SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 21 – BANGKIT dengan Karakter (1).
Efesus 4:2, “Hendaklah
kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah
kasihmu dalam hal saling membantu.”
Kata Rendah Hati berasal dari kata tapeinophron
dari kata tapeinos
yang artinya Rendah Hati. Rendah Hati adalah pemikiran yang
menganggap diri sendiri kecil. Bagi orang berdosa, tapeinophrosunes
adalah mengakui dosanya dan menyadari bahwa ia tidak layak untuk
menerima anugerah Allah yang begitu besar .
Rendah hati dinyatakan dengan sikap seorang hamba yang bersukacita
untuk membuat orang lain berhasil .
Dan upah yang terbesar dari rendah hati adalah menjadi seperti
Kristus. Upah lain yang sangat diinginkan oleh setiap orang adalah
Kekayaan, Kehormatan, dan Kehidupan (Amsal 22:4). Mari kita
aplikasikan dengan cara:
- Mau menerima kritik/masukan dengan lapang dada, bahkan berkati mereka yang mengutuk kita
- Nyatakan ucapan syukur dan terima kasih kepada senantiasa atas apa yang sudah kita alami
- Dengar orang lain pada saat berbicara
- Layani orang lain dengan sungguh hati
Kerendahan
Hati menempatkan Tuhan yang Pertama, orang lain kedua dan diri
sendiri paling belakang .
Adakah karakter Kristus: Rendah Hati itu adalah salah satu karakter
kita juga?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yosua 7, 8, 9
PB:
Kisah Para Rasul 20:1-16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
WAKTU.
Waktu adalah pemberian yang paling berharga pada seseorang. Kita bisa
mencari dan membuat lebih banyak uang, tetapi kita tak dapat membuat
lebih banyak waktu. Ketika Anda memberikan waktu pada seseorang,
berarti anda sedang memberi satu bagian hidup Anda yang tidak akan
pernah Anda dapatkan kembali. Tidaklah cukup untuk mengatakan bahwa
aku mengasihi Tuhan, tetapi haruslah diikuti pembuktian seberapa
banyak waktu yang Anda investasikan dalam membangun hubungan dengan
Tuhan. Jadi waktu adalah salah satu alat ukur seberapa besar kasihmu
kepada Tuhan, adakan waktu untuk beribadah, membaca alkitab dan
berdoa. Tuhan rindu lebih dekat denganmu.
Efesus
5:15-17 (TB)
15
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,
janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu
mengerti kehendak Tuhan.
Ulangan
6:5-6
5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau
perhatikan,
Galatia
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini,
yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
Madam
Ossy
Selasa,
21 Maret 2017. Bacaan: Matius 7:16-23. Setahun: Yosua 22-24. Nas:
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu! (Matius 7:23). Tiga Identitas?
Detektif Danny Reagan kali ini sedang bekerjasama dengan artis
populer yang kebetulan seorang saksi mata. Di dalam mobil mereka
bercakap-cakap. Sang artis berpendapat, identitas seseorang itu ada
tiga: yang bersifat publik, yang bersifat pribadi, dan yang bersifat
tersembunyi atau rahasia. Masing-masing bisa berbeda. Serentak Reagan
menyatakan ketidaksetujuannya. Baginya, seseorang seharusnya
beridentitas utuh satu saja. Demikian secuplik adegan serial film
Blue Bloods. Bagi Tuhan Yesus, sosok manusia layaknya sebatang pohon.
Segala aspek dan proses tak terlihat di dalam akar, batang, dan dahan
pada akhirnya terlihat pada buahnya. Semuanya merupakan satu
keutuhan. Kehidupan publiknya mencerminkan atau memperlihatkan buah
dari kehidupan pribadinya. Bahkan Tuhan mengenal isi hatinya yang
paling tersembunyi (Mat 6:6, 18). Identitasnya satu saja.Tidak
terbelah, pura-pura atau munafik. Sebab jika terbelah-entah jadi
berapa-ada risiko kelak Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak mengenal
kamu!” (ay. 23). Kehidupan masa kini amat menonjolkan penampilan.
Manusia seolah-olah berlomba demi terlihat 'baik' sesuai standar dan
selera publik. Akibatnya, individu terbelah. Penampilan jauh dari
keaslian. Bertopeng. Banyak kosmetiknya. Waspadalah! Mari kita
berupaya agar keutuhan diri kita terjaga. Identitasnya hanya satu,
yaitu sebagaimana yang dilihat dan dikenal Tuhan –PAD. BAGAIMANA
TUHAN MENGENAL KITA JAUH LEBIH UTAMA DARIPADA BAGAIMANA PUBLIK
MELIHAT KITA.
Ibu
Caroline – Bandung
Terobsesi
dengan sesuatu, dengan pakaian, dengan olahraga, dengan komputer,
dengan mobil, dengan karir, sampai sampai kita makan dan minum, dan
bernafas untuk hal itu, seolah olah itu Tuhan kita, itulah berhala
»nn«. 1 Yohanes 5:21 – Anak-anakku, waspadalah terhadap segala
berhala. Berhala masa kini bukan lagi bentuk patung, keris, atau
jimat-jimat, akan tetapi hal-hal kehidupan yang begitu menarik
perhatian kita lebih daripada Tuhan. Kita mengejarnya sedemikian rupa
seolah-olah lebih dari Tuhan bahkan ibadah hari minggupun diabaikan
karena menganggap Tuhan nomor dua. Tanpa disadari gejala ini sudah
mewabah dalam hidup kita, juga sudah merasuk pemuka pemuka agama,
sehingga dalam beribadah kita tidak lagi menempatkan Tuhan sebagai
yang nomor satu; akan tetapi hal hal lain yang menjadi prioritas.
Berhala di zaman modern ini lebih berbahaya dan merusak hubungan kita
dengan Tuhan, itu sebabnya kita harus lebih sungguh-sungguh lagi
beribadah kepadaNya hari ini. Ulangan 11:13, “Jika kamu dengan
sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada
hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah
kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.”
SELAMAT PAGI.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MENABUR
BENIH YANG BAIK. Dalam mimpinya, seorang pria masuk ke sebuah pasar
surga & menemukan TUHAN sebagai Penjualnya. Pria itu bertanya,
“ENGKAU menjual apa?” “Apa saja yang menjadi keinginan hatimu.”
kata TUHAN. Pria itu dengan wajah sumringah langsung minta semua hal
yang paling diinginkan manusia, “Kalau begitu aku minta uang yang
banyak, istri yang cantik, jabatan yang tinggi, dll.” Mendengar
permintaan itu, TUHAN tersenyum & berkata, “AKU kira kau salah
paham. Di sini tak ada yang menjual buah, di sini hanya menjual
benih.” Apakah TUHAN tidak mampu melakukan mujizat, sampai DIA
harus memberikan benih? Daripada memberikan ikan, TUHAN lebih suka
memberikan kail. Daripada memberikan buah, TUHAN lebih suka
memberikan benih. Mengapa? Memberi ikan kadangkala membuat kita
malas, memberi kail membuat kita RAJIN. TUHAN bisa saja memberi buah,
tapi dalam sekejap itu akan habis. Jika DIA memberi benih, maka kita
bisa menikmati buah secara terus menerus. Sayangnya kita sering salah
mengerti TUHAN, kita selalu berpikir TUHAN tak lagi memberkati,
padahal sebenarnya TUHAN sudah memberikan berkat, berupa benih yang
harus kita tumbuhkan & kembangkan. TUHAN memberkati kita bukan
dengan melemparkan “buah” dari surga, tapi DIA memberikan “benih”
kepada kita. Untuk mendapatkan yang kita inginkan, maka kita harus
Menjaga, Merawat, Mengusahakan, Membuat benih itu Hidup &
Bertumbuh, yang akhirnya Menghasilkan Buah. “Taburkanlah benihmu
pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada
petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang
akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik” (Pengkhotbah 11:6). God
bless you all.
Xavier
Quentin Pranata
“Pengampunan
membuat kita melepaskan beban yang jika kita biarkan membawa
kematian.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment