INFLUENCED
Berdampak
dalam Pelayanan (Kisah Rasul 8:26-40). Ayat 35: “Maka
mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil
Yesus kepadanya.” Bagikanlah kepada orang lain kabar baik tentang: Yesus
(secara utuh: tidak hanya mati tetapi juga BANGKIT) bahwa kita adalah orang
berdosa yang memerlukan keselamatan, bahwa Kristus yang sempurna telah mati
untuk menyelamatkan kita. Dan bahwa DIA telah bangkit dari kubur dan
membuktikan KUASANya atas kematian. DIA rindu menyatakan hidupNya melalui kita.
Ketika seorang teman/sahabat/orang yang baru
kita kenal sekalipun, ingin mengetahui tentang YESUS, pastikan kita
membagikan Kisah KasihNya secara utuh sehingga mereka dapat PERCAYA kepadaNya
& menikmati keselamatan yang ditawarkanNya. Yohanes 11:25, “Jawab Yesus:
‘’kulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup
walaupun ia sudah mati.‘” Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Jangan senang
mendengar orang gosipin orang lain karena dia bisa lakuin yang sama terhadap
kita.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 20 Agustus 2016. Tercemar oleh Imbalan. Karena mereka telah meninggalkan
jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak
Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan jahat (2 Petrus 2:15).
Beberapa kali ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pejabat atau
mantan pejabat negara sebagai tersangka, saya terkejut. Di antara mereka ada
yang pada awalnya terkesan sebagai orang yang bersih. Mungkin mereka kemudian
tergoda karena mereka hanya perlu melakukan hal yang mudah untuk mendapatkan
uang yang jumlahnya mencengangkan. Kenikmatan hidup juga mungkin telah membuai
mereka sehingga mereka lupa akan konsekuensi buruk yang bakal mereka terima.
Rasul Petrus mengingatkan tentang penyesatan oleh guru palsu. Mereka juga
diidentikkan dengan nabi palsu dalam Perjanjian Lama. Salah seorang yang
dijadikan contoh adalah Bileam. Awalnya Bileam menolak permintaan Balak, raja
Moab, untuk mengutuki Israel dengan alasan Tuhan melarangnya. Namun, karena
Bileam tidak dapat mengendalikan keinginan akan upah besar yang dijanjikan
Balak, Tuhan akhirnya mengizinkannya pergi. Bertentangan dengan niatnya semula,
Bileam justru memberkati Israel di sana karena Tuhan menggagalkan maksud jahat
Bileam (lih. Bil. 22-24). Bujukan dan rayuan dengan sejumlah imbalan ada
kalanya membuat kita lengah. Kita pun dapat tergoda untuk mengatakan atau
melakukan tindakan tertentu yang salah karena uang. Rasul Petrus mengingatkan
bahwa perbuatan demikian membuat kita yang telah dikuduskan menjadi tercemar
kembali (ay. 20). Seharusnyalah kita tidak terjerumus ke dalam keserakahan
hidup sebagaimana yang dilakukan Bileam --Heman Elia. LEBIH BAIK MENJAUHI
KENIKMATAN DUNIAWI DARIPADA HIDUP DALAM KECEMARAN. Selamat pagi. Happy Weekend.
Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Pada sore hari,
ada seekor burung yang hinggap di atap rumah, & itu berlangsung setiap
hari. Akan tetapi pada bulan berikutnya burung itu mulai membangun sarang,
sehingga ketika hujan turun menyebabkan aliran air menjadi tersumbat. Ketika
burung itu merasa nyaman, maka burung itu akan tinggal tetap. Begitu juga
dengan sebuah kesedihan. Kesedihan tidak memilih waktu untuk datang
menghinggapi kehidupan kita. Kesedihan bisa datang setiap waktu, namun jangan
biarkan kesedihan itu menjadi nyaman untuk tinggal dalam kehidupan kita. Jangan
biarkan iblis membuat sarang-sarang kesedihannya dalam kehidupan kita,
berbuatlah sesuatu ketika masa sedih itu tiba, ber-SYUKUR-lah ketika hal buruk
menimpa kehidupan kita, karena ketika kita membiarkan kesedihan itu bersarang,
maka Berkat TUHAN akan tersumbat & tidak mengalir dalam kehidupan kita.
Jadilah seorang pribadi yang Selalu Ber-SYUKUR, karena dengan Ucapan SYUKUR-lah
maka sarang-sarang kesedihan itu akan hancur & iblis enggan untuk dekat
dalam kehidupan kita. Biarkan Roh Kudus turun & membangun damai sejahtera
dalam hati kita. “Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan
dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan” (Pengkhotbah
11:10). God bless you.

No comments:
Post a Comment