INFLUENCED
Perhatiakan
Sesamamu. Rasul Paulus menemukan bahwa seluruh
hukum Allah dapat dirangkum menjadi 1 Perintah: (Galatia 5:14) “Sebab
seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri!‘” Roma 13:9b, “Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri!” Dalam Kristus, Rasul Paulus tidak hanya
menemukan alasan untuk menyemangati, menghibur tetapi juga memperhatikan dan
mengasihi sesama. Bagaimana dengan kita? Apakah Kasih kita hanya untuk
orang-orang yang mengasihi kita saja? Lukas 6:32, “Dan jikalau kamu
mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang
berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.” Tuhan tolong
kami untuk peduli kepada sesama, ajar kami untuk mengasihi orang lain, bukalah
mata hati kami untuk melihat ada banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasihMu
melalui kami. Amin.
GNCC
Mazmur 119:105,
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Kita membaca
Alkitab, beribadah dan mendengarkan Firman bukan sebagai tugas keagamaan,
tetapi untuk mengajar kita bagaimana menghidupi kehidupan ini. Selamat
beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #gncc #ibad.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 119:105 –
Firman-MU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku! Firman TUHAN membuat
kita punya tuntunan, kepastian dan masa depan yang cerah. Ayoo baca dan dengar
firman-NYA. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Xavier
Quentin Pranata
“Harta paling
berharga yang harus kita jaga adalah keluarga, dimulai dari pasangan kita.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 7 Agustus 2016. Kedewasaan. Pula kata Daud: “‘TUHAN yang telah
melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan
melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.‘ Kata Saul kepada Daud:
‘Pergilah! TUHAN menyertai engkau‘” (I Samuel 17:37). Banyak orang mengira
kedewasaan adalah hasil alami dari penuaan. Namun, benarkah umur menentukan
kedewasaan? Bisa ya, bisa tidak. Kedewasaan tidak selalu bertumbuh seiring
dengan bertambahnya usia. Orang dewasa adalah mereka yang mau belajar dari
kegagalan, dapat dipercaya, dan memiliki emosi yang kuat sekaligus mental yang
stabil dalam menghadapi kesulitan hidup. Waktu Daud maju berperang melawan
Goliat, usianya masih sangat muda. Perawakannya masih kecil sehingga memakai
baju perang pun ia kesulitan. Meskipun masih muda, Daud sudah dewasa. Ia paham
Goliat adalah masalah besar yang harus segera dibereskan. Sudah 40 hari lamanya
Goliat melemahkan mental barisan tentara Allah dan menantang Allah. Daud
memutuskan pergi melawan Goliat (ay. 32). Sangat berbeda dengan sikap Saul dan
barisan tentara Israel yang memilih mendiamkan saja, padahal mereka setiap hari
dihina. Apakah Daud dewasa secara tiba-tiba? Tidak. Pengalamannya selama
menggembalakan domba membuatnya belajar dari kegagalan, memperoleh keberanian,
beriman kepada Tuhan, dan mau menghadapi tantangan hidup. Kedewasaan membuat
Daud memilih bertindak, bukan hanya diam. Kita tentulah rindu menjadi orang
Kristen yang dewasa, sanggup mencerna makanan keras, dan tidak mengeluh saat
menghadapi berbagai kesulitan hidup. Proses menjadi dewasa merupakan hal
penting dalam kekristenan. Itu berarti kita berkembang jadi orang Kristen yang
penuh pengalaman seperti Daud dan berani bertindak serupa dengan Kristus
--Richard Try Gunadi/Renungan Harian. ORANG KRISTEN YANG SEHAT ADALAH ORANG
KRISTEN YANG BERTUMBUH SEMAKIN DEWASA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat
melayani.

No comments:
Post a Comment