Sunday, 28 August 2016

28 Agustus 2016

INFLUENCED






Efesus 4:16, “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,-- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap- tiap anggota-- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Salah satu bukti “kedewasaan” adalah KEMAMPUAN untuk BEKERJA SAMA. Sebagai anggota tubuh, kita terikat satu dengan yang lain, apa yang kita lakukan MEMBERI DAMPAK pada anggota yang lain & kita membutuhkan satu dengan yang lain. Setiap orang percaya tidak peduli betapa lemah atau tidak penting kelihatannya,memiliki pelayanan yang dapat ia berikan untuk orang lain. Tubuh BERTUMBUH bila semua anggotanya BERTUMBUH.bila salah satu bagian tubuh saja yang BERTUMBUH (contoh: hanya tangannya saja yang bertumbuh, sedangkan anggota tubuh yang lain masih “seperti anak kecil”) maka akan terlihat aneh & tidak normal. Demikian juga, bila hanya 60% saja anggota tubuh yang berfungsi, maka orang tersebut akan mengalami kelumpuhan. Karena itu seluruh jemaat, anggota tubuh sebuah gereja lokal, harus BERTUMBUH dan BERFUNGSI bersama-sama. Caranya yaitu makan & NIKMATI  firman Tuhan & membuat anggota tubuh “BEKERJA” dengan saling melayani. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 34:20 – Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu! Wow... Tak usah kuatir. Pasti kita lebih dari PEMENANG. Ayoo bangkitkan iman kita. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.

Xavier Quentin Pranata
“Saat malam, kita bisa memilih untuk melihat bintang yang gemerlapan atau langit yang kelam.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Agustus 2016. HAMBATAN MENTAL. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1 Timotius 1:15). Seekor gajah sirkus patuh pada pawangnya. Ia mengangkat kedua kaki depan, menendang bola, berguling-guling, juga memijit si pawang. Ia tidak memberontak sekalipun tidak ada tali yang mengikatnya. Kalau ia mau menolak, tentu bukan hal sulit baginya. Cukup dengan melilitkan belalainya, manusia pasti kalah. Tetapi, ia tidak melakukannya karena telah dilatih untuk tidak melepaskan diri. Pikiran kita dapat terhambat secara psikologis. Hambatan ini dapat muncul dari pengalaman hidup atau pergaulan yang keliru, trauma masa lalu, luka batin, pengalaman buruk pada masa kecil, cara pandang yang keliru, atau pembelajaran dan pendidikan yang tidak tepat. Kemunculannya bisa berupa kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara, kesulitan mengaktualisasikan diri, juga dalam bentuk sindroma rendah diri. Hambatan serupa juga bisa terjadi dalam kehidupan rohani. Masa lalu yang kelam sering membuat kita merasa tak layak di hadapan Tuhan sekalipun kita sudah bertobat. Iman kita jadi sulit bertumbuh. Kita perlu belajar dari Paulus yang oleh imannya kepada Tuhan menjadi bebas dari hambatan mental. Ia mengakui latar belakang hidupnya yang kelabu karena pernah menjadi penganiaya jemaat Allah. Tetapi Paulus juga mengakui bahwa Yesus Kristus menguatkannya, menganggapnya setia, dan memberi kepercayaan untuk terlibat dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Yesus mengasihinya sebagai orang yang paling berdosa dan telah menunjukkan kesabaran-Nya. Bagaimana dengan kita? --Endang B. Lestari. TERUS MENGINGAT DOSA MASA LALU SETELAH BERTOBAT SAMA HALNYA MENGANGGAP SEPI KEMURAHAN ALLAH. Selamat pagiiii saudaraku. Semangat beribadah. Semangat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment