Wednesday, 1 May 2013

1 Mei 2013



01 Mei 2013
PEMIMPIN/PELAYAN TUHAN. “Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Tim 2:20-21). Amin. Jika kita ingin dipakai Tuhan di dalam pelayanan atau dalam pekerjaan sekuler sekalipun, maka kita harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkanNya. Semakin tinggi kita ingin dipakaiNya maka semakin tinggi pula syarat yang harus kita penuhi. Semakin kita memenuhi persyaratan Tuhan semakin kita dipakaiNya untuk melayaniNya, amin! Sudahkah kita SIAP dipakaiNya? MelayaniNya?

Respon 1
Orang yang teruji imannya akan memiliki hati yang kokoh, sehingga apapun yang terjadi dia akan mampu berkata, “Tuhan selalu baik bagiku!” Met aktivitas, tetap miliki saat-saat indah bersama Tuhan setiap hati, Gbu all J

Respon 2
Shalom, pagi Siu tq satenya. Masa lalu tidak akan kembali, tapi Anda bisa belajar darinya. Masa depan belum dijalani, namun Anda harus merencanakannya. Saat yang harus dikerjakan sekarang, karena inilah waktu yang Anda miliki. Kegetiran hidup masa lalu jangan mematahkan semangat Anda. Sebab orang yang tak pernah mencicipi rasa pahit, tak akan tahu rasanya manis. FirmanNya: Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis. (Amsal 27:7). JBU

Respon 3
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. (Kisah Para Rasul 4:13). Ketika kita dekat dengan orang yang sedang merokok, seluruh badan kita akan bau rokok. Ketika ada di hadiratNYA, kita akan alami kemuliaanNya, keindahanNya, kuasaNya, kasihNya, dan damaiNya. Stay in His presence!

Respon 4
Kelihatannya saat kita memberi sesuatu maka saat itu kita merasa ada sesuatu yang hilang dari kita, tetapi hakekatnya ketika kita memberi, justru kita akan menerima sesuatu! Kis 20:35c. Adalah lebih bahagia memberi dari pada menerima. Luk 6:38a: Berilah dan kamu akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu! Jesus loves you.

Respon 5
RENUNGAN PAGI. Rabu, 01 Mei 2013. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Roma 12:15). Hari ini, mari kembali kita renungkan. Mungkin mudah bagi kita untuk menangis bersama orang yang menangis untuk bersedih bersama orang yang bersedih. Namun bagaimana dengan bersukacita dengan orang yang bersukacita? Bagaimana melihat keberhasilan orang lain? Bagaimana melihat kesuksesan orang lain? Adakah sukacita itu masih ada? Mungkin masih bisa… Namun bagaimana bila kesuksesannya itu, keberhasilannya itu seakan “mengancam” kesuksesan kita? Merebut kesempatan kita? Masihkah ada sukacita itu? Atau hanya iri? Dendam? Dan benci? Tuhan Yesus memberkati.

Respon 6
Ya amin! “Dinamika Roh dalam kehidupan”. 1. Bangun manusia Roh membangun kehidupan kita oleh Roh. 2. Kehidupan kita ditulis oleh Roh. 3. Dia yang membuat kita sanggup. 4. Pelayanan Roh, bukan pekerjaan kita sendiri, tapi kesanggupan kita pekerjaan Allah. 5. Tingkat pelayanan kita akan memberi kehidupan dan pelayanan kita adalah pelayanan perjanjian baru. 6. Pelayanan Roh tidak akan pernah gagal. Kita merdeka karena pelayanan yang memimpin kepada kebenaran. 7. Pelayanan Roh, kemuliaannya selalu bertambah, namaku terdaftar di surga, ditakuti di neraka, di hormati dan disegani di bumi. 8. Pelayanan Roh merupakan pelayanan mulia. 9. Pelayanan Roh mengatasi segala-galanya. 10. Pelayanan Roh melepaskan selubung-selubung yang ada pada kita, kita diubahkan menjadi serupa dengan Dia. Wao, mari saudara semua membangunkan kehidupan saya dan saudara dalam dinamika Roh. Amin. Tetap semangat berkarya dalam Tuhan. JBU.

No comments:

Post a Comment