Wednesday, 15 May 2013

15 Mei 2013



15 Mei 2013
DIA TETAP TUHAN. Matius 14:22-23, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” Matius 14:27, “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Pernahkah saudara ada dalam situasi yang buruk? Situasi yang membuat saudara takut, cemas, khawatir, dsb-nya? PERCAYA-lah DIA tetap Tuhan yang berkuasa dan mengasihi saudara, tetap tenang dan jangan menyangkal kalau DIA sebagai Tuhan yang berkuasa dan mengasihi saudara! Amin!

Respon 1
Ya amin! DUTA BESAR KERAJAAN ALLAH. (Keluaran 8:27-28). Musa diutus Tuhan untuk membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir, namun Firaun mengeraskan hati. Di ayat 8 Firaun mengijinkan mempersembahkan korban kepada Allah akan tetapi melarang bangsa Israel agar jangan jauh-jauh dari Mesir. Agama adalah sebuah alat manusia untuk dapat mendekati Tuhan. Padahal misi Tuhan adalah mendekati dan menemukan manusia. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi Duta Kerajaan Allah. Karena itu sebagai warga Kerajaan Allah kita memiliki kesamaan yaitu kasih, karena itu kita harus tetap tinggal dalam rencana Allah. Amin! Kita adalah umat pilihan Tuhan diutus untuk menjadi Duta Kerajaan Allah. Kita mengharapkan kasih karunia itu, kita hidup hanya karena oleh kasih karunia Allah bukan hukum Taurat (Galatia 5:4). Amin. Selamat berkarya, Jbu.

Respon 2
Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu. (Keluaran 6:8). Ketika mendengar bahwa Tuhan mau bawa engkau keluar dari pergumulan hidupmu, apakah: ada sukacita besar? Biasa-biasa saja? Tidak percaya? Tuhan tidak pernah lupa akan janjiNya, datanglah kepada Yesus semua yang letih lesu dan berbeban berat, kelegaan akan Yesus beri.

Respon 3
Di saat ada masalah dan kita berusaha percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara, saat itu juga iman kita diuji. Akan semakin banyak hal yang membuat janji Tuhan itu mengambang. Semakin kita mengharap mukjizat terjadi, semakin gak jelas hasil dari doa kita. Hati kita akan semakin mempertanyakan “kekuasaan dan kesanggupan” Tuhan. Semakin kita memikirkan janji-janji Tuhan semakin kita stress karena itu belum kita lihat sama sekali. Tapi karena kita sudah “menyerah” dan pasrah pada pertolongan Tuhan makan hati kita akan menjadi tenang. Dengan hati yang tenang kita akan bisa mulai menyadari keberadaan Tuhan dan mendengar suaraNya yang berkata: “tenanglah, Aku ini, jangan takut!” PERCAYA dengan hati bukan dengan pikiran, itu yang diminta Tuhan. Apapun keadaan kita saat ini DIA tetap Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara. Amin.

Respon 4
Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. (Mazmur 138:7) Melalui Mazmur ini, kita belajar bahwa orang percaya tidak perlu bersedih hati pada waktu mengalami kesesakan. Jika hal itu menimpa kita, tetap pujilah Allah, bersyukurlah atas kesetiaanNya, dan ingatlah bahwa segala kejadian berada di bahwa kendali kuasa dan kehendakNya. Tetaplah percaya, jika Tuhan sanggup mengubah kesesakan menjadi kesempatan untuk menyelami kasih dan kuasaNya dengan kacamata baru. Kesesakan bukanlah jalan buntu, melainkan jendela baru untuk melihat kebaikan Allah. JCBU all.

No comments:

Post a Comment