SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 17 – To Experience Revival: Bangkit dan Menjadi
TERANG (2).
Efesus 5:10-14, ayat 11: “Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak
berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah
perbuatan-perbuatan itu.”
Menyatakan / menelanjangi perbuatan kegelapan berarti menyebutkan
dosa seperti apa adanya. Terang menyatakan apa yang tidak terlihat
dalam kegelapan, berarti dengan berbuat apa yang benar, kita hidup
dalam kebenaran. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang berbuat dosa
& kejahatan menjauhi firmanNya. Karena mereka tidak ingin
perbuatan mereka yang gelap terlihat. Yohanes 3:20-21, “20Sebab
barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada
terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak
nampak; 21tetapi
barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya
menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Amin. Tuhan mau agar kita bangkit dan menjadi terangNya. Tidak
sekedar menjadi anak-anak Tuhan yang biasa-biasa saja, tetapi menjadi
TERANG dan berSINAR dimanapun kita berada, nama Tuhan dimuliakan
melalui hidup kita .
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 30, 31
PB:
Kisah Para Rasul 17:16-34
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
Kita
berdoa waktu tidak ada lagi yang kita bisa lakukan, tapi Tuhan ingin
kita berdoa sebelum kita melakukan segala sesuatu. We pray when
there's nothing else we can do, but God wants us to pray before we do
anything at all (Oswald Chambers).
Madam
Ossy
Jumat,
17 Maret 2017. Bacaan: 1 Raja-Raja 17:7-24. Setahun: Yosua 11-13.
Nas: “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan
diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda
untuk memberi engkau makan” (1 Raja-Raja 17:9). Jehovah Jireh.
Ketika saya membutuhkan biaya besar untuk berobat dan cuci darah di
tahun 2014, hadir BPJS program pemerintah sebagai asuransi kesehatan
yang murah bagi rakyat Indonesia. Bagi saya, itu bukan cuma
keberuntungan, tetapi Allah menyediakan (Jehovah Jireh). Jika tanpa
BPJS kemungkinan saya tidak tertolong karena tidak mampu membayar
biaya cuci darah. Seperti janda di Sarfat, jika bukan pertolongan
Tuhan, dia akan mati karena makanan kebutuhan hidupnya telah habis.
Imannya sungguh mengherankan. Dalam kemiskinannya dia tidak
mementingkan diri sendiri, tetapi bersedia dipakai Tuhan untuk
memberi makan Elia. Ia tidak mengeluh, malah ia taat kepada firman
Tuhan yang disampaikan nabi Elia. Ketaatannya membuat ia mengalami
mujizat dan pemeliharaan Tuhan. Sedikit tepung dan minyak yang
dimilikinya tidak berkurang, serta anak perempuannya yang mati, dapat
hidup kembali. Jika saja janda di Sarfat tidak menuruti firman Tuhan,
kemungkinan dia tidak menerima berkat spesial itu dari Tuhan. Saya
merenungkan ini dan menjadi sadar, berapa banyak berkat Tuhan yang
saya pakai hanya menuruti keinginan diri sendiri, yang mungkin tidak
sesuai dengan kehendak Tuhan. Seringkali orang merasakan kekurangan
berkat sehingga berkeluh kesah, padahal Tuhan tidak kurang
memberkati. Kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, bukan saja
berkat-berkat umum, tetapi juga diberi-Nya berkat-berkat khusus.
Namun seringkali berkat-berkat Tuhan terbuang karena salah dalam
penggunaannya, bukan untuk kebutuhan hidup tetapi untuk memuaskan
keinginan –JAP. BERKAT TUHAN TIDAK PERNAH KURANG TETAPI SERINGKALI
KITA SALAH MENGGUNAKANNYA.
Bp.
Anto – Citraland
Dosa
yang paling parah adalah jika seseorang tidak BERDOA - P.T. Forsyth.
Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan
berhenti mendoakan kamu... --1 Sam 12:23. Banyak orang memerlukan doa
kita dan Tuhan belum pensiun untuk menjawab doa-doa kita... Jadi
berdoalah lebih lagi...
GNCC
Ketika
engkau galau atau hidup tidak tenang alkitab berkata di Mazmur 62:2,
“HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU TENANG, dari pada-Nyalah
keselamatanku.” Sekarang engkau tahu kemana harus berada bukan?
Tuhan Yesus baik! #gncc
Ibu
Evie – Probolinggo
INGAT
& TOLONGLAH orang-orang MISKIN. Hanya kami harus tetap mengingat
orang-orang miskin & memang itulah yang sungguh-sungguh
kuusahakan melakukannya (Gal 2:10). Mengapa Allah membiarkan begitu
banyak anak-anak-Nya miskin? Dia bisa membuat mereka semua kaya jika
Dia berkenan; Dia bisa menaruh kantong-kantong emas di pintu mereka;
Dia bisa mengirimkan mereka penghasilan tahunan yang besar; atau
menebarkan kelimpahan persediaan kebutuhan hidup didalam rumah
mereka, seperti saat Dia membuat burung puyuh berbaring
bertumpuk-tumpuk di seputar perkemahan orang Israel &
menghujankan roti dari surga untuk memberi makan pagi hari. Mereka
tidak harus miskin, kecuali kalau Dia melihat itu adalah yang
terbaik. Sebab segala yang ada di dalam dunia ini adalah milik Tuhan
(Maz 24:1). Dia sanggup memenuhi kebutuhan mereka; Dia bisa membuat
orang terkaya, terbesar & terkuat membawa semua kuasa &
kekayaan mereka ke kaki anak-anak-Nya, karena hati semua orang berada
dalam kuasa tangan-Nya (Ams 21:1). Tapi Dia tidak memilih untuk
melakukannya; Dia mengizinkan mereka untuk menderita kekurangan,
mengizinkan mereka untuk merana didalam kemelaratan &
ketidakjelasan. Mengapa begini? Ada banyak alasan: salah satunya
ialah untuk memberi kita, yang beruntung & diberkati Tuhan dengan
kecukupan, jadi sebuah kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada
Yesus. Kita menunjukkan kasih kita kepada Kristus ketika kita melihat
ada orang lain yang membutuhkan pertolongan dari kita, ini sebagai
bukti bahwa kasih kita kepada Tuhan yang tidak nampak (1 Yoh 3:17),
dengan melayani dalam bersedekah kepada saudara kita yang miskin itu
seperti kita memberi kepada Tuhan (Mat 25:40) & kita sendiri
tidak sampai kekurangan (Ams 28:27). Jadi cinta kita kepada Tuhan
bukan hanya sekedar dalam tutur kata, tetapi dalam perbuatan yang
sesuai dengan kebenaran (1 Yoh 3:18). Inilah buktinya jika kita
benar-benar mengasihi Kristus, kita akan peduli terhadap mereka yang
dicintai & disayangi-Nya yang dalam keadaan miskin, kita
mengasihi mereka juga. Marilah kita memandang hal itu bukan sebagai
kewajiban yang memberatkan, sehingga membuat kita sendiri jadi tambah
kekurangan, tetapi pandanglah sebagai penaburan, justru membuat kita
sendiri tidak sampai kekurangan, bahkan tambah limpah (Ams 11:24-25)
& sambil meringankan kemiskinan saudara-saudara kita seiman (2
Kor 8:15), sambil mengingat perkataan Tuhan Yesus yang pasti, jadi
asal percaya & dilakukan (Kis 20:35). Adalah lebih keberkatan
memberi daripada menerima. JANGAN TAKUT KEKURANGAN karena MEMBERI
KEPADA orang MISKIN (SESUAI dengan KEMAMPUAN HATI TULUS & BIJAK),
PASTI SAUDARA SENDIRI tidak AKAN BERKEKURANGAN, ITULAH JAMINAN DARI
TUHAN (Ams 28:27). Amin. Gbu. Immanuel.

No comments:
Post a Comment