15 Mei 2013
DIA TETAP TUHAN. Matius 14:22-23, “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu
dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk
berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” Matius
14:27, “Tetapi segera Yesus berkata
kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Pernahkah saudara
ada dalam situasi yang buruk? Situasi yang membuat saudara takut, cemas,
khawatir, dsb-nya? PERCAYA-lah DIA tetap Tuhan yang berkuasa dan mengasihi
saudara, tetap tenang dan jangan menyangkal kalau DIA sebagai Tuhan yang
berkuasa dan mengasihi saudara! Amin!
Respon 1
Ya amin! DUTA BESAR KERAJAAN
ALLAH. (Keluaran 8:27-28). Musa diutus Tuhan untuk membawa umat Israel keluar
dari tanah Mesir, namun Firaun mengeraskan hati. Di ayat 8 Firaun mengijinkan
mempersembahkan korban kepada Allah akan tetapi melarang bangsa Israel agar
jangan jauh-jauh dari Mesir. Agama adalah sebuah alat manusia untuk dapat
mendekati Tuhan. Padahal misi Tuhan adalah mendekati dan menemukan manusia. Setiap
orang percaya dipanggil untuk menjadi Duta Kerajaan Allah. Karena itu sebagai
warga Kerajaan Allah kita memiliki kesamaan yaitu kasih, karena itu kita harus
tetap tinggal dalam rencana Allah. Amin! Kita adalah umat pilihan Tuhan diutus
untuk menjadi Duta Kerajaan Allah. Kita mengharapkan kasih karunia itu, kita
hidup hanya karena oleh kasih karunia Allah bukan hukum Taurat (Galatia 5:4).
Amin. Selamat berkarya, Jbu.
Respon 2
Lalu Musa mengatakan demikian
kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus
asa dan karena perbudakan yang berat itu. (Keluaran 6:8). Ketika mendengar
bahwa Tuhan mau bawa engkau keluar dari pergumulan hidupmu, apakah: ada
sukacita besar? Biasa-biasa saja? Tidak percaya? Tuhan tidak pernah lupa akan
janjiNya, datanglah kepada Yesus semua yang letih lesu dan berbeban berat,
kelegaan akan Yesus beri.
Respon 3
Di saat ada masalah dan kita
berusaha percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara, saat itu juga
iman kita diuji. Akan semakin banyak hal yang membuat janji Tuhan itu
mengambang. Semakin kita mengharap mukjizat terjadi, semakin gak jelas hasil
dari doa kita. Hati kita akan semakin mempertanyakan “kekuasaan dan
kesanggupan” Tuhan. Semakin kita memikirkan janji-janji Tuhan semakin kita stress
karena itu belum kita lihat sama sekali. Tapi karena kita sudah “menyerah” dan
pasrah pada pertolongan Tuhan makan hati kita akan menjadi tenang. Dengan hati
yang tenang kita akan bisa mulai menyadari keberadaan Tuhan dan mendengar
suaraNya yang berkata: “tenanglah, Aku ini, jangan takut!” PERCAYA dengan hati
bukan dengan pikiran, itu yang diminta Tuhan. Apapun keadaan kita saat ini DIA
tetap Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara. Amin.
Respon 4
Jika aku berada dalam kesesakan,
Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan
tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. (Mazmur 138:7) Melalui Mazmur
ini, kita belajar bahwa orang percaya tidak perlu bersedih hati pada waktu
mengalami kesesakan. Jika hal itu menimpa kita, tetap pujilah Allah,
bersyukurlah atas kesetiaanNya, dan ingatlah bahwa segala kejadian berada di
bahwa kendali kuasa dan kehendakNya. Tetaplah percaya, jika Tuhan sanggup
mengubah kesesakan menjadi kesempatan untuk menyelami kasih dan kuasaNya dengan
kacamata baru. Kesesakan bukanlah jalan buntu, melainkan jendela baru untuk
melihat kebaikan Allah. JCBU all.
No comments:
Post a Comment