Saturday, 27 August 2016

27 Agustus 2016

INFLUENCED






Efesus 4:15-16, “Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Kebenaran adalah dasar & apapun yang dibangun diatasnya akan berdiri teguh. Tetapi menyatakan kebenaran HARUS disertai HATI yang penuh KASIH, motivasi untuk membangun orang tersebut, orang hanya peduli pada apa yang kita katakan bila kita yakin bahwa kita peduli kepada mereka. Seluruh jemaat anggota tubuh sebuah gereja lokal harus bertumbuh dan berfungsi bersama-sama. Caranya yaitu dengan “makan” Firman Tuhan dan membuat anggota tubuh bekerja dengan saling melayani. Ayat 16: “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,-- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap- tiap anggota-- menerima PERTUMBUHANnya dan membangun dirinya dalam kasih.” Ukur pertumbuhan kita masing-masing: Apakah FIRMAN sudah menjadi makanan kita sehari-hari? Apakah waktu bersama DIA dalam doa, baca Alkitab dan menyembah sudah menjadi gaya hidup kita? Apakah kita setia dalam menghadiri ibadah setiap minggu? Sudahkah kita bersaksi dan terlibat dalam pelayanan. Sudahkah kita setia dalam Perpuluhan? Apakah kita sudah terlibat dalam Komsel? Dan gaya hidup seperti apa yang kita miliki?

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 27 Agustus 2016. JANGAN MENAHAN KEBAIKAN. Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Matius 5:13). Konon di Sidon, Lebanon Selatan, ada seorang pedagang yang menimbun garam di dalam puluhan gudang. Timbunan garam itu ditumpuk menggunung di atas tanah tanpa alas apa pun. Setelah bertahun-tahun, garam yang disimpan di dalam gudang itu rusak semua. Kelembaban telah memisahkan natrium dari klorida, dan itu menyebabkan garam tidak lagi asin. Kejadian itu menunjukkan bahwa ternyata garam bisa menjadi tawar, tidak lagi memberi kebaikan kepada manusia. Kisah di Sidon itu mengajarkan satu prinsip penting: Jangan menahan kebaikan. Yesus menyamakan kita dengan garam. Dia tahu, seperti garam yang memberikan kebaikan, kita adalah pribadi yang dirancang Tuhan untuk kebaikan. "Takdir" kita adalah menggarami kehidupan ini dengan berbuat baik. Namun, kebaikan akan rusak bila terus-menerus disekap dalam sikap hati yang mementingkan diri sendiri. Ketika hasrat mementingkan diri sendiri begitu kuat, kita cenderung menampik orang lain. Kita menahan kebaikan untuk merahmati orang lain. Kita membentangkan jarak, dan orang-orang akan menjauh dari kita. Anehnya, suatu hari justru kita yang merasa telah ditinggalkan, diabaikan, tidak dibutuhkan, dan bukan siapa-siapa bagi orang lain. Saat itulah kita akan merasa seperti garam yang tawar, tidak berguna lagi selain dibuang dan diinjak orang di jalan. Mari merenungkan sikap hati kita, segeralah bertindak: Jangan lagi menahan kebaikan Anda, untuk alasan apa pun --Agus Santosa. JANGAN MENAMPIK UNTUK MENJADI SEBUTIR GARAM YANG MERAHMATI ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Kita naik kelas dalam sekolah kehidupan saat kita bisa memetik pelajaran dari setiap kejadian.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Setiap kali kita melihat seseorang yang sudah layaknya buluh yang patah terkulai, mari jangan menyerah. Sumbu yang pudar nyalanya bukan berarti pasti mati. Orang yang penuh dengan kelemahan dan dosa, tidak menandakan bahwa ia tak mungkin berbalik arah. Teruslah berdoa bagi mereka, bahkan beri kesempatan pada mereka. Nantikan Tuhan mengubah hidupnya. Matius 12:20, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” Sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu datang silih berganti. Tetapi kabar baiknya adalah, Tuhan mengerti kesulitan kita. Dia mendengar segala teriakan, rintihan dan keluh kesah kita dan sangat peduli terhadap itu semua. Yesus sendiri berkata: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). God Bless You.

No comments:

Post a Comment