Sunday, 7 August 2016

7 Agustus 2016

INFLUENCED






Perhatiakan Sesamamu. Rasul Paulus menemukan bahwa seluruh hukum Allah dapat dirangkum menjadi 1 Perintah: (Galatia 5:14) “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!‘” Roma 13:9b, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Dalam Kristus, Rasul Paulus tidak hanya menemukan alasan untuk menyemangati, menghibur tetapi juga memperhatikan dan mengasihi sesama. Bagaimana dengan kita? Apakah Kasih kita hanya untuk orang-orang yang mengasihi kita saja? Lukas 6:32, “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.” Tuhan tolong kami untuk peduli kepada sesama, ajar kami untuk mengasihi orang lain, bukalah mata hati kami untuk melihat ada banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasihMu melalui kami. Amin.

GNCC
Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Kita membaca Alkitab, beribadah dan mendengarkan Firman bukan sebagai tugas keagamaan, tetapi untuk mengajar kita bagaimana menghidupi kehidupan ini. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #gncc #ibad.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 119:105 – Firman-MU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku! Firman TUHAN membuat kita punya tuntunan, kepastian dan masa depan yang cerah. Ayoo baca dan dengar firman-NYA. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Xavier Quentin Pranata
“Harta paling berharga yang harus kita jaga adalah keluarga, dimulai dari pasangan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 7 Agustus 2016. Kedewasaan. Pula kata Daud: “‘TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.‘ Kata Saul kepada Daud: ‘Pergilah! TUHAN menyertai engkau‘” (I Samuel 17:37). Banyak orang mengira kedewasaan adalah hasil alami dari penuaan. Namun, benarkah umur menentukan kedewasaan? Bisa ya, bisa tidak. Kedewasaan tidak selalu bertumbuh seiring dengan bertambahnya usia. Orang dewasa adalah mereka yang mau belajar dari kegagalan, dapat dipercaya, dan memiliki emosi yang kuat sekaligus mental yang stabil dalam menghadapi kesulitan hidup. Waktu Daud maju berperang melawan Goliat, usianya masih sangat muda. Perawakannya masih kecil sehingga memakai baju perang pun ia kesulitan. Meskipun masih muda, Daud sudah dewasa. Ia paham Goliat adalah masalah besar yang harus segera dibereskan. Sudah 40 hari lamanya Goliat melemahkan mental barisan tentara Allah dan menantang Allah. Daud memutuskan pergi melawan Goliat (ay. 32). Sangat berbeda dengan sikap Saul dan barisan tentara Israel yang memilih mendiamkan saja, padahal mereka setiap hari dihina. Apakah Daud dewasa secara tiba-tiba? Tidak. Pengalamannya selama menggembalakan domba membuatnya belajar dari kegagalan, memperoleh keberanian, beriman kepada Tuhan, dan mau menghadapi tantangan hidup. Kedewasaan membuat Daud memilih bertindak, bukan hanya diam. Kita tentulah rindu menjadi orang Kristen yang dewasa, sanggup mencerna makanan keras, dan tidak mengeluh saat menghadapi berbagai kesulitan hidup. Proses menjadi dewasa merupakan hal penting dalam kekristenan. Itu berarti kita berkembang jadi orang Kristen yang penuh pengalaman seperti Daud dan berani bertindak serupa dengan Kristus --Richard Try Gunadi/Renungan Harian. ORANG KRISTEN YANG SEHAT ADALAH ORANG KRISTEN YANG BERTUMBUH SEMAKIN DEWASA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani.

No comments:

Post a Comment