SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 31 – BANGKIT: You Build More Than You See (Efesus
4:13).
Kata PERTUMBUHAN dalam ayat 13 ini diterjemahkan dari istilah Yunani
Hlikias
didalam Perjanjian Baru, dipakai untuk meberikan gambaran
pertumbuhan, baik untuk pertumbuhan jasmani, pertambahan umur menjadi
lebih panjang. Rasul Paulus secara khusus menggunakan dalam
pengertian pertumbuhan rohani jemaat khususnya jemaat di Efesus
secara individu. Sampai
kita semua telah mencapai
mengungkapakan adanya proses pertumbuhan yang terjadi dan
diindikasikan oleh pencapaian kualitas yang terdiri dari kesatuan
iman pengetahuan yang benar tentang Allah dan Kedewasaan penuh yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus. Salah satu tujuan kesatuan iman
dalam gereja Tuhan adalah supaya jemaat dapat bertumbuh dengan baik.
Bangkit untuk bertumbuh bersama-sama yang pada akhirnya dapat
membangun Tubuh Kristus. Bertumbuh/mengalamai PERTUMBUHAN itu
merupakan hasil berbagai usaha, yaitu: 5P
P1 =
Penyembahan : Punya Waktu pribadi untuk menyembah kepada Tuhan?
P2 =
Persekutuan : Mempunyai ikatan dengan saudara-saudara seiman dalam
KomSel?
P3 =
Pemuridan : Sudahkah kita dimuridkan dan memuridkan?
P4 =
Pelayananan : Sudahkah kita mengembangkan talenta karunia yang sudah
Tuhan beri untuk melayani orang lain?
P5 =
Penginjilan : Sudahkan kita mendapatkan pencerahan untuk memenuhi
Visi Misi-Nya Tuhan menjangkau keluarga, rekan-rekan kita?
Karena
itu selain membaca Alkitab, doa, menyembah P1 (#LoveTheBible) atau
mengikuti kebaktian di hari Minggu, itu tidak cukup untuk mendorong
kita BANGKIT/mengalami REVIVAL, tetapi kita perlu terlibat dalam
Kelompok-Kelompok Kecil/Komsel = P2, mengikuti kelas-kelas
pertumbuhan rohani = P3, terlibat pelayanan = P4, dan tidak lupa
BERSAKSI pada keluarga, teman dan mereka yang belum mengenal Kristus
= P5. Apakah kita sudah mengalami kebangkitan/REVIVAL ini?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Hakim Hakim 11 dan 12
PB:
Kisah Para Rasul 27:1-26
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp.
Anto – Citraland
Jika
ada kesabaran, kegigihan dan kerja keras... maka tidak ada yang dapat
menghalangi datangnya keberhasilan --Napoleon Hill. Tangan yang
lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya
--Ams 10:4. Kesabaran dan kerajinan itu seperti iman... dapat
memindahkan gunung --William Penn.
Madam
Ossy
Jumat,
31 Maret 2017. Bacaan: Mazmur 34:12-15. Setahun: Rut 1-4. Nas:
Carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya (Mazmur 34:15).
Dari Diri Sendiri. Hampir semua orang merindukan damai. “Hampir”,
karena banyak juga yang tidak menyukai damai. Bagi mereka,
ketidakdamaian itu peluang untuk meraup keuntungan-keuntungan
finansial, politis, dan lain-lain. Bahkan, derita sesama pun bisa
mereka anggap keuntungan. Dalam sebuah lagu lama, Tika Bisono
(penyanyi yang sekaligus psikolog itu) berkeluh kesah. “Damai,
damai, damai, kapankah datangmu? Aku rinduuuuu . . . . . !”. Lagu
itu mewakili kerinduan orang akan damai. Tetapi, di sana terasa ada
ketakpastian tentang kapan damai akan datang. Bahkan, di sana
tersirat pesimisme apakah damai akan sungguh datang. Tuhan bersabda,
“Carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!”. Merindukan
damai tentu saja baik. Tetapi, itu tak cukup. Damai harus dicari,
damai harus diusahakan. Kehadiran damai harus diperjuangkan! Itu amat
sulit karena banyak hal berat dipersyaratkan: Damai akan terwujud
hanya jika tiap orang menghidupi relasi yang baik dengan sesama,
dengan alam, dengan diri sendiri, dan dengan Tuhan. Kesulitan makin
parah karena kita mudah mewajibkan pemenuhan syarat-syarat itu pada
orang lain, dan membebaskan diri dari kewajiban itu. Dan, karena
orang lain pun berpikir serupa, peluang terpenuhinya syarat-syarat
itu makin tipis. Tak terelakkan, damai pun makin jauh. Tetapi, firman
Tuhan di atas ditujukan kepada semua orang, kepada tiap orang, juga
kepada kita. Maka, kita sendiri harus ikut menjadi pembawa damai:
berjuang menerapkan syarat-syarat di atas, mulai dari diri kita
sendiri -EE. Biarlah damai hadir di bumi. Dan biarlah itu dimulai
dari saya –EE. BIARLAH DAMAI HADIR DI BUMI. DAN BIARLAH ITU DIMULAI
DARI SAYA --SEYMOUR MILLER & JILL JACKSON.
Ibu
Caroline – Bandung
DOA
PAGI. Terima kasih BAPA atas hari baru dan harapan baru di pagi ini.
Mampukan kami meraihnya dengan hati yang senantiasa ikhlas menerima
segala perolehan kami, sehingga jiwa kami beroleh kelapangan dan
kebahagiaan. Mampukan kami mengungkapkan rasa syukur tiada henti dan
senantiasa berserah penuh kepadaMu, kiranya perjuangan kami hari ini
boleh berbuah berkat hanya demi kemuliaan namaMu. Kami amenkan usaha
dan perjuangan kami hari ini, Engkaupun akan memberkatinya.
Terimakasih TUHAN. AMEN.
Xavier
Quentin Pranata
“Pelajaran
tersulit untuk kita pelajari adalah mengenal diri sendiri.” Xavier
Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment