Wednesday, 3 August 2016

3 Agustus 2016

INFLUENCED





Ikhlas Memberi. Amsal 3:27-28, 27Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: ‘Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi.‘” Menunda, siapa yang tidak pernah melakukannya? Kadang kala saya menunda sesuatu karena ada yang masih hrs dipertimbangkan. Menunda karena tidak iklas untuk melakukan sesuatu, dll. Kitab Amsal ini mengingatkan kita agar jangan sampai menunda untuk memberikan sesuatu padahal kita memiikinya (bukan berarti kita harus segera memberi tanpa mempertimbangkan segala sesuatu). Kitab Amsal ini juga mengajak kita untuk memikirkan perasaan orang lain. Untuk apa menunda pemberian sampai besok jika kita dapat memberikan sesuatu pada hari ini?? Jika kita ikhlas  memberi, maka biarlah pemberian itu segera terlaksana. Memberi harus dimulai dengan keikhlasan HATI. Jadi teringat akan seorang ibu  (sahabat juga customer yang baru): Memberi tanpa pamrih melalui setiap transaksi yang sudah dilakukan. Selalu diberi dengan jumlah yang lebih saat melakukan pembayaran.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 66:18 – Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah TUHAN tidak mau mendengar doaku! Coba koreksi diri, buang niat jahat! Miliki hati yang BAIK, yang tulus, jujur, penuh kasih. Pasti joss doanya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Tante Elisabeth – NTT
Penggenapan akan Tuhan yang sehat dan seimbang. Wahyu 1:10-20. 1) JANGAN TAKUT (ayat 17). Yohanes melihat KEMULIAAN YESUS SANG RAJA. Alkitab menulis ketika Yohanes berpaling ke arah suara yang berbicara kepadanya dia melihat ada satu Orang Pribadi, berpakaian jubah yang panjang sampai di kaki. Dan dadaNYA berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ini berbicara mengenai baju efod yang dipakai Yesus sebagai Imam Besar. Yesus Kristus Sang Raja yang berhadapan dengan Yohanes di pulau Patmos adalah: -Yesus yang telah MENGALAHKAN KEMATIAN dan DIPERMULIAKAN OLEH BAPA. Kalimat pertama yang diucapkan oleh Yesus yang sudah bangkit dan dipermuliakan di sebelah kanan Bapa dan lalu mewahyukan diri-Nya kepada Yohanes di pulau Patmos adalah: “JANGAN TAKUT” untuk kita hidup di hari-hari terakhir yang akan terjadi di masa depan, kita memerlukan penyingkapan pewahyuan tentang Tuhan yang sehat dan seimbang. Apapun yang akan terjadi di hari-hari terakhir, gempa bumi, tsunami, bencana alam, peperangan, jangan biarkan itu semua menggentarkan hari kita dan kehidupan iman kita, sebaliknya dengarkanlah apa yang Dia sudah katakan “JANGAN TAKUT”. Happy Wenesday. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang mengatakan dirinya rendah hati justru masih jauh dari sifat itu.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 3 Agustus 2016. Dampak Ketidakpercayaan. Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya” (2 Raja-Raja 7:19). Seseorang memesan barometer. Ketika menerima alat itu, ia kecewa karena jarum indikator terus menunjuk pada bagian yang bertuliskan “Angin Topan”. Beberapa kali ia menggoyangkan barometer itu, jarumnya tetap tidak beralih. Ia lalu menulis surat keluhan. Esoknya dalam perjalanan ke New York, ia mengirimkan surat itu. Petangnya ia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah lenyap. Ternyata jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Saat itu, September 1938, angin topan dahsyat meluluhlantahkan nyaris seluruh Long Island. Kelaparan hebat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja Israel. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah (ay. 1). Ajudan raja tidak percaya dan berkata sesumbar, “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Perkataan sang nabi tergenapi. Saat itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja. Orang Israel lain diberitahu, dan menyerbu perkemahan itu. Ajudan raja ada di sana, dan terinjak-injak orang sampai mati. Ketidakpercayaan sering mendatangkan upah yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya. Dialah Gembala kita yang baik, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar —ISP. KETIKA ANDA YAKIN AKAN HAL BESAR, DAN BERDOA AKAN HAL BESAR, PERKARA-PERKARA BESAR AKAN TERJADI --Norman Vincent Peale. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

GNCC
(Yesaya 48:18) Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Adakah yang lebih berharga dalam hidup ini selain damai sejahtera dan kebahagiaan? Namun orang mengejar kesuksesan semata untuk kebahagiaan dan tidak sedikit yang rumah tangganya diambang kehancuran. Arahkan hati kepada perintah-NYA dan biarkan aliran damai sejahtera-Nya membuat kita bahagia. Gbu.

No comments:

Post a Comment