INFLUENCED
Matius
5:13-16. Ayat 16: “Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Langkah-langkah praktis yang perlu
kita praktikkan (hak dan kewajiban) kita sebagai terang dan garam dunia adalah
berfungsi/membawa pengaruh positif bagi sekeliling kita supaya kita tidak
terisolasi (ditutup gantang) & janganlah kita tidak berfungsi karena pasif
sehingga tidak menunjukkan PERBUATAN BAIK didepan orang (akan membuka pintu
agar kasih Kristus mengubah kehidupan orang-orang yang ada di sekeliling kita).
Dengan cara inilah: Bapa kita dimuliakan. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Fil 4:19 –
ALLAHku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-NYA
dalam Kristus Yesus! Wow... Jangan takut jalani hidup ini. YESUS menjamin hidup
kita. Pasti ditolong dan diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat,19 Agustus 2016. Bernyanyilah bagi DIA. Bernyanyilah bagi Allah,
mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi
awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! (Mazmur 68:5).
Orang percaya tentu tidak asing dengan memuji Tuhan. Bernyanyi menjadi aspek
penting dalam ibadah kita. Apa jadinya jika nyanyian dan kemampuan untuk
bernyanyi tidak ada? Dengan indah ahli bahasa Otto Jespersen berkata, “Manusia
mencurahkan hatinya dengan nyanyian jauh sebelum ia bisa mengungkapkan
pikirannya dengan kata-kata.” Jujur saja, hidup akan begitu hampa dan kering
jika Tuhan tidak memberi manusia kemampuan ini. Raja Daud dalam ayat hari ini
menegaskan agar kita bernyanyi bagi sang Pencipta. Tanpa hadirat Tuhan,
musuh-musuh tak bisa dikalahkan dengan kekuatan Daud sendiri. “Allah bangkit,
maka terseraklah musuh-musuh-Nya” (ay. 2). Daud memuliakan nama Tuhan, yang
sudah menumpas lawan-lawan, dengan nyanyian dan pujian. Daud mengucap syukur
dengan mempersembahkan banyak hal, termasuk di dalamnya puji-pujian bagi sang
Mahakuasa. Bernyanyi adalah berkat besar yang disingkapkan Tuhan bagi kita. Ini
merupakan satu karunia dasar yang kapan pun kita bisa hadirkan bagi Tuhan.
Sebagai ciptaan-Nya, kita patut memberi kemuliaan atas segala kebaikan yang
telah Dia berikan. Saat kita belum mampu memuliakan Tuhan dengan cara lain,
bernyanyi adalah bentuk sederhana memuliakan Tuhan. Sebaliknya, saat mampu memberi
harta, waktu, dan tenaga sebagai wujud ucapan syukur, kita juga tidak boleh
lupa untuk menyembah Dia dengan puji-pujian. Bernyanyilah bagi Tuhan, sebab Dia
layak! --Natan Setiawan Gultom. MULIAKANLAH TUHAN DENGAN SEGALA HAL YANG KITA
MILIKI, TERMASUK DENGAN NYANYIAN DAN PUJIAN! Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Cita-cita tanpa
tindakan nyata hanya angan-angan saja.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
2 Raja-Raja 3:16
“Beginilah firman Tuhan: Biarlah di
lembah ini dibuat parit-parit,” Berkat dan pertolongan Tuhan seringkali datang
justru pada saat harapan sepertinya tidak ada lagi dan secara logika manusia
mengatakan itu sudah tak mungkin. Kesembuhan sering terjadi justru pada saat
semua dokter mengangkat tangan dan mengatakan bahwa sakitnya sudah tidak dapat
disembuhkan, apa pun caranya. Mujizat Tuhan inilah yang sering membuat orang
terpesona akan kebesaran dan keajaiban Tuhan. Kalau dokter berkata bahwa
penyakit itu masih bisa disembuhkan, apa istimewanya kesembuhan yang dilakukan
Tuhan? Sudah pasti jalan Tuhan selalu heran dan ajaib. Dia punya banyak cara
untuk menolong umatNya, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat.
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,...” (Pengkotbah 3:11). Berkat dan pertolongan
Tuhan datang secara ajaib, tak perlu kita reka-reka atau pikirkan caraNya.
Cukup percaya dan beriman saja! Walaupun tak ada angin dan tak ada mendung
Tuhan sanggup mencurahkan hujan lebat memenuhi semua parit kita sampai
berlimpah. Mengalami pertolongan Tuhan adalah harapan kita semua, Kuncinya
adalah taat saja. Gbu.

No comments:
Post a Comment