17 Mei 2013
PERTOBATAN adalah Langkah Awal. Yeremia 31:21-22, “Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan,
pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni
jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, hai anak dara Israel, kembalilah ke
kota-kotamu ini! Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang
tidak taat? Sebab TUHAN menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan
merangkul laki-laki.” Semakin kita jauh meninggalkanNya, seruanNya semakin
diperjelas. IA menantikan kita dengan sebuah KERINDUAN yang dalam untuk membawa
kita kembali. Tidak peduli seberapa dalam dosa-dosa kita, sadarilah KASIH-Nya
yang KEKAL dibalik seluruh pelanggaran kita, RESPONI panggilanNya, SYUKURI
KASIH-Nya yang selalu hadir dalam perjalanan HIDUP kita! KEMENANGAN adalah
KARYA tangan TUHAN & PERTOBATAN adalah langkah awal untuk menggapainya.
Maukah saudara BERTOBAT hari ini? Amin.
Respon 1
”Dan ampunilah kami akan
kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.”
(Matius 6:12) Hal ini ditekankan kembali oleh Tuhan Yesus pada penjelasan
tentang doa Bapa Kami yaitu Matius 6:14-15, “Karena jikalau kamu mengampuni
kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau
kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Setiap hari Tuhan menyuruh kita MELEPASKAN pengampunan dan MEMINTA pengampunan.
Ini kebutuhan ke 2 setelah kebutuhan tubuh kita yang diwakili perut (makanan
jasmani sehari-hari, yang juga berbicara tentang makanan rohani yakni melakukan
dan menyelesaikan pekerjaan Bapa). Kebutuhan ini adalah kebutuhan “roh” kita,
sehari-hari juga, Tuhan menginginkan hubungan kita dengan sesama sebaik
hubungan kita dengan Dia, bila hubungan kita dengan sesama rusak, Tuhan meminta
kita memperbaikinya terlebih dahulu sebelum kita mempersembahkan korban atau
berdoa (Matius 5:23). Bisakah dan maukah kita mengampuni kesalahan orang lain
dan memohon pengampunan Bapa setiap hari? Ada kasih karunia di dalam Dia, amin!
Respon 2
Ya amin! Kita harus memiliki
kemauan untuk masuk dalam perhentian Tuhan (Ibrani 4:9-10). Selalu memiliki
hati yang haus dan lapar akan Tuhan. Tuhan akan memberikan anugerahNya agar
kita tetap berada di balik tiraiNya, Tuhan menghargai waktu-waktu kita untuk
belajar firman dan mencari wajahNya, Tuhan akan memberikan ketajaman panca
indra, hati nurani, pikiran, dan roh, sehingga kita memiliki jalan-jalanNya.
Rasa lapar da haus akan Tuhan adalah kunci menuju kesempurnaan dan
hukum-hukumNya tertulis di hati kita. Setiap masalah adalah proses pembelajaran
bagi kita untuk naik ke level berikutnya, amin! Mari saudara kita setiap hari
minta berseru padaNya untuk haus dan lapar akan firmanNya. Selalu semangat
sukacita dalam Tuhan dan berkarya amin! JBU.
Respon 3
Ada orang yang bernama Yabes yang
artinya: kesakitan, penderitaan, masalah. Yabes berseru dan berdoa pada Tuhan
dan dia mengalami perubahan nasib. Inilah doa dan seruan Yabes: Yabes berseru
kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku
berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku,
dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa
aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1 Tawarikh 4:10).
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Jumat, 17 Mei
2013. Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: Jangan takut; memang kamu telah
melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN,
melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. (1Samuel 12:20).
Mungkin kita sudah “jatuh” bahkan mungkin sudah yang kesekian kali kita jatuh
dalam dosa itu. Lalu apa yang kita lakukan? Adakah kita meninggalkan Tuhan?
Sekalian pergi dari-Nya? Semakin jauh dari-Nya? Merasa sudah terbuang
seakan-akan taka da jalan balik lagi? Atau segera berbalik, bertobat, tidak
berhenti mengikut Tuhan beribadah kepadaNya dengan segenap hati? Tuhan Yesus
memberkati.
No comments:
Post a Comment