Wednesday, 15 March 2017

15 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 15 – To Experience Revival. Revival terjadi dengan KEJELASAN TUJUAN dari apa yang kita miliki. Seringkali kita tidak “ngeh” dengan tujuan yang sudah Tuhan taruh dalam setiap hati kita, karena ada banyak hal yang seringkali menjadi penghalang sehingga kita tidak dapat dengan jelas mengerti apa tujuan Tuhan dalam hidup kita . Apakah penghalang yang terutama bagi kita? (Krisis Identitas: baca renungan dihari Senin, 13 Maret). Tujuan Tuhan dalam hidup kita adalah agar selagi kita hidup didunia ini: Tuhan ingin kita mengerti Visi dan MisiNya untuk kita semua: menjadi murid kerajaanNya (Markus 16:15-20) = Menyelamatkan jiwa dan bersama menjadi kesukaan Tuhan . Didalam Kerajaan Allah kita semua dipanggil dalam Misi: Penyelamatan Jiwa-Jiwa, dimana kita adalah gambaran nelayan yang menjala ikan. Ikan menggambarkan jiwa-jiwa yang dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Menjala tidak sama dengan “memancing”, proses menjala itu bersama-sama/korporat bukan sendirian/individu . Setidaknya dibutuhkan 2-3 orang untuk menjala . Terlibatlah dalam Komunitas yang ada karena kita tidak diciptakan “sendirian” dan Komunitas Sel itulah wadah untuk kita belajar “Menjala Jiwa”. Mari terus menjaga antusiasme menjadi murid kerajaanNya yang terus dilatih untuk menjala/menyelamatkan jiwa melalui komunitas sel dan bersama sama menjadi orang-orang kesukaanNya Tuhan. Amin .

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 26, 27
PB: Kisah Para Rasul 16:19-40
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

WM Stars
KALEB. Nama Kaleb, selalu membuat setiap kita disemangati karena kegigihan dan keteguhan imannya kepada janji Tuhan. Dari umur 40 tahun, saat ia diutus Musa sebagai pengintai tanah perjanjian sampai ia menduduki Hebron. Karena kepercayaannya kepada janji Tuhan, yang dibarengi oleh karakternya yang jujur, ia mampu melewati masa 45 tahun yang biasa-biasa tanpa tantangan, bahkan saudara-saudara yang bersama-sama pergi ke sana dengannya, membuat tawar hati bangsa itu, namun ia tetap mengikuti TUHAN, Allahnya, dengan sepenuh hati. Dan ia tetap memegang janji Tuhan untuk memasuki tanah perjanjian. Malahan di umurnya yang ke 85 tahun ia malah meminta Hebron, tanah pegunungan yang dikuasai orang yang paling besar di antara orang Enak. Bersama Tuhan ia mampu meraih dan mendiami Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu. Pencapaian itu karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. Seberapa besar tantangan dan masalahmu? Biarlah kita tetap percaya, kalau Kaleb disertai Tuhan, maka mari tetap teguh dan percaya bahwa Tuhan juga beserta kita. Hanya kita harus tetap percaya dan taat. Pasti ada jalan dan harapan. Amin. Yosua 14:10-15.
10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.
14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 15 Maret 2017. MOTIVATOR DAN INSPIRATOR. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu (1 Timotius 4:12). Seorang motivator biasanya menasihati orang lain melalui seminar, kuliah, atau secara pribadi-supaya pikiran, perasaan, dan tindakannya baik, positif, dan benar. Sayangnya, ada motivator yang hidupnya bertolak belakang dengan perkataannya. Ia hanya ingin membangun citra diri sebagai orang yang berpikir positif dan sukses. Ia hanya mencari sanjungan dan uang. Agak beda dengan motivator, kita mengenal “inspirator”. Inspirator menginspirasi orang lain melalui teladan hidupnya-lewat perasaan, pikiran, perkataan, perbuatannya. Bisa saja sekali waktu ia berbuat salah dan gagal. Namun saat ia jujur mengakui kesalahan dan kebodohannya, ia justru akan menginspirasi banyak orang tentang arti hidup yang otentik. Inspirator membangun integritas hidup bukan dengan kata-kata, tetapi lewat perbuatan nyata. Paulus tak mau menjadi motivator saja. Jangan sampai ia memberitakan Injil agar orang lain percaya, tetapi ia sendiri malah ditolak Tuhan karena ia hanya memberitakan kebenaran, tetapi tidak mengimani atau menghidupi (ay. 27). Ia jujur dengan perkataan dan perbuatannya, serta tidak berusaha membangun citra diri positif demi menuai pujian orang lain (ay. 16 ). Itu sebabnya ia berani meminta agar jemaat meneladaninya (bandingkan Flp. 3:7; 2 Tes. 3:7, 9; 1 Tim. 1:16 ), sebagaimana Paulus mengikut teladan Kristus (1 Kor. 10:11). Ia menasihati Timotius, anak bimbingnya, agar menjadi teladan bukan hanya dalam perkataan, tetapi dalam tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian hidup. Bagaimana dengan Anda dan saya? TAK SEKADAR MEMOTIVASI ORANG LAIN DENGAN PERKATAAN MARI MENGINSPIRASI ORANG LAIN MELALUI HIDUP KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ulangan 26-27 & Kisah Rasul 16:19-40.

Xavier Quentin Pranata
Cara kita berpakaian dan berdandan sedikit banyak menunjukkan siapa kita sebenarnya.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
ULAR TANGGA KEHIDUPAN. ‎Pernahkah kita bermain ular tangga? Ya di dalam permainan itu terdapat petak-petak yang harus kita lalui untuk mencapai finish. Kadang kita terjatuh karena bertemu dengan ular, bahkan ada yang naik ke petak lebih tinggi dengan tangga. Seperti itulah kehidupan kita, petak-petak itu merupakan Tantangan yang harus kita selesaikan, ada sekolah, pekerjaan, rumah tangga, & Dinamika Kehidupan yang lainnya. Kita harus menyelesaikan & melewati setiap langkah yang telah ditentukan oleh dadu, agar kita segera MENCAPAI FINISH. Dadu mutlak ada di tangan TUHAN, & kita hanya bisa memilih, Apakah kita akan menyelesaiakan & berjalan sesaui dengan perintahNYA? Atau kita akan tetap berdiam diri untuk menikmati zona aman yang akan membuat kita tak bisa maju? Kehidupan itu memang berat & penuh tantangan. Kadang rintangan itu membawa kita pada kehancuran, tapi ingatlah bahwa di depan sana masih banyak tangga yang akan membawa kita menuju BERKAT & KELIMPAHAN. MELANGKAHLAH dengan PASTI, JANGAN KUATIR TERHADAP APAPUN JUGA... Bila kita mengikut sertakan TUHAN dalam setiap rencana kita, maka semua yang kita lakukan tak akan sia-sia, sebab TUHAN bekerja di dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan. RENCANA kita boleh INDAH, tapi RENCANA TUHAN-lah yang TERINDAH. HIDUP kita mungkin baik-baik saja, tapi HIDUP BERSAMA TUHAN LEBIH SEMPURNA. PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN, tapi BERKAT TUHAN lah yang menjadikan kita KAYA. KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang HEBAT, tapi hanya BERSAMA TUHAN, kita menjadi LUAR BIASA. Sebab TUHAN bukan hanya MENCUKUPI apa yang kita perlukan, tapi TUHAN memberi kita dengan BERKELIMPAHAN. Katakan dengan IMAN, “aku+TUHAN = LUAR BIASA” Haleluyah!!! “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28). God bless you all.

No comments:

Post a Comment