INFLUENCED
Memberi
Pengaruh. 1 Timotius 4:16, “Awasilah dirimu
sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat
demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar
engkau.” Kita membentuk dan memperkuat hati kita dengan menerima kebenaran
Firman Tuhan yang menyatakan tentang kebaikan dan kasih karunia Allah. “Awasilah
dirimu sendiri awasilah ajaranmu” sangat berkaitan dengan menjaga “hati
rohani” kita, tetap kuat dan sehat. Itulah yang menjadi prioritas pertama dan
hal yang utama. Yang kita upayakan (bertekunlah dalam semuanya itu) karena
dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar
engkau (memberi pengaruh) kepada orang-orang disekitar kita. Bagaimana
dengan kita? Apakah kita sudah bertekun (seperti Rasul Paulus) dan memberi
pengaruh dalam hal memberi dampak/pengaruh dalam hal punya prioritas yang
utama: Menerima Firman, Merenungkan Firman (Saat Teduh Pribadi), Melakukan
Firman & Membagikan Firman (melalui komsel)/4M?
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 40:6A –
Banyaklah yang telah KAUlakukan ya TUHAN, ALLAHku, perbuatan-MU yang ajaib dan
maksud-MU untuk kami! Luar biasa... Terima kasih YESUSku. Kami sudah alami
banyak keajaiban-keajaiban-MU. Sip tenan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry
Malang.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 22 Agustus 2016. KERAS KEPALA. Sesudah berunding dengan tua-tua, mereka
mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu
itu (Matius 28:12). Tokoh Giant dalam film kartun Doraemon digambarkan sebagai
anak yang keras kepala dan maunya menang sendiri. Nasihat baik dari orangtua,
teman, atau gurunya sering dia tolak kalau tidak sesuai dengan keinginannya.
Bahkan kadang temannya itu dipukulinya. Dalam Alkitab, kita mengenal para
pemimpin orang Yahudi pada zaman Yesus juga sebagai orang-orang yang keras
kepala. Dalam banyak kesempatan, mereka melihat sendiri tanda-tanda mengenai
siapa Yesus. Tapi mereka tetap berkeras hati menolak percaya pada Yesus. Salah
satunya adalah pada bacaan Alkitab hari ini. Para serdadu yang menjadi saksi
mata kebangkitan Yesus datang untuk melaporkan hal itu kepada imam-imam kepala.
Nampaknya imam-imam kepala dan para tua-tua sebetulnya tahu bahwa laporan ini
benar. Karena itu mereka tidak menuduh para serdadu berbohong. Namun demikian,
mereka memilih untuk tetap berkeras hati menolak Yesus sebagai Kristus
(Mesias). Maka, mereka menyuap para serdadu untuk menutup mulut. Dalam
kehidupan kita, Allah juga terus berusaha berbicara kepada kita untuk
menyampaikan teguran, kebenaran, dan kehendak-Nya. Caranya bisa melalui
Alkitab, perkataan orang lain, suara hati, bahan bacaan, dsb. Bagaimana respon
kita ketika itu terjadi? Jangan sampai kita justru berusaha membungkam si
penyampai pesan dengan berbagai cara. Mungkin dengan menganggap Alkitab tidak
relevan, menyepelekan perkataan orang lain itu, dsb. Melainkan, marilah kita
buka hati kita dan menaati-Nya --Alison Subiantoro. MENOLAK KEBENARAN
MENJADIKAN ORANG KERAS KEPALA; MENYAMBUTNYA MELEMBUTKAN HATI. Selamat pagi
Indonesia. Semangat. Tuhan Yesus setia selalu.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
YESUS terlahir
'sebagai Orang Kecil', seorang biasa saja dari kota kecil, tapi tanpa
pimpinanNYA, orang-orang besar dari segala zaman akan tersesat. “Follow Me...”
itulah ajakan YESUS yang ditujukan kepada Umat Israel. Lalu mengapa tidak semua
orang merespon ajakan itu? Karena ajakan YESUS itu bersyarat. YESUS berkata,
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Memang kasih YESUS tidak bersyarat,
namun untuk menjadi pengikutNYA, maka kita harus bersedia bayar harga, yaitu
bersedia menyangkal diri & pikul salib. Berat? Tentu, karena hal itu
berarti kita menyerahkan seluruh kendali hidup kita padaNYA. Sayangnya banyak
orang Kristen hanya suka dengan Kasih YESUS yang tidak bersyarat, namun tidak
suka dengan syarat untuk mengikutiNYA. Sebab itu meski mendapat jaminan
keselamatan kekal, banyak orang kristen akhirnya urung mengikutiNYA ketika
melihat kenyataan bahwa ia harus menyangkal diri & pikul salib. Itulah
salah satu alasan mengapa banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Tak
berlebihan kalau YESUS berkata, “karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang
menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14).
God bless you.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat orang
merendahkan kita sampai paling bawah, itulah saatnya Tuhan mengangkat kita.”
Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin!
Mentalitas generasi yang baru ini adalah mereka rindu ingin kembali untuk
membangun gereja dengan akurat dan bukan hanya “ingin diberkati”. Generasi
gereja yang lampau telah membawa kita kepada klub “berkat Yakub” yang hanya
berdoa minta berkat-berkat saja bukan berdoa membangun kembali kota-kota.
Keluar dari klub “berkati aku” dan masuk di klub “tersedia bagi Tuhan”. Hal-hal
yang berharga tidak mungkian didapati dengan murahan... Amin! Pastikan kita
semua mau menjadi generasi yang akan membangun rumah Tuhan dengan akurat...
Kegerakan Tuhan yang akan terjadidi akhir zaman ini melampaui denominasi. Akan
ada generasi yang akan membangun gereja dengan akurat.

No comments:
Post a Comment