INFLUENCED
Menjaga
L... (Yakobus 3:1-12). Nasihat untuk menjaga lidah atau
perkataan dengan baik mungkin sudah sering kita dengar. Rasul Yakobus dalam
suratnya juga menulis tentang hal yang penting ini. Ayat 9: “Dengan lidah
kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang
diciptakan menurut rupa Allah.” Ayat 10: “dari mulut yang satu keluar
berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.”
Didalam pasal sebelumnya Yakobus berbicara tentang perbuatan-perbuatan yang
lahir dari iman. Salah satu cara orang dapat melihat iman kita adalah dengan
melihat tutur kata kita.
Situasi seringkali menggoda kita untuk mengeluarkan perkataan yang menyakitkan,
yang menyerang bahkan mengutuki orang lain. Seringkali kita tidak berpikir
panjang saat bicara L.
Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa perkataan kita bisa seperti api,
betapapun kecilnya bisa membakar hutan yang besar (ayat 5-6). Betapa kita perlu berhati-hati. Ucapan yang
menurut kita sepele bisa jadi membekaskan luka yang dalam atau bahkan memicu
pertengkaran besar. Sebaliknya ucapan yang membangun akan memulihkan semangat
yang pudar, kita sendiri pun akan menuai akibat dari perkataan kita. Amsal
18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan
memakan buahnya.” Betapa penting untuk selalu mengisi hati & pikiran
kita dengan Firman Tuhan serta minta pimpinan Roh Kudus setiap hari. Sama
seperti mata air asin akan mengeluarkan air asin & pohon anggur akan
menghasilkan buah anggur (Yakobus 3:12). Begitu juga hati yang dipenuhi firman
Tuhan akan mengeluarkan perkataan yang sesuai Firman itu. Amin.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 6 Agustus 2016. Tuhan Sudah Datang?. Sebab sama seperti kilat memancar
dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah
kelak kedatangan Anak Manusia (Matius 24:27). Anda mungkin pernah menerima
pesan semacam ini. Di sebuah gereja, Tuhan Yesus menampakkan diri,
memperlihatkan jubah dan mahkota-Nya, kepada seorang kakek, berkata,
“Sampaikanlah pesan-Ku ini kepada umat Kristen di seluruh dunia untuk
menguatkan iman karena dunia sudah semakin kacau.” Selanjutnya kita diminta
meneruskan pesan itu kepada sejumlah orang dengan iming-iming berkat tertentu.
Kita juga diancam akan menerima musibah jika mengabaikannya. Alkitab mencatat,
Kristus akan datang yang kedua kalinya pada akhir zaman. Setiap orang akan
diadili berdasarkan perbuatannya masing-masing. Syukurlah, jika kita beriman
kepada Yesus, kita dijamin akan melewatinya. Pada saat itu tidak ada lagi
kesempatan untuk bertobat. Kehidupan fana telah berakhir, beralih dengan
kekekalan. Di satu sisi, kedatangan-Nya kembali seperti pencuri, tidak dapat
diperkirakan waktunya. Di sisi lain, ketika hal itu terjadi, peristiwanya akan
berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh semua orang. Tidak mungkin lagi
menimbulkan kesalahpahaman atau keraguan pada semua orang di belahan dunia mana
pun. Segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup benar dan berkenan dalam
dunia yang semakin rusak ini sudah tercatat di dalam Alkitab. Marilah kita
memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengenali pesan yang selaras dengan
kebenaran. Dengan demikian, kita tidak perlu memercayai dan mengikuti aneka
penglihatan tidak Alkitabiah beserta embel-embel di baliknya --Nike
Nilawatikresna/Renungan Harian. KEDATANGAN TUHAN ADALAH SESUATU YANG AMAT
MULIA; SUDAH SIAPKAH KITA MENYAMBUT HARI ITU? Selamat pagi. Selamat berakhir
pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Rasa takut yang
membekukan langkah kita adalah tidak berani menghadapi perubahan.” Xavier
Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 86:7 – Pada
hari kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, sebab TUHAN menjawab aku! YESUS
hanya sejauh DOA. Berdoalah... DIA pasti menolong kita. Ada jawaban! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu
Caroline – Bandung
Indahnya hidup
bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia
karena kita »NN«. 2 Korintus 3:2 – Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis
dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Lingkungan yang kumuh, kotor dan bejat tidak ditentukan oleh alam, tetapi oleh
manusia yang ada disekitarnya. .....Tahukah kita? mulai dari prilaku, tindakan,
gaya hidup, tutur kata, apapun yang kita lakukan semuanya disorot orang. Bila
pola hidup kita benar maka lingkungan yang ada disekitar kita akan ikut benar,
mulai dari keluarga, tetangga, warga, kampung sampai ke kota kita, semuanya
akan menjadi benar dan berbahagia. Yesus membawa damai sejahtera dan sukacita,
kedalam setiap hati kita, segala benci, dendam, akar pahit, diubahNya menjadi
sukacita, kebahagiaan menjadi milik setiap orang yang percaya kepadaNya. Bila
Yesus hidup didalam kita, dan kita hidup didalam Yesus, sewajarnya kita
memiliki gaya hidup sama seperti Kristus, supaya keluarga dan lingkungan kita
berubah, sebab mereka melihat teladan kita, teladan yang berasal, yaitu Yesus
Kristus. Matius 5:16 – Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di
sorga. Selamat pagi.
Ibu
Caroline – Bandung (2)
Sabtu, 6 Agustus 2016. Bacaan: Yesaya 55:1-13.
Setahun: Yesaya 27-31. Nas: Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan
jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN (Yesaya 55:8). Cara Tuhan
Bekerja. Seorang pendeta bercerita, saat masih sekolah Alkitab ia dan beberapa
teman terinspirasi oleh kebiasaan gembala senior mereka berdoa subuh-subuh. Mereka
bertekad mengikuti teladan itu. Mereka bangun subuh untuk berdoa. Hasilnya?
Bukannya mengalami terobosan kerohanian seperti yang mereka impikan, mereka
semua malah tidak masuk kuliah karena masuk angin! Kita bisa jadi tergerak dan
terinspirasi oleh kesaksian hamba Tuhan atau orang Kristen lain, khususnya jika
kesaksian itu berkaitan dengan kebutuhan kita. Misalnya, ada hamba Tuhan
bersaksi saat ia butuh uang, Tuhan menyuruhnya memberikan seluruh isi
tabungannya dan ternyata ia mendapat gantinya berkali lipat. Atau, ada hamba
Tuhan lain yang bersaksi pernikahannya dipulihkan setelah ia berpuasa 40 hari
40 malam. Lalu kita pun berusaha mengikuti apa yang mereka lakukan, namun tidak
mengalami perubahan. Tidak ada yang terjadi. Kenapa bisa begitu? Karena kekristenan
bukanlah sebuah metode. Cara Tuhan bekerja tidak sama seperti rumus matematika:
jika kita memasukkan satu angka ke dalam sebuah persamaan pasti akan didapat
hasil yang diinginkan. Cara Tuhan bekerja bagi setiap pribadi belum tentu sama.
Metode yang berhasil untuk satu orang belum tentu dapat diterapkan untuk orang
lain. Bagi masing-masing pribadi Tuhan punya cara kerja, cara berbicara, cara
menyatakan diri yang berbeda dan unik. Yang perlu kita lakukan bukanlah meniru
cara orang lain tetapi membangun hubungan dengan Dia dan membiarkan-Nya bekerja
sesuai dengan cara-Nya --Denny Pranolo. KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU CARA TUHAN
BEKERJA, KARENA ITU BIARKAN DIA BEKERJA MENURUT CARA-NYA.

No comments:
Post a Comment