Tuesday, 7 March 2017

7 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 7 – Perbedaan Orang yang Survive x Revive. Hakim-Hakim 6:12-14, 12Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ‘TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.’ 13Jawab Gideon kepada-Nya: ‘Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.’ 14Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: ‘Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!’ Tuhan tidak menciptkan kita tidak hanya untuk sekedar ada/exist saja tetapi living it/menghidupi kehidupan ini. Orang yang survive, dia hidup bukan hanya hidup diberkati, hanya berkata OK dan bukan Aku lebih dari pemenang, aku cukup bukan lebih dari cukup, dst... Pilihan ada ditangan kita . Apakah kita tidak yakin akan janji Tuhan: “Pergilah dengan kekuatanmu ini... Bukankah AKU mengutus Engkau.” PenyertaanNya luar biasa bagi setiap kita, tantangan dan pergumulan apa yang sedang kita hadapi, masihkah kita takut? Ambil keputusan jadilah orang-orang yang bangkit/orang-orang yang mengalami revival dan bukan hanya survive saja. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevival

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 3 dan 4
PB: Kisah Para Rasul 11
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 7 Maret 2017. Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10. Setahun: Ulangan 17-20. Nas: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Pentingnya Pengakuan. Dalam sebuah perjalanan, polisi menghentikan sepeda motor saya. Merasa semua perlengkapan dan dokumen berkendara lengkap, saya bersikap tenang saja. “Maaf Pak, silakan menepi, lampu depan Bapak tidak menyala!” Terkejut, saya memeriksanya. Padahal ketika berangkat, semuanya berfungsi baik dan lampu sudah dinyalakan. Saya minta maaf dan menjelaskannya. “Bagaimana saya tahu kalau lampu itu putus di jalan?” tanyanya. Ia menjelaskan berapa denda yang harus saya bayar, lalu memeriksa dokumen-dokumen saya. “Saya tidak bisa meyakinkan Bapak kalau lampu itu putus di jalan, tetapi jujur, tadi masih berfungsi ketika kami berangkat. Saya minta maaf, Pak!” ulang saya. Ia tetap tak percaya. Ia heran karena STNK sepeda motor itu atas nama gereja. Maka saya menunjukkan KTP saya, sehingga ia tahu saya seorang pendeta. Keadaan berbalik. Ia meminta maaf dan terjadi perbincangan hangat. “Nanti tolong lampunya segera diperbaiki ya, Pak!” katanya. Ini sangat berbeda dengan pengalaman teman saya ketika dirazia. “Saya Pendeta, Pak!” katanya ketika diberhentikan polisi. “Justru itu, Bapak seharusnya menjadi contoh!” jawab polisi itu. Teman saya itu ditilang karena syarat berkendara yang tidak lengkap. Mengakui kesalahan dapat memperbaiki banyak hal. Ini berlaku tidak hanya kepada sesama, tetapi Tuhan juga mensyaratkannya bagi anak-anak-Nya. Ada pengakuan, ada pengampunan. Dosa apa yang belum kita akui kepada-Nya supaya Ia menyucikan kita? --HT/Renungan Harian. DI MANA ADA PENGAKUAN, DI SITU ADA PENGAMPUNAN.

GNCC
Hati yang tidak terjaga dengan baik akan membuat api kasih mu kepada Tuhan memudar. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. #gncc #edisihati 

No comments:

Post a Comment