Wednesday, 8 March 2017

8 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 8. Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yesaya 43:13, “Juga seterusnya AKU tetap DIA, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; AKU melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?” Apakah kita adalah orang yang takut gagal? Atau tidak berani mengambil resiko? Seringkali kita enggan keluar dari zona nyaman kita karena takut gagal, terluka dsbnya. Jika kita membiarkan rasa takut itu membelenggu kita, pada akhirnya kita tidak akan melakukan apa-apa! Tuhan tidak menciptakan kita untuk hidup dalam kegagalan yang terus menerus, mungkin kita bisa terpeleset tetapi tidak akan jatuh sampai tergelatak. DIA datang untuk memberi kelimpahan = flourish, prosper = thrive = revival . Bapa, terima kasih karena Engkau datang dalam kehidupan kami sehingga kami tidak perlu takut lagi dalam kegagalan yang terus menerus, karena Engkau sudah menuntun kami tidak hanya untuk tetap bertahan/survive, tetapi Engkau sudah memberikan keberanian untuk kami bangkit/revival dan mengalami kemenangan bersamaMu. Amin .

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 5, 6 & 7
PB: Kisah Para Rasul 12
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 8 Maret 2017. AIR PANAS. Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah (Matius 26:41). Pagi ini Anda mandi dengan air dingin atau panas? Kebanyakan orang menjawab: “dingin”. Memang secara alamiah, air mandi pagi kita suhunya dingin. Tetapi sebagian orang terbiasa mandi dengan air hangat. Bagaimana caranya? Tentu dengan memberikan energi panas yang bisa didapatkan melalui energi listrik, pembakaran gas, atau sumber energi yang lain kepada air dingin tersebut. Realita ini mengilustrasikan bahwa secara universal, dibutuhkan energi ekstra untuk “melawan” kecenderungan sifat alamiah dari apapun. Manusia pun memiliki kecenderungan alamiah dalam berperilaku. Sayangnya, kecenderungan ini adalah untuk berbuat yang jahat, daripada yang baik. Ironisnya, hati kita sebetulnya sadar bahwa perbuatan tersebut salah. Dalam bahasa Alkitab, seringkali ini digambarkan sebagai pertentangan antara keinginan daging dengan roh, dimana kecenderungannya dimenangkan oleh daging. Tapi Alkitab pun mengajarkan bahwa sebagai murid Kristus, kita dimampukan untuk melawan kecenderungan alamiah untuk berdosa ini. Tidak mudah. Dibutuhkan kewaspadaan dan ketekunan doa. Tapi Alkitab berjanji bahwa kita akan bisa. Apakah Anda sedang bergumul dengan dosa? Mungkin pergumulan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan Anda merasa selalu kalah? Jangan heran dan jangan menyerah! Sebab ini adalah perjuangan seumur hidup untuk membalikkan sesuatu yang sudah berakar di dalam diri yang berdosa sejak lahir ini. Karenanya, pasti tidak mudah. Karenanya, tetaplah beriman teguh pada kasih Yesus, terus jaga hidup kita dan kian tekunlah berdoa. TINGGAL DALAM YESUS, HIDUP DALAM KEHENDAK ALLAH DAN BERSANDAR PADA KEKUATAN-NYA. ITULAH SUMBER KEKUATAN MELAWAN DOSA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Ulangan 5-7 & Kisah Rasul 12.

Xavier Quentin Pranata
Kualitas yang terasah makin ke atas.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Peter – WCS
MELAKUKAN APA YANG MENURUT TUHAN BENAR (Oleh: Peter B, MA). “Ini hidupku. Terserah aku mau melakukan apa. Tidak seorangpun dapat mengatur hidupku. Hidupku di tanganku sendiri. Nasib dan masa depanku, akulah yang menentukannya.” Mungkin salah satu atau beberapa kalimat itu pernah kita ucapkan. Atau mungkin masih kita ucapkan di hati kita. Tuhan mengetahui semuanya. Sebab apa yang di dalam hati, terdengar sama kerasnya di telinga Tuhan dengan apa yang kita teriakkan sekuat-kuatnya di depan umum. Meskipun benar manusia memiliki kehendak bebas dan memang ia yang memutuskan pilihan-pilihannya sendiri, sesungguhnya manusia tak kuasa menentukan arah dan akhir hidupnya. Perjalanan hidup kita penuh liku-liku. Jalannya tidak pernah mudah. Dan meski tampak mudah belum tentu itu mengarah pada tujuan yang benar. Manusia mencari kemudahan dan keberuntungan dengan melakukan apa yang dipikirnya benar. Sebagian melakukannya dengan sangat baik sehingga mencapai prestasi dan memperoleh pengakuan di dunia. Tetapi hidup para pengikut Kristus seharusnya lebih dari itu. Kekayaan, pengakuan, prestasi, kedudukan bahkan kesalehan sekalipun tidak menenteramkan hati kita yang memang diciptakan untuk menjadi tahta dan milik Yang Terbaik Dalam Hidup, yaitu Tuhan sendiri. Dan Yesus berkata bahwa pada Dialah ada air hidup yang dapat memuaskan rasa haus kita selama-lamanya. Saat kita menerima Dia, kita dipuaskan selama-lamanya dan menemukan arti kehidupan. Di dalam Dialah kehidupan kita dimulai. Dan jika kita mengaku sebagai murid-murid-Nya, maka kita akan mengikuti jejak-Nya. Salah satunya hidup bukan lagi mengikuti cara pandang dan gaya hidup yang kita yakini dan inginkan sebagai sesuatu yang benar. Kita akan hidup sebagaimana yang dikatakan Paulus, “Bagiku hidup adalah Kristus…”. Kepada Kristuslah kita menyerahkan hidup dan memohon pimpinan dalam menjalani hidup. Mana langkah yang harus kita tempuh. Mana tujuan yang harus kita capai. Apa dan bagaimana yang harus kita lakukan dalam hidup sehari-hari. Bagi Tuhan dan milik Dialah hidup kita karena kita percaya bahwa tidak ada yang lebih baik selama keberadaan kita di dunia selain bersama dengan Dia dan mengiring Dia kemanapun Dia pergi. Mengikut Yesus juga berarti pelurusan dan penyesuaian hidup. Dari yang semula menuruti keinginan sendiri dan mencapai tujuan-tujuan duniawi menjadi hidup demi keinginan dan kehendak Tuhan untuk mencapai tujuan-tujuan sorgawi. Beralih dari fokus pada pengejaran kebendaan pada pencarian harta sorgawi. Dari menjala ikan menjadi penjala manusia. Dari mengumpulkan uang menjadi pemenang jiwa-jiwa. Dari hidup demi kesenangan pribadi menjadi hidup dalam sukacita persekutuan dengan Tuhan sendiri. Dari yang memuaskan hawa nafsu menjadi kehidupan yang memancarkan kekudusan dan kasih. Pendeknya, hidup seperti Kristus hidup, yang dipersembahkan bagi kehendak Bapa dan kepentingan Kerajaan Bapa. Jika kita memahami ini lalu memilih jalan hidup sedemikian, sungguh kita pengikut Kristus sejati. Jika tidak, jangan pernah berpikir Anda telah mengikut Yesus. Sebab kita tidak dapat mengikut Yesus sambil hidup dengan cara kita sendiri. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:3-4, 6). #IntroseksiDiri #JanganMenipuDiri #UjiApakahKitaMengikutKristus #CariSelaluYangBenarMenurutTuhan #BenarVsHampirBenar

Widya Mandala Universitas Grup
MASA DEPAN. To improve is to change; to be perfect is to change often. - Winston Churchill. Menjadi maju bertambah baik perlu perubahan; Menjadi sempurna perlu perubahan sesering mungkin. Kolose 3:10 (TB) – dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Seperti ayat tersebut menyatakan bahwa untuk menjadi sempurna seperti gambar Allah, diperlukan pembaharuan hidup secara terus menerus. Kesalahan-kesalahan kita di masa lalu tidak menentukan masa depan hidupmu. Memang kesalahan akan keyakinan kita dapat membelenggu langkah maju kita. Namun kalau anda mau mengubah keyakinanmu, maka anda akan dapat mengubah hidupmu. Sebab keyakinan yang benar akan menjadi secercah cahaya yang menerangi jalan hidup anda menuju kebebasan dari belenggu masa lalu yang kelam. Jadi adalah perlu meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh rahmat dan kasih. Ia tak akan menolak siapapun yang mau datang dan memohonkan anugerah dan pengampunan akan kesalahan dan dosa-dosa kita. Percayalah Ia adalah Allah yang setia dan adil, yang akan mengampuni dan menyucikan dosa kita. Mari keluar dari masa lalu yang begitu menuduh dan membelenggu hidupmu. Jalani hidup dalam anugerah-Nya, terus menerus diperbaharui dan menang atas masa kelammu. Roma 12:2 (TB) – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

No comments:

Post a Comment