Wednesday, 29 March 2017

29 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 29 – BANGKIT: Membangun Hidup yang Berarti (1 Korintus 3:9-17). Ayat 9: “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.” Ayat 10: “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” Ayat 17: “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” Ayat 18: “Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.” Ayat 19: “Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: 'Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.'” Melalui surat 1 Korintus Rasul Paulus telah meletakkan fondasi yang baik di Korintus (ayat 10). Namun tanggug jawab jemaat Korintus adalah membangun dengan cara yang benar dengan tidak meninggalkan Kristus ataupun FirmanNya. Supaya sungguh menjadi bait Allah yang kudus (ayat 17). Surat 1 Kor tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Korintus saat itu saja, tetapi buat kita semua sebagai anggota tubuh Kristus: Apakah kita mau membangun hidup yang berarti? Hidup sesuai dengan firmanNya? Hidup yang disempurnakan terus menerus dengan pimpinan dan hikmat dari Roh Kudus/firmanNya setiap hari? Sehingga kita sedang membangun hidup yang berarti: Membangun lebih dari yang kita lihat (You build more than you see) .

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 7 dan 8
PB: Kisah Para Rasul 25
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Xavier Quentin Pranata
Salah satu penyesalan terbesar dalam hidup adalah saat kita melewatinya begitu cepat sehingga lupa mencium harumnya bunga di perjalanan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 29 Maret 2017. TAKUT AKAN TUHAN. Bacaan: 2 Korintus 5:11-16. Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang... (2 Korintus 5:11). Ungkapan “takut akan Tuhan” menjadi salah satu ungkapan yang paling banyak disebut, diajarkan, ditulis, dan dikhotbahkan di kalangan orang Kristen. Topik yang sama juga banyak disebut dalam Alkitab sejak Perjanjian Lama karena Allah menginginkan setiap manusia, tidak hanya umat-Nya, menjalani kehidupan ini dengan takut akan Dia. Perkara yang sama disampaikan oleh Rasul Paulus dan Timotius ketika menulis surat yang kedua kepada umat Tuhan yang ada di Korintus. Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan. Rasul Paulus mengungkapkan hal ini setelah ia menerangkan mengenai pengadilan Kristus yang akan dialami oleh orang-orang percaya. Pengadilan yang akan menilai semua perbuatan semasa hidup seseorang, baik maupun jahat (ay. 10). Nah, ketika seseorang berkata bahwa ia takut akan Allah, aplikasi praktisnya adalah orang tersebut akan berhati-hati dalam menjalani hidupnya. Ia akan merasa segan untuk melakukan dosa karena rasa hormat kepada Allah, sekaligus karena menghargai pengorbanan Kristus. Rasa takut akan Allah juga akan mendorong umat Allah untuk bergegas menghampiri Tuhan, mengakui dosa-dosanya, memohon ampun, serta meminta pertolongan-Nya supaya kita dimampukan untuk menjalani hidup benar. Kesadaran atas hal ini akan membuat seseorang berhati-hati menjalani hidupnya, karena suatu saat nanti, ia akan berdiri di hadapan Sang Hakim yang menilai seluruh hidupnya. Penghakiman ilahi yang menakutkan bagi orang berdosa, tetapi menentramkan hati bagi mereka yang telah dibenarkan melalui karya salib Kristus. Kiranya kita dimampukan untuk menjalani hidup ini dengan kadar takut akan Allah yang semakin tinggi. TAKUT AKAN TUHAN BERAWAL DARI HATI YANG MENGASIHI DAN HORMAT AKAN DIA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Hakim-hakim 7-8 & Kisah Rasul 25.

Bp. Anto – Citraland
Tidak ada orang yang tidak berguna di dunia ini jika orang tersebut dapat meringankan “beban” orang lain --Charles Dickens. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya --Roma 15:1-2. Pepatah mengatakan: Tangan yang menolong orang lain adalah kepanjangan tangan dari tangan Tuhan. Tuhan memberi berkat kepada orang yang mau menolong orang lain.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
MENSYUKURI HIDUP. Hendaknya kita tetap bersyukur, sekalipun telah merasakan banyak Kekecewaan & Kepahitan dalam mengarungi samudera kehidupan. Itulah pengalaman terbaik yang akan semakin mendewasakan kita akan Realita & Hakekat Kehidupan. Bagaikan orang berlayar di samudera, betapa akan menjemukan kalo lautan itu selalu tenang saja, tak pernah bergelombang sama sekali. Justru menempuh perjalanan dalam gelombang itulah yang membuat kita sadar bahwa kita ini HIDUP. Kita harus berani Menghadapi & Mengatasi setiap bentuk terpaan gelombang, bahkan Hantaman ombak & terjangan badai sekalipun. Janganlah bersembunyi dalam kecengengan, apalagi dalam tangisan kekecewaan. Sebaliknya Tetap Bersemangat & Bersyukur, karena kita masih bisa menikmati indahnya mentari kehidupan. INGATLAH, MANUSIA HIDUP MATANG DALAM TEMPAAN PENGALAMAN HIDUP yang SERBA PAHIT. Orang akan menjadi BESAR oleh GEMBLENGAN KEPAHITAN HIDUP, Sebaliknya orang akan menjadi DUNGU & MALAS oleh MABUKNYA KEMANISAN HIDUP. KESUSAHAN & KEPRIHATINAN bisa membuat orang LEBIH BIJAKSANA dalam MENYIKAPI HIDUP, sebaliknya KESENANGAN & KEMAKMURAN terkadang membuat orang menjadi TUMPUL & LENGAH, karena itu Tetaplah Mensyukuri Hidup, Menyayangi Berkah, & Bersukacita Dalam Melewati Setiap Fase Kehidupan. ”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). God bless you all.

Bp. Suwandi Taruna
MAU BELI TUHAN”. Ada seorang anak kecil membawa uang 1 Dollar keluar masuk toko. Bolak-balik bertanya kepada pemilik toko: “Jual Tuhan tidak?” Semua pemilik toko mengusir dia... Menganggap anak ini hanya pembuat keonaran saja... Menjelang malam dia masuk ke toko yang ke 29, toko terakhir yang dia masuk. Seorang tua berumur sekitar 60-an tahun menerima dia dengan ramah, menanyakan kepada anak itu: “Nak namamu siapa? Kamu mau beli Tuhan buat apa? Coba kamu ceritakan!” Anak itu menjawab: “Nama saya Bondi. Sejak kecil ke 2 orang tua saya sudah meninggal. Paman sayalah yang merawat saya selama ini. Paman kerja di proyek. Beberapa hari yang lalu dia jatuh dari lantai 3. Sekarang koma di rumah sakit. Menurut dokter beliau itu sudah tidak punya harapan lagi, hanya TUHAN yang bisa menolongnya!” Dengan terisak isak si anak ini melanjutkan kisahnya... “Tuhan itu pasti 'OBAT AJAIB' maka itu saya mau beli Tuhan untuk menolong paman saya.” Mendengar cerita si Bondi, air mata orang tua itu berlinang. Dia berkata kepada Bondi “Nak di sini ada Tuhan dan kebetulan harganya 1 Dollar, tepat seperti uang yang kamu punya.” Dari lemarinya dikeluarkannya sebotol minuman yang ada tulisan “KASIH TUHAN.” Katanya: “Ambilah ini nak, Paman mu akan sembuh setelah minum ini.” Setelah mengucapkan terima-kasih, dengan membawa minuman itu si Bondi berlari ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Bondi berteriak-teriak: “Paman...paman... aku berhasil beli Tuhan. Setelah minum TUHAN, paman pasti sembuh!” Beberapa hari kemudian, ada 1 tim dokter rumah sakit terkenal datang ke rumah sakit itu dengan peralatan yang canggih merawat paman Bondi. Selang beberapa minggu kemudian, sembuhlah paman si Bondi. Ketika akan meninggalkan rumah sakit, begitu melihat tagihan perawatannya paman Bondi hampir pingsan membaca biayanya yang sangat besar. Namun pihak rumah sakit cepat-cepat berkata kepada paman BONDI: “Tidak usah kuatir. Semua sudah dibayar oleh seorang tua. Beliau itu dulu bos sebuah perusahaan besar. Setelah pensiun dia membeli 1 toko di daerah sini, usaha kecil-kecilan untuk kesibukan saja. Beliaulah yang memanggil tim dokter dan membiayai semuanya.” Mendengar penuturan pihak rumah sakit, paman dan Bondi buru-buru pergi ke toko orang tua itu. Menurut orang di sekitar sana, tokonya baru saja dijual dan beliau sedang jalan-jalan keluar negeri. Beberapa bulan kemudian, paman Bondi mendapat surat dari orang tua yang baik hati itu. Disuratnya tertulis: “Hai, Anda sangat beruntung punya keponakan si Bondi, dengan 1 Dollar Bondi pergi kemana-mana mau beli Tuhan untuk menolongmu. Dialah yang menyambung nyawa Anda. Tetapi Anda harus ingat: TUHAN sesungguhnya ada di HATI orang yang punya KASIH...?!” “Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” Morning all my friend. Jesus bless you all.

No comments:

Post a Comment