Monday, 1 August 2016

1 Agustus 2016

INFLUENCED






Matius 5:13-16. Ayat 13, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Tuhan Yesus tidak berkata “kamu HARUS MENJADI Terang & Garam” tetapi IA berkata: “kamu adalah TERANG dan GARAM.” Terang adalah jati diri murid-murid Kristus, murid Kristus SUDAH MENJADI terang dan garam. Yang perlu dilakukan oleh murid Kristus adalah: Apakah SUDAH BERFUNGSI sebagai terang & garam? Seringkali kita TIDAK BERFUNGSI/tidak punya pengaruh yang baik/pengaruh yang positif karena kita terisolasi, ditutup oleh gantang, pasif karena tidak melakukan perbuatan baik didepan orang padahal dengan cara seperti itu Bapa dimuliakan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 62:6 – Hanya pada ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah harapanku! YESUS sumber PENGHARAPANku. Mau hidup tenang (menikmati hidup)? Bersama DIA ada ketenangan. Awali pagi ini dengan doa dan baca firman-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Kita benar-benar kalah jika kita tidak berani kembali melangkah.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 1 Agustus 2016. Mengakui Otoritas. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakan (Lukas 7:8). Seorang anggota militer tentunya memahami dengan baik arti tunduk pada otoritas. Ia tahu memposisikan dirinya sesuai dengan pangkat yang disandangnya. Kolonel berhak memberi perintah pada bawahan dan bawahan akan melakukannya sebagai tanda hormat atau tunduk pada otoritas. Sebaliknya, kolonel akan tunduk pada jenderal yang menjadi atasannya. Demikianlah perwira Romawi ini memposisikan dirinya terhadap Yesus. Sekalipun Yesus orang Yahudi dan tinggal di wilayah yang merupakan jajahan Romawi, perwira ini tetap memandang Yesus sebagai orang yang lebih berkuasa. Ia sampai merasa tidak layak untuk bertemu dengan Yesus. Ia memilih meminta bantuan dari tua-tua Yahudi untuk mengundang-Nya datang ke rumahnya agar menyembuhkan hambanya. Dan ketika Yesus sudah dekat rumahnya, lagi-lagi perwira ini menunjukkan ketidaklayakannya dengan mengutus sahabatnya membawa pesan untuk Yesus, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Yesus mengagumi sikap perwira Romawi ini, menyebutnya sebagai iman yang besar. Apakah kita memiliki sikap iman seperti itu? Iman yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Pencipta dan Pemilik hidup kita? Orang yang memiliki iman ini tentulah akan menjalani hidup dengan rendah hati, menghormati Tuhan, tunduk pada firman-Nya, dan mengandalkan kekuasaan dan kekuatan Yesus --Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian. PENGHORMATAN DAN PENGAKUAN KEPADA YESUS SEBAGAI PEMEGANG OTORITAS TERTINGGI DALAM HIDUP INI ADALAH BUKTI DARI IMAN KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Dusun itu selalu tenang & sangat makmur karena hasil kebunnya yang sangat melimpah. Tak pernah ada bencana di dusun itu, se hingga mereka menjadi lupa akan TUHAN. Suatu pagi, sebuah tebing di dekat dusun mereka mengalami kelongsoran & menimpa beberapa lahan mereka, sehingga mengalami gagal panen. Karena kejadian itulah, semua orang mulai menengadah untuk melihat tebing yang longsor & mereka mulai berdoa untuk memohon keselamatan kepada TUHAN. “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Ibrani 12:6). Jangan pernah menjadi jiwa-jiwa yang lupa akan TUHAN, semua berkat yang kita terima haruslah selalu disyukuri. Ketika kehidupan kita sangat tenang & makmur, jangan pernah melupakan TUHAN. Jangan menunggu sampai bencana itu datang hanya untuk mengingatkan kita kepada TUHAN. Milikilah sikap yang benar akan semua berkat-berkat yang kita terima, sadarilah bahwa semua berkat kita ada karena Kasih-NYA. Mengertilah bahwa berkat itu diberikan karena DIA yang selalu mengerti semua kebutuhan kita. Lupakah kita akan semua Kasih-NYA itu? “Bersyukurlah kpd TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (1 Tawarikh 16:34). God bless you.

No comments:

Post a Comment