22 Mei 2013
MENJADI TELADAN. Titus 2:7, “dan
jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan
dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur
dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.” Amin! Kalau seseorang
ingin memiliki SIKAP POSITIF maka ia
harus mengonsumsi hal-hal yang POSITIF, melihat, membaca, dan mendengar
hal-hal yang POSITIF. Tuhan menghendaki kita menjadi TELADAN bagi sesama
melalui SIKAP yang benar, di dalam PERKATAAN & PERBUATAN kita, jadilah
BERKAT bagi orang lain, untuk bisa seperti itu kita harus tetap DEKAT dengan
Tuhan, sebab DIAlah yang sanggup membuat hidup kita BERGUNA bagi sesama! Apa
yang keluar dari MULUT & TINDAKAN kita mencerminkan apa yang ada di dalam
HATI kita!
Respon 1
RENUNGAN PAGI. Rabu, 22 Mei 2013.
Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah
hatimu!" (Yesaya 41:6). Kadang dalam hidup ini, beban terasa berat, tak
semua berjalan dengan mulus sesuai dengan harapan. Kelemahan mulai datang,
letih lesu putus asa. Kadang kita yang alami, kadang orang lain. Adakah kita
butuh pertolongan ataukah saudara kita, orang tua, anak, pasangan hidup, atau
bahkan teman yang hampir terlupakan tiba-tiba terlintas dalam pikiran. Hari ini
luangkan waktu sejenak. Mari lihat sekitar kita, bertegur sapalah, saling
menguatkan, bagikan perhatian, berikan pertolongan, sedapat yang kita mampu,
karena dengan menguatkan, beban berat terasa ringan dan kita pun akan beroleh
kelegaan. Titus 2:7, apa yang keluar dari mulut dan tindakan kita mencerminkan
apa yang ada di dalam hati kita. “Tuhan, mampukan kita agar setiap tindakan dan
perkataan kami selalu mencerminkan kasih Tuhan yang sungguh baik. Dalam nama
Tuhan Yesus Kristus kami mohon. Amin!” Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Ya amin! Allah memperhatikan
umatNya jika mereka berjalan seturut firmanNya (Yos 1:17). Hidup ini adalah
anugerah, karena itu berlakulah setia pada Tuhan, berjalan sesuai terang
firmanNya maka Ia akan memberkati dengan berkat melimpah dan umur yang panjang
untuk melihat anak cucu diberkati Tuhan, tapi juga yang paling penting kita
akan menjadi pewaris kerajaan Allah. Amin. Hidup adalah anugerah. Hidup adalah
berkah Allah (Ayub 12:10). Hidup adalah kesempatan yang tidak akan kembali.
Hidup harus dijalani dengan bijaksana (Mazmur 90:12). Jika kita berada pada
saat mengalami ancaman, doa adalah jalan keluar terbaik (Mazmur 90:1-2). Amin!
Mari kita selalu berjalan dalam naunganNya. Lebih bersemangat berkarya bersama
Dia, amin! JBU.
Respon 3
Jika bukan TUHAN yang menolong
aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: "Kakiku
goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. Apabila bertambah
banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. (Mazmur
94:17-19). Taruhlah pengharapan dan percayamu hanya kepada Yesus, karena Yesus
adalah jawaban akan masalah dan kesulitan kita. Keep on moving with Him!
Respon 4
Draw me close to You LORD, good
morning Siu, shalom. Tq.
Respon 5
Karena jikalau kamu mengampuni
kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Mat 6:14).
Berkatian dengan doa-doa sebelumnya yaitu permintaan kita akan makanan setiap
hari, pengampunan dan dilepaskan dari yang jahat, alasan satu-satunya karena
Bapa kita adalah Raja semesta alam, Pemegang Kekuasan terbesar semesta ini, dan
Bapa kita yang memiliki kemuliaan terbesar. KepadaNyalah kita panjatkan semua
doa ini. Doa diawali dengan fokus pada Dia, dan ditutup dengan pujian akan
kebesaranNya. Dalam doa ini sama sekali tidak ada kata “aku”. Di manakah “aku”?
Doa Bapa Kami adalah doa yang mematikan keakuan, tidak ada lagi keakuan, yang
ada “kami” juga doa ini, doa yang menyukakan hati Bapa, karena sebenarnya doa
adalah tindakan kita melayani dan menyenangkan hati Bapa, bukan melayani dan
menyenangkan keakuan kita. Bisakah kita berkata: karena Engkaulah empunya
kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan selama-lamanya? Amin.
Respon 6
MANUSIA SEPERTI RUMPUT. Yes
40:6-8. Suatu kali dalam sebuah perjalanan, teman saya memperhatikan sebuah
spanduk yang terpampang di salon dan bertanya kepada saya, “Ada keriting bulu
mata, sambung rambut, tato alis, setrika muka, kenapa makin banyak penampilan
yang enggak alami pada zaman ini? Padahal pasti mahal, ya biayanya?” Saat itu
saya hanya tersenyum mendengarnya. Namun, berhari-hari setelah pertanyaan itu
terlontar, diam-diam saya terus memikirkannya. Manusia pada zaman ini – baik
laki-laki maupun perempuan, banyak yang sibuk memperhatikan penampilan dengan
mengikuti berbagai program pembentukan tubuh, kecantikan wajah dan rambut,
serta berbagai “penampilan penunjang lainnya”. Untuk sebuah penampilan yang oke
orang rela berkorban waktu, tenaga, dan materi. Firman Tuhan hari ini
mengingatkan, bahwa hidup kita seperti rumput dan bunga di padang, semaraknya
akan segera berlalu. Sementara, orang Jawa menggambarkan perjalanan hidup di
dunia seperti orang yang mampir ngombe (mampir minum). Namun, bukan berarti
hidup yang fana ini dapat kita pakai seenaknya untuk memuaskan segala
keinginan, justru karena hidup ini sementara, kita mesti memaknainya; menjalin relasi
yang semakin akrab dengan DIA yang kekal. Merawat tubuh dan memperindah
penampilan tentu tidak salah. Namun, jika untuk penampilan ragawi yang sefana
rumput saja kita memperhatikannya begitu rupa, bukankah hidup rohani kita,
semestinya lebih diperhatikan lebih dari itu? Marilah kita belajar untuk lebih
menikmati keakraban kita denganNYA yang membuat hidup ini jadi berarti.
Sekalipun fana, hidup adalah anugerah TUHAN yang berharga. Warnailah dengan
keakraban bersama TUHAN dan firmanNYA yang kekal. Amen. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment