Wednesday, 24 August 2016

24 Agustus 2016

INFLUENCED






2 Timotius 4:22, “Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!” Untuk direnungkan:
a)      Apa yang menjadi motivasi terbesar kita untuk terus melakukan yang terbaik dalam hidup ini?
b)      Bagaimana iman kita dalam Kristus mempengaruhi orang-orang disekitar kita, apakah menjadi lebih baik?
Jika Roh Tuhan menyertai kita, DIA yang akan menolong kita untuk bertumbuh menjadi pribadi yang peduli dengan sesama, bahkan mempengaruhi sesama untuk menjadi lebih baik lagi. Roh Kudus yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus yang akan memampukan kita untuk sungguh-sungguh berusaha melakukan Pekerjaan Baik (mempunyai pengaruh yang positif). Kita dimampukan untuk mempengaruhi orang lain, sebab melalui seorang percaya, kita adalah “PINTU” yang orang lain dapat melihat Yesus. Amin. Tuhan ingatkan kami senantiasa, betapa pentingnya hidup kami memperlakukan orang lain, (sehingga memberi pengaruh yang baik) sebagaimana kami sendiri ingin diperlakukan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Kel 15:26 – AKU, TUHANlah yang menyembuhkanmu! Mau sembuh? Sakit jasmani atau rohani (keluarga-RT, bisnis, pelayanan)? Percayalah hanya YESUS yang bisa SEMBUHkan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 24 Agustus 2016. TANPA CELA. Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan... (Roma 12:3). Siapa merasa yakin mampu hidup setia tanpa cela dalam Tuhan seumur hidup? Selama lima tahun? Satu tahun? Satu bulan? Ah, bahkan satu minggu pun sulit. Sekalipun sudah menerima Kristus sebagai Juru Selamat, hidup di dalam pertobatan, toh kita masih sering terpancing untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Saat kita beribadah, merenungkan firman Tuhan, atau bersaat teduh, mungkin kita mampu mengendalikan diri. Niat untuk hidup suci pun sungguh-sungguh kita hayati. Namun, ketika masalah membelit hidup kita, tak jarang emosi kita mudah tersulut, bahkan akhirnya kita melakukan tindakan bodoh. Kita juga mudah berkompromi pada tawaran dunia yang menggiurkan. Niat untuk senantiasa tunduk kepada Tuhan kandas terhempas oleh badai emosi dan tawaran duniawi. Mungkin kita berpikir, mustahil bisa menjadi sempurna seperti Kristus. Namun, menganggap mustahil perubahan hidup menuju kesempurnaan berarti menganggap hampa makna pengurbanan Kristus. Kita tidak perlu berpikir bagaimana caranya menjadi setia dalam jangka waktu yang lama. Menurut Rasul Paulus, kita tak perlu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan. Ya, kita cukup mengendalikan hati supaya tindakan kita dari waktu ke waktu berpadanan dengan teladan Kristus. Demikian seterusnya hingga jam-jam yang kita lalui terakumulasi menjadi hari, minggu, bulan, tahun. Sebagaimana perjalanan jauh diawali dari satu langkah kaki, kita pun berjalan menuju kesempurnaan rohani langkah demi langkah --Endang B. Lestari/Renungan Harian. TUHAN TIDAK MENGHENDAKI KITA HIDUP DI MASA LALU ATAU MASA DEPAN, MELAINKAN MENJALANI IMAN DARI WAKTU KE WAKTU. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Saat impianmu belum terwujud saat engkau terbangun, impikanlah mimpi yang lain.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Burung gagak selalu menjadi lambang tentang hal-hal yang negatif di dalam lingkungan kita. Ada yang mengatakan bahwa burung gagak itu melambangkan kematian. Sebenarnya burung gagak memang melambangkan sifat-sifat kenegatifan manusia. Burung gagak merupakan burung yang selalu mengutamakan kepuasan hidupnya. Burung ini selalu mengutamakan makanan jasmani. Sifatnya yang terbang bebas tanpa kendali sama halnya seperti manusia yang tak mau mendengarkan didikan TUHAN. Janganlah kita menjadi seperti burung gagak yang suka mendewakan kekuatannya sendiri, tanpa TUHAN maka kehidupan kita akan menjadi sia-sia. Saat kita melepas hal-hal keduniawian/yang bersifat dosa, maka kita akan terlepas sebagai burung gagak. Kita akan menjadi terang di tengah-tengah dunia dengan mencerminkan terang Kasih Karunia TUHAN dalam kehidupan kita. “Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!” (Lukas 12:24). SERUSAK APAPUN KITA OLEH DOSA, SEKOTOR APAPUN MASA LALU KITA, SELALU ADA HARAPAN UNTUK MENGALAMI PEMBARUAN & PEMULIHAN. Selebar apapun luka yang telah kita buat, ketika kita mau BERTOBAT & BERBALIK kepada TUHAN, DIA pasti membuka tangan-NYA & menerima kita kembali. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9). God Bless You.

No comments:

Post a Comment