Sunday, 12 March 2017

12 Maret 2017

SURVIVAL VS REVIVAL




Survival x Revival Day 12 – Teladan Paulus Dalam Revival. Ada banyak hal yang kita pelajari ketika kita membaca surat-surat Rasul Paulus, khususnya kepada Timotius anak rohaninya (2 Tim 4:8). Apa yang Paulus WARISKAN kepada generasi sesudahnya?
  1. Doa. Paulus sadar betul bahwa dasar pelaynannya adalah Kasih Karunia Tuhan semata, dengan tujuan agar rahmat Tuhan dinyatakan kepada dunia. Ia selalu membawa setiap pekerjaannya, orang-orang yang dilayani dalam doa (1 Tim 2:1-4). Mengingatkan kita untuk Bangkit: memelihara kehidupan doa kita, kita tidak akan berhasil tanpa perkenanan Tuhan .
  2. Bangkit untuk bertekun dalam Firman (teladan dalam perkataan & perbuatan)/2 Tim 1:13. Paulus sangat menginspirasi untuk kita bangkit tidak hanya dalm perkataan tetapi dalam Perbuatan .
  3. Pengharapan: Paulus tidak tawar hati ketika menghadapi berbagai masalah yang menghadang (ada pengharapan didalam kebagkitan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang percaya, 2 Tim 2:10) & pengharapan didalam janji Tuhan yang akan menyediakan upah pada waktuNya (2 Tim 4:8).
  4. Tekun: Pengharapan yang dimiliki Paulus menghasilkan ketekunan yang luar biasa (senantiasa bangkit/mengalami revival terus menerus/tidak mudah putus asa).
Ketekunan Paulus mendorong kita juga untuk tetap bangkit/melakukan revival sampai kelak kita menghadap kepadaNya. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik. Aku telah mencapai garis akhir dan Aku telah memelihara iman. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SurvivalXRevivalSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Ulangan 17, 18 & 19
PB: Kisah Para Rasul 15:1-21
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 12 Maret 2017. Bacaan: Lukas 15:11-32. Setahun: Ulangan 32-34. Nas: Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa (Lukas 15:21). Mengampuni Diri Sendiri. Seorang pemain sepakbola melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan tim lawan mendapatkan sebuah gol. Ia sedih, tapi sang kapten segera mendorong untuk melupakan kesalahan dan menyemangatinya untuk bermain dengan lebih baik. Ia pun kemudian bermain dengan segenap kemampuannya dan berhasil memenangkan pertandingan. Kemampuan mengampuni diri sendiri adalah sesuatu yang sangat penting. Dengannya, sebuah tragedi akan membuahkan hal-hal yang indah. Tanpanya, sebuah tragedi akan membuahkan tragedi baru. Ini pula yang terjadi pada keluarga dalam bacaan Alkitab hari ini. Si bungsu sudah membawa tragedi pada keluarganya dengan pergi untuk berfoya-foya. Tapi karena kasih ayahnya, ketika akhirnya ia pulang, ayahnya langsung mengampuni dan bahkan membuatkan pesta untuknya. Dapat kita bayangkan betapa menyesal dan malunya ia saat itu. Tapi kalau ia berkubang dalam penyesalannya dan menolak pengampunan ayahnya dengan melarikan diri lagi karena merasa malu, hati sang ayah akan kembali hancur dan menghasilkan tragedi yang baru. Itu juga yang akan terjadi kalau kita gagal mengampuni diri sendiri meski Tuhan sebetulnya sudah mengampuni kita. Memang penting untuk menyadari keberdosaan kita dan menyesalinya dengan mendalam. Tapi kita juga harus ingat bahwa Tuhan setia mengampuni kalau kita sudah sungguh menyesali kesalahan kita (1 Yoh. 1:9). Berdasarkan pengampunan-Nya tersebut, Dia mengharapkan kita untuk dapat melangkah maju dan merenda masa depan yang lebih baik, bukan untuk berkubang dalam penyesalan tiada ujung –ALS. AMPUNILAH DIRI KITA SENDIRI SEBAB TUHAN TELAH MENGAMPUNI KITA DAN MELANGKAHLAH MAJU MENUJU MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK.

Xavier Quentin Pranata
Ketika kita merasa tidak tahu apa-apa, Tuhan justru memberitahu banyak perkara.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment