03 Mei 2013
Tidak Kenal Kompromi. (Kis 7:1-53 & 2Kor 6:14-18). Santai saja…
Semua juga nyontek? Korupsi? Selingkuh? Justru saat ini
semua itu sudah menjadi trend zaman sekarang! Hampir semua standard
ditinggalkan, repotnya bila kita ingin mengikuti standard yang benar kita
justru “aneh” sendiri. Sebagai anak-anak Tuhan kita perlu punya HIGHER STANDARD sehingga kita dapat
memiliki PERBEDAAN! Walaupun kita
hidup di dunia tetapi kita “tidak menjadi bagian dari dunia”. “Walaupun
serupa tapi tidak sama.” Hidup sebagai anak-anak Tuhan, hidup kita adalah hidup
yang melawan arus karena kita memiliki standard yang tinggi yaitu standard FIRMAN TUHAN! (Efesus 5:1-14)
Amin! Beranikah kita TAMPIL BEDA
atau TIDAK KENAL KOMPROMI? Sehingga
kita dapat memiliki HIDUP yang
membawa PERBEDAAN, amin. Jadilah
anak-anak Tuhan yang punya HIGHER STANDARD sesuai firmanNYA.
Respon 1
Hati yang Hidup. “Biarlah hatimu
hidup untuk selama-lamanya…” (Mazmur 22:27). Ya, ternyata tidak semua yang
bernyawa mempunyai hati yang hidup. Ada banyak orang yang masih bernyawa, masih
penuh dengan aktivitas hidup, sehat secara jasmani, tapi hatinya mati. Tidak
bisa lagi tersentuh dengan penderitaan orang lain, tidak peduli dengan
siapapun, tidak ada yang bisa dialirkan dari dalam hatinya. Juga tidak kenal
yang namanya belas kasihan, yang dia cari hanyalah keuntungan. Tidak ada lagi
pelayanan, yang tercecer hanyalah kegiatan. Tak lagi punya gairah dengan Tuhan,
cuman keagamawian yang masih tersisa. Itulah orang yang masih bernyawa tapi
hatinya tidak hidup. Betapa mengerikannya hidup yang seperti ini. Padahal
segala sesuatu dalam hidup manusia, terpancarnya dari hatinya. Kalau yang di
dalamnya mati maka “kematianlah” yang disebarkan. Sehingga apapun yang disentuh
menjadi mati. Saudara, mintalah supaya hatimu selalu hidup. Sebab segalanya
diawali dan ditentukan dengan yang di hatimu. Renungkanlah. God bless you all.
Respon 2
Benar Cik, ketika kita melawan
arus kita jadi orang yang “aneh”. Dan biasanya orang “aneh” itu dimusuhi. Itu
sudah saya rasakan. Ketikan kebenaran itu disampaikan banyak yang tersinggung
dan “takut” sama saya. Dan itu sering membuat saya bersalah.
Tanggapan Saya untuk Respon 2
Shalom Rita pagi! Ambil hikmahnya
penting janganlah kita merasa bersalah! Karena di mana ada kebenaran di situ
tumbuh damai sejahtera (ini ayatnya Bu Pris ya) masih ingat? Tq, Jbu.
Respon 3
Ya Cik, tq. Pengen cuek sih Cik
tapi ga bisa. Gak enak rasanya didiemin sama orang. Padahal kan gak ada maksud
apa2. Cuma karena sayang sama mereka saya ngomong. Tapi yang diajak ngomong
kadang gak bisa terima dan saya didiemin. Itu yang membuat saya merasa gak
enak.
Respon 4
Kata Yesus: Akulah Kebenaran… Yoh
14:6. Pekalah terhadap KEBENARAN. Karena Yesuslah Kebenaran. Fokuslah kepada
Yesus yang telah menebus hidup dan membenarkan kita. Maka kita pun akan dekat
dengan kebenaran. Stay fokus on Jesus!
Respon 5
Ini: dalam Injil (Markus 6:45-50;
Matius 14:22-33). Apa yang kita kerjakan hari ini, harus selalu “percaya dan
bersyukur”. Ketika kita mengalami permasalahan jangan panik, karena
permasalahan menambah kekuatan dan iman mendewasakan kita, selesaikan dengan
tenang, jangan keluar dari masalah. Tetapi selesaikan dengan hati bersyukur dan
percaya, amin. Bersyukurlah setiap hari dalam segala hal dan tetap semangat
berkarya bersama Yesus. JBU.
Respon 6
Wajah Tuhan. Mazmur 105:4, “Carilah
TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” Dalam raut wajah seseorang
bisa tercermin apakah orang itu setuju, tidak setuju, marah, senang, dan sedih,
dan semua perasaan pikiran kehendak seseorang bisa terungkap dalam wajahnya.
Daud mengetahui hal ini, dan mencari wajah Tuhan berarti juga mencari KEHENDAK/
PIKIRAN/ PERASAAN TUHAN. Dengan membaca serta merenungkan firman, kita bisa
mencari wajah Tuhan. Janji Tuhan ada dalam 2Taw 7:14, “dan umat-Ku, yang
atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu
berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan
mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” Sudahkah kita mencari
wajahNya?
Respon 7
Bagi yang sering membuka Alkitab
pasti tahu kalau kitab Mazmur berada di tengah-tengah Alkitab. Tapi banyak di
antara kita yang mungkin belum tahu kalau Mazmur pasal 118 adalah pasal yang
terletak di tengah-tengah Alkitab. Dan uniknya, ada 6 keunikan Mazmur pasal 118
tersebut yaitu sbb: 1) Tahukah Anda bahwa sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah
pasal terpendek dari Alkitab? 2) Tahukah Anda bahwa setelah Mazmur 118, Mazmur
119 adalah pasal terpanjang dari Alkitab? 3) Tahukah Anda bahwa sebelum Mazmur
118 ada 594 pasal? 4) Tahukah Anda bahwa sesudah Mazmur 118 ada 594 pasal? 5)
Tahukah Anda bahwa kalau seluruh pasal dijumlahkan, di luar Mazmur 118,
(594+594) semuanya berjumlah 1188 pasal? 6) Tahukah Anda bahwa angka 1188 atau
Mazmur 118:8 juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah kitab? Ayat
yang terletak di tengah-tengah atau ayat sentral itu memiliki arti yang dalam
dan jelas sekali. Kalau Tuhan sudah meletakkan ayat tersebut di tengah-tengah
seperti itu, pasti ayat itu sangat penting bukan? Mazmur 118:8 itu berbunyi: “Lebih
baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” Tuhan Yesus
memberkati.
No comments:
Post a Comment