SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 15 – To Experience Revival.
Revival terjadi dengan KEJELASAN TUJUAN dari apa yang kita miliki.
Seringkali kita tidak “ngeh”
dengan tujuan yang sudah Tuhan taruh dalam setiap hati kita, karena
ada banyak hal yang seringkali menjadi penghalang sehingga kita tidak
dapat dengan jelas mengerti apa tujuan Tuhan dalam hidup kita .
Apakah penghalang yang terutama bagi kita? (Krisis Identitas: baca
renungan dihari Senin, 13 Maret). Tujuan Tuhan dalam hidup kita
adalah agar selagi kita hidup didunia ini: Tuhan ingin kita mengerti
Visi dan MisiNya untuk kita semua: menjadi murid kerajaanNya (Markus
16:15-20) = Menyelamatkan jiwa dan bersama menjadi kesukaan Tuhan .
Didalam Kerajaan Allah kita semua dipanggil dalam Misi: Penyelamatan
Jiwa-Jiwa, dimana kita adalah gambaran nelayan yang menjala ikan.
Ikan menggambarkan jiwa-jiwa yang dibawa masuk ke dalam Kerajaan
Allah. Menjala tidak sama dengan “memancing”, proses menjala itu
bersama-sama/korporat bukan sendirian/individu .
Setidaknya dibutuhkan 2-3 orang untuk menjala .
Terlibatlah dalam Komunitas yang ada karena kita tidak diciptakan
“sendirian”
dan Komunitas Sel itulah wadah untuk kita belajar “Menjala Jiwa”.
Mari terus menjaga antusiasme menjadi murid kerajaanNya yang terus
dilatih untuk menjala/menyelamatkan
jiwa melalui komunitas sel dan bersama sama menjadi orang-orang
kesukaanNya Tuhan. Amin .
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 26, 27
PB:
Kisah Para Rasul 16:19-40
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
WM
Stars
KALEB.
Nama Kaleb, selalu membuat setiap kita disemangati karena kegigihan
dan keteguhan imannya kepada janji Tuhan. Dari umur 40 tahun, saat ia
diutus Musa sebagai pengintai tanah perjanjian sampai ia menduduki
Hebron. Karena kepercayaannya kepada janji Tuhan, yang dibarengi oleh
karakternya yang jujur, ia mampu melewati masa 45 tahun yang
biasa-biasa tanpa tantangan, bahkan saudara-saudara yang bersama-sama
pergi ke sana dengannya, membuat tawar hati bangsa itu, namun ia
tetap mengikuti TUHAN, Allahnya, dengan sepenuh hati. Dan ia tetap
memegang janji Tuhan untuk memasuki tanah perjanjian. Malahan di
umurnya yang ke 85 tahun ia malah meminta Hebron, tanah pegunungan
yang dikuasai orang yang paling besar di antara orang Enak. Bersama
Tuhan ia mampu meraih dan mendiami Hebron menjadi milik pusaka Kaleb
bin Yefune, orang Kenas itu. Pencapaian itu karena ia tetap mengikuti
TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. Seberapa besar tantangan
dan masalahmu? Biarlah kita tetap percaya, kalau Kaleb disertai
Tuhan, maka mari tetap teguh dan percaya bahwa Tuhan juga beserta
kita. Hanya kita harus tetap percaya dan taat. Pasti ada jalan dan
harapan. Amin. Yosua 14:10-15.
10
Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti
yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak
diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel
mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan
puluh lima tahun aku hari ini;
11
pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh
Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku
sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12
Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN
pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa
di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu.
Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti
yang difirmankan TUHAN."
13
Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron
kepadanya menjadi milik pusakanya.
14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang
Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN,
Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15
Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling
besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti
berperang.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 15 Maret 2017. MOTIVATOR DAN INSPIRATOR. Jadilah teladan
bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu,
dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu (1 Timotius
4:12). Seorang motivator biasanya menasihati orang lain melalui
seminar, kuliah, atau secara pribadi-supaya pikiran, perasaan, dan
tindakannya baik, positif, dan benar. Sayangnya, ada motivator yang
hidupnya bertolak belakang dengan perkataannya. Ia hanya ingin
membangun citra diri sebagai orang yang berpikir positif dan sukses.
Ia hanya mencari sanjungan dan uang. Agak beda dengan motivator, kita
mengenal “inspirator”. Inspirator menginspirasi orang lain
melalui teladan hidupnya-lewat perasaan, pikiran, perkataan,
perbuatannya. Bisa saja sekali waktu ia berbuat salah dan gagal.
Namun saat ia jujur mengakui kesalahan dan kebodohannya, ia justru
akan menginspirasi banyak orang tentang arti hidup yang otentik.
Inspirator membangun integritas hidup bukan dengan kata-kata, tetapi
lewat perbuatan nyata. Paulus tak mau menjadi motivator saja. Jangan
sampai ia memberitakan Injil agar orang lain percaya, tetapi ia
sendiri malah ditolak Tuhan karena ia hanya memberitakan kebenaran,
tetapi tidak mengimani atau menghidupi (ay. 27). Ia jujur dengan
perkataan dan perbuatannya, serta tidak berusaha membangun citra diri
positif demi menuai pujian orang lain (ay. 16 ). Itu sebabnya ia
berani meminta agar jemaat meneladaninya (bandingkan Flp. 3:7; 2 Tes.
3:7, 9; 1 Tim. 1:16 ), sebagaimana Paulus mengikut teladan Kristus (1
Kor. 10:11). Ia menasihati Timotius, anak bimbingnya, agar menjadi
teladan bukan hanya dalam perkataan, tetapi dalam tingkah laku,
kasih, kesetiaan, dan kesucian hidup. Bagaimana dengan Anda dan saya?
TAK SEKADAR MEMOTIVASI ORANG LAIN DENGAN PERKATAAN MARI MENGINSPIRASI
ORANG LAIN MELALUI HIDUP KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Ulangan 26-27 & Kisah Rasul 16:19-40.
Xavier
Quentin Pranata
“Cara
kita berpakaian dan berdandan sedikit banyak menunjukkan siapa kita
sebenarnya.” Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
ULAR
TANGGA KEHIDUPAN. Pernahkah kita bermain ular tangga? Ya di dalam
permainan itu terdapat petak-petak yang harus kita lalui untuk
mencapai finish. Kadang kita terjatuh karena bertemu dengan ular,
bahkan ada yang naik ke petak lebih tinggi dengan tangga. Seperti
itulah kehidupan kita, petak-petak itu merupakan Tantangan yang harus
kita selesaikan, ada sekolah, pekerjaan, rumah tangga, & Dinamika
Kehidupan yang lainnya. Kita harus menyelesaikan & melewati
setiap langkah yang telah ditentukan oleh dadu, agar kita segera
MENCAPAI FINISH. Dadu mutlak ada di tangan TUHAN, & kita hanya
bisa memilih, Apakah kita akan menyelesaiakan & berjalan sesaui
dengan perintahNYA? Atau kita akan tetap berdiam diri untuk menikmati
zona aman yang akan membuat kita tak bisa maju? Kehidupan itu memang
berat & penuh tantangan. Kadang rintangan itu membawa kita pada
kehancuran, tapi ingatlah bahwa di depan sana masih banyak tangga
yang akan membawa kita menuju BERKAT & KELIMPAHAN. MELANGKAHLAH
dengan PASTI, JANGAN KUATIR TERHADAP APAPUN JUGA... Bila kita
mengikut sertakan TUHAN dalam setiap rencana kita, maka semua yang
kita lakukan tak akan sia-sia, sebab TUHAN bekerja di dalam segala
perkara untuk mendatangkan kebaikan. RENCANA kita boleh INDAH, tapi
RENCANA TUHAN-lah yang TERINDAH. HIDUP kita mungkin baik-baik saja,
tapi HIDUP BERSAMA TUHAN LEBIH SEMPURNA. PEKERJAAN kita mungkin
MENJANJIKAN, tapi BERKAT TUHAN lah yang menjadikan kita KAYA.
KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang
HEBAT, tapi hanya BERSAMA TUHAN, kita menjadi LUAR BIASA. Sebab TUHAN
bukan hanya MENCUKUPI apa yang kita perlukan, tapi TUHAN memberi kita
dengan BERKELIMPAHAN. Katakan dengan IMAN, “aku+TUHAN = LUAR BIASA”
Haleluyah!!! “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam
segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi
Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”
(Roma 8:28). God bless you all.

No comments:
Post a Comment