Thursday, 16 March 2017

16 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 16 – To Experience Revival: Bangkit dari Tidur (1). Efesus 5:10-14, 10dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14Itulah sebabnya dikatakan: ‘Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.’” Rasul Paulus menyerukan agar kita bangkit dari tidur/egeiro yang artinya berdiri menyebabkan bangkit, memulihkan, berperang terhadap sesuatu. Jadi sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh berdiam diri saja melihat perbuatan “kegelapan” ini tetapi kita perlu bangkit dan mengambil sikap bahkan “berperang”/Bangkit dengan cara: (ayat 10) menguji apa yang berkenan kepada Tuhan. Semua yang kita dengar dan lihat perlu dibandingkan dengan kebenaran Firman Tuhan. Setiap orang percaya memiliki kemampuan menguji karena Roh Tuhan tinggal didalam hidupnya yang membantunya untuk memahami hal-hal yang rohani (1 Kor 2:14). Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik (1 Tes 5:21). Amin. Kristus akan BERCAHAYA melalui kita bila kita menjadi anak-anak Tuhan yang bangkit, Kristus akan bercahaya melalui kita bila kita menjadi anak-anak Tuhan yang paham akan siapa diri kita/”ngeh” akan Identitas dan Tujuan hidup kita .

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 28, 29
PB: Kisah Para Rasul 17:1-15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

WM Stars
DI DALAM HATIKU. Lagu yang lagi populer, “...sakitnya itu di sini... di dalam hatiku.” Pemazmur mengisi hatinya bukan dengan sakit hati, tetapi di dalam hatinya ia menyimpan janji-janji Tuhan agar jangan ia berdosa terhadap Tuhan. Masalahnya apa yang saudara simpan dalam hatimu? Lebih banyak mana yang disimpan “sakit hati” atau “FIRMAN TUHAN & JANJI-JANJI-NYA”. Mulailah hari ini dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya. Lets do it. Mazmur 119:10-11, 14-16
10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Ibu Caroline – Bandung
Kamis, 16 Maret 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 20:31-35. Setahun: Yosua 9-10. Nas: Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah Para Rasul 20:35). Program Roti Gratis. Saya pernah membaca informasi bahwa di Australia, roti yang dijual untuk umum tidak boleh menginap. Ketika sore hari masih ada roti tersisa, akan dikumpulkan lalu diberikan pada masyarakat yang membutuhkan secara gratis. Hal yang menarik adalah hampir tidak ada warga setempat yang sengaja menunggu sampai sore untuk mendapat roti gratis. Mereka menyadari bahwa “roti gratis” itu dibuat untuk warga yang kurang mampu sehingga warga yang mampu tidak menyentuhnya. Seseorang yang terbiasa “membayar” untuk mendapatkan sesuatu, menandakan mentalitas memberi dalam diri mereka. Tak jarang, mereka bahkan akan berpikir keras untuk membalas kebaikan yang mereka terima secara cuma-cuma. Ketika sedang makan bersama, terutama bagi mereka yang mampu, mereka akan memilih mentraktir daripada ditraktir. Rasul Paulus termasuk orang semacam ini. Lihatlah bagaimana ia menanggung biaya perjalanan dari rekan-rekan sepelayanannya (ay. 34). Paulus juga menasihati agar umat Tuhan memerhatikan orang-orang yang lemah dan berkekurangan, sambil mengingat ajaran Yesus: terlebih berbahagia memberi daripada menerima. Seseorang yang gemar memberi tidak akan tergoda mengambil hak orang lain, terlebih bagi kepentingan pribadinya. Ia akan selalu menantikan saat untuk memberi dan berbagi, karena ia berbahagia melakukan tindakan mulia itu. Apakah kita ingin menjadi orang yang berbahagia? Ada baiknya kita mulai meninggalkan mentalitas gratisan dan melatih diri untuk memberi dan berbagi. Selamat berbahagia! --GHJ. MEMBERI ADALAH PERBUATAN ILAHI, SEHINGGA MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN BAGI PELAKUNYA. BERDOA & BERSERULAH KEPADA TUHAN!

Cin Han – Solo
Mazmur 86:1-17 Sepanjang hidupnya, Raja Daud berulang kali menghadapi situasi yang mengancam nyawa di mana sepertinya tidak ada lagi jalan keluar. Namun, di Mazmur 86 kita membaca bahwa dalam masa kesesakannya, Daud selalu berpegang kepada TUHAN. Ia berseru kepada TUHAN, “Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku. Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku” (Ayat 6-7). Daud juga melihat jauh melampaui bahaya di hadapannya dengan memohon Allah untuk memimpin langkahnya. “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu” (ayat 11). Ketika situasi mencekam yang dihadapinya telah berlalu, Daud ingin terus berjalan bersama Allah. Saudaraku, situasi-situasi sulit yang kita hadapi dapat mendorong kita untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan TUHAN. Hal itu dimulai ketika kita berseru kepada TUHAN untuk meminta pertolongan-Nya dalam kesulitan dan juga kemudian untuk memimpin kita setiap hari berjalan dalam terang-Nya. Allah mendengar seruan kita meminta tolong dan Dia menuntun kita senantiasa berjalan di jalan yang benar (baca Mazmur 25:4-5; 50:15; 66:19-20; 88:14; 116:1-2; 141:1-2 & 143:1; Roma 12:12 & Kolose 4:2). TUHAN mendengarkan doamu & memberikan pertolongan kepadamu!

Xavier Quentin Pranata
Kemenangan sejati justru terjadi saat kita kalah, namun tidak menyerah, apalagi marah-marah dan mengumbar sumpah serapah.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Anto – Citraland
Apakah saudara sudah bosan dengan hidupmu? Mungkin hal itu disebabkan karena “Pengharapan”mu sudah kadaluarsa... - John Maxwell. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan --Roma 12:11. Jika saudara tidak punya pengharapan untuk hari depan, saudara tidak akan punya kekuatan untuk hari ini.

Ibu Caroline – Bandung
DOA PAGI. Ya ALLAH BAPA sumber segala pertolongan. Aku bersyukur atas hari baru yang membawa kesegaran dan membangkitkan semangat baru bagi hidupku. Berilah aku kemampuan untuk menghayati iman dan mengamalkan kasih sepanjang hari ini. Bimbing dan arahkanlah pikiran dan akal budiku, jangan sampai merancang pikiran benci dan dendam, tindakan marah dan cemburu, keinginan jahat dan mementingkan diri. Jagalah lidah dan bibirku, jangan sampai terucap kata yang menyakitkan hati, menusuk rasa dan tidak benar, juga kata yang menghina. Tuntunlah tingkah laku dan perbuatanku, supaya sepanjang hari ini aku bekerja dengan baik, tidak jemu menolong sesama, selalu ramah dan tahu terima kasih. Semua ini kusampaikan kepadaMu, dengan perantaraan YESUS KRISTUS TUHANku. AMEN.

No comments:

Post a Comment