INFLUENCED
Efesus 4:15-16, “Tetapi
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Kebenaran adalah
dasar & apapun yang dibangun diatasnya akan berdiri teguh. Tetapi
menyatakan kebenaran HARUS disertai HATI yang penuh KASIH, motivasi untuk
membangun orang tersebut, orang hanya peduli pada apa yang kita katakan bila
kita yakin bahwa kita peduli kepada mereka. Seluruh jemaat anggota tubuh sebuah
gereja lokal harus bertumbuh dan berfungsi bersama-sama. Caranya yaitu dengan “makan”
Firman Tuhan dan membuat anggota tubuh bekerja dengan saling melayani. Ayat 16:
“Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,-- yang rapih tersusun dan diikat menjadi
satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap- tiap
anggota-- menerima PERTUMBUHANnya dan membangun dirinya dalam kasih.” Ukur
pertumbuhan kita masing-masing: Apakah FIRMAN sudah menjadi makanan kita
sehari-hari? Apakah waktu bersama DIA dalam doa, baca Alkitab dan menyembah
sudah menjadi gaya hidup kita? Apakah kita setia dalam menghadiri ibadah setiap
minggu? Sudahkah kita bersaksi dan terlibat dalam pelayanan. Sudahkah kita
setia dalam Perpuluhan? Apakah kita sudah terlibat dalam Komsel? Dan gaya hidup
seperti apa yang kita miliki?
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 27 Agustus 2016. JANGAN MENAHAN KEBAIKAN. Kamu adalah garam dunia. Jika
garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya
selain dibuang dan diinjak orang (Matius 5:13). Konon di Sidon, Lebanon
Selatan, ada seorang pedagang yang menimbun garam di dalam puluhan gudang.
Timbunan garam itu ditumpuk menggunung di atas tanah tanpa alas apa pun.
Setelah bertahun-tahun, garam yang disimpan di dalam gudang itu rusak semua.
Kelembaban telah memisahkan natrium dari klorida, dan itu menyebabkan garam
tidak lagi asin. Kejadian itu menunjukkan bahwa ternyata garam bisa menjadi
tawar, tidak lagi memberi kebaikan kepada manusia. Kisah di Sidon itu
mengajarkan satu prinsip penting: Jangan menahan kebaikan. Yesus menyamakan
kita dengan garam. Dia tahu, seperti garam yang memberikan kebaikan, kita
adalah pribadi yang dirancang Tuhan untuk kebaikan. "Takdir" kita
adalah menggarami kehidupan ini dengan berbuat baik. Namun, kebaikan akan rusak
bila terus-menerus disekap dalam sikap hati yang mementingkan diri sendiri.
Ketika hasrat mementingkan diri sendiri begitu kuat, kita cenderung menampik
orang lain. Kita menahan kebaikan untuk merahmati orang lain. Kita
membentangkan jarak, dan orang-orang akan menjauh dari kita. Anehnya, suatu
hari justru kita yang merasa telah ditinggalkan, diabaikan, tidak dibutuhkan,
dan bukan siapa-siapa bagi orang lain. Saat itulah kita akan merasa seperti
garam yang tawar, tidak berguna lagi selain dibuang dan diinjak orang di jalan.
Mari merenungkan sikap hati kita, segeralah bertindak: Jangan lagi menahan
kebaikan Anda, untuk alasan apa pun --Agus Santosa. JANGAN MENAMPIK UNTUK
MENJADI SEBUTIR GARAM YANG MERAHMATI ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Kita naik kelas
dalam sekolah kehidupan saat kita bisa memetik pelajaran dari setiap kejadian.”
Xavier Quentin Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Setiap kali kita
melihat seseorang yang sudah layaknya buluh yang patah terkulai, mari jangan
menyerah. Sumbu yang pudar nyalanya bukan berarti pasti mati. Orang yang penuh
dengan kelemahan dan dosa, tidak menandakan bahwa ia tak mungkin berbalik arah.
Teruslah berdoa bagi mereka, bahkan beri kesempatan pada mereka. Nantikan Tuhan
mengubah hidupnya. Matius 12:20, “Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai
Ia menjadikan hukum itu menang.” Sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu
datang silih berganti. Tetapi kabar baiknya adalah, Tuhan mengerti kesulitan
kita. Dia mendengar segala teriakan, rintihan dan keluh kesah kita dan sangat
peduli terhadap itu semua. Yesus sendiri berkata: “Marilah kepadaKu, semua yang
letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius
11:28). God Bless You.

No comments:
Post a Comment