SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 23 – BANGKIT dengan Karakter SABAR (3).
Galatia 5:22-23, “22Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, KESABARAN,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan,
penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Kesabaran/makrothumia:
mengandung arti dapat menahan diri, tidak mudah menyerah, menaggung
sesuatu dengan tekun bahkan dimasa-masa yang sulit dan penuh tekanan
(Yak 5: 10). Sabar juga berarti menahan diri untuk tidak membalas
kesalahan orang lain (2 Tim 4:2). Tuhan Yesus memberikan teladan yang
sempurna tentang kesabaran. Bila Tuhan tidak sabar, dengan mudah Ia
dapat menghapuskan/menghancurkan semua orang yang berdosa di dunia
ini (Maz 86:15). Tuhan sabar terhadap semua orang yang berdosa agar
bertobat (Roma 2:4). Tuhan sabar menunda penghakimanNya (Yes 48:9).
Tuhan sabar mau mengampuni dan tetap menyertai (Nehemia 9:17). Orang
yang sabar digambarkan lebih dari seorang pahlawan dan orang yang
menguasai dirinya lebih dari seorang yang merebut kota
(Amsal 16:32). Adakah kita sudah bangkit dengan Karakter Sabar/salah
satu buah Roh itu ada dalam hidup kita?
(Gal 5:22-23). Kesabaran adalah menyambut tantangan sebagai kawan dan
membiarkannya menyempurnakan karakter kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yosua 13, 14, 15
PB:
Kisah Para Rasul 21:1-26
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBible
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
Kamis,
23 Maret 2017. Bacaan: Mazmur 103. Setahun: Hakim-Hakim 3-5. Nas:
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak
dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita (Mazmur
103:10). Efek Jera. Mengapa setelah KPK gencar menangkap dan
membongkar korupsi, masih saja ada pejabat yang tertangkap tangan
melakukan korupsi? Narapidana terperangkap pada kesalahan yang sama,
bahkan lebih canggih lagi, setelah keluar dari penjara? Kalau
ditelusuri, salah satu penyebabnya adalah karena hukuman yang
diterapkan kurang keras sehingga tidak ada efek jera. Namun pernahkah
Anda terpikir bahwa kalau saja Tuhan menjadi hakim yang adil tanpa
belas kasihan atas perbuatan kita, tak seorangpun diantara kita yang
tahan terhadap hukuman-Nya? Sebab jika setiap pelanggaran kita
terhadap perintah Allah dikenakan hukuman yang paling ringan
sekalipun, tak seorangpun akan sanggup melanjutkan hidupnya, dan
pasti akan binasa (Rm 6:23). Oleh kebaikan-Nya, kita ditebus dari
maut. Bahkan Tuhan melimpahkan kepada kita kasih setia dan rahmat
(ay. 4). Sungguh luar biasa! Kita yang telah ditebus memang tidak
lagi mengalami hukuman kekal. Meskipun demikian, Tuhan yang adil
tetap mendisiplin kita sebagaimana seorang ayah mendidik anaknya
dengan kasih (Ibr. 12:4-6). Pemazmur memang beberapa kali menyebut
tentang rasa takut akan TUHAN dalam kaitannya dengan orang-orang yang
TUHAN kasihi (ay. 11, 13, 17). Namun yang pemazmur tekankan adalah
ungkapan syukur karena TUHAN tidak memperhitungkan pelanggaran kita.
Jadi, kita tidak lagi berbuat dosa bukan karena jera akibat hukuman
yang sangat berat. Seharusnya, yang mencegah kita kembali berdosa
adalah gabungan antara rasa hormat, rasa syukur yang besar, dan kasih
kita kepada-Nya –HEM. KIRANYA KEBAIKAN TUHAN MENGAMPUNI DOSA JUSTRU
MEMBUAT KITA MAKIN TAKUT BERDOSA.
Xavier
Quentin Pranata
“Jangan
ngoyo untuk sesuatu yang mudah layu.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment