INFLUENCED
Efesus 4:16, “Dari
pada-Nyalah seluruh tubuh,-- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh
pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap- tiap anggota--
menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Salah satu
bukti “kedewasaan” adalah KEMAMPUAN untuk BEKERJA SAMA. Sebagai anggota tubuh,
kita terikat satu dengan yang lain, apa yang kita lakukan MEMBERI DAMPAK pada
anggota yang lain & kita membutuhkan satu dengan yang lain. Setiap orang
percaya tidak peduli betapa lemah atau tidak penting kelihatannya,memiliki
pelayanan yang dapat ia berikan untuk orang lain. Tubuh BERTUMBUH bila semua
anggotanya BERTUMBUH.bila salah satu bagian tubuh saja yang BERTUMBUH (contoh:
hanya tangannya saja yang bertumbuh, sedangkan anggota tubuh yang lain masih
“seperti anak kecil”) maka akan terlihat aneh & tidak normal. Demikian juga,
bila hanya 60% saja anggota tubuh yang berfungsi, maka orang tersebut akan
mengalami kelumpuhan. Karena itu seluruh jemaat, anggota tubuh sebuah gereja
lokal, harus BERTUMBUH dan BERFUNGSI bersama-sama. Caranya yaitu makan &
NIKMATI firman Tuhan & membuat
anggota tubuh “BEKERJA” dengan saling melayani. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 34:20 –
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu!
Wow... Tak usah kuatir. Pasti kita lebih dari PEMENANG. Ayoo bangkitkan iman kita.
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat malam,
kita bisa memilih untuk melihat bintang yang gemerlapan atau langit yang
kelam.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 28 Agustus 2016. HAMBATAN MENTAL. Perkataan ini benar dan patut
diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan
orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius
1:15). Seekor gajah sirkus patuh pada pawangnya. Ia mengangkat kedua kaki
depan, menendang bola, berguling-guling, juga memijit si pawang. Ia tidak
memberontak sekalipun tidak ada tali yang mengikatnya. Kalau ia mau menolak,
tentu bukan hal sulit baginya. Cukup dengan melilitkan belalainya, manusia
pasti kalah. Tetapi, ia tidak melakukannya karena telah dilatih untuk tidak
melepaskan diri. Pikiran kita dapat terhambat secara psikologis. Hambatan ini
dapat muncul dari pengalaman hidup atau pergaulan yang keliru, trauma masa
lalu, luka batin, pengalaman buruk pada masa kecil, cara pandang yang keliru,
atau pembelajaran dan pendidikan yang tidak tepat. Kemunculannya bisa berupa
kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara, kesulitan mengaktualisasikan diri,
juga dalam bentuk sindroma rendah diri. Hambatan serupa juga bisa terjadi dalam
kehidupan rohani. Masa lalu yang kelam sering membuat kita merasa tak layak di
hadapan Tuhan sekalipun kita sudah bertobat. Iman kita jadi sulit bertumbuh.
Kita perlu belajar dari Paulus yang oleh imannya kepada Tuhan menjadi bebas
dari hambatan mental. Ia mengakui latar belakang hidupnya yang kelabu karena
pernah menjadi penganiaya jemaat Allah. Tetapi Paulus juga mengakui bahwa Yesus
Kristus menguatkannya, menganggapnya setia, dan memberi kepercayaan untuk
terlibat dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Yesus mengasihinya sebagai
orang yang paling berdosa dan telah menunjukkan kesabaran-Nya. Bagaimana dengan
kita? --Endang B. Lestari. TERUS MENGINGAT DOSA MASA LALU SETELAH BERTOBAT SAMA
HALNYA MENGANGGAP SEPI KEMURAHAN ALLAH. Selamat pagiiii saudaraku. Semangat
beribadah. Semangat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment