Friday, 31 March 2017

31 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 31 – BANGKIT: You Build More Than You See (Efesus 4:13). Kata PERTUMBUHAN dalam ayat 13 ini diterjemahkan dari istilah Yunani Hlikias didalam Perjanjian Baru, dipakai untuk meberikan gambaran pertumbuhan, baik untuk pertumbuhan jasmani, pertambahan umur menjadi lebih panjang. Rasul Paulus secara khusus menggunakan dalam pengertian pertumbuhan rohani jemaat khususnya jemaat di Efesus secara individu. Sampai kita semua telah mencapai mengungkapakan adanya proses pertumbuhan yang terjadi dan diindikasikan oleh pencapaian kualitas yang terdiri dari kesatuan iman pengetahuan yang benar tentang Allah dan Kedewasaan penuh yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Salah satu tujuan kesatuan iman dalam gereja Tuhan adalah supaya jemaat dapat bertumbuh dengan baik. Bangkit untuk bertumbuh bersama-sama yang pada akhirnya dapat membangun Tubuh Kristus. Bertumbuh/mengalamai PERTUMBUHAN itu merupakan hasil berbagai usaha, yaitu: 5P
P1 = Penyembahan : Punya Waktu pribadi untuk menyembah kepada Tuhan?
P2 = Persekutuan : Mempunyai ikatan dengan saudara-saudara seiman dalam KomSel?
P3 = Pemuridan : Sudahkah kita dimuridkan dan memuridkan?
P4 = Pelayananan : Sudahkah kita mengembangkan talenta karunia yang sudah Tuhan beri untuk melayani orang lain?
P5 = Penginjilan : Sudahkan kita mendapatkan pencerahan untuk memenuhi Visi Misi-Nya Tuhan menjangkau keluarga, rekan-rekan kita?
Karena itu selain membaca Alkitab, doa, menyembah P1 (#LoveTheBible) atau mengikuti kebaktian di hari Minggu, itu tidak cukup untuk mendorong kita BANGKIT/mengalami REVIVAL, tetapi kita perlu terlibat dalam Kelompok-Kelompok Kecil/Komsel = P2, mengikuti kelas-kelas pertumbuhan rohani = P3, terlibat pelayanan = P4, dan tidak lupa BERSAKSI pada keluarga, teman dan mereka yang belum mengenal Kristus = P5. Apakah kita sudah mengalami kebangkitan/REVIVAL ini?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 11 dan 12
PB: Kisah Para Rasul 27:1-26
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Anto – Citraland
Jika ada kesabaran, kegigihan dan kerja keras... maka tidak ada yang dapat menghalangi datangnya keberhasilan --Napoleon Hill. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya --Ams 10:4. Kesabaran dan kerajinan itu seperti iman... dapat memindahkan gunung --William Penn.

Madam Ossy
Jumat, 31 Maret 2017. Bacaan: Mazmur 34:12-15. Setahun: Rut 1-4. Nas: Carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya (Mazmur 34:15). Dari Diri Sendiri. Hampir semua orang merindukan damai. “Hampir”, karena banyak juga yang tidak menyukai damai. Bagi mereka, ketidakdamaian itu peluang untuk meraup keuntungan-keuntungan finansial, politis, dan lain-lain. Bahkan, derita sesama pun bisa mereka anggap keuntungan. Dalam sebuah lagu lama, Tika Bisono (penyanyi yang sekaligus psikolog itu) berkeluh kesah. “Damai, damai, damai, kapankah datangmu? Aku rinduuuuu . . . . . !”. Lagu itu mewakili kerinduan orang akan damai. Tetapi, di sana terasa ada ketakpastian tentang kapan damai akan datang. Bahkan, di sana tersirat pesimisme apakah damai akan sungguh datang. Tuhan bersabda, “Carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!”. Merindukan damai tentu saja baik. Tetapi, itu tak cukup. Damai harus dicari, damai harus diusahakan. Kehadiran damai harus diperjuangkan! Itu amat sulit karena banyak hal berat dipersyaratkan: Damai akan terwujud hanya jika tiap orang menghidupi relasi yang baik dengan sesama, dengan alam, dengan diri sendiri, dan dengan Tuhan. Kesulitan makin parah karena kita mudah mewajibkan pemenuhan syarat-syarat itu pada orang lain, dan membebaskan diri dari kewajiban itu. Dan, karena orang lain pun berpikir serupa, peluang terpenuhinya syarat-syarat itu makin tipis. Tak terelakkan, damai pun makin jauh. Tetapi, firman Tuhan di atas ditujukan kepada semua orang, kepada tiap orang, juga kepada kita. Maka, kita sendiri harus ikut menjadi pembawa damai: berjuang menerapkan syarat-syarat di atas, mulai dari diri kita sendiri -EE. Biarlah damai hadir di bumi. Dan biarlah itu dimulai dari saya –EE. BIARLAH DAMAI HADIR DI BUMI. DAN BIARLAH ITU DIMULAI DARI SAYA --SEYMOUR MILLER & JILL JACKSON.

Ibu Caroline – Bandung
DOA PAGI. Terima kasih BAPA atas hari baru dan harapan baru di pagi ini. Mampukan kami meraihnya dengan hati yang senantiasa ikhlas menerima segala perolehan kami, sehingga jiwa kami beroleh kelapangan dan kebahagiaan. Mampukan kami mengungkapkan rasa syukur tiada henti dan senantiasa berserah penuh kepadaMu, kiranya perjuangan kami hari ini boleh berbuah berkat hanya demi kemuliaan namaMu. Kami amenkan usaha dan perjuangan kami hari ini, Engkaupun akan memberkatinya. Terimakasih TUHAN. AMEN.

Xavier Quentin Pranata
Pelajaran tersulit untuk kita pelajari adalah mengenal diri sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment