24 Mei 2013
TUHAN yang HIDUP. Matius 22:32, “Akulah
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati,
melainkan Allah orang hidup.” Yesaya 64:4-5a, “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat
seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau
yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan
yang mengingat jalan yang Kautunjukkan!” Amin! Apapun masalah yang kita
hadapi, marilah kita datang dan berseru kepada Tuhan yang HIDUP, sebab IA MENDENGAR, MELIHAT & BERTINDAK!
Sudahkah kita bangga dan bersyukur memiliki Allah yang HIDUP yang mampu
MENDENGAR & MENJAWAB doa-doa kita?
Respon 1
Terima kasih untuk renungan pagi
ini, saya merasakan ALLAH YANG HIDUP, Dia selalu menjawab doa saya meskipun
jawabannya tidak, tapi beri yang lebih baik.
Respon 2
Suatu ketika ada seorang murid
yang hendak kuliah di luar negeri dan ingin mendaftar di universitas yang ia
inginkan. Tetapi setelah beberapa kali mencoba ternyata ia gagal untuk masuk di
universitas itu dan dia bbm saya minta didoakan. Dia mengatakan bahwa dia
sempat kecewa dengan Tuhan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
Saya hanya mengatakan bahwa Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk
anak-anaknya. Walau mungkin sekarang kecewa karena tidak mendapatkan apa yang
dikehendaki, tapi suatu ketika hal itu akan berubah menjadi ucapan syukur
ketika rencana Tuhan terlaksana di dalam dirinya. Suatu har ia bbm saya dan
mengatakan ingin mengucap syukur pada Tuhan karena sudah diterima di
universitas yang walaupun bukan di universitas yang diinginkannya. Ia mau mulai
untuk bersyukur atas berkat Tuhan tersebut. Menyadari bahwa Tuhan memberi
takaran berkat yang berbeda pada setiap orang seharusnya membuat kita
mensyukuri berkat-berkat yang kita nikmati. Jika kita memegang prinsip ini,
maka kita tidak akan pernah marah, kecewa, iri hati tatkala apa yang kita
terima tidak seperti yang kita inginkan. Menyadari bahwa Tuhan tahu kapan akan
meninggikan dan merendahkan kita, mengabulkan permohonan kita, menyalurkan
berkatNya dalam hidup kita, akan membuat kita hidup tanpa beban, sehingga kita
senantiasa diliputi oleh ucapan syukur dan sukacita. Bagian kita adalah tetap
berdoa, rajin bekerja, berusaha, jujur, dan bertanggung jawab, selebihnya
adalah bagian Tuhan yang akan memberkati. Inilah kunci kebahagiaan hidup. Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk mengucap syukur saat apa yang kuterima tidak sesuai
dengan yang kuharapkan. Bukalah hati dan pikiranku bahwa Engkau lebih tahu apa
yang kubutuhkan dan yang terbaik bagiku, sehingga hidupku tidak ada beban.
Amin.
Respon 3
~Seperti tangan kanan yang mampu
menyentuh semua bagian tubuh namun kesulitan menyentuh lengan terdekatnya,
begitulah manusia yang sangat berkuasa, menjangkau dan menguasai dunia luar,
namun sering tergolek lemah ketika harus menyelam ke dalam dirinya sendiri~
Saudara, siapakah di antara kita yang menyukai angina badai? Siapa orang yang
berharap terjadi musibah? Tentu tidak ada… Namun, kadangkala musibah atau
kesulitan hidup itu menerpa kita. Secara naluri, kita berusaha menghindarinya.
Akan tetapi orang yang berani menghadapi tantangan itu akan mendapatkan
pengalaman yang luar biasa. Badai kehidupan kadang sangat hebat, namun kita
memiliki tempat perlindungan yang lebih hebat, yaitu Allah yang menguasai Alam
Semesta. Nah, pilihan ada pada anda. Apakah anda ingin seperti pohon yang
berada di lembah yang tak pernah mendapatkan bahaya, atau pohon di puncak
gunung yang tegar karena mendapat kekuatan dari Allah. Perbedaannya akan
terlihat dari karakter yang terbentuk pada orang tersebut. Berbagai cobaan
adalah seperti palu pandai besi yang menempa kita menjadi karya yang indah.
Mazmur 46:1, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong
dalam kesesakan sangat terbukti.”
No comments:
Post a Comment