Monday, 22 August 2016

22 Agustus 2016

INFLUENCED






Memberi Pengaruh. 1 Timotius 4:16, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.” Kita membentuk dan memperkuat hati kita dengan menerima kebenaran Firman Tuhan yang menyatakan tentang kebaikan dan kasih karunia Allah. “Awasilah dirimu sendiri awasilah ajaranmu” sangat berkaitan dengan menjaga “hati rohani” kita, tetap kuat dan sehat. Itulah yang menjadi prioritas pertama dan hal yang utama. Yang kita upayakan (bertekunlah dalam semuanya itu) karena dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau (memberi pengaruh) kepada orang-orang disekitar kita. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah bertekun (seperti Rasul Paulus) dan memberi pengaruh dalam hal memberi dampak/pengaruh dalam hal punya prioritas yang utama: Menerima Firman, Merenungkan Firman (Saat Teduh Pribadi), Melakukan Firman & Membagikan Firman (melalui komsel)/4M?

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 40:6A – Banyaklah yang telah KAUlakukan ya TUHAN, ALLAHku, perbuatan-MU yang ajaib dan maksud-MU untuk kami! Luar biasa... Terima kasih YESUSku. Kami sudah alami banyak keajaiban-keajaiban-MU. Sip tenan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry Malang.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 22 Agustus 2016. KERAS KEPALA. Sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu (Matius 28:12). Tokoh Giant dalam film kartun Doraemon digambarkan sebagai anak yang keras kepala dan maunya menang sendiri. Nasihat baik dari orangtua, teman, atau gurunya sering dia tolak kalau tidak sesuai dengan keinginannya. Bahkan kadang temannya itu dipukulinya. Dalam Alkitab, kita mengenal para pemimpin orang Yahudi pada zaman Yesus juga sebagai orang-orang yang keras kepala. Dalam banyak kesempatan, mereka melihat sendiri tanda-tanda mengenai siapa Yesus. Tapi mereka tetap berkeras hati menolak percaya pada Yesus. Salah satunya adalah pada bacaan Alkitab hari ini. Para serdadu yang menjadi saksi mata kebangkitan Yesus datang untuk melaporkan hal itu kepada imam-imam kepala. Nampaknya imam-imam kepala dan para tua-tua sebetulnya tahu bahwa laporan ini benar. Karena itu mereka tidak menuduh para serdadu berbohong. Namun demikian, mereka memilih untuk tetap berkeras hati menolak Yesus sebagai Kristus (Mesias). Maka, mereka menyuap para serdadu untuk menutup mulut. Dalam kehidupan kita, Allah juga terus berusaha berbicara kepada kita untuk menyampaikan teguran, kebenaran, dan kehendak-Nya. Caranya bisa melalui Alkitab, perkataan orang lain, suara hati, bahan bacaan, dsb. Bagaimana respon kita ketika itu terjadi? Jangan sampai kita justru berusaha membungkam si penyampai pesan dengan berbagai cara. Mungkin dengan menganggap Alkitab tidak relevan, menyepelekan perkataan orang lain itu, dsb. Melainkan, marilah kita buka hati kita dan menaati-Nya --Alison Subiantoro. MENOLAK KEBENARAN MENJADIKAN ORANG KERAS KEPALA; MENYAMBUTNYA MELEMBUTKAN HATI. Selamat pagi Indonesia. Semangat. Tuhan Yesus setia selalu.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
YESUS terlahir 'sebagai Orang Kecil', seorang biasa saja dari kota kecil, tapi tanpa pimpinanNYA, orang-orang besar dari segala zaman akan tersesat. “Follow Me...” itulah ajakan YESUS yang ditujukan kepada Umat Israel. Lalu mengapa tidak semua orang merespon ajakan itu? Karena ajakan YESUS itu bersyarat. YESUS berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Memang kasih YESUS tidak bersyarat, namun untuk menjadi pengikutNYA, maka kita harus bersedia bayar harga, yaitu bersedia menyangkal diri & pikul salib. Berat? Tentu, karena hal itu berarti kita menyerahkan seluruh kendali hidup kita padaNYA. Sayangnya banyak orang Kristen hanya suka dengan Kasih YESUS yang tidak bersyarat, namun tidak suka dengan syarat untuk mengikutiNYA. Sebab itu meski mendapat jaminan keselamatan kekal, banyak orang kristen akhirnya urung mengikutiNYA ketika melihat kenyataan bahwa ia harus menyangkal diri & pikul salib. Itulah salah satu alasan mengapa banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Tak berlebihan kalau YESUS berkata, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14). God bless you.

Xavier Quentin Pranata
“Saat orang merendahkan kita sampai paling bawah, itulah saatnya Tuhan mengangkat kita.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Mentalitas generasi yang baru ini adalah mereka rindu ingin kembali untuk membangun gereja dengan akurat dan bukan hanya “ingin diberkati”. Generasi gereja yang lampau telah membawa kita kepada klub “berkat Yakub” yang hanya berdoa minta berkat-berkat saja bukan berdoa membangun kembali kota-kota. Keluar dari klub “berkati aku” dan masuk di klub “tersedia bagi Tuhan”. Hal-hal yang berharga tidak mungkian didapati dengan murahan... Amin! Pastikan kita semua mau menjadi generasi yang akan membangun rumah Tuhan dengan akurat... Kegerakan Tuhan yang akan terjadidi akhir zaman ini melampaui denominasi. Akan ada generasi yang akan membangun gereja dengan akurat.

No comments:

Post a Comment