SURVIVAL
VS REVIVAL
Survival
x Revival Day 12 – Teladan Paulus Dalam Revival.
Ada banyak hal yang kita pelajari ketika kita membaca surat-surat
Rasul Paulus, khususnya kepada Timotius anak rohaninya (2 Tim 4:8).
Apa yang Paulus WARISKAN kepada generasi sesudahnya?
- Doa. Paulus sadar betul bahwa dasar pelaynannya adalah Kasih Karunia Tuhan semata, dengan tujuan agar rahmat Tuhan dinyatakan kepada dunia. Ia selalu membawa setiap pekerjaannya, orang-orang yang dilayani dalam doa (1 Tim 2:1-4). Mengingatkan kita untuk Bangkit: memelihara kehidupan doa kita, kita tidak akan berhasil tanpa perkenanan Tuhan .
- Bangkit untuk bertekun dalam Firman (teladan dalam perkataan & perbuatan)/2 Tim 1:13. Paulus sangat menginspirasi untuk kita bangkit tidak hanya dalm perkataan tetapi dalam Perbuatan .
- Pengharapan: Paulus tidak tawar hati ketika menghadapi berbagai masalah yang menghadang (ada pengharapan didalam kebagkitan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang percaya, 2 Tim 2:10) & pengharapan didalam janji Tuhan yang akan menyediakan upah pada waktuNya (2 Tim 4:8).
- Tekun: Pengharapan yang dimiliki Paulus menghasilkan ketekunan yang luar biasa (senantiasa bangkit/mengalami revival terus menerus/tidak mudah putus asa).
Ketekunan
Paulus mendorong kita juga untuk tetap bangkit/melakukan revival
sampai kelak kita menghadap kepadaNya. Aku telah mengakhiri
pertandingan yang baik. Aku telah mencapai garis akhir dan Aku telah
memelihara iman. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Ulangan 17, 18 & 19
PB:
Kisah Para Rasul 15:1-21
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
Minggu,
12 Maret 2017. Bacaan: Lukas 15:11-32. Setahun: Ulangan 32-34. Nas:
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan
terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa (Lukas 15:21).
Mengampuni Diri Sendiri. Seorang pemain sepakbola melakukan kesalahan
fatal yang mengakibatkan tim lawan mendapatkan sebuah gol. Ia sedih,
tapi sang kapten segera mendorong untuk melupakan kesalahan dan
menyemangatinya untuk bermain dengan lebih baik. Ia pun kemudian
bermain dengan segenap kemampuannya dan berhasil memenangkan
pertandingan. Kemampuan mengampuni diri sendiri adalah sesuatu yang
sangat penting. Dengannya, sebuah tragedi akan membuahkan hal-hal
yang indah. Tanpanya, sebuah tragedi akan membuahkan tragedi baru.
Ini pula yang terjadi pada keluarga dalam bacaan Alkitab hari ini. Si
bungsu sudah membawa tragedi pada keluarganya dengan pergi untuk
berfoya-foya. Tapi karena kasih ayahnya, ketika akhirnya ia pulang,
ayahnya langsung mengampuni dan bahkan membuatkan pesta untuknya.
Dapat kita bayangkan betapa menyesal dan malunya ia saat itu. Tapi
kalau ia berkubang dalam penyesalannya dan menolak pengampunan
ayahnya dengan melarikan diri lagi karena merasa malu, hati sang ayah
akan kembali hancur dan menghasilkan tragedi yang baru. Itu juga yang
akan terjadi kalau kita gagal mengampuni diri sendiri meski Tuhan
sebetulnya sudah mengampuni kita. Memang penting untuk menyadari
keberdosaan kita dan menyesalinya dengan mendalam. Tapi kita juga
harus ingat bahwa Tuhan setia mengampuni kalau kita sudah sungguh
menyesali kesalahan kita (1 Yoh. 1:9). Berdasarkan pengampunan-Nya
tersebut, Dia mengharapkan kita untuk dapat melangkah maju dan
merenda masa depan yang lebih baik, bukan untuk berkubang dalam
penyesalan tiada ujung –ALS. AMPUNILAH DIRI KITA SENDIRI SEBAB
TUHAN TELAH MENGAMPUNI KITA DAN MELANGKAHLAH MAJU MENUJU MASA DEPAN
YANG LEBIH BAIK.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
kita merasa tidak tahu apa-apa, Tuhan justru memberitahu banyak
perkara.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment