Wednesday, 1 May 2013

2 Mei 2013



02 Mei 2013
Pembela IMAN. Setiap orang percaya harus siap sedia di dalam memberikan pertanggungjawaban imannya kepada orang-orang yang menanyakannya. 1 Petrus 3:15, “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Setiap orang percaya harus MEMBELA imannya kepada orang lain! Adakah saudara menjadi PEMBELA IMAN saudara dengan hati yang lemah lembut dan hormat kepada orang lain?

Respon 1
Ya amin! Apa yang jadi agenda Tuhan, arahkan dan desain gerejamu, kita tak memiliki gereja smirna, pergamus. Wahyu 2:13 menegakkan untuk mendisiplin mereka, sebagai pemimpin pastikan selalu ada kompromi hidup dalam kebenaran karena kedisiplinan ada sebagai materai yang menyaksikan kebenaran. Ya mari kita mau memiliki gereja yang hidup dalam kebenaran. Amin. Dan kita mulai memasuki bulan baru Tuhan memberi arahan dan desain gereja kita yang menyaksikan kebenaran. Ya lebih semangat lagi untuk teruskan karya-karya kita menuju masa depan yang cerah. JBU.

Respon 2
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji. (Mazmur 71:5-6). Apakah Tuhan hari ini masih menjadi: pusat kehidupan, pengharapan, kepercayaan, tempat untuk bertopang, pujian kita semua? Tuhan Yesus setia dan tidak pernah mengecewakan kita. Keep on fire!

Respon 3
Shalom pagi Siu. Biarlah kita tetap rendah hati sampai tak seorangpun yang mampu merendahkan kita lagi, amin.

Respon 4
RENUNGAN. Kamis, 2 Mei 2013. Terkadang Tuhan mengijinkan hidup kita mengalami penderitaan yang kelihatannya tak terselesaikan, agar mereka segera berseru kepada Tuhan. Berseru artinya mengarahkan dan menyerahkan hidup pada Tuhan dan Tuhan segera menolong. Mazmur 50:15, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Selamat pagi.

Respon 5
Kebahagiaan yang tidak ada habis-habisnya akan membosankan, itulah sebabnya kita mengalami pasang surut dalam hidup ini (Jean Batiste Meire). Ayub 30:26, “Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.” Percayakah? Kemapanan bisa membuat jenuh dan bosan? Tetapi pasang surut kehidupan malah membuat hidup ini bergairah. Makin besar rintangan dan tantangan makin besar kekuatan yang kita salurkan untuk mengatasinya. Jadi apapun kondisi kita saat ini, jalani dalam ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, niscaya hati kita tetap bergairah bersama Tuhan. God bless you all.

Respon 6
Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Buah sulung dari segala apa yang kita dapatkan) menyatakan bahwa segala yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan. Sudahkah kita setia dan tetap setia mempersembahkan persepuluhan dan buah sulung kita? Janji Tuhan sangat pasti dalam Maleakhi 3:10-11, bahwa Tuhan tidak bisa tidak membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkatNya sampai berkelimpahan dan akan menghardik belalang pelahap belalang pelahap (sesuatu yang diijinkan Tuhan menghabiskan harta kita bila kita tidak setia dalam hal persepuluhan dan persembahan khusus). Amin.

No comments:

Post a Comment