INFLUENCED
Ikhlas
Memberi. Amsal 3:27-28, “27Janganlah
menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau
mampu melakukannya. 28Janganlah engkau berkata kepada sesamamu:
‘Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi.‘” Menunda, siapa yang
tidak pernah melakukannya? Kadang kala saya menunda sesuatu karena ada yang
masih hrs dipertimbangkan. Menunda karena tidak iklas untuk melakukan sesuatu,
dll. Kitab Amsal ini mengingatkan kita agar jangan sampai menunda untuk
memberikan sesuatu padahal kita memiikinya (bukan berarti kita harus segera
memberi tanpa mempertimbangkan segala sesuatu). Kitab Amsal ini juga mengajak
kita untuk memikirkan perasaan orang lain. Untuk apa menunda pemberian sampai
besok jika kita dapat memberikan sesuatu pada hari ini?? Jika kita ikhlas memberi, maka biarlah pemberian itu segera
terlaksana. Memberi harus dimulai dengan keikhlasan HATI. Jadi teringat
akan seorang ibu (sahabat juga customer
yang baru): Memberi tanpa pamrih melalui setiap transaksi yang sudah dilakukan.
Selalu diberi dengan jumlah yang lebih saat melakukan pembayaran.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 66:18 –
Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah TUHAN tidak mau mendengar
doaku! Coba koreksi diri, buang niat jahat! Miliki hati yang BAIK, yang tulus,
jujur, penuh kasih. Pasti joss doanya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Tante
Elisabeth – NTT
Penggenapan akan
Tuhan yang sehat dan seimbang. Wahyu 1:10-20. 1) JANGAN TAKUT (ayat 17).
Yohanes melihat KEMULIAAN YESUS SANG RAJA. Alkitab menulis ketika Yohanes
berpaling ke arah suara yang berbicara kepadanya dia melihat ada satu Orang Pribadi,
berpakaian jubah yang panjang sampai di kaki. Dan dadaNYA berlilitkan ikat
pinggang dari emas. Ini berbicara mengenai baju efod yang dipakai Yesus sebagai
Imam Besar. Yesus Kristus Sang Raja yang berhadapan dengan Yohanes di pulau
Patmos adalah: -Yesus yang telah MENGALAHKAN KEMATIAN dan DIPERMULIAKAN OLEH
BAPA. Kalimat pertama yang diucapkan oleh Yesus yang sudah bangkit dan
dipermuliakan di sebelah kanan Bapa dan lalu mewahyukan diri-Nya kepada Yohanes
di pulau Patmos adalah: “JANGAN TAKUT” untuk kita hidup di hari-hari terakhir
yang akan terjadi di masa depan, kita memerlukan penyingkapan pewahyuan tentang
Tuhan yang sehat dan seimbang. Apapun yang akan terjadi di hari-hari terakhir,
gempa bumi, tsunami, bencana alam, peperangan, jangan biarkan itu semua
menggentarkan hari kita dan kehidupan iman kita, sebaliknya dengarkanlah apa
yang Dia sudah katakan “JANGAN TAKUT”. Happy Wenesday. JBU all.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang yang
mengatakan dirinya rendah hati justru masih jauh dari sifat itu.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 3 Agustus 2016. Dampak Ketidakpercayaan. Pada waktu itu si perwira
menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit,
masakan hal itu mungkin terjadi?” tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau
akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari
padanya” (2 Raja-Raja 7:19). Seseorang memesan barometer. Ketika menerima alat
itu, ia kecewa karena jarum indikator terus menunjuk pada bagian yang
bertuliskan “Angin Topan”. Beberapa kali ia menggoyangkan barometer itu,
jarumnya tetap tidak beralih. Ia lalu menulis surat keluhan. Esoknya dalam
perjalanan ke New York, ia mengirimkan surat itu. Petangnya ia pulang ke
rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah lenyap. Ternyata jarum
barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Saat itu, September 1938, angin
topan dahsyat meluluhlantahkan nyaris seluruh Long Island. Kelaparan hebat
terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja
Israel. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat
kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi
murah (ay. 1). Ajudan raja tidak percaya dan berkata sesumbar, “Sekalipun Tuhan
membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Perkataan
sang nabi tergenapi. Saat itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram.
Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan
begitu saja. Orang Israel lain diberitahu, dan menyerbu perkemahan itu. Ajudan
raja ada di sana, dan terinjak-injak orang sampai mati. Ketidakpercayaan sering
mendatangkan upah yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan
petunjuk-petunjuk-Nya. Dialah Gembala kita yang baik, yang senantiasa
mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar —ISP. KETIKA ANDA YAKIN AKAN
HAL BESAR, DAN BERDOA AKAN HAL BESAR, PERKARA-PERKARA BESAR AKAN TERJADI
--Norman Vincent Peale. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
GNCC
(Yesaya 48:18) Sekiranya
engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti
sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti
gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Adakah yang lebih berharga
dalam hidup ini selain damai sejahtera dan kebahagiaan? Namun orang mengejar
kesuksesan semata untuk kebahagiaan dan tidak sedikit yang rumah tangganya
diambang kehancuran. Arahkan hati kepada perintah-NYA dan biarkan aliran damai
sejahtera-Nya membuat kita bahagia. Gbu.

No comments:
Post a Comment