Wednesday, 22 March 2017

22 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 22 – BANGKIT dengan Karakter Lemah Lembut (2). Galatia 5:22, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.” Ayat 23: “KELEMAHLEMBUTAN, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Kata lemah lembut/prautetos dari kata Praus. Kata ini berlawanan dengan kata Kasar/Kekerasan. Orang yang lemah lembut dapat menguasai emosinya. KELEMAHLEMBUTAN tidak sama dengan kelemahan. Orang yang LEMAH LEMBUT bukan berarti orang tersebut tidak boleh marah. Musa dikenal sebagai orang yang sangat LEMAH LEMBUT (Bilangan 12:3) tetapi Ia marah ketika Israel berdosa kepada Allah (Kel 32). Kristus LEMAH LEMBUT dan rendah hati (Matius 11:29) tetapi IA marah ketika beberapa orang Yahudi menggunakan rumah ibadah sebagai tempat pencuri (Matius 21:12-13). Dengan KELEMAHLEMBUTAN kita dapat menjaga kesatuan karena kita tidak mudah terganggu/marah dengan hal-hal yang mungkin tidak berkenan dihati kita. Kemarahan adalah tanda bahwa kita perlu memeriksa KUALITAS KELEMAHLEMBUTAN kita. Adakah Karakter LEMAH LEMBUT ada didalam setiap hidup kita?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yosua 10, 11, 12
PB: Kisah Para Rasul 20:17-38
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

NN
Kelemahlembutan... Sebuah kata yang indah bagi kita sebagai wanita, karena kita sepertinya sudah terpateri dengan kata itu. Dan juga merupakan salah satu Buah Roh. Memang benar kita sebagai wanita paling tidak harus mempunyai hati yang lemah lembut meskipun kadang lupa. Bukan berarti kita adalah orang yang lemah. Bersama Dia kita kuat. Thank you Cik, selamat pagi, selamat beraktivitas. JBU all too...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 22 Maret 2017. SUKAR PERCAYA. Bacaan: Bilangan 14:1-19. TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada- Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!” (Bilangan 14:11). Sadarkah kita bahwa kita sedang berada dalam kumpulan besar manusia yang semakin sukar untuk percaya? Melimpahnya informasi tidak benar dalam berbagai bentuk, baik melalui media cetak, media elektronik, atau media sosial, semakin membuat orang sukar untuk percaya. Bahkan untuk perkara-perkara yang supranatural-sepenuhnya karya Allah yang ajaib-terkadang “dituduh” sebagai rekayasa atau manipulasi sehingga gagal untuk membuat orang percaya akan kuasa-Nya. Ketika para pengintai pulang dari Tanah Kanaan, laporan positif diberikan oleh Yosua dan Kaleb. Namun, laporan mereka gagal meyakinkan sebagian besar bangsa Israel yang telah tawar hati karena laporan negatif dari sepuluh pengintai. Berbagai peristiwa ajaib yang Allah nyatakan di tengah-tengah mereka pun tidak cukup kuat untuk membuat mereka memercayai Allah, sehingga Allah pun murka. Bahkan Yosua dan Kaleb hendak dilempari dengan batu, ketika mencoba untuk meyakinkan mereka (ay. 7-11). Kondisi tawar hati seringkali menghalangi seseorang untuk percaya kepada Allah. Cara terbaik untuk mempertebal kepercayaan kepada Allah adalah ketika seseorang bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Semakin seseorang mengenal pribadi Allah, ia akan semakin mengerti bahwa Allah adalah Pribadi yang dapat dipercaya. Pemahaman yang dapat berlanjut pada kecenderungan untuk mudah percaya, sekalipun orang-orang di sekitarnya tidak percaya. Apakah kita termasuk orang yang mudah atau sukar untuk percaya kepada Allah? SEMAKIN KITA MENGENAL ALLAH, TINGKAT KEPERCAYAAN KITA KEPADA-NYA JUGA AKAN MENINGKAT. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible Bacaan: Yosua 10-12 & Kisah Rasul 20:17-38.

WM Stars
KENDALI. Mengendalikan untuk menentukan arah dan ingin memastikan tujuan. Dalam hal ini berarti mengusai atau memimpin. Tetapi bisa juga berarti mengekang. Kalau seseorang merasa ia ingin semuanya berjalan dengan baik dan sekaligus ia tidak ingin terjadi hal yang buruk, maka bila harapannya tak terwujud ia akan kecewa dan merasa jengkel. Apalagi kalau keinginannya sempurna hasilnya, maka bila ada sedikit kesalahan akan memicu emosi untuk marah. Marah adalah akibat ingin mengendalikan sesuai kemauan sendiri. Ingat hidup orang percaya telah ada dalam kendali Yesus, sebagai Tuhan dan Raja atas hidup kita. Maka dengan berserah total dan mengijinkan Tuhan mengambil alih semua hidup kita, berarti mempercayai bahwa Tuhan mampu melakukan segala hal. Dengan cara itu maka kita juga menyerahkan segala kekuatiran dan kekecewaan hidup ini. Tetaplah percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali, maka semua akan Oke. 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Galatia 2:19b-20, “19bAku telah disalibkan dengan Kristus; 20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
TETAP TEKUN DALAM DOA. Ketika engkau bangun pagi, sebut namaNYA di dalam DOA. Ketika engkau berangkat bekerja, berserulah di dalam DOA. Ketika engkau hendak membuka usaha yang baru, berDOAlah & mintalah petunjukNYA. Ketika engkau berjalan, bepergian, mengendarai kendaraan, panggil namaNYA dalam DOA-DOAmu, bahkan... Ketika engkau sedang menghadapi pergumulan, tetaplah setia untuk berDOA. DOA tidak selalu lama, DOA tidak harus formal, DOA tidak perlu panjang kata, DOA tidak mesti dengan kata-kata indah, namun DOA memerlukan Hati, bukan memerlukan suara kita. Tanpa Hati, kata-kata tak ada artinya... DOA kita selalu didengar & dijawab TUHAN, tapi DOA yang baik adalah DOA akan sesuatu hal yang TUHAN pikir baik untuk kita, bukan apa yang kita pikir baik untuk kita. TUHAN punya jawaban atas DOA-DOA kita: » Jawaban pertama adalah “tidak”, TUHAN menolak DOA kita, atau TUHAN punya rencana yang lain buat kita. » Jawaban kedua adalah “ya tapi tunggu dulu”. Pada saat tersebut, sebenarnya TUHAN hendak menjawab DOA kita, hanya saja TUHAN berpikir belum saatnya. » Jawaban ketiga adalah “ya”. DOA kita dikabulkan yang juga berarti bahwa DOA kita memang sesuai dengan Kehendak TUHAN & DIA melihat kita siap menerima berkat tersebut. JANGAN RAGU untuk BERDOA, bahkan ketika kita tak menemukan kata untuk dipanjatkan, karena TUHAN selalu mengerti DOA kita. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Roma 8:26). God bless you all.

No comments:

Post a Comment