INFLUENCED
Matius 5:13-16.
Ayat 13, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan
apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”
Tuhan Yesus tidak berkata “kamu HARUS MENJADI Terang & Garam” tetapi IA
berkata: “kamu adalah TERANG dan GARAM.” Terang adalah jati diri murid-murid
Kristus, murid Kristus SUDAH MENJADI terang dan garam. Yang perlu dilakukan
oleh murid Kristus adalah: Apakah SUDAH BERFUNGSI sebagai terang & garam?
Seringkali kita TIDAK BERFUNGSI/tidak punya pengaruh yang baik/pengaruh yang
positif karena kita terisolasi, ditutup oleh gantang, pasif karena tidak
melakukan perbuatan baik didepan orang padahal dengan cara seperti itu Bapa
dimuliakan. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 62:6 – Hanya
pada ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah harapanku! YESUS
sumber PENGHARAPANku. Mau hidup tenang (menikmati hidup)? Bersama DIA ada
ketenangan. Awali pagi ini dengan doa dan baca firman-NYA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Kita
benar-benar kalah jika kita tidak berani kembali melangkah.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 1 Agustus 2016. Mengakui Otoritas. Sebab aku sendiri seorang bawahan,
dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang
prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia
datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakan (Lukas
7:8). Seorang anggota militer tentunya memahami dengan baik arti tunduk pada
otoritas. Ia tahu memposisikan dirinya sesuai dengan pangkat yang disandangnya.
Kolonel berhak memberi perintah pada bawahan dan bawahan akan melakukannya
sebagai tanda hormat atau tunduk pada otoritas. Sebaliknya, kolonel akan tunduk
pada jenderal yang menjadi atasannya. Demikianlah perwira Romawi ini
memposisikan dirinya terhadap Yesus. Sekalipun Yesus orang Yahudi dan tinggal
di wilayah yang merupakan jajahan Romawi, perwira ini tetap memandang Yesus
sebagai orang yang lebih berkuasa. Ia sampai merasa tidak layak untuk bertemu
dengan Yesus. Ia memilih meminta bantuan dari tua-tua Yahudi untuk
mengundang-Nya datang ke rumahnya agar menyembuhkan hambanya. Dan ketika Yesus
sudah dekat rumahnya, lagi-lagi perwira ini menunjukkan ketidaklayakannya
dengan mengutus sahabatnya membawa pesan untuk Yesus, “Tuan, aku tidak layak
menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak
layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku
itu akan sembuh.” Yesus mengagumi sikap perwira Romawi ini, menyebutnya sebagai
iman yang besar. Apakah kita memiliki sikap iman seperti itu? Iman yang
mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Pencipta dan Pemilik hidup kita? Orang yang
memiliki iman ini tentulah akan menjalani hidup dengan rendah hati, menghormati
Tuhan, tunduk pada firman-Nya, dan mengandalkan kekuasaan dan kekuatan Yesus
--Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. PENGHORMATAN DAN PENGAKUAN KEPADA YESUS
SEBAGAI PEMEGANG OTORITAS TERTINGGI DALAM HIDUP INI ADALAH BUKTI DARI IMAN
KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Dusun itu selalu
tenang & sangat makmur karena hasil kebunnya yang sangat melimpah. Tak
pernah ada bencana di dusun itu, se hingga mereka menjadi lupa akan TUHAN.
Suatu pagi, sebuah tebing di dekat dusun mereka mengalami kelongsoran &
menimpa beberapa lahan mereka, sehingga mengalami gagal panen. Karena kejadian
itulah, semua orang mulai menengadah untuk melihat tebing yang longsor &
mereka mulai berdoa untuk memohon keselamatan kepada TUHAN. “Karena Tuhan
menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya
sebagai anak” (Ibrani 12:6). Jangan pernah menjadi jiwa-jiwa yang lupa akan
TUHAN, semua berkat yang kita terima haruslah selalu disyukuri. Ketika
kehidupan kita sangat tenang & makmur, jangan pernah melupakan TUHAN.
Jangan menunggu sampai bencana itu datang hanya untuk mengingatkan kita kepada
TUHAN. Milikilah sikap yang benar akan semua berkat-berkat yang kita terima,
sadarilah bahwa semua berkat kita ada karena Kasih-NYA. Mengertilah bahwa
berkat itu diberikan karena DIA yang selalu mengerti semua kebutuhan kita.
Lupakah kita akan semua Kasih-NYA itu? “Bersyukurlah kpd TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (1 Tawarikh 16:34). God bless
you.

No comments:
Post a Comment