SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 8.
Yohanes 10:10, “Pencuri
datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang,
supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala
kelimpahan.”
Yesaya 43:13, “Juga
seterusnya AKU tetap DIA, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari
tangan-Ku; AKU melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?”
Apakah kita adalah orang yang takut gagal? Atau tidak berani
mengambil resiko? Seringkali kita enggan keluar dari zona nyaman kita
karena takut gagal, terluka dsbnya. Jika kita membiarkan rasa takut
itu membelenggu kita, pada akhirnya kita tidak akan melakukan
apa-apa! Tuhan tidak menciptakan kita untuk hidup dalam kegagalan
yang terus menerus, mungkin kita bisa terpeleset
tetapi tidak akan jatuh sampai tergelatak. DIA datang untuk memberi
kelimpahan = flourish,
prosper
= thrive
= revival
.
Bapa, terima kasih karena Engkau datang dalam kehidupan kami sehingga
kami tidak perlu takut lagi dalam kegagalan yang terus menerus,
karena Engkau sudah menuntun kami tidak hanya untuk tetap
bertahan/survive,
tetapi Engkau sudah memberikan keberanian untuk kami bangkit/revival
dan mengalami kemenangan bersamaMu. Amin .
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 5, 6 & 7
PB:
Kisah Para Rasul 12
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 8 Maret 2017. AIR PANAS. Berjaga-jagalah dan berdoalah,
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang berniat baik,
tetapi tabiat manusia lemah (Matius 26:41). Pagi ini Anda mandi
dengan air dingin atau panas? Kebanyakan orang menjawab: “dingin”.
Memang secara alamiah, air mandi pagi kita suhunya dingin. Tetapi
sebagian orang terbiasa mandi dengan air hangat. Bagaimana caranya?
Tentu dengan memberikan energi panas yang bisa didapatkan melalui
energi listrik, pembakaran gas, atau sumber energi yang lain kepada
air dingin tersebut. Realita ini mengilustrasikan bahwa secara
universal, dibutuhkan energi ekstra untuk “melawan” kecenderungan
sifat alamiah dari apapun. Manusia pun memiliki kecenderungan alamiah
dalam berperilaku. Sayangnya, kecenderungan ini adalah untuk berbuat
yang jahat, daripada yang baik. Ironisnya, hati kita sebetulnya sadar
bahwa perbuatan tersebut salah. Dalam bahasa Alkitab, seringkali ini
digambarkan sebagai pertentangan antara keinginan daging dengan roh,
dimana kecenderungannya dimenangkan oleh daging. Tapi Alkitab pun
mengajarkan bahwa sebagai murid Kristus, kita dimampukan untuk
melawan kecenderungan alamiah untuk berdosa ini. Tidak mudah.
Dibutuhkan kewaspadaan dan ketekunan doa. Tapi Alkitab berjanji bahwa
kita akan bisa. Apakah Anda sedang bergumul dengan dosa? Mungkin
pergumulan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan Anda merasa
selalu kalah? Jangan heran dan jangan menyerah! Sebab ini adalah
perjuangan seumur hidup untuk membalikkan sesuatu yang sudah berakar
di dalam diri yang berdosa sejak lahir ini. Karenanya, pasti tidak
mudah. Karenanya, tetaplah beriman teguh pada kasih Yesus, terus jaga
hidup kita dan kian tekunlah berdoa. TINGGAL DALAM YESUS, HIDUP DALAM
KEHENDAK ALLAH DAN BERSANDAR PADA KEKUATAN-NYA. ITULAH SUMBER
KEKUATAN MELAWAN DOSA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Ulangan 5-7 & Kisah Rasul 12.
Xavier
Quentin Pranata
“Kualitas
yang terasah makin ke atas.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Peter – WCS
MELAKUKAN
APA YANG MENURUT TUHAN BENAR (Oleh: Peter B, MA). “Ini hidupku.
Terserah aku mau melakukan apa. Tidak seorangpun dapat mengatur
hidupku. Hidupku di tanganku sendiri. Nasib dan masa depanku, akulah
yang menentukannya.” Mungkin salah satu atau beberapa kalimat itu
pernah kita ucapkan. Atau mungkin masih kita ucapkan di hati kita.
Tuhan mengetahui semuanya. Sebab apa yang di dalam hati, terdengar
sama kerasnya di telinga Tuhan dengan apa yang kita teriakkan
sekuat-kuatnya di depan umum. Meskipun benar manusia memiliki
kehendak bebas dan memang ia yang memutuskan pilihan-pilihannya
sendiri, sesungguhnya manusia tak kuasa menentukan arah dan akhir
hidupnya. Perjalanan hidup kita penuh liku-liku. Jalannya tidak
pernah mudah. Dan meski tampak mudah belum tentu itu mengarah pada
tujuan yang benar. Manusia mencari kemudahan dan keberuntungan dengan
melakukan apa yang dipikirnya benar. Sebagian melakukannya dengan
sangat baik sehingga mencapai prestasi dan memperoleh pengakuan di
dunia. Tetapi hidup para pengikut Kristus seharusnya lebih dari itu.
Kekayaan, pengakuan, prestasi, kedudukan bahkan kesalehan sekalipun
tidak menenteramkan hati kita yang memang diciptakan untuk menjadi
tahta dan milik Yang Terbaik Dalam Hidup, yaitu Tuhan sendiri. Dan
Yesus berkata bahwa pada Dialah ada air hidup yang dapat memuaskan
rasa haus kita selama-lamanya. Saat kita menerima Dia, kita dipuaskan
selama-lamanya dan menemukan arti kehidupan. Di dalam Dialah
kehidupan kita dimulai. Dan jika kita mengaku sebagai
murid-murid-Nya, maka kita akan mengikuti jejak-Nya. Salah satunya
hidup bukan lagi mengikuti cara pandang dan gaya hidup yang kita
yakini dan inginkan sebagai sesuatu yang benar. Kita akan hidup
sebagaimana yang dikatakan Paulus, “Bagiku hidup adalah Kristus…”.
Kepada Kristuslah kita menyerahkan hidup dan memohon pimpinan dalam
menjalani hidup. Mana langkah yang harus kita tempuh. Mana tujuan
yang harus kita capai. Apa dan bagaimana yang harus kita lakukan
dalam hidup sehari-hari. Bagi Tuhan dan milik Dialah hidup kita
karena kita percaya bahwa tidak ada yang lebih baik selama keberadaan
kita di dunia selain bersama dengan Dia dan mengiring Dia kemanapun
Dia pergi. Mengikut Yesus juga berarti pelurusan dan penyesuaian
hidup. Dari yang semula menuruti keinginan sendiri dan mencapai
tujuan-tujuan duniawi menjadi hidup demi keinginan dan kehendak Tuhan
untuk mencapai tujuan-tujuan sorgawi. Beralih dari fokus pada
pengejaran kebendaan pada pencarian harta sorgawi. Dari menjala ikan
menjadi penjala manusia. Dari mengumpulkan uang menjadi pemenang
jiwa-jiwa. Dari hidup demi kesenangan pribadi menjadi hidup dalam
sukacita persekutuan dengan Tuhan sendiri. Dari yang memuaskan hawa
nafsu menjadi kehidupan yang memancarkan kekudusan dan kasih.
Pendeknya, hidup seperti Kristus hidup, yang dipersembahkan bagi
kehendak Bapa dan kepentingan Kerajaan Bapa. Jika kita memahami ini
lalu memilih jalan hidup sedemikian, sungguh kita pengikut Kristus
sejati. Jika tidak, jangan pernah berpikir Anda telah mengikut Yesus.
Sebab kita tidak dapat mengikut Yesus sambil hidup dengan cara kita
sendiri. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu
jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku
mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah
seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Barangsiapa
mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti
Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:3-4, 6). #IntroseksiDiri
#JanganMenipuDiri #UjiApakahKitaMengikutKristus
#CariSelaluYangBenarMenurutTuhan #BenarVsHampirBenar
Widya
Mandala Universitas Grup
MASA
DEPAN. To improve is to change; to be perfect is to change often. -
Winston Churchill. Menjadi maju bertambah baik perlu perubahan;
Menjadi sempurna perlu perubahan sesering mungkin. Kolose 3:10 (TB) –
dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.
Seperti ayat tersebut menyatakan bahwa untuk menjadi sempurna seperti
gambar Allah, diperlukan pembaharuan hidup secara terus menerus.
Kesalahan-kesalahan kita di masa lalu tidak menentukan masa depan
hidupmu. Memang kesalahan akan keyakinan kita dapat membelenggu
langkah maju kita. Namun kalau anda mau mengubah keyakinanmu, maka
anda akan dapat mengubah hidupmu. Sebab keyakinan yang benar akan
menjadi secercah cahaya yang menerangi jalan hidup anda menuju
kebebasan dari belenggu masa lalu yang kelam. Jadi adalah perlu
meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh rahmat dan kasih. Ia tak
akan menolak siapapun yang mau datang dan memohonkan anugerah dan
pengampunan akan kesalahan dan dosa-dosa kita. Percayalah Ia adalah
Allah yang setia dan adil, yang akan mengampuni dan menyucikan dosa
kita. Mari keluar dari masa lalu yang begitu menuduh dan membelenggu
hidupmu. Jalani hidup dalam anugerah-Nya, terus menerus diperbaharui
dan menang atas masa kelammu. Roma 12:2 (TB) – Janganlah kamu
menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

No comments:
Post a Comment