02 Mei 2013
Pembela IMAN. Setiap orang percaya harus siap sedia di dalam
memberikan pertanggungjawaban imannya kepada orang-orang yang menanyakannya. 1
Petrus 3:15, “Tetapi kuduskanlah Kristus
di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk
memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan
jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan
lemah lembut dan hormat.” Setiap orang percaya harus MEMBELA imannya kepada orang lain! Adakah saudara menjadi PEMBELA IMAN saudara dengan hati yang
lemah lembut dan hormat kepada orang lain?
Respon 1
Ya amin! Apa yang jadi agenda
Tuhan, arahkan dan desain gerejamu, kita tak memiliki gereja smirna, pergamus.
Wahyu 2:13 menegakkan untuk mendisiplin mereka, sebagai pemimpin pastikan
selalu ada kompromi hidup dalam kebenaran karena kedisiplinan ada sebagai
materai yang menyaksikan kebenaran. Ya mari kita mau memiliki gereja yang hidup
dalam kebenaran. Amin. Dan kita mulai memasuki bulan baru Tuhan memberi arahan
dan desain gereja kita yang menyaksikan kebenaran. Ya lebih semangat lagi untuk
teruskan karya-karya kita menuju masa depan yang cerah. JBU.
Respon 2
Sebab Engkaulah harapanku, ya
Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. Kepada-Mulah aku bertopang
mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau
yang selalu kupuji-puji. (Mazmur 71:5-6). Apakah Tuhan hari ini masih menjadi:
pusat kehidupan, pengharapan, kepercayaan, tempat untuk bertopang, pujian kita
semua? Tuhan Yesus setia dan tidak pernah mengecewakan kita. Keep on fire!
Respon 3
Shalom pagi Siu. Biarlah kita
tetap rendah hati sampai tak seorangpun yang mampu merendahkan kita lagi, amin.
Respon 4
RENUNGAN. Kamis, 2 Mei 2013.
Terkadang Tuhan mengijinkan hidup kita mengalami penderitaan yang kelihatannya
tak terselesaikan, agar mereka segera berseru kepada Tuhan. Berseru artinya
mengarahkan dan menyerahkan hidup pada Tuhan dan Tuhan segera menolong. Mazmur
50:15, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau,
dan engkau akan memuliakan Aku.” Selamat pagi.
Respon 5
Kebahagiaan yang tidak ada
habis-habisnya akan membosankan, itulah sebabnya kita mengalami pasang surut
dalam hidup ini (Jean Batiste Meire). Ayub 30:26, “Tetapi, ketika aku
mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan
terang, maka kegelapanlah yang datang.” Percayakah? Kemapanan bisa membuat
jenuh dan bosan? Tetapi pasang surut kehidupan malah membuat hidup ini
bergairah. Makin besar rintangan dan tantangan makin besar kekuatan yang kita
salurkan untuk mengatasinya. Jadi apapun kondisi kita saat ini, jalani dalam
ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, niscaya hati kita tetap bergairah
bersama Tuhan. God bless you all.
Respon 6
Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN
dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka
lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana
pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Buah sulung dari segala
apa yang kita dapatkan) menyatakan bahwa segala yang kita miliki adalah
kepunyaan Tuhan. Sudahkah kita setia dan tetap setia mempersembahkan persepuluhan
dan buah sulung kita? Janji Tuhan sangat pasti dalam Maleakhi 3:10-11, bahwa
Tuhan tidak bisa tidak membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkatNya
sampai berkelimpahan dan akan menghardik belalang pelahap belalang pelahap
(sesuatu yang diijinkan Tuhan menghabiskan harta kita bila kita tidak setia
dalam hal persepuluhan dan persembahan khusus). Amin.
No comments:
Post a Comment