SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 22 – BANGKIT dengan Karakter Lemah Lembut (2).
Galatia 5:22, “Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan.”
Ayat 23: “KELEMAHLEMBUTAN,
penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Kata lemah lembut/prautetos
dari kata Praus.
Kata ini berlawanan dengan kata Kasar/Kekerasan. Orang yang lemah
lembut dapat menguasai emosinya. KELEMAHLEMBUTAN tidak sama dengan
kelemahan. Orang yang LEMAH LEMBUT bukan berarti orang tersebut tidak
boleh marah. Musa dikenal sebagai orang yang sangat LEMAH LEMBUT
(Bilangan 12:3) tetapi Ia marah ketika Israel berdosa kepada Allah
(Kel 32). Kristus LEMAH LEMBUT dan rendah hati (Matius 11:29) tetapi
IA marah ketika beberapa orang Yahudi menggunakan rumah ibadah
sebagai tempat pencuri (Matius 21:12-13). Dengan KELEMAHLEMBUTAN kita
dapat menjaga kesatuan karena kita tidak mudah terganggu/marah dengan
hal-hal yang mungkin tidak berkenan dihati kita. Kemarahan adalah
tanda bahwa kita perlu memeriksa KUALITAS KELEMAHLEMBUTAN kita.
Adakah Karakter LEMAH LEMBUT ada didalam setiap hidup kita?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yosua 10, 11, 12
PB:
Kisah Para Rasul 20:17-38
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
NN
Kelemahlembutan...
Sebuah kata yang indah bagi kita sebagai wanita, karena kita
sepertinya sudah terpateri dengan kata itu. Dan juga merupakan salah
satu Buah Roh. Memang benar kita sebagai wanita paling tidak harus
mempunyai hati yang lemah lembut meskipun kadang lupa. Bukan berarti
kita adalah orang yang lemah. Bersama Dia kita kuat. Thank you Cik,
selamat pagi, selamat beraktivitas. JBU all too...
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 22 Maret 2017. SUKAR PERCAYA. Bacaan: Bilangan 14:1-19.
TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista
Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada- Ku,
sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di
tengah-tengah mereka!” (Bilangan 14:11). Sadarkah kita bahwa kita
sedang berada dalam kumpulan besar manusia yang semakin sukar untuk
percaya? Melimpahnya informasi tidak benar dalam berbagai bentuk,
baik melalui media cetak, media elektronik, atau media sosial,
semakin membuat orang sukar untuk percaya. Bahkan untuk
perkara-perkara yang supranatural-sepenuhnya karya Allah yang
ajaib-terkadang “dituduh” sebagai rekayasa atau manipulasi
sehingga gagal untuk membuat orang percaya akan kuasa-Nya. Ketika
para pengintai pulang dari Tanah Kanaan, laporan positif diberikan
oleh Yosua dan Kaleb. Namun, laporan mereka gagal meyakinkan sebagian
besar bangsa Israel yang telah tawar hati karena laporan negatif dari
sepuluh pengintai. Berbagai peristiwa ajaib yang Allah nyatakan di
tengah-tengah mereka pun tidak cukup kuat untuk membuat mereka
memercayai Allah, sehingga Allah pun murka. Bahkan Yosua dan Kaleb
hendak dilempari dengan batu, ketika mencoba untuk meyakinkan mereka
(ay. 7-11). Kondisi tawar hati seringkali menghalangi seseorang untuk
percaya kepada Allah. Cara terbaik untuk mempertebal kepercayaan
kepada Allah adalah ketika seseorang bertumbuh dalam pengenalan akan
Allah. Semakin seseorang mengenal pribadi Allah, ia akan semakin
mengerti bahwa Allah adalah Pribadi yang dapat dipercaya. Pemahaman
yang dapat berlanjut pada kecenderungan untuk mudah percaya,
sekalipun orang-orang di sekitarnya tidak percaya. Apakah kita
termasuk orang yang mudah atau sukar untuk percaya kepada Allah?
SEMAKIN KITA MENGENAL ALLAH, TINGKAT KEPERCAYAAN KITA KEPADA-NYA JUGA
AKAN MENINGKAT. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible
Bacaan: Yosua 10-12 & Kisah Rasul 20:17-38.
WM
Stars
KENDALI.
Mengendalikan untuk menentukan arah dan ingin memastikan tujuan.
Dalam hal ini berarti mengusai atau memimpin. Tetapi bisa juga
berarti mengekang. Kalau seseorang merasa ia ingin semuanya berjalan
dengan baik dan sekaligus ia tidak ingin terjadi hal yang buruk, maka
bila harapannya tak terwujud ia akan kecewa dan merasa jengkel.
Apalagi kalau keinginannya sempurna hasilnya, maka bila ada sedikit
kesalahan akan memicu emosi untuk marah. Marah adalah akibat ingin
mengendalikan sesuai kemauan sendiri. Ingat hidup orang percaya telah
ada dalam kendali Yesus, sebagai Tuhan dan Raja atas hidup kita. Maka
dengan berserah total dan mengijinkan Tuhan mengambil alih semua
hidup kita, berarti mempercayai bahwa Tuhan mampu melakukan segala
hal. Dengan cara itu maka kita juga menyerahkan segala kekuatiran dan
kekecewaan hidup ini. Tetaplah percaya bahwa Tuhan yang pegang
kendali, maka semua akan Oke. 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala
kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Galatia
2:19b-20, “19bAku telah disalibkan dengan Kristus; 20namun aku
hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus
yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam
daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi
aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
TETAP
TEKUN DALAM DOA. Ketika engkau bangun pagi, sebut namaNYA di dalam
DOA. Ketika engkau berangkat bekerja, berserulah di dalam DOA. Ketika
engkau hendak membuka usaha yang baru, berDOAlah & mintalah
petunjukNYA. Ketika engkau berjalan, bepergian, mengendarai
kendaraan, panggil namaNYA dalam DOA-DOAmu, bahkan... Ketika engkau
sedang menghadapi pergumulan, tetaplah setia untuk berDOA. DOA tidak
selalu lama, DOA tidak harus formal, DOA tidak perlu panjang kata,
DOA tidak mesti dengan kata-kata indah, namun DOA memerlukan Hati,
bukan memerlukan suara kita. Tanpa Hati, kata-kata tak ada artinya...
DOA kita selalu didengar & dijawab TUHAN, tapi DOA yang baik
adalah DOA akan sesuatu hal yang TUHAN pikir baik untuk kita, bukan
apa yang kita pikir baik untuk kita. TUHAN punya jawaban atas DOA-DOA
kita: » Jawaban pertama adalah “tidak”, TUHAN menolak DOA kita,
atau TUHAN punya rencana yang lain buat kita. » Jawaban kedua adalah
“ya tapi tunggu dulu”. Pada saat tersebut, sebenarnya TUHAN
hendak menjawab DOA kita, hanya saja TUHAN berpikir belum saatnya. »
Jawaban ketiga adalah “ya”. DOA kita dikabulkan yang juga berarti
bahwa DOA kita memang sesuai dengan Kehendak TUHAN & DIA melihat
kita siap menerima berkat tersebut. JANGAN RAGU untuk BERDOA, bahkan
ketika kita tak menemukan kata untuk dipanjatkan, karena TUHAN selalu
mengerti DOA kita. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan
kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa;
tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Roma 8:26). God bless you
all.

No comments:
Post a Comment