Saturday, 20 August 2016

20 Agustus 2016

INFLUENCED






Berdampak dalam Pelayanan (Kisah Rasul 8:26-40). Ayat 35: “Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.” Bagikanlah kepada orang lain kabar baik tentang: Yesus (secara utuh: tidak hanya mati tetapi juga BANGKIT) bahwa kita adalah orang berdosa yang memerlukan keselamatan, bahwa Kristus yang sempurna telah mati untuk menyelamatkan kita. Dan bahwa DIA telah bangkit dari kubur dan membuktikan KUASANya atas kematian. DIA rindu menyatakan hidupNya melalui kita. Ketika seorang teman/sahabat/orang yang baru  kita kenal sekalipun, ingin mengetahui tentang YESUS, pastikan kita membagikan Kisah KasihNya secara utuh sehingga mereka dapat PERCAYA kepadaNya & menikmati keselamatan yang ditawarkanNya. Yohanes 11:25, “Jawab Yesus: ‘’kulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.‘” Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Jangan senang mendengar orang gosipin orang lain karena dia bisa lakuin yang sama terhadap kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 20 Agustus 2016. Tercemar oleh Imbalan. Karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan jahat (2 Petrus 2:15). Beberapa kali ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pejabat atau mantan pejabat negara sebagai tersangka, saya terkejut. Di antara mereka ada yang pada awalnya terkesan sebagai orang yang bersih. Mungkin mereka kemudian tergoda karena mereka hanya perlu melakukan hal yang mudah untuk mendapatkan uang yang jumlahnya mencengangkan. Kenikmatan hidup juga mungkin telah membuai mereka sehingga mereka lupa akan konsekuensi buruk yang bakal mereka terima. Rasul Petrus mengingatkan tentang penyesatan oleh guru palsu. Mereka juga diidentikkan dengan nabi palsu dalam Perjanjian Lama. Salah seorang yang dijadikan contoh adalah Bileam. Awalnya Bileam menolak permintaan Balak, raja Moab, untuk mengutuki Israel dengan alasan Tuhan melarangnya. Namun, karena Bileam tidak dapat mengendalikan keinginan akan upah besar yang dijanjikan Balak, Tuhan akhirnya mengizinkannya pergi. Bertentangan dengan niatnya semula, Bileam justru memberkati Israel di sana karena Tuhan menggagalkan maksud jahat Bileam (lih. Bil. 22-24). Bujukan dan rayuan dengan sejumlah imbalan ada kalanya membuat kita lengah. Kita pun dapat tergoda untuk mengatakan atau melakukan tindakan tertentu yang salah karena uang. Rasul Petrus mengingatkan bahwa perbuatan demikian membuat kita yang telah dikuduskan menjadi tercemar kembali (ay. 20). Seharusnyalah kita tidak terjerumus ke dalam keserakahan hidup sebagaimana yang dilakukan Bileam --Heman Elia. LEBIH BAIK MENJAUHI KENIKMATAN DUNIAWI DARIPADA HIDUP DALAM KECEMARAN. Selamat pagi. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Pada sore hari, ada seekor burung yang hinggap di atap rumah, & itu berlangsung setiap hari. Akan tetapi pada bulan berikutnya burung itu mulai membangun sarang, sehingga ketika hujan turun menyebabkan aliran air menjadi tersumbat. Ketika burung itu merasa nyaman, maka burung itu akan tinggal tetap. Begitu juga dengan sebuah kesedihan. Kesedihan tidak memilih waktu untuk datang menghinggapi kehidupan kita. Kesedihan bisa datang setiap waktu, namun jangan biarkan kesedihan itu menjadi nyaman untuk tinggal dalam kehidupan kita. Jangan biarkan iblis membuat sarang-sarang kesedihannya dalam kehidupan kita, berbuatlah sesuatu ketika masa sedih itu tiba, ber-SYUKUR-lah ketika hal buruk menimpa kehidupan kita, karena ketika kita membiarkan kesedihan itu bersarang, maka Berkat TUHAN akan tersumbat & tidak mengalir dalam kehidupan kita. Jadilah seorang pribadi yang Selalu Ber-SYUKUR, karena dengan Ucapan SYUKUR-lah maka sarang-sarang kesedihan itu akan hancur & iblis enggan untuk dekat dalam kehidupan kita. Biarkan Roh Kudus turun & membangun damai sejahtera dalam hati kita. “Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan” (Pengkhotbah 11:10). God bless you.

No comments:

Post a Comment