Saturday, 6 August 2016

6 Agustus 2016

INFLUENCED




Menjaga L... (Yakobus 3:1-12). Nasihat untuk menjaga lidah atau perkataan dengan baik mungkin sudah sering kita dengar. Rasul Yakobus dalam suratnya juga menulis tentang hal yang penting ini. Ayat 9: “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Ayat 10: “dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” Didalam pasal sebelumnya Yakobus berbicara tentang perbuatan-perbuatan yang lahir dari iman. Salah satu cara orang dapat melihat iman kita adalah dengan melihat tutur kata kita. Situasi seringkali menggoda kita untuk mengeluarkan perkataan yang menyakitkan, yang menyerang bahkan mengutuki orang lain. Seringkali kita tidak berpikir panjang saat bicara L. Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa perkataan kita bisa seperti api, betapapun kecilnya bisa membakar hutan yang besar (ayat 5-6).  Betapa kita perlu berhati-hati. Ucapan yang menurut kita sepele bisa jadi membekaskan luka yang dalam atau bahkan memicu pertengkaran besar. Sebaliknya ucapan yang membangun akan memulihkan semangat yang pudar, kita sendiri pun akan menuai akibat dari perkataan kita. Amsal 18:21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Betapa penting untuk selalu mengisi hati & pikiran kita dengan Firman Tuhan serta minta pimpinan Roh Kudus setiap hari. Sama seperti mata air asin akan mengeluarkan air asin & pohon anggur akan menghasilkan buah anggur (Yakobus 3:12). Begitu juga hati yang dipenuhi firman Tuhan akan mengeluarkan perkataan yang sesuai Firman itu. Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 6 Agustus 2016. Tuhan Sudah Datang?. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia (Matius 24:27). Anda mungkin pernah menerima pesan semacam ini. Di sebuah gereja, Tuhan Yesus menampakkan diri, memperlihatkan jubah dan mahkota-Nya, kepada seorang kakek, berkata, “Sampaikanlah pesan-Ku ini kepada umat Kristen di seluruh dunia untuk menguatkan iman karena dunia sudah semakin kacau.” Selanjutnya kita diminta meneruskan pesan itu kepada sejumlah orang dengan iming-iming berkat tertentu. Kita juga diancam akan menerima musibah jika mengabaikannya. Alkitab mencatat, Kristus akan datang yang kedua kalinya pada akhir zaman. Setiap orang akan diadili berdasarkan perbuatannya masing-masing. Syukurlah, jika kita beriman kepada Yesus, kita dijamin akan melewatinya. Pada saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Kehidupan fana telah berakhir, beralih dengan kekekalan. Di satu sisi, kedatangan-Nya kembali seperti pencuri, tidak dapat diperkirakan waktunya. Di sisi lain, ketika hal itu terjadi, peristiwanya akan berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh semua orang. Tidak mungkin lagi menimbulkan kesalahpahaman atau keraguan pada semua orang di belahan dunia mana pun. Segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup benar dan berkenan dalam dunia yang semakin rusak ini sudah tercatat di dalam Alkitab. Marilah kita memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengenali pesan yang selaras dengan kebenaran. Dengan demikian, kita tidak perlu memercayai dan mengikuti aneka penglihatan tidak Alkitabiah beserta embel-embel di baliknya --Nike Nilawatikresna/Renungan Harian. KEDATANGAN TUHAN ADALAH SESUATU YANG AMAT MULIA; SUDAH SIAPKAH KITA MENYAMBUT HARI ITU? Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Rasa takut yang membekukan langkah kita adalah tidak berani menghadapi perubahan.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 86:7 – Pada hari kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, sebab TUHAN menjawab aku! YESUS hanya sejauh DOA. Berdoalah... DIA pasti menolong kita. Ada jawaban! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Caroline – Bandung
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita »NN«. 2 Korintus 3:2 – Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Lingkungan yang kumuh, kotor dan bejat tidak ditentukan oleh alam, tetapi oleh manusia yang ada disekitarnya. .....Tahukah kita? mulai dari prilaku, tindakan, gaya hidup, tutur kata, apapun yang kita lakukan semuanya disorot orang. Bila pola hidup kita benar maka lingkungan yang ada disekitar kita akan ikut benar, mulai dari keluarga, tetangga, warga, kampung sampai ke kota kita, semuanya akan menjadi benar dan berbahagia. Yesus membawa damai sejahtera dan sukacita, kedalam setiap hati kita, segala benci, dendam, akar pahit, diubahNya menjadi sukacita, kebahagiaan menjadi milik setiap orang yang percaya kepadaNya. Bila Yesus hidup didalam kita, dan kita hidup didalam Yesus, sewajarnya kita memiliki gaya hidup sama seperti Kristus, supaya keluarga dan lingkungan kita berubah, sebab mereka melihat teladan kita, teladan yang berasal, yaitu Yesus Kristus. Matius 5:16 – Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Selamat pagi.

Ibu Caroline – Bandung (2)
Sabtu, 6 Agustus 2016. Bacaan: Yesaya 55:1-13. Setahun: Yesaya 27-31. Nas: Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN (Yesaya 55:8). Cara Tuhan Bekerja. Seorang pendeta bercerita, saat masih sekolah Alkitab ia dan beberapa teman terinspirasi oleh kebiasaan gembala senior mereka berdoa subuh-subuh. Mereka bertekad mengikuti teladan itu. Mereka bangun subuh untuk berdoa. Hasilnya? Bukannya mengalami terobosan kerohanian seperti yang mereka impikan, mereka semua malah tidak masuk kuliah karena masuk angin! Kita bisa jadi tergerak dan terinspirasi oleh kesaksian hamba Tuhan atau orang Kristen lain, khususnya jika kesaksian itu berkaitan dengan kebutuhan kita. Misalnya, ada hamba Tuhan bersaksi saat ia butuh uang, Tuhan menyuruhnya memberikan seluruh isi tabungannya dan ternyata ia mendapat gantinya berkali lipat. Atau, ada hamba Tuhan lain yang bersaksi pernikahannya dipulihkan setelah ia berpuasa 40 hari 40 malam. Lalu kita pun berusaha mengikuti apa yang mereka lakukan, namun tidak mengalami perubahan. Tidak ada yang terjadi. Kenapa bisa begitu? Karena kekristenan bukanlah sebuah metode. Cara Tuhan bekerja tidak sama seperti rumus matematika: jika kita memasukkan satu angka ke dalam sebuah persamaan pasti akan didapat hasil yang diinginkan. Cara Tuhan bekerja bagi setiap pribadi belum tentu sama. Metode yang berhasil untuk satu orang belum tentu dapat diterapkan untuk orang lain. Bagi masing-masing pribadi Tuhan punya cara kerja, cara berbicara, cara menyatakan diri yang berbeda dan unik. Yang perlu kita lakukan bukanlah meniru cara orang lain tetapi membangun hubungan dengan Dia dan membiarkan-Nya bekerja sesuai dengan cara-Nya --Denny Pranolo. KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU CARA TUHAN BEKERJA, KARENA ITU BIARKAN DIA BEKERJA MENURUT CARA-NYA.

No comments:

Post a Comment