Friday, 19 August 2016

19 Agustus 2016

INFLUENCED






Matius 5:13-16. Ayat 16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Langkah-langkah praktis yang perlu kita praktikkan (hak dan kewajiban) kita sebagai terang dan garam dunia adalah berfungsi/membawa pengaruh positif bagi sekeliling kita supaya kita tidak terisolasi (ditutup gantang) & janganlah kita tidak berfungsi karena pasif sehingga tidak menunjukkan PERBUATAN BAIK didepan orang (akan membuka pintu agar kasih Kristus mengubah kehidupan orang-orang yang ada di sekeliling kita). Dengan cara inilah: Bapa kita dimuliakan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Fil 4:19 – ALLAHku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-NYA dalam Kristus Yesus! Wow... Jangan takut jalani hidup ini. YESUS menjamin hidup kita. Pasti ditolong dan diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat,19 Agustus 2016. Bernyanyilah bagi DIA. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! (Mazmur 68:5). Orang percaya tentu tidak asing dengan memuji Tuhan. Bernyanyi menjadi aspek penting dalam ibadah kita. Apa jadinya jika nyanyian dan kemampuan untuk bernyanyi tidak ada? Dengan indah ahli bahasa Otto Jespersen berkata, “Manusia mencurahkan hatinya dengan nyanyian jauh sebelum ia bisa mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata.” Jujur saja, hidup akan begitu hampa dan kering jika Tuhan tidak memberi manusia kemampuan ini. Raja Daud dalam ayat hari ini menegaskan agar kita bernyanyi bagi sang Pencipta. Tanpa hadirat Tuhan, musuh-musuh tak bisa dikalahkan dengan kekuatan Daud sendiri. “Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya” (ay. 2). Daud memuliakan nama Tuhan, yang sudah menumpas lawan-lawan, dengan nyanyian dan pujian. Daud mengucap syukur dengan mempersembahkan banyak hal, termasuk di dalamnya puji-pujian bagi sang Mahakuasa. Bernyanyi adalah berkat besar yang disingkapkan Tuhan bagi kita. Ini merupakan satu karunia dasar yang kapan pun kita bisa hadirkan bagi Tuhan. Sebagai ciptaan-Nya, kita patut memberi kemuliaan atas segala kebaikan yang telah Dia berikan. Saat kita belum mampu memuliakan Tuhan dengan cara lain, bernyanyi adalah bentuk sederhana memuliakan Tuhan. Sebaliknya, saat mampu memberi harta, waktu, dan tenaga sebagai wujud ucapan syukur, kita juga tidak boleh lupa untuk menyembah Dia dengan puji-pujian. Bernyanyilah bagi Tuhan, sebab Dia layak! --Natan Setiawan Gultom. MULIAKANLAH TUHAN DENGAN SEGALA HAL YANG KITA MILIKI, TERMASUK DENGAN NYANYIAN DAN PUJIAN! Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Cita-cita tanpa tindakan nyata hanya angan-angan saja.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
2 Raja-Raja 3:16 “Beginilah firman Tuhan:  Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit,” Berkat dan pertolongan Tuhan seringkali datang justru pada saat harapan sepertinya tidak ada lagi dan secara logika manusia mengatakan itu sudah tak mungkin. Kesembuhan sering terjadi justru pada saat semua dokter mengangkat tangan dan mengatakan bahwa sakitnya sudah tidak dapat disembuhkan, apa pun caranya. Mujizat Tuhan inilah yang sering membuat orang terpesona akan kebesaran dan keajaiban Tuhan. Kalau dokter berkata bahwa penyakit itu masih bisa disembuhkan, apa istimewanya kesembuhan yang dilakukan Tuhan? Sudah pasti jalan Tuhan selalu heran dan ajaib. Dia punya banyak cara untuk menolong umatNya, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,...”  (Pengkotbah 3:11). Berkat dan pertolongan Tuhan datang secara ajaib, tak perlu kita reka-reka atau pikirkan caraNya. Cukup percaya dan beriman saja! Walaupun tak ada angin dan tak ada mendung Tuhan sanggup mencurahkan hujan lebat memenuhi semua parit kita sampai berlimpah. Mengalami pertolongan Tuhan adalah harapan kita semua, Kuncinya adalah taat saja. Gbu.

No comments:

Post a Comment