SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 7 – Perbedaan Orang yang Survive x Revive.
Hakim-Hakim 6:12-14, “12Malaikat
TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian:
‘TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.’ 13Jawab
Gideon kepada-Nya: ‘Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa
semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan yang
ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika
mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir?
Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam
cengkeraman orang Midian.’ 14Lalu
berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: ‘Pergilah dengan
kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang
Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!’
Tuhan tidak menciptkan kita tidak hanya untuk sekedar ada/exist
saja tetapi living
it/menghidupi
kehidupan ini. Orang yang survive,
dia hidup bukan hanya hidup diberkati, hanya berkata OK dan bukan Aku
lebih dari pemenang, aku cukup bukan lebih dari cukup, dst... Pilihan
ada ditangan kita .
Apakah kita tidak yakin akan janji Tuhan: “Pergilah
dengan kekuatanmu ini... Bukankah AKU mengutus Engkau.”
PenyertaanNya luar biasa bagi setiap kita, tantangan dan pergumulan
apa yang sedang kita hadapi, masihkah kita takut? Ambil keputusan
jadilah orang-orang yang bangkit/orang-orang yang mengalami revival
dan bukan hanya survive saja. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevival
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 3 dan 4
PB:
Kisah Para Rasul 11
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Selasa, 7 Maret 2017. Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10. Setahun:
Ulangan 17-20. Nas: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan
adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan
kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Pentingnya Pengakuan.
Dalam sebuah perjalanan, polisi menghentikan sepeda motor saya.
Merasa semua perlengkapan dan dokumen berkendara lengkap, saya
bersikap tenang saja. “Maaf Pak, silakan menepi, lampu depan Bapak
tidak menyala!” Terkejut, saya memeriksanya. Padahal ketika
berangkat, semuanya berfungsi baik dan lampu sudah dinyalakan. Saya
minta maaf dan menjelaskannya. “Bagaimana saya tahu kalau lampu itu
putus di jalan?” tanyanya. Ia menjelaskan berapa denda yang harus
saya bayar, lalu memeriksa dokumen-dokumen saya. “Saya tidak bisa
meyakinkan Bapak kalau lampu itu putus di jalan, tetapi jujur, tadi
masih berfungsi ketika kami berangkat. Saya minta maaf, Pak!” ulang
saya. Ia tetap tak percaya. Ia heran karena STNK sepeda motor itu
atas nama gereja. Maka saya menunjukkan KTP saya, sehingga ia tahu
saya seorang pendeta. Keadaan berbalik. Ia meminta maaf dan terjadi
perbincangan hangat. “Nanti tolong lampunya segera diperbaiki ya,
Pak!” katanya. Ini sangat berbeda dengan pengalaman teman saya
ketika dirazia. “Saya Pendeta, Pak!” katanya ketika diberhentikan
polisi. “Justru itu, Bapak seharusnya menjadi contoh!” jawab
polisi itu. Teman saya itu ditilang karena syarat berkendara yang
tidak lengkap. Mengakui kesalahan dapat memperbaiki banyak hal. Ini
berlaku tidak hanya kepada sesama, tetapi Tuhan juga mensyaratkannya
bagi anak-anak-Nya. Ada pengakuan, ada pengampunan. Dosa apa yang
belum kita akui kepada-Nya supaya Ia menyucikan kita? --HT/Renungan
Harian. DI MANA ADA PENGAKUAN, DI SITU ADA PENGAMPUNAN.
GNCC
Hati
yang tidak terjaga dengan baik akan membuat api kasih mu kepada Tuhan
memudar. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan. #gncc #edisihati

No comments:
Post a Comment