06 Mei 2013
BERANI MENDERITA demi NAMA TUHAN. Kis 7:57-60, “Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak
menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan
saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama
Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: Ya Tuhan Yesus,
terimalah rohku. Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan,
janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! Dan dengan perkataan itu meninggallah
ia.” Tidak seorang pun di dunia yang mau menderita, entah ia seorang kaya
atau miskin. Semua orang cenderung memilih untuk hidup senang dan nyaman. Rasul
Paulus pernah menulis: Sebab kepada kamu
dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk
menderita untuk Dia (Filipi 1:29). Pertanyaannya adalah: apakah kita
sanggup menderita? Keselamatan itu GRATIS, tetapi untuk menjadi MURID Tuhan
Yesus ada harga yang harus dibayar, yakni memikul Salib. Sudah pernahkah
saudara menderita karena melayani Tuhan? Happy Monday. Bersiaplah menghasilkan
karyamu yang terbaik hari ini!
Respon 1
Ya amin! Hakim-Hakim 6:12 Alkitab
berkata pada kita dalam waktu Tuhan, dalam sudut pandang keberadaan yang
sekarang adalah Tuhan menjadikan kita sesuai dengan firmanNya. Ef 4:24
dikatakan manusia baru yang sudah diciptakan keberadaan kamu dalam ayat 22,
tanggalkan manusia lama. Ayat 23 supaya kamu masuk menjadi manusia baru ubahlah
jalan dari cara berpikirmu sifat dasar kita dari taman Eden. Kita bisa berubah
lewat Roh kita dari kita sendiri. Dalam firmanNya ada banyak dimensi rohani
yang tekandung. Kuasa yang diberikan, yaitu firman, di dalam firman itu ada
satu dimensi untuk kamu mengubah orang lain. Amin. Contoh: Gideon diangkat
menjadi hakim karena firman itu hidup dan berkuasa, amin. Gbu.
Respon 2
Dikuduskanlah namaMU (Matius 6).
Setelah kita menujukan doa kita kepada pribadi BAPA kami yang DI SORGA,
pertama-tama dalam doa kita katakana HAL UTAMA yang prioritas. DIKUDUSKANLAH
NAMAMU, di dunia ini banyak sekali nama: namaku, namamu, nama istriku, suamiku,
anakku, nama pekerjaanku, nama penyakitku, nama bosku, nama presidenku, nama
musuhku, nama masalahku, dll. Dunia ini begitu tak acuh dengan Nama Tuhan,
betapa Nama Tuhan kita yang maha suci, berharga lebih dari mutiara pusaka
apapun, nama yang begitu berkuasa, tertinggi dari segala-galanya yang ada di
sorga, di bumi, maupun di bawah bumi. Tidak ada satupun “nama lain” yang belum
ditaklukan dan tidak berada di bawah kakiNya, nama di atas segala nama. Tapi
Nama yang juga adalah mewakili PRIBADI ALLAH itu begitu dinista oleh dunia dan
manusia, sudah direndahkan, diabaikan disingkirkan dari kehidupan. Tuhan ajar
kami pertama berdoa adalah mengenai NAMAMU, mengenai PRIBADIMU. Hal yang utama
dari semuanya yaitu dengan mengatakan DIKUDUSKANLAH NAMAMU! Biarkan kami tetap
menjadi orang yang setia berseru: DIKUDUSKANLAH NAMAMU! Amin.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Senin, 06 Mei
2013. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus
sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada
sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
(Lukas 24:15-16). Adakah saat ini kita merasa sendiri? Adakah saat ini kita
merasa tidak ada yang memperhatikan kita? Adakah sesuatu yang menghalangi mata
kita sehingga kita tidak melihat bahwa Tuhan jalan bersama kita? Kurangkah
kematianNya membuktikan bahwa Dia sangat-sangat peduli atas kita? Atau adakah
sesuatu yang menghalangi mata kita sehingga kita tidak melihat bahwa mata Tuhan
tertuju atas kita? Mungkinkah itu ketidakpercayaan kita atas janjiNya?
Mungkinkah itu harapan kita yang tidak sesuai dengan firmanNya? Atau mungkin
yang lain? Coba mari kita mencoba untuk mengenal Dia dan kita akan melihat saat
ini pun di tengah masalah yang kita hadapi Dia jalan serta kita. Happy Monday
saudaraku. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Seberat apapun yang sedang
saudara hadapi hari ini, esok dan seterusnya. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,
janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah
yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan
meninggalkan engkau. (Ulangan 31:6) Hav a blessed week, Imanuel!
No comments:
Post a Comment