SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 16 – To Experience Revival: Bangkit dari Tidur (1).
Efesus 5:10-14, “10dan
ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak
berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah
perbuatan-perbuatan itu. 12Sebab
menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang
tersembunyi telah memalukan. 13Tetapi
segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi
nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14Itulah
sebabnya dikatakan: ‘Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah
dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.’”
Rasul
Paulus menyerukan agar kita bangkit dari tidur/egeiro
yang artinya berdiri menyebabkan bangkit, memulihkan, berperang
terhadap sesuatu. Jadi sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh
berdiam diri saja melihat perbuatan “kegelapan” ini tetapi kita
perlu bangkit dan mengambil sikap bahkan “berperang”/Bangkit
dengan cara: (ayat 10) menguji
apa yang berkenan kepada Tuhan.
Semua yang kita dengar dan lihat perlu dibandingkan dengan kebenaran
Firman Tuhan. Setiap orang percaya memiliki kemampuan menguji karena
Roh Tuhan tinggal didalam hidupnya yang membantunya untuk memahami
hal-hal yang rohani (1 Kor 2:14). Ujilah segala sesuatu dan peganglah
yang baik (1 Tes 5:21). Amin. Kristus akan BERCAHAYA melalui kita
bila kita menjadi anak-anak Tuhan yang bangkit, Kristus akan
bercahaya melalui kita bila kita menjadi anak-anak Tuhan yang paham
akan siapa diri kita/”ngeh”
akan Identitas dan Tujuan hidup kita .
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 28, 29
PB:
Kisah Para Rasul 17:1-15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
WM
Stars
DI
DALAM HATIKU. Lagu yang lagi populer, “...sakitnya itu di sini...
di dalam hatiku.” Pemazmur mengisi hatinya bukan dengan sakit hati,
tetapi di dalam hatinya ia menyimpan janji-janji Tuhan agar jangan ia
berdosa terhadap Tuhan. Masalahnya apa yang saudara simpan dalam
hatimu? Lebih banyak mana yang disimpan “sakit hati” atau “FIRMAN
TUHAN & JANJI-JANJI-NYA”. Mulailah hari ini dengan membaca dan
merenungkan Firman-Nya. Lets do it. Mazmur 119:10-11, 14-16
10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku
menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa
terhadap Engkau.
14
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas
segala harta.
15
Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati
jalan-jalan-Mu.
16
Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan
kulupakan.
Ibu
Caroline – Bandung
Kamis,
16 Maret 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 20:31-35. Setahun: Yosua
9-10. Nas: Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu
bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang
lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri
telah mengatakan: Lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah
Para Rasul 20:35). Program Roti Gratis. Saya pernah membaca informasi
bahwa di Australia, roti yang dijual untuk umum tidak boleh menginap.
Ketika sore hari masih ada roti tersisa, akan dikumpulkan lalu
diberikan pada masyarakat yang membutuhkan secara gratis. Hal yang
menarik adalah hampir tidak ada warga setempat yang sengaja menunggu
sampai sore untuk mendapat roti gratis. Mereka menyadari bahwa “roti
gratis” itu dibuat untuk warga yang kurang mampu sehingga warga
yang mampu tidak menyentuhnya. Seseorang yang terbiasa “membayar”
untuk mendapatkan sesuatu, menandakan mentalitas memberi dalam diri
mereka. Tak jarang, mereka bahkan akan berpikir keras untuk membalas
kebaikan yang mereka terima secara cuma-cuma. Ketika sedang makan
bersama, terutama bagi mereka yang mampu, mereka akan memilih
mentraktir daripada ditraktir. Rasul Paulus termasuk orang semacam
ini. Lihatlah bagaimana ia menanggung biaya perjalanan dari
rekan-rekan sepelayanannya (ay. 34). Paulus juga menasihati agar umat
Tuhan memerhatikan orang-orang yang lemah dan berkekurangan, sambil
mengingat ajaran Yesus: terlebih berbahagia memberi daripada
menerima. Seseorang yang gemar memberi tidak akan tergoda mengambil
hak orang lain, terlebih bagi kepentingan pribadinya. Ia akan selalu
menantikan saat untuk memberi dan berbagi, karena ia berbahagia
melakukan tindakan mulia itu. Apakah kita ingin menjadi orang yang
berbahagia? Ada baiknya kita mulai meninggalkan mentalitas gratisan
dan melatih diri untuk memberi dan berbagi. Selamat berbahagia!
--GHJ. MEMBERI ADALAH PERBUATAN ILAHI, SEHINGGA MENDATANGKAN
KEBAHAGIAAN BAGI PELAKUNYA. BERDOA & BERSERULAH KEPADA TUHAN!
Cin
Han – Solo
Mazmur
86:1-17
Sepanjang hidupnya, Raja Daud berulang kali menghadapi situasi yang
mengancam nyawa di mana sepertinya tidak ada lagi jalan keluar.
Namun, di Mazmur 86 kita membaca bahwa dalam masa kesesakannya, Daud
selalu berpegang kepada TUHAN. Ia berseru kepada TUHAN, “Pasanglah
telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab
aku” (Ayat 6-7). Daud juga melihat jauh melampaui bahaya di
hadapannya dengan memohon Allah untuk memimpin langkahnya.
“Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut
kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu” (ayat
11). Ketika situasi mencekam yang dihadapinya telah berlalu, Daud
ingin terus berjalan bersama Allah. Saudaraku, situasi-situasi sulit
yang kita hadapi dapat mendorong kita untuk menjalin hubungan yang
lebih dekat dengan TUHAN. Hal itu dimulai ketika kita berseru kepada
TUHAN untuk meminta pertolongan-Nya dalam kesulitan dan juga kemudian
untuk memimpin kita setiap hari berjalan dalam terang-Nya. Allah
mendengar seruan kita meminta tolong dan Dia menuntun kita senantiasa
berjalan di jalan yang benar (baca Mazmur 25:4-5; 50:15; 66:19-20;
88:14; 116:1-2; 141:1-2 & 143:1; Roma 12:12 & Kolose 4:2).
TUHAN mendengarkan doamu & memberikan pertolongan kepadamu!
Xavier
Quentin Pranata
“Kemenangan
sejati justru terjadi saat kita kalah, namun tidak menyerah, apalagi
marah-marah dan mengumbar sumpah serapah.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Anto – Citraland
Apakah
saudara sudah bosan dengan hidupmu? Mungkin hal itu disebabkan karena
“Pengharapan”mu sudah kadaluarsa... - John Maxwell. Janganlah
hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan
layanilah Tuhan --Roma 12:11. Jika saudara tidak punya pengharapan
untuk hari depan, saudara tidak akan punya kekuatan untuk hari ini.
Ibu
Caroline – Bandung
DOA
PAGI. Ya ALLAH BAPA sumber segala pertolongan. Aku bersyukur atas
hari baru yang membawa kesegaran dan membangkitkan semangat baru bagi
hidupku. Berilah aku kemampuan untuk menghayati iman dan mengamalkan
kasih sepanjang hari ini. Bimbing dan arahkanlah pikiran dan akal
budiku, jangan sampai merancang pikiran benci dan dendam, tindakan
marah dan cemburu, keinginan jahat dan mementingkan diri. Jagalah
lidah dan bibirku, jangan sampai terucap kata yang menyakitkan hati,
menusuk rasa dan tidak benar, juga kata yang menghina. Tuntunlah
tingkah laku dan perbuatanku, supaya sepanjang hari ini aku bekerja
dengan baik, tidak jemu menolong sesama, selalu ramah dan tahu terima
kasih. Semua ini kusampaikan kepadaMu, dengan perantaraan YESUS
KRISTUS TUHANku. AMEN.

No comments:
Post a Comment