Sunday, 5 May 2013

5 Mei 2013



05 Mei 2013
Seorang Pengampun. Kis 7:60, “Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.” Lukas 23:24, “Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.” Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
  1. Ketika saudara disakiti, janganlah balas menyakiti, balaslah dengan kebaikan!
  2. Ketika saudara merasa sulit untuk mengampuni, ingatlah betapa besar saudara telah diampuni.
  3. Mengampuni adalah perintah Allah, Tuhan tidak memerintahkan saudara untuk menghitung banyaknya dosa yang telah diperbuat terhadap saudara. Sebaliknya: mengampuni tanpa hitung-hitungan. Matius 18:21, “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
Orang yang tidak bisa mengampuni orang lain akan terikat pada orang itu selamanya! Adakah saudara anak Tuhan yang suka MENGAMPUNI sesamamu??

Respon 1
Yang Di Sorga. Matius 6:9, “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga…” Bukankah Allah kita juga berada dalam hati kita? Mengapa Tuhan Yesus menyuruh kita mengatakan Bapa kami YANG DI SORGA? Doa ini mengajarkan agar kita tetap memposisikan Allah, walaupun Ia adalah Bapa kita, PADA POSISI DIA yang semestinya yaitu sebagai RAJA dan ALLAH yang berdaulat di kerajaan SORGA, DIA bukanlah “allah” menurut pemikiran kita, sering kita menciptakan “allah” dan “tuhan” yang sesuai keinginan dan harapan kita. Ulangan 5:8, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” Itu adalah perintah Allah yang ke 2, jangan turunkan Allah di posisi yang semestinya, menurut persepsi, keinginan, harapan dan angan-angan kita manusia, biarkan Allah Bapa kita tetap menjadi Allah yang pribadiNya sangat besar, agung, Ilahi, tak terjangkau pemikiran kecil manusia. Bisakah kita berdoa; Bapa kami YANG DI SORGA? Dengan tidak menurunkan kebesaranNya, dan tetap menjadikan DIA Allah sebagaimana DIA adanya? Amin.

Respon 2
Ya amin! 1 Korintus 10:5 berjalan dalam hal penting kita tidak terpengaruh, mereka semua termasuk rohani percaya Kristus tapi juga percaya roh-roh duna dan tidak bersyukur semasa di padang gurun mereka bersungut-sungut tidak tahan cobaan. Tidak taat pada perkataan Tuhan terkontaminasi oleh dunia, akhirnya banyak yang mati di padang gurun. Kita adalah milik kesayangan Tuhan. Ya kita mengisi hari-hari kita untuk sesuatu yang berguna. Amin. Selamat berhari minggu bersama keluarga tersayang. Jbu.

Respon 3
Shalom, jagalah hidupmu selalu hidup di dalam Tuhan sehingga kapanpun Tuhan datang kita siap menyongsong kedatanganNya. Bijak dalam melangkah dan jangan lakukan dosa lagi sehingga kita punya hubungan yang dekat dengan Tuhan. “Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.” (1Tesalonika 5:2). Sahabatku, mungkin banyak orang berpikir kapan Tuhan datang? Memang tidak ada yang pernah tahu kapan, tetapi orang yang bijak adalah orang yang selalu berjaga-jaga dan menantikan kedatanganNya dan menjaga hidupnya tetap berkenan kepada Tuhan. Hiduplah selalu di dalam kasih Tuhan. Selamat hari Minggu. Tuhan Yesus memberkatimu.

No comments:

Post a Comment