Tuesday, 23 August 2016

23 Agustus 2016

INFLUENCED






Matius 5:13-16. Akibat bila kita dapat mempengaruhi seseorang menjadi lebih baik: ayat 13, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Tuhan Yesus tidak berkata “kamu HARUS MENJADI Terang & Garam tetapi IA berkata: “Kamu ADALAH Terang dan Garam”. Terang adalah jati diri murid-murid Kristus,murid Kristus SUDAH MENJADI Terang dan Garam. Yang perlu dilakukan oleh murid Kristus adalah: Apakah SUDAH BERFUNGSI sebagai Terang & Garam? Seringkali kita TIDAK BERFUNGSI/tidak punya pengaruh yang baik/pengaruh yang positif karena kita terisolasi, ditutup oleh gantang, pasif karena tidak melakukan perbuatan baik didepan orang. Dan yang pasti ada akibat bila kita bisa mempengaruhi orang lain untuk hidup lebih baik yaitu Bapa kita dimuliakan (ayat 16).

Xavier Quentin Pranata
“Firman bukan hanya menerangi jalan di depan tetapi jalan kehidupan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 23 Agustus 2016. GAWAT DARURAT. “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu” (Yunus 3:2). Bisa dibayangkan betapa lelahnya Yunus. Baru saja ia dimuntahkan dari perut ikan besar yang menelannya selama 3 hari 3 malam. Ia bergumul hebat menyelaraskan keinginannya dengan keinginan Allah. Seolah-olah tanpa jeda, Allah langsung memintanya: “Bangunlah! Pergilah! Serukanlah Firman-Ku kepada Niniwe!” Mengapa Tuhan yang Mahasabar dan Maha Pemurah itu, seolah-olah menjadi tidak sabar dengan tergesa-gesa meminta Yunus ke Niniwe? Allah tampaknya tak ingin Yunus bermanja-manja dan terlena menikmati mukjizat keselamatan yang baru dialaminya. Ia harus sadar bahwa tujuan Allah menyelamatkannya dari bencana adalah agar ia pergi dan menyaksikan kemurahan Allah kepada Niniwe. Niniwe sendiri kota yang mengagumkan besarnya (ay. 3), dihuni lebih dari 120.000 orang (4:11). Kondisi kejahatan Niniwe sudah sampai pada puncaknya (1:2). Jika dosa Niniwe yang amat besar tidak segera dihentikan, kota itu akan hancur akibat dosanya. Sebab, waktu yang tersedia tak banyak lagi, tinggal 40 hari (ay. 4). Niniwe pasti menyadari kejahatannya, tetapi tidak menyadari konsekuensinya. Bahwa kejahatan akan berakhir pada kemusnahan peradabannya. Tuhan begitu sayang pada Niniwe. Dia tak mau seorang pun binasa akibat dosa yang diperbuatnya, tanpa memahami konsekuensinya (bdk. 2 Ptr. 3:9). Bahkan praktek kejahatan penduduk Niniwe memakan korban setiap hari. Situasi yang sangat darurat, bukan? Dunia di sekitar kita, kurang lebih juga hidup dalam situasi yang sama. Bangunlah! Ingatkanlah mereka! --Susanto. DUNIA YANG KITA HUNI SEDANG MENUJU KEBINASAAN; BANGUN DAN SERUKAN BAHWA YESUS TELAH MENYELAMATKANNYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment