SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 10 (2 Korintus 4:8-9).
Kekuatan kita untuk bertahan ditengah badai hidup ini tidak terletak
dalam diri kita melainkan berasal dari Allah yang berdiam didalam
diri kita, bahkan kita adalah prajurit-prajurit Allah yang LEBIH dari
seorang PEMENANG, tidak hanya bisa bertahan tetapi kita harus
BANGKIT. Dengan keyakinan penuh dalam KuasaNya,bersama dengan Rasul
Paulus kita dapat berkata (2 Kor 4:8-9): “8Dalam
segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal,
namun tidak putus asa; 9kami
dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian.”
Kita tidak sendirian, bersama dengan saudara-saudara/keluarga rohani
yang ada dalam setiap komsel kita mengamini bahwa kebenaran yang ada
dalam setiap janji firmanNya itu Ya dan Amin .
2 Kor 12:9, “Tetapi
jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab
justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.‘ Sebab itu
terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus
turun menaungi aku.”
Dalam kelemahan kita, kuasaNya SEMPURNA, itulah yang akan menopang
jiwa kita. Amin. Tuhan beri kami Kasih KaruniaMu untuk tetap percaya
bahwa kuasaMu yang memampukan kami tidak hanya sanggup Bertahan,
tetapi kami harus BANGKIT dalam menghadapi setiap
tantangan/pergumulan yang ada. Karena kuasaMu yang ada didalam kami
jauh lebih besar daripada tekanan yang datang dari luar diri kami.
Amin .
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 11, 12 & 13
PB:
Kisah Para Rasul 13:26-52
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
Menjadi
bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi pandai mengolah
kesedihan, bukan hanya mengenang kejayaan melainkan belajar dari
kegagalan »Paus Fransiskus«. Filipi 3:13, “Saudara-saudara, aku
sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini
yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan
mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Variasi kehidupan
begitu menarik, ada suka dan duka, gagal dan berhasil, hujan dan
panas, hanya untuk menikmati kebahagiaan tidak harus menunggu seperti
yang ada dalam benak kita. Kenapa ada orang miskin yang berbahagia
dan ada orang kaya yang menderita? Itulah paradok kehidupan, padahal
hidup yang kita jalani begitu sederhana! kesusahan, kesedihan dan
penderitaan sebetulnya diciptakan oleh diri kita sendiri. Arahkan
saja pandangan kita pada apa yang ada dengan mengucap syukur, lalu
nikmati apa adanya, maka kita pasti akan merasakan kebahagiaan yang
sejati. Selamat pagi.
Madam
Ossy
Jumat,
10 Maret 2017. Bacaan: Matius 25:1-13. Setahun: Ulangan 28. Nas: Pada
waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil
pelitanya dan pergi menyambut mempelai laki-laki. Lima di antaranya
bodoh dan lima bijaksana (Matius 25:1,2). Gadis Bodoh dan Bijaksana.
Kedatangan Kristus kedua kali adalah kepastian yang tak terelakkan.
Hanya, kapan itu akan terjadi, tak seorang pun tahu. Namun semua
orang sadar, dunia ini tidak kekal dan sang pemilik kehidupan akan
datang meminta pertanggungjawaban. Orang beriman digambarkan sebagai
lima gadis bijak yang menanti kedatangan Kristus-bak pengantin
perempuan yang berjaga dengan penuh rindu akan kekasih jiwanya. Ia
memperlengkapi diri, menjaga persediaan minyak dan menjaga pelitanya
menyala, agar pesta pernikahan mereka bisa berlangsung. Orang dunia
digambarkan sebagai lima gadis bodoh. Mereka ikut menanti, tetapi
sayang terlalu memikirkan kenikmatan sesaat-kondisi hidupnya hampir
padam, terlelap dalam kenikmatan dunia. Mereka hidup bejat dan
menyeleweng (bandingkan dengan Mazmur 14:2-3). Ya, manusia di akhir
zaman kerap mengabaikan masa datang yang lebih langgeng dan jauh
lebih indah. Mereka lupa, sang mempelai pria bisa datang setiap saat.
Ketika Tuhan datang membela orang tertindas yang tetap percaya dan
berlindung kepada-Nya (Mazmur 14:5-7), pintu kesempatan sudah
tertutup bagi mereka yang bodoh (Matius 25:10-12). Waspadalah! Banyak
ahli Alkitab sepakat bahwa pelita adalah iman yang tersimpan dalam
hati orang percaya. Sedangkan minyak adalah firman Tuhan yang harus
tetap dijaga, dihidupi, dan tak diabaikan. Persediaan firman itulah
yang menjaga iman kita tetap menyala. Jika sang Mempelai datang,
biarlah Dia mendapati iman kita tetap terjaga. Kiranya kita menjadi
bijak. Hidup berpadanan dengan firman-Nya –SST. MARANATHA, YA
KRISTUS DATANGLAH SEGERA! KAMI SIAP MENYAMBUT ENGKAU.
Bp.
Sadrakh – Citraland
SUDAH
DIBAYAR DENGAN SEGELAS SUSU. Suatu hari, seorang anak lelaki miskin
yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa
di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat
lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari
rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat
seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta
makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita tersebut
melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh
karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu
meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus
membayar untuk segelas besar susu ini?” Wanita itu menjawab: “Kamu
tidak perlu membayar apapun.” “Ibu kami mengajarkan untuk tidak
menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan. Anak
lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam
hatiku aku berterima kasih pada Anda.” Sekian tahun kemudian,
wanita tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di
kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya
mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang
mampu menangani penyakit langka tersebut. *Dr. Horward Kelly*
dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama
kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada
mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall
rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah
kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada
sekali pandang. Ia kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan
untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus
wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya
diperoleh kemenangan... Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian
keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya
pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan
menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian
mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka
tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu membayar
tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia
memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu
yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia
membaca tulisan yang berbunyi... “Telah dibayar lunas dengan
segelas besar susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly. Air mata
kebahagiaan kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan,
terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati
dan tangan manusia.” Sobatku... Jangan pernah Anda menahan diri
untuk memberi lebih atas orang yang butuh pertolongan darimu.
Janganlah Anda berdiam diri melihat orang lain kesusahan. Galatia
6:9-10, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila
sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi
lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah
kita berbuat baik kepada semua orang...” Selamat pagi sahabatku.
Jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan buat sesama. Tuhan Yesus
memberkati
WM
Stars
I
NEED YOU, GOD. Allah ingin kita berdoa sebelum melakukan apa pun
--OSWALD CHAMBERS. Coba renungkan, kalau anak Anda tiap kali datang
kepadamu hanya minta sesuatu. Dan bukannya ingin bersekutu dengan
berbincang dan berbagi? Dulu saya dibiasakan oleh pendeta saya, kalau
ada masalah, beliau bilang: “Sembahyang saja Nip”. Jadi saya
belajar, bahwa berdoa kalau ada masalah. 1 Samuel 23:1-5 (TB):
1
Diberitahukanlah kepada Daud, begini: “Ketahuilah, orang Filistin
berperang melawan kota Kehila dan menjarah tempat-tempat pengirikan.”
2
Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi
mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud:
“Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah
Kehila.”
3
Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “Ingatlah, sedangkan di
sini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi
ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.”
4
Lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab dia,
firman-Nya: “Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan
menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”
5
Kemudian pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila; ia berperang
melawan orang Filistin itu, dihalaunya ternak mereka dan
ditimbulkannya kekalahan besar di antara mereka. Demikianlah Daud
menyelamatkan penduduk Kehila.
-Tujuan
utama doa BUKANLAH untuk membuat hidup lebih mudah maupun mendapatkan
kekuatan ajaib, tetapi untuk mengenal Allah. Saya membutuhkan Allah
lebih dari apapun yang mungkin kudapatkan dari-Nya. Apakah doa
menjadi penuntun hidup kita ataukah justru menjadi pilihan terakhir
ketika kesulitan menerpa? kita pun kadang terbiasa untuk membuat
rencana terlebih dahulu, baru kemudian meminta Allah untuk memberkati
rencana itu, atau berdoa hanya pada saat kita telah putus asa. Allah
memang ingin kita datang kepada-Nya di saat-saat kita membutuhkan
pertolongan, tetapi Dia juga ingin kita mengingat bahwa kita
memerlukan-Nya setiap saat. Amsal 3:5-6 – Percayalah kepada TUHAN
dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan
jalanmu. Ya Allah, pimpinlah aku dalam menjalani hidup ini. Tolong
aku untuk tidak bertindak menurut hikmatku sendiri, tetapi kiranya
aku mencari kehendak-Mu dalam setiap situasi yang kuhadapi..
Xavier
Quentin Pranata
“Karena
terlalu silau harta, kita jadi lupa akan hal yang paling berharga
dalam hidup kita: waktu.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
ANDALKANLAH
TUHAN. Bila mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu &
kekuatiran untuk masa depan, maka kita tak memiliki waktu hari ini
untuk di-SYUKURI. Pintu MASA LALU telah tertutup, pintu MASA DEPAN
pun belum tiba, pusatkan saja untuk HARI INI. Kita dapat mengerjakan
lebih banyak hal untuk hari ini, bila kita mampu MELUPAKAN HARI
KEMARIN & MELEPASKAN KETAKUTAN AKAN ESOK HARI. HIDUPLAH HARI INI,
karena MASA LALU & MASA DEPAN hanyalah permainan pikiran yang
rumit. HIDUPLAH APA ADANYA, karena yang ada hanyalah HARI INI. HIDUP
INI MEMANG TAK MUDAH, tapi NIKMATILAH. HIDUP TERKADANG TAK INDAH,
tapi SYUKURILAH. HIDUP JUGA TERKADANG TAK ADIL, tapi JALANILAH.
Bukankah kehidupan seperti roda yang selalu berputar? Yang di atas
kadang di bawah, yang di bawah kadang di atas. Apa yang sedang kita
alami hari ini, seringkali membuat kita berpikir betapa besar beban &
betapa beratnya pergumulan kita. Tapi saat ini TUHAN datang &
berkata: “Bukan itu yang harus kau pikirkan, namun pikirkanlah
dengan siapa kau berjalan, kepada siapa kau berharap, karena AKU
mampu melakukan segala perkara.” Jadi, ...syukurilah semua yang
terjadi, karena TUHAN tak pernah menutup mataNYA atas apa yang
terjadi dalam hidup kita. TUHAN tak pernah menjanjikan hari² kita
berlalu tanpa sakit, berhias tawa tanpa airmata, berselimut senang
tanpa kesulitan, selalu berlayar di lautan tenang tanpa badai; tapi
TUHAN berjanji akan memberikan KEKUATAN kepada kita untuk mengarungi
kehidupan kita dari hari ke hari. “Diberkatilah orang yang
mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN” (Yeremia
17:7). God bless you all.

No comments:
Post a Comment