07 Mei 2013
Chosen 4 Maximum Impact. (Kis 8:1-3:11:19-26). Baik tidaknya
kehidupan seseorang tidak ditentukan oleh lamanya
ia hidup, tetapi DAMPAK apa yang ia berikan bagi banyak orang. Bagaimana
membangun kehidupan yang memberi kepuasan, penuh arti dan membawa DAMPAK
POSITIF yang maksimal bagi sekeliling kita? HIDUP yang bermakna adalah
ketika kita mempunyai HIDUP yang BERBUAH. Filipi 1:22a, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini,
itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Dengan demikian HIDUP kita
menjadi BERKAT bagi orang lain bahkan ketika kita kelak meninggal akan ada
banyak hal yang akan dikenang: Apa saja yang sudah kita lakukan bagi sesama
kita? Sudahkah HIDUP kita memberi DAMPAK positif bagi sekeliling kita?
Respon 1
RENUNGAN PAGI. Selasa, 07 Mei
2013. Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia
jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan,
tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah
mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu,
tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke
tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.”
(Lukas 10:30-32). Kebetulan kita lewat melalui jalan itu dan kita? Apa yang
kita lakukan? Mungkin kita seorang “imam” atau seorang “lewi”, gembala,
pengerja, aktivis di gereja, pelayan Tuhan, apa yang kita lakukan? Untuk
siapakah pelayanan kita? Benar, kita bisa katakana: “Untuk Tuhan”. Namun
siapakah yang rasakan pelayanan kita? Orang lainkah? Mereka yang membutuhkankah?
Atau untuk kepentingan kita sendiri? Supaya dipuji orang? Supaya dikatakan
orang baik? Atau dasar apakah kita tentukan prioritas pelayanan kita?
Jangan-jangan atas dasar dilihat atau tidak dilihat orang? Menguntungkan atau
tidak menguntungkan? Jadi siapa yang kita layani? Adakah kita benar pelayan
Tuhan? Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Hidup tidak bercela, firman Tuhan
menegaskan pula bahwa apabila orang benar berseru-seru (berdoa) kepada Tuhan
dia akan memperoleh, karena: “mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan
telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.” Sesungguhnya, pada zaman ini
tidak mudah bagi kita untuk hidup sebagai orang benar di tengah-tengah dunia
yang sedang diliputi kegelapan, tetapi puji Tuhan, Yesus berkata “jangan
takut!” “sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu
keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah
takut! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku
akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat.” Mari kita usahakan hidup
dengan tidak membuka cela sedikitpun, amin! Agar kita alami keajaiban Tuhan
yang luar biasa. Selamat berkarya, Jbu.
Respon 3
Amen. Sebagaimana peribahasa
gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Sudah
selayaknya kita sebagai manusia memberi dampak pada lingkungan dan komunitas
dengan kebajikan dan budi luhur pribadi yang berdampak. Haleluyah, amen.
Respon 4
Banyak anak Tuhan mengalami
kelelahan dalam menjalani hidup. Mengapa? Karena tanpa sadar mencoba mengatasi
semuanya dengan kekuatan sendiri meskipun berkata percaya kepada Tuhan. TUHAN
adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab
itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. TUHAN
adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
(Mazmur 28:7-8)
Respon 5
Doa 7 Mei 2013: Tuhan,
ampunilah kami karena seringkali kami memutuskan segala sesuatunya berdasarkan
pemikiran kami sendiri. Ingatkan kami Tuhan, agar saat kami harus memutuskan
sesuatu hal kami selalu memohon pimpinan dan hikmatMu. Amin.
No comments:
Post a Comment