SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 29 – BANGKIT: Membangun Hidup yang Berarti (1
Korintus 3:9-17).
Ayat 9: “Karena
kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan
Allah.” Ayat
10: “Sesuai
dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai
seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang
lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus
memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” Ayat
17:
“Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan
membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu
ialah kamu.” Ayat 18: “Janganlah ada orang yang menipu dirinya
sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat
menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.”
Ayat 19: “Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.
Sebab ada tertulis: 'Ia yang menangkap orang berhikmat dalam
kecerdikannya.'” Melalui surat 1 Korintus Rasul Paulus telah
meletakkan fondasi yang baik di Korintus (ayat 10). Namun tanggug
jawab jemaat Korintus adalah membangun dengan cara yang benar dengan
tidak meninggalkan Kristus ataupun FirmanNya. Supaya sungguh menjadi
bait Allah yang kudus (ayat 17). Surat 1 Kor tidak hanya ditujukan
kepada jemaat di Korintus saat itu saja, tetapi buat kita semua
sebagai anggota tubuh Kristus: Apakah kita mau membangun hidup yang
berarti? Hidup sesuai dengan firmanNya? Hidup yang disempurnakan
terus menerus dengan pimpinan dan hikmat dari Roh Kudus/firmanNya
setiap hari? Sehingga kita sedang membangun hidup yang berarti:
Membangun lebih dari yang kita lihat (You build more than you see) .
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Hakim Hakim 7 dan 8
PB:
Kisah Para Rasul 25
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Xavier
Quentin Pranata
“Salah
satu penyesalan terbesar dalam hidup adalah saat kita melewatinya
begitu cepat sehingga lupa mencium harumnya bunga di perjalanan.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 29 Maret 2017. TAKUT AKAN TUHAN. Bacaan: 2 Korintus
5:11-16. Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami
berusaha meyakinkan orang... (2 Korintus 5:11). Ungkapan “takut
akan Tuhan” menjadi salah satu ungkapan yang paling banyak disebut,
diajarkan, ditulis, dan dikhotbahkan di kalangan orang Kristen. Topik
yang sama juga banyak disebut dalam Alkitab sejak Perjanjian Lama
karena Allah menginginkan setiap manusia, tidak hanya umat-Nya,
menjalani kehidupan ini dengan takut akan Dia. Perkara yang sama
disampaikan oleh Rasul Paulus dan Timotius ketika menulis surat yang
kedua kepada umat Tuhan yang ada di Korintus. Kami tahu apa artinya
takut akan Tuhan. Rasul Paulus mengungkapkan hal ini setelah ia
menerangkan mengenai pengadilan Kristus yang akan dialami oleh
orang-orang percaya. Pengadilan yang akan menilai semua perbuatan
semasa hidup seseorang, baik maupun jahat (ay. 10). Nah, ketika
seseorang berkata bahwa ia takut akan Allah, aplikasi praktisnya
adalah orang tersebut akan berhati-hati dalam menjalani hidupnya. Ia
akan merasa segan untuk melakukan dosa karena rasa hormat kepada
Allah, sekaligus karena menghargai pengorbanan Kristus. Rasa takut
akan Allah juga akan mendorong umat Allah untuk bergegas menghampiri
Tuhan, mengakui dosa-dosanya, memohon ampun, serta meminta
pertolongan-Nya supaya kita dimampukan untuk menjalani hidup benar.
Kesadaran atas hal ini akan membuat seseorang berhati-hati menjalani
hidupnya, karena suatu saat nanti, ia akan berdiri di hadapan Sang
Hakim yang menilai seluruh hidupnya. Penghakiman ilahi yang
menakutkan bagi orang berdosa, tetapi menentramkan hati bagi mereka
yang telah dibenarkan melalui karya salib Kristus. Kiranya kita
dimampukan untuk menjalani hidup ini dengan kadar takut akan Allah
yang semakin tinggi. TAKUT AKAN TUHAN BERAWAL DARI HATI YANG
MENGASIHI DAN HORMAT AKAN DIA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Hakim-hakim 7-8 & Kisah Rasul 25.
Bp.
Anto – Citraland
Tidak
ada orang yang tidak berguna di dunia ini jika orang tersebut dapat
meringankan “beban” orang lain --Charles Dickens. Kita, yang
kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan
kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita
harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk
membangunnya --Roma 15:1-2. Pepatah mengatakan: Tangan yang menolong
orang lain adalah kepanjangan tangan dari tangan Tuhan. Tuhan memberi
berkat kepada orang yang mau menolong orang lain.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MENSYUKURI
HIDUP. Hendaknya kita tetap bersyukur, sekalipun telah merasakan
banyak Kekecewaan & Kepahitan dalam mengarungi samudera
kehidupan. Itulah pengalaman terbaik yang akan semakin mendewasakan
kita akan Realita & Hakekat Kehidupan. Bagaikan orang berlayar di
samudera, betapa akan menjemukan kalo lautan itu selalu tenang saja,
tak pernah bergelombang sama sekali. Justru menempuh perjalanan dalam
gelombang itulah yang membuat kita sadar bahwa kita ini HIDUP. Kita
harus berani Menghadapi & Mengatasi setiap bentuk terpaan
gelombang, bahkan Hantaman ombak & terjangan badai sekalipun.
Janganlah bersembunyi dalam kecengengan, apalagi dalam tangisan
kekecewaan. Sebaliknya Tetap Bersemangat & Bersyukur, karena kita
masih bisa menikmati indahnya mentari kehidupan. INGATLAH, MANUSIA
HIDUP MATANG DALAM TEMPAAN PENGALAMAN HIDUP yang SERBA PAHIT. Orang
akan menjadi BESAR oleh GEMBLENGAN KEPAHITAN HIDUP, Sebaliknya orang
akan menjadi DUNGU & MALAS oleh MABUKNYA KEMANISAN HIDUP.
KESUSAHAN & KEPRIHATINAN bisa membuat orang LEBIH BIJAKSANA dalam
MENYIKAPI HIDUP, sebaliknya KESENANGAN & KEMAKMURAN terkadang
membuat orang menjadi TUMPUL & LENGAH, karena itu Tetaplah
Mensyukuri Hidup, Menyayangi Berkah, & Bersukacita Dalam Melewati
Setiap Fase Kehidupan. ”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab
itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1
Tesalonika 5:18). God bless you all.
Bp.
Suwandi Taruna
“MAU
BELI TUHAN”. Ada seorang anak kecil membawa uang 1 Dollar keluar
masuk toko. Bolak-balik bertanya kepada pemilik toko: “Jual Tuhan
tidak?” Semua pemilik toko mengusir dia... Menganggap anak ini
hanya pembuat keonaran saja... Menjelang malam dia masuk ke toko yang
ke 29, toko terakhir yang dia masuk. Seorang tua berumur sekitar
60-an tahun menerima dia dengan ramah, menanyakan kepada anak itu:
“Nak namamu siapa? Kamu mau beli Tuhan buat apa? Coba kamu
ceritakan!” Anak itu menjawab: “Nama saya Bondi. Sejak kecil ke 2
orang tua saya sudah meninggal. Paman sayalah yang merawat saya
selama ini. Paman kerja di proyek. Beberapa hari yang lalu dia jatuh
dari lantai 3. Sekarang koma di rumah sakit. Menurut dokter beliau
itu sudah tidak punya harapan lagi, hanya TUHAN yang bisa
menolongnya!” Dengan terisak isak si anak ini melanjutkan
kisahnya... “Tuhan itu pasti 'OBAT AJAIB' maka itu saya mau beli
Tuhan untuk menolong paman saya.” Mendengar cerita si Bondi, air
mata orang tua itu berlinang. Dia berkata kepada Bondi “Nak di sini
ada Tuhan dan kebetulan harganya 1 Dollar, tepat seperti uang yang
kamu punya.” Dari lemarinya dikeluarkannya sebotol minuman yang ada
tulisan “KASIH TUHAN.” Katanya: “Ambilah ini nak, Paman mu akan
sembuh setelah minum ini.” Setelah mengucapkan terima-kasih, dengan
membawa minuman itu si Bondi berlari ke rumah sakit. Sesampai di
rumah sakit Bondi berteriak-teriak: “Paman...paman... aku berhasil
beli Tuhan. Setelah minum TUHAN, paman pasti sembuh!” Beberapa hari
kemudian, ada 1 tim dokter rumah sakit terkenal datang ke rumah sakit
itu dengan peralatan yang canggih merawat paman Bondi. Selang
beberapa minggu kemudian, sembuhlah paman si Bondi. Ketika akan
meninggalkan rumah sakit, begitu melihat tagihan perawatannya paman
Bondi hampir pingsan membaca biayanya yang sangat besar. Namun pihak
rumah sakit cepat-cepat berkata kepada paman BONDI: “Tidak usah
kuatir. Semua sudah dibayar oleh seorang tua. Beliau itu dulu bos
sebuah perusahaan besar. Setelah pensiun dia membeli 1 toko di daerah
sini, usaha kecil-kecilan untuk kesibukan saja. Beliaulah yang
memanggil tim dokter dan membiayai semuanya.” Mendengar penuturan
pihak rumah sakit, paman dan Bondi buru-buru pergi ke toko orang tua
itu. Menurut orang di sekitar sana, tokonya baru saja dijual dan
beliau sedang jalan-jalan keluar negeri. Beberapa bulan kemudian,
paman Bondi mendapat surat dari orang tua yang baik hati itu.
Disuratnya tertulis: “Hai, Anda sangat beruntung punya keponakan si
Bondi, dengan 1 Dollar Bondi pergi kemana-mana mau beli Tuhan untuk
menolongmu. Dialah yang menyambung nyawa Anda. Tetapi Anda harus
ingat: TUHAN sesungguhnya ada di HATI orang yang punya KASIH...?!”
“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui
segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku
memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku
tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Kasih tidak
berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti;
pengetahuan akan lenyap.” Morning all my friend. Jesus bless you
all.

No comments:
Post a Comment