakNya yang juga duta/utusan/wakil Kerajaan Allah di bumi kita harus percaya bahwa kerajaan Allah akan datang dan diwujudkan sepenuhnya di muka bumi (Daniel 2:44). Sebagaimana di dalam sorga, kita bukan saja diminta mendoakan dan percaya, melainkan terus melakukan tindakan iman. Yakobus, iman tanpa perbuatan adalah mati. Bagaimana kita bisa melakukan doa ini sebagai langkah iman kita? Dengan menerapkan nilai-nilai kebenaran Firman, tidak kompromi dengan dosa, menjadi saksi/surat hidup yang dibaca semua orang. Benarkah kita “mau” berdoa; datanglah kerajaanMu diikuti dengan percaya dan tindakan kita sehari-hari? Kalo kita mau akan selalu ada “kasih karunia” untuk melakukannya, dan pertolongan Roh Kudus, amin.

No comments:

Post a Comment