Saturday, 13 August 2016

13 Agustus 2016

INFLUENCED




Lukas 19:1-10. Perhatikan apa yang Yesus lakukan, Yesus berjalan terus melintasi kota Yerikho (ayat 1) ketika sedang melintas, berjalan persis ke bawah pohon itu &mengatakan kepada Zakheus bahwa IA hendak berkunjung ke rumahnya. Pada hari itu terjadi keselamatan didalam rumah itu. Ayat 9: Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Pada saat itu juga Zakheus bertobat dan menerima keselamatan dari Tuhan. Ketika Ia bertemu dengan Yesus: Hidupnya pun DIUBAHKAN selamanya, setiap usaha yang telah dilakukan dengan hati tulus (seperti Zakheus) untuk mendekat kepada-Nya akan memberi dampak yang positif bagi orang-orang di sekitarnya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah “diubahkan”/bertobat seperti Zakheus? Dan menjadi berkat “membagi-bagikan kekayaanNya”/ memberi dampak setelah kita diubahkan?

Xavier Quentin Pranata
“Kita berdandan habisan-habisan seringkali kita tujukan untuk orang lain dan bukan orang-orang yang kita sayangi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 Agustus 2016. Bagaikan Biji. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yohanes 12:24). Dari bangunan tiang beton dapur pastori kami tumbuh pohon beringin. Rupanya, ketika dilakukan pengecoran, biji beringin ikut tercampur ke dalam adonan semen, lalu mati, dan kemudian tumbuh tunas beringin baru, yang mampu menerobos bebatuan beton bertulang. Kami memotong batangnya, tapi beringin itu dapat tumbuh lagi. Perkataan Yesus ini menjadi contoh yang tepat dan kontekstual. Bukan hanya pada zaman-Nya. Kini dan kapan saja, di mana saja dan bagi siapa saja, orang masih dapat memahaminya, dan ucapan-Nya tidak menjadi usang. Melihat orang-orang Yunani datang kepada Filipus dan Andreas untuk berjumpa dengan-Nya, Yesus langsung menanggapi mereka. Dia memberitahukan tentang penderitaan dan kematian yang akan dialami-Nya, bagaikan biji gandum yang mati di tanah. Namun, kebangkitan-Nya pada hari ketiga bagaikan benih gandum mati yang hidup kembali, kemudian tumbuh, berbunga, dan berbuah lebat. Orang-orang yang percaya dan diselamatkan merupakan buah dari kematian dan kebangkitan-Nya. Sebab itu, setiap orang percaya haruslah berani meneladani Yesus, seperti biji gandum yang siap mati bagi Tuhan dan hidup kembali bersama Tuhan. Bertumbuh di tengah berbagai tantangan dan pencobaan seberat dan sekeras apa pun, agar iman bertumbuh dan berbuah lebat, menjadi berkat bagi sesama --Daniel Herry Iswanto/Renungan Harian. YESUS KRISTUS MENGUNDANG KITA UNTUK MATI, AGAR KITA HIDUP KEMBALI DAN MENJADI BERKAT. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Conselor (menjadi penasehat ajaib). Kita dapat mengatur dengan baik, dapat memberikan hikmat kepada orang lain, memberikan strategi, cetak baru yang Ilahi kepada orang-orang, mereka akan datang kepadamu selalu pergi bersama-sama, melakukan bersama-sama untuk berbagi. Ini adalah pemerintahan Tuhan untuk menjadikan orang lain sempurna. Katakan kepada orang lain apa yang ada didalam rohmu karena kita adalah manusia roh, kita adalah penasehat atas kota dan bangsa, kita punya Roh Kudus sebagai penasehat, menerima kebenaran dari Roh Kudus (Roma 8:14). Kita tidak bisa sendirian, perlu nasihat-nasihat dari orang yang terhubung dengan Roh Tuhan, jika kita sendiri maka akan error (Yehezkhiel 47:9-12). Sehingga kemana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab kemana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan kemana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Karena di dalam Dia ada hidup. Amin... Happy weekend, happy day with your family. JBU all.

No comments:

Post a Comment