Monday, 20 May 2013

20 Mei 2013




20 Mei 2013
Cukuplah KASIH KARUNIA-KU. Keluaran 3:11, “Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” 2 Korintus 12:9-12, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.” Amin. Mengubah “kelemahan” menjadi landasan KESUKSESAN atau KEKUATAN yaitu dengan cara “meninggalkan area kenyamanan” hidup kita dan mulai melangkah dengan di dalam “Iman, kasih karuniaNya”. Sebagaimana Musa rela meninggalkan kenyamanan hidupnya! Ketika kita melangkah di dalam IMAN dan mempersembahkan semua yang kita miliki, baik kelemahan maupun kelebihan kita, maka Tuhan akan memakai kita dengan cara yang AJAIB! PenyertaanNya akan selalu ada pada kita! Amin. Di saat kita tidak berdaya, di situlah titik KEKUATAN Tuhan untuk memakai kita.

Respon 1
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Roma 8:35, 37). KASIH KRISTUS yang membuat kita LEBIH dari pada orang-orang yang MENANG atas: penindasan, kesesakan, pengaiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang. Christ’s love is greater than anyone can ever know.

Respon 2
Garam. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” (Matius 5:13). Betapa hebatnya ketika Tuhan mengatakan bahwa kitalah garam dunia. Ada banyak fungsi garam. Mungkin lebih banyak dari yang kita tahu saat ini. Tetapi pada dasarnya garam itu nyata namun tak berujud nyata. Garam justru sangat nyata pada saat sepertinya dia tidak ada. Ibu-ibu yang memasak tahu betapa garam yang ia butuhkan pada masakannya sangatlah diharapkan larut dan tak berujud lagi. Kalau masih berujud dan ikut kita makan, pasti kita muntahkan atau kita akan berteriak karena rasa asinnya. Itulah kehidupan Kristen yang sejati, yaitu menjadi garam. Tak ingin berujud, tapi malah justru melarut. Tak ingin tampil berkilau-tetapi mengubah rasa. Dan yang tidak kalah pentingnya, takarannya harus pas. Saudara yang kekasih, kalau hari ini kita bukan orang yang menonjol dan tak ada yang mengenal kita bukan berarti kita tidak berguna. Jadilah garam di tempat kita masing-masing, nyata walau sepertinya tidak ada, dan tentu saja pas.. God bless you all.

Respon 3
Ya amin! Karunia sulung Roh dalam satu keluarga, seberapapun banyaknya anak yang dimiliki, hanya satu yang akan menerima hak kesulungan, yaitu anak sulung, tetapi dalam perjanjian baru Tuhan memberikan hak kesulungan atau karunia sulung Roh hanya kepada mereka yang terpilih, karena anak sulung bisa saja kehilangan hak kesulungannya. 1 Tawarikh 5:1; Kejadian 37:1-3. Yusuf menerima hak kesulungan karena ia menghidupi apa yang Yakub sampaikan. Setiap perkataan dan perintah yang disampaikan oleh Yakub disimpan dalam hatinya. Ia hidup dalam hikmat yang dimiliki Yakub yang menjagai hatinya untuk tidak sakit hati kepada saudara-saudaranya yang jahat yang dikatakan oleh bapa rohanimu engkau berhak menerima karunia sulung Roh. Amin. Segala peristiwa yang kita alami Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita dengan satu tujuan untuk mengkondisikan kita agar kita layak menerima karunia sulung Roh yang akan kita dapatkan melalui kehidupan di dalam roh. Amin! Semangat berkarya dalam roh. JBU.

No comments:

Post a Comment