Friday, 10 March 2017

10 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 10 (2 Korintus 4:8-9). Kekuatan kita untuk bertahan ditengah badai hidup ini tidak terletak dalam diri kita melainkan berasal dari Allah yang berdiam didalam diri kita, bahkan kita adalah prajurit-prajurit Allah yang LEBIH dari seorang PEMENANG, tidak hanya bisa bertahan tetapi kita harus BANGKIT. Dengan keyakinan penuh dalam KuasaNya,bersama dengan Rasul Paulus kita dapat berkata (2 Kor 4:8-9): 8Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 9kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian.” Kita tidak sendirian, bersama dengan saudara-saudara/keluarga rohani yang ada dalam setiap komsel kita mengamini bahwa kebenaran yang ada dalam setiap janji firmanNya itu Ya dan Amin . 2 Kor 12:9, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.‘ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Dalam kelemahan kita, kuasaNya SEMPURNA, itulah yang akan menopang jiwa kita. Amin. Tuhan beri kami Kasih KaruniaMu untuk tetap percaya bahwa kuasaMu yang memampukan kami tidak hanya sanggup Bertahan, tetapi kami harus BANGKIT dalam menghadapi setiap tantangan/pergumulan yang ada. Karena kuasaMu yang ada didalam kami jauh lebih besar daripada tekanan yang datang dari luar diri kami. Amin .

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 11, 12 & 13
PB: Kisah Para Rasul 13:26-52
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi pandai mengolah kesedihan, bukan hanya mengenang kejayaan melainkan belajar dari kegagalan »Paus Fransiskus«. Filipi 3:13, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Variasi kehidupan begitu menarik, ada suka dan duka, gagal dan berhasil, hujan dan panas, hanya untuk menikmati kebahagiaan tidak harus menunggu seperti yang ada dalam benak kita. Kenapa ada orang miskin yang berbahagia dan ada orang kaya yang menderita? Itulah paradok kehidupan, padahal hidup yang kita jalani begitu sederhana! kesusahan, kesedihan dan penderitaan sebetulnya diciptakan oleh diri kita sendiri. Arahkan saja pandangan kita pada apa yang ada dengan mengucap syukur, lalu nikmati apa adanya, maka kita pasti akan merasakan kebahagiaan yang sejati. Selamat pagi.

Madam Ossy
Jumat, 10 Maret 2017. Bacaan: Matius 25:1-13. Setahun: Ulangan 28. Nas: Pada waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyambut mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana (Matius 25:1,2). Gadis Bodoh dan Bijaksana. Kedatangan Kristus kedua kali adalah kepastian yang tak terelakkan. Hanya, kapan itu akan terjadi, tak seorang pun tahu. Namun semua orang sadar, dunia ini tidak kekal dan sang pemilik kehidupan akan datang meminta pertanggungjawaban. Orang beriman digambarkan sebagai lima gadis bijak yang menanti kedatangan Kristus-bak pengantin perempuan yang berjaga dengan penuh rindu akan kekasih jiwanya. Ia memperlengkapi diri, menjaga persediaan minyak dan menjaga pelitanya menyala, agar pesta pernikahan mereka bisa berlangsung. Orang dunia digambarkan sebagai lima gadis bodoh. Mereka ikut menanti, tetapi sayang terlalu memikirkan kenikmatan sesaat-kondisi hidupnya hampir padam, terlelap dalam kenikmatan dunia. Mereka hidup bejat dan menyeleweng (bandingkan dengan Mazmur 14:2-3). Ya, manusia di akhir zaman kerap mengabaikan masa datang yang lebih langgeng dan jauh lebih indah. Mereka lupa, sang mempelai pria bisa datang setiap saat. Ketika Tuhan datang membela orang tertindas yang tetap percaya dan berlindung kepada-Nya (Mazmur 14:5-7), pintu kesempatan sudah tertutup bagi mereka yang bodoh (Matius 25:10-12). Waspadalah! Banyak ahli Alkitab sepakat bahwa pelita adalah iman yang tersimpan dalam hati orang percaya. Sedangkan minyak adalah firman Tuhan yang harus tetap dijaga, dihidupi, dan tak diabaikan. Persediaan firman itulah yang menjaga iman kita tetap menyala. Jika sang Mempelai datang, biarlah Dia mendapati iman kita tetap terjaga. Kiranya kita menjadi bijak. Hidup berpadanan dengan firman-Nya –SST. MARANATHA, YA KRISTUS DATANGLAH SEGERA! KAMI SIAP MENYAMBUT ENGKAU.

Bp. Sadrakh – Citraland
SUDAH DIBAYAR DENGAN SEGELAS SUSU. Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun.” “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda.” Sekian tahun kemudian, wanita tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. *Dr. Horward Kelly* dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan... Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu membayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi... “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly. Air mata kebahagiaan kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.” Sobatku... Jangan pernah Anda menahan diri untuk memberi lebih atas orang yang butuh pertolongan darimu. Janganlah Anda berdiam diri melihat orang lain kesusahan. Galatia 6:9-10, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang...” Selamat pagi sahabatku. Jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan buat sesama. Tuhan Yesus memberkati

WM Stars
I NEED YOU, GOD. Allah ingin kita berdoa sebelum melakukan apa pun --OSWALD CHAMBERS. Coba renungkan, kalau anak Anda tiap kali datang kepadamu hanya minta sesuatu. Dan bukannya ingin bersekutu dengan berbincang dan berbagi? Dulu saya dibiasakan oleh pendeta saya, kalau ada masalah, beliau bilang: “Sembahyang saja Nip”. Jadi saya belajar, bahwa berdoa kalau ada masalah. 1 Samuel 23:1-5 (TB):
1 Diberitahukanlah kepada Daud, begini: “Ketahuilah, orang Filistin berperang melawan kota Kehila dan menjarah tempat-tempat pengirikan.”
2 Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud: “Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila.”
3 Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “Ingatlah, sedangkan di sini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.”
4 Lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab dia, firman-Nya: “Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”
5 Kemudian pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila; ia berperang melawan orang Filistin itu, dihalaunya ternak mereka dan ditimbulkannya kekalahan besar di antara mereka. Demikianlah Daud menyelamatkan penduduk Kehila.
-Tujuan utama doa BUKANLAH untuk membuat hidup lebih mudah maupun mendapatkan kekuatan ajaib, tetapi untuk mengenal Allah. Saya membutuhkan Allah lebih dari apapun yang mungkin kudapatkan dari-Nya. Apakah doa menjadi penuntun hidup kita ataukah justru menjadi pilihan terakhir ketika kesulitan menerpa? kita pun kadang terbiasa untuk membuat rencana terlebih dahulu, baru kemudian meminta Allah untuk memberkati rencana itu, atau berdoa hanya pada saat kita telah putus asa. Allah memang ingin kita datang kepada-Nya di saat-saat kita membutuhkan pertolongan, tetapi Dia juga ingin kita mengingat bahwa kita memerlukan-Nya setiap saat. Amsal 3:5-6 – Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Ya Allah, pimpinlah aku dalam menjalani hidup ini. Tolong aku untuk tidak bertindak menurut hikmatku sendiri, tetapi kiranya aku mencari kehendak-Mu dalam setiap situasi yang kuhadapi..

Xavier Quentin Pranata
Karena terlalu silau harta, kita jadi lupa akan hal yang paling berharga dalam hidup kita: waktu.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
ANDALKANLAH TUHAN. Bila mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu & kekuatiran untuk masa depan, maka kita tak memiliki waktu hari ini untuk di-SYUKURI. Pintu MASA LALU telah tertutup, pintu MASA DEPAN pun belum tiba, pusatkan saja untuk HARI INI. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini, bila kita mampu MELUPAKAN HARI KEMARIN & MELEPASKAN KETAKUTAN AKAN ESOK HARI. HIDUPLAH HARI INI, karena MASA LALU & MASA DEPAN hanyalah permainan pikiran yang rumit. HIDUPLAH APA ADANYA, karena yang ada hanyalah HARI INI. HIDUP INI MEMANG TAK MUDAH, tapi NIKMATILAH. HIDUP TERKADANG TAK INDAH, tapi SYUKURILAH. HIDUP JUGA TERKADANG TAK ADIL, tapi JALANILAH. Bukankah kehidupan seperti roda yang selalu berputar? Yang di atas kadang di bawah, yang di bawah kadang di atas. Apa yang sedang kita alami hari ini, seringkali membuat kita berpikir betapa besar beban & betapa beratnya pergumulan kita. Tapi saat ini TUHAN datang & berkata: “Bukan itu yang harus kau pikirkan, namun pikirkanlah dengan siapa kau berjalan, kepada siapa kau berharap, karena AKU mampu melakukan segala perkara.” Jadi, ...syukurilah semua yang terjadi, karena TUHAN tak pernah menutup mataNYA atas apa yang terjadi dalam hidup kita. TUHAN tak pernah menjanjikan hari² kita berlalu tanpa sakit, berhias tawa tanpa airmata, berselimut senang tanpa kesulitan, selalu berlayar di lautan tenang tanpa badai; tapi TUHAN berjanji akan memberikan KEKUATAN kepada kita untuk mengarungi kehidupan kita dari hari ke hari. “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN” (Yeremia 17:7). God bless you all.

No comments:

Post a Comment