INFLUENCED
Rajin
atau Malas. Amsal 10:4, “Tangan yang lamban
membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Semua kita
harus berjuang sementara kita ada didalam dunia ini. Perjuangan menuntut
agar kita rajin. Orang malas akan jatuh miskin dan orang rajin akan menjadi
kaya (Amsal 10:4, BIS). Orang yang rajin akan berhasil & akibatnya
finansialnya akan meningkat. Sebaliknya kalau kita malas akibatnya “jatuh
miskin” L.
Setiap kita pasti senang ya dengan “kekayaan”, tetapi apakah kita bersedia
“rajin bekerja”? Keberhasilan hidup harus dicapai dengan Kerajinan. Kalau kita
malas, maka pasti kegagalan yang akan kita alami. Pilihan ditangan kita. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Rabu, 10 Agustus
2016. Bacaan: Yakobus 3:1-12. Setahun: Yesaya 47-51. Nas: Orang yang
berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin
(Amsal 17:27). Mulut yang Bijak. Sudah menjadi rahasia umum tempat kita
beribadah (gereja) ada kelebihan dan kekurangannya. Saya sering bertemu kawan,
saudara, rekan kerja yang mengeluh tentang gereja tempat mereka beribadah.
Mereka mengeluh tentang staf, liturgi, alokasi dana, kepemimpinan gereja,
musik, dll. Tentu kita semua rindu untuk menciptakan lingkungan ibadah yang
ideal. Sedihnya, dalam proses mencapai keadaan tersebut, gejolak mulut untuk
melontarkan keluhan tidak berhenti, malah menjadi-jadi. Gejolak mulut ini bisa
terjadi pada siapa pun, termasuk saya. Kala tidak puas, tidak senang, tidak
cocok, kita cenderung mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Raja Salomo
memberikan satu hikmat bagi kita yang ingin terus bertumbuh dewasa. Kita
belajar lebih bijaksana dalam berkata-kata walaupun tahu segala hal tentang
permasalahan yang sedang kita hadapi. Kita sebaliknya bisa memberikan kata-kata
yang membangun, memberikan pencerahan, dan membangkitkan semangat. Kata-kata
negatif akan menghambat kerohanian kita. Bahkan, hal itu bisa menghambat mereka
yang tulus ingin mencari kebenaran Tuhan. Mulut yang negatif cenderung kurang
peka atas dampak yang muncul bagi sesama. Ukuran mulut sangat kecil, tetapi
dampaknya besar. Ia susah untuk dijaga. Perlu hikmat Tuhan supaya kita bisa
menjaga kata-kata kita dengan baik. Kiranya kita dijauhkan dari menjadi sama
dengan orang fasik, yang kepada mereka Tuhan akan “membuat mereka tergelincir
karena lidah mereka; setiap orang yang melihat mereka menggeleng kepala” (Mzm
64:9) --Natan Setiawan Gultom. ORANG BEBAL TIDAK MENGENDALIKAN MULUTNYA. ORANG
BERHIKMAT MENJAGA MULUT DENGAN BAIK.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat kita
mengerti isinya, kita tidak terlalu peduli pada kemasannya” Xavier Quentin
Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Apapun situasi dan kondisi yang kita alami apabila
kita jalani dengan MENGUCAP SYUKUR SENANTIASA maka kita akan disadarkan bahwa,
TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA... Kita disadarkan bahwa TUHAN SELALU
BERTINDAK BAGI KITA... Dan kita disadarkan bahwa TUHAN TIDAK PERNAH SEDETIKPUN
BERDIAM DIRI UNTUK MENOLONG KITA. Saya pernah dikatakan oleh seseorang “KAMU
ITU GOBLOK!!!” Pada mulanya saya marah di dalam hati tapi kemudian saya
menyadari bahwa saya sebagai manusia memang orang yang bodoh, lemah &
sangat terbatas... Akhirnya saya justru merasa berterimakasih kepada orang yang
mengatakan itu karena dia telah menyadarkan saya bahwa TUHAN-lah yang selama
ini telah memampukan saya untuk melakukan segala sesuatunya hingga sampai saat
ini. Saya bersyukur kepada TUHAN karena DIA-lah yang selama ini menuntun
jalan-jalan kehidupan saya. Bersama TUHAN kita pasti akan dapat menghadapi
& melewati setiap masalah, kesulitan, pencobaan dan rintangan di dalam
kehidupan ini, karena kita tahu bahwa DIA akan mendatangkan kebaikan-kebaikan-NYA
& pertolongan-pertolongan-NYA bagi kita... --BDH. Roma 8:28, “Kita tahu
sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah.” God bless you.

No comments:
Post a Comment