INFLUENCED
Matius
5:13-16. Akibat bila kita dapat mempengaruhi
seseorang menjadi lebih baik: ayat 13, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam
itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain
dibuang dan diinjak orang.” Tuhan Yesus tidak berkata “kamu HARUS MENJADI
Terang & Garam tetapi IA berkata: “Kamu ADALAH Terang dan Garam”.
Terang adalah jati diri murid-murid Kristus,murid Kristus SUDAH MENJADI Terang
dan Garam. Yang perlu dilakukan oleh murid Kristus adalah: Apakah SUDAH
BERFUNGSI sebagai Terang & Garam? Seringkali kita TIDAK BERFUNGSI/tidak
punya pengaruh yang baik/pengaruh yang positif karena kita terisolasi, ditutup
oleh gantang, pasif karena tidak melakukan perbuatan baik didepan orang. Dan
yang pasti ada akibat bila kita bisa mempengaruhi orang lain untuk hidup lebih
baik yaitu Bapa kita dimuliakan (ayat 16).
Xavier
Quentin Pranata
“Firman bukan
hanya menerangi jalan di depan tetapi jalan kehidupan.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 23 Agustus 2016. GAWAT DARURAT. “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota
yang besar itu dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu”
(Yunus 3:2). Bisa dibayangkan betapa lelahnya Yunus. Baru saja ia dimuntahkan
dari perut ikan besar yang menelannya selama 3 hari 3 malam. Ia bergumul hebat
menyelaraskan keinginannya dengan keinginan Allah. Seolah-olah tanpa jeda,
Allah langsung memintanya: “Bangunlah! Pergilah! Serukanlah Firman-Ku kepada
Niniwe!” Mengapa Tuhan yang Mahasabar dan Maha Pemurah itu, seolah-olah menjadi
tidak sabar dengan tergesa-gesa meminta Yunus ke Niniwe? Allah tampaknya tak
ingin Yunus bermanja-manja dan terlena menikmati mukjizat keselamatan yang baru
dialaminya. Ia harus sadar bahwa tujuan Allah menyelamatkannya dari bencana
adalah agar ia pergi dan menyaksikan kemurahan Allah kepada Niniwe. Niniwe
sendiri kota yang mengagumkan besarnya (ay. 3), dihuni lebih dari 120.000 orang
(4:11). Kondisi kejahatan Niniwe sudah sampai pada puncaknya (1:2). Jika dosa
Niniwe yang amat besar tidak segera dihentikan, kota itu akan hancur akibat
dosanya. Sebab, waktu yang tersedia tak banyak lagi, tinggal 40 hari (ay. 4).
Niniwe pasti menyadari kejahatannya, tetapi tidak menyadari konsekuensinya.
Bahwa kejahatan akan berakhir pada kemusnahan peradabannya. Tuhan begitu sayang
pada Niniwe. Dia tak mau seorang pun binasa akibat dosa yang diperbuatnya,
tanpa memahami konsekuensinya (bdk. 2 Ptr. 3:9). Bahkan praktek kejahatan
penduduk Niniwe memakan korban setiap hari. Situasi yang sangat darurat, bukan?
Dunia di sekitar kita, kurang lebih juga hidup dalam situasi yang sama.
Bangunlah! Ingatkanlah mereka! --Susanto. DUNIA YANG KITA HUNI SEDANG MENUJU
KEBINASAAN; BANGUN DAN SERUKAN BAHWA YESUS TELAH MENYELAMATKANNYA. Selamat
pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment