Tuesday, 21 March 2017

21 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 21 – BANGKIT dengan Karakter (1). Efesus 4:2, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” Kata Rendah Hati berasal dari kata tapeinophron dari kata tapeinos yang artinya Rendah Hati. Rendah Hati adalah pemikiran yang menganggap diri sendiri kecil. Bagi orang berdosa, tapeinophrosunes adalah mengakui dosanya dan menyadari bahwa ia tidak layak untuk menerima anugerah Allah yang begitu besar . Rendah hati dinyatakan dengan sikap seorang hamba yang bersukacita untuk membuat orang lain berhasil . Dan upah yang terbesar dari rendah hati adalah menjadi seperti Kristus. Upah lain yang sangat diinginkan oleh setiap orang adalah Kekayaan, Kehormatan, dan Kehidupan (Amsal 22:4). Mari kita aplikasikan dengan cara:
  1. Mau menerima kritik/masukan dengan lapang dada, bahkan berkati mereka yang mengutuk kita
  2. Nyatakan ucapan syukur dan terima kasih kepada senantiasa atas apa yang sudah kita alami
  3. Dengar orang lain pada saat berbicara
  4. Layani orang lain dengan sungguh hati
Kerendahan Hati menempatkan Tuhan yang Pertama, orang lain kedua dan diri sendiri paling belakang . Adakah karakter Kristus: Rendah Hati itu adalah salah satu karakter kita juga?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yosua 7, 8, 9
PB: Kisah Para Rasul 20:1-16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
WAKTU. Waktu adalah pemberian yang paling berharga pada seseorang. Kita bisa mencari dan membuat lebih banyak uang, tetapi kita tak dapat membuat lebih banyak waktu. Ketika Anda memberikan waktu pada seseorang, berarti anda sedang memberi satu bagian hidup Anda yang tidak akan pernah Anda dapatkan kembali. Tidaklah cukup untuk mengatakan bahwa aku mengasihi Tuhan, tetapi haruslah diikuti pembuktian seberapa banyak waktu yang Anda investasikan dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Jadi waktu adalah salah satu alat ukur seberapa besar kasihmu kepada Tuhan, adakan waktu untuk beribadah, membaca alkitab dan berdoa. Tuhan rindu lebih dekat denganmu.
Efesus 5:15-17 (TB)
15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Ulangan 6:5-6
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
Galatia 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Madam Ossy
Selasa, 21 Maret 2017. Bacaan: Matius 7:16-23. Setahun: Yosua 22-24. Nas: Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! (Matius 7:23). Tiga Identitas? Detektif Danny Reagan kali ini sedang bekerjasama dengan artis populer yang kebetulan seorang saksi mata. Di dalam mobil mereka bercakap-cakap. Sang artis berpendapat, identitas seseorang itu ada tiga: yang bersifat publik, yang bersifat pribadi, dan yang bersifat tersembunyi atau rahasia. Masing-masing bisa berbeda. Serentak Reagan menyatakan ketidaksetujuannya. Baginya, seseorang seharusnya beridentitas utuh satu saja. Demikian secuplik adegan serial film Blue Bloods. Bagi Tuhan Yesus, sosok manusia layaknya sebatang pohon. Segala aspek dan proses tak terlihat di dalam akar, batang, dan dahan pada akhirnya terlihat pada buahnya. Semuanya merupakan satu keutuhan. Kehidupan publiknya mencerminkan atau memperlihatkan buah dari kehidupan pribadinya. Bahkan Tuhan mengenal isi hatinya yang paling tersembunyi (Mat 6:6, 18). Identitasnya satu saja.Tidak terbelah, pura-pura atau munafik. Sebab jika terbelah-entah jadi berapa-ada risiko kelak Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak mengenal kamu!” (ay. 23). Kehidupan masa kini amat menonjolkan penampilan. Manusia seolah-olah berlomba demi terlihat 'baik' sesuai standar dan selera publik. Akibatnya, individu terbelah. Penampilan jauh dari keaslian. Bertopeng. Banyak kosmetiknya. Waspadalah! Mari kita berupaya agar keutuhan diri kita terjaga. Identitasnya hanya satu, yaitu sebagaimana yang dilihat dan dikenal Tuhan –PAD. BAGAIMANA TUHAN MENGENAL KITA JAUH LEBIH UTAMA DARIPADA BAGAIMANA PUBLIK MELIHAT KITA.

Ibu Caroline – Bandung
Terobsesi dengan sesuatu, dengan pakaian, dengan olahraga, dengan komputer, dengan mobil, dengan karir, sampai sampai kita makan dan minum, dan bernafas untuk hal itu, seolah olah itu Tuhan kita, itulah berhala »nn«. 1 Yohanes 5:21 – Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. Berhala masa kini bukan lagi bentuk patung, keris, atau jimat-jimat, akan tetapi hal-hal kehidupan yang begitu menarik perhatian kita lebih daripada Tuhan. Kita mengejarnya sedemikian rupa seolah-olah lebih dari Tuhan bahkan ibadah hari minggupun diabaikan karena menganggap Tuhan nomor dua. Tanpa disadari gejala ini sudah mewabah dalam hidup kita, juga sudah merasuk pemuka pemuka agama, sehingga dalam beribadah kita tidak lagi menempatkan Tuhan sebagai yang nomor satu; akan tetapi hal hal lain yang menjadi prioritas. Berhala di zaman modern ini lebih berbahaya dan merusak hubungan kita dengan Tuhan, itu sebabnya kita harus lebih sungguh-sungguh lagi beribadah kepadaNya hari ini. Ulangan 11:13, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” SELAMAT PAGI.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MENABUR BENIH YANG BAIK. Dalam mimpinya, seorang pria masuk ke sebuah pasar surga & menemukan TUHAN sebagai Penjualnya. Pria itu bertanya, “ENGKAU menjual apa?” “Apa saja yang menjadi keinginan hatimu.” kata TUHAN. Pria itu dengan wajah sumringah langsung minta semua hal yang paling diinginkan manusia, “Kalau begitu aku minta uang yang banyak, istri yang cantik, jabatan yang tinggi, dll.” Mendengar permintaan itu, TUHAN tersenyum & berkata, “AKU kira kau salah paham. Di sini tak ada yang menjual buah, di sini hanya menjual benih.” Apakah TUHAN tidak mampu melakukan mujizat, sampai DIA harus memberikan benih? Daripada memberikan ikan, TUHAN lebih suka memberikan kail. Daripada memberikan buah, TUHAN lebih suka memberikan benih. Mengapa? Memberi ikan kadangkala membuat kita malas, memberi kail membuat kita RAJIN. TUHAN bisa saja memberi buah, tapi dalam sekejap itu akan habis. Jika DIA memberi benih, maka kita bisa menikmati buah secara terus menerus. Sayangnya kita sering salah mengerti TUHAN, kita selalu berpikir TUHAN tak lagi memberkati, padahal sebenarnya TUHAN sudah memberikan berkat, berupa benih yang harus kita tumbuhkan & kembangkan. TUHAN memberkati kita bukan dengan melemparkan “buah” dari surga, tapi DIA memberikan “benih” kepada kita. Untuk mendapatkan yang kita inginkan, maka kita harus Menjaga, Merawat, Mengusahakan, Membuat benih itu Hidup & Bertumbuh, yang akhirnya Menghasilkan Buah. “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik” (Pengkhotbah 11:6). God bless you all.

Xavier Quentin Pranata
Pengampunan membuat kita melepaskan beban yang jika kita biarkan membawa kematian.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment