Wednesday, 10 August 2016

10 Agustus 2106

INFLUENCED




Rajin atau Malas. Amsal 10:4, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Semua kita harus berjuang sementara kita ada didalam dunia ini. Perjuangan menuntut agar kita rajin. Orang malas akan jatuh miskin dan orang rajin akan menjadi kaya (Amsal 10:4, BIS). Orang yang rajin akan berhasil & akibatnya finansialnya akan meningkat. Sebaliknya kalau kita malas akibatnya “jatuh miskin” L. Setiap kita pasti senang ya dengan “kekayaan”, tetapi apakah kita bersedia “rajin bekerja”? Keberhasilan hidup harus dicapai dengan Kerajinan. Kalau kita malas, maka pasti kegagalan yang akan kita alami. Pilihan ditangan kita. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 10 Agustus 2016. Bacaan: Yakobus 3:1-12. Setahun: Yesaya 47-51. Nas: Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin (Amsal 17:27). Mulut yang Bijak. Sudah menjadi rahasia umum tempat kita beribadah (gereja) ada kelebihan dan kekurangannya. Saya sering bertemu kawan, saudara, rekan kerja yang mengeluh tentang gereja tempat mereka beribadah. Mereka mengeluh tentang staf, liturgi, alokasi dana, kepemimpinan gereja, musik, dll. Tentu kita semua rindu untuk menciptakan lingkungan ibadah yang ideal. Sedihnya, dalam proses mencapai keadaan tersebut, gejolak mulut untuk melontarkan keluhan tidak berhenti, malah menjadi-jadi. Gejolak mulut ini bisa terjadi pada siapa pun, termasuk saya. Kala tidak puas, tidak senang, tidak cocok, kita cenderung mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Raja Salomo memberikan satu hikmat bagi kita yang ingin terus bertumbuh dewasa. Kita belajar lebih bijaksana dalam berkata-kata walaupun tahu segala hal tentang permasalahan yang sedang kita hadapi. Kita sebaliknya bisa memberikan kata-kata yang membangun, memberikan pencerahan, dan membangkitkan semangat. Kata-kata negatif akan menghambat kerohanian kita. Bahkan, hal itu bisa menghambat mereka yang tulus ingin mencari kebenaran Tuhan. Mulut yang negatif cenderung kurang peka atas dampak yang muncul bagi sesama. Ukuran mulut sangat kecil, tetapi dampaknya besar. Ia susah untuk dijaga. Perlu hikmat Tuhan supaya kita bisa menjaga kata-kata kita dengan baik. Kiranya kita dijauhkan dari menjadi sama dengan orang fasik, yang kepada mereka Tuhan akan “membuat mereka tergelincir karena lidah mereka; setiap orang yang melihat mereka menggeleng kepala” (Mzm 64:9) --Natan Setiawan Gultom. ORANG BEBAL TIDAK MENGENDALIKAN MULUTNYA. ORANG BERHIKMAT MENJAGA MULUT DENGAN BAIK.

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita mengerti isinya, kita tidak terlalu peduli pada kemasannya” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Apapun situasi dan kondisi yang kita alami apabila kita jalani dengan MENGUCAP SYUKUR SENANTIASA maka kita akan disadarkan bahwa, TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA... Kita disadarkan bahwa TUHAN SELALU BERTINDAK BAGI KITA... Dan kita disadarkan bahwa TUHAN TIDAK PERNAH SEDETIKPUN BERDIAM DIRI UNTUK MENOLONG KITA. Saya pernah dikatakan oleh seseorang “KAMU ITU GOBLOK!!!” Pada mulanya saya marah di dalam hati tapi kemudian saya menyadari bahwa saya sebagai manusia memang orang yang bodoh, lemah & sangat terbatas... Akhirnya saya justru merasa berterimakasih kepada orang yang mengatakan itu karena dia telah menyadarkan saya bahwa TUHAN-lah yang selama ini telah memampukan saya untuk melakukan segala sesuatunya hingga sampai saat ini. Saya bersyukur kepada TUHAN karena DIA-lah yang selama ini menuntun jalan-jalan kehidupan saya. Bersama TUHAN kita pasti akan dapat menghadapi & melewati setiap masalah, kesulitan, pencobaan dan rintangan di dalam kehidupan ini, karena kita tahu bahwa DIA akan mendatangkan kebaikan-kebaikan-NYA & pertolongan-pertolongan-NYA bagi kita... --BDH. Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” God bless you.

No comments:

Post a Comment