Saturday, 29 July 2017

29 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 29 – Heart (Hati yang Tenang). 1 Petrus 4:7, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan JADILAH TENANG, supaya kamu dapat berdoa.” Daud hidupnya dipenuhi dengan tantangan dan pergumulan. Masalah-masalah yang dihadapinya bagai gelombang yang dahsyat yang siap menghayutkan. Tetapi Daud tidak terhanyut dengan masalah tersebut. Daud tetap bisa bertahan dan tetap TENANG dalam menghadapi masalah. Mengapa? Karena ia DEKAT dengan Tuhan. Mazmur 3:6, “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!” Rasul Petrus menasihatkan supaya kita menjadi tenang. Ketenangan dibutuhkan untuk menghadapi setiap tantangan. Dengan Hati yang Tenang membuat kita dapat berDOA. Tuhan mampukan kami untuk TETAP TENANG ketika menghadapi masalah agar kami dapat berDOA dan Engkau yang akan membuka jalan bagi kami. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 49-50
PB: 1 Timotius 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 Juli 2017. BUKANKAH ENGKAU KRISTUS. Bacaan: Lukas 23:33-43. “... Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Lukas 23:39). Charles Templeton memutuskan menjadi ateis karena ia melihat sebuah gambar dalam majalah Life. Gambar itu menampilkan seorang perempuan di Afrika Utara, yang tengah menggendong bayinya yang sudah mati karena kekeringan hebat. Perempuan itu menatap langit dengan tatapan kosong, seakan-akan memohon hujan kepada Tuhan. Saat Templeton melihat gambar itu, ia berkata, “Jika Tuhan adalah Pencipta yang penuh kasih dan kepedulian, mengapa Dia tidak mencurahkan hujan kepada perempuan itu dan bayinya?” Manusia sering kali memakai standarnya sendiri untuk menentukan sesuatu, tak terkecuali menentukan Tuhan. Dalam segala keterbatasannya, manusia dapat terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa menggali fakta lebih jauh. Penjahat yang disalibkan di samping Yesus juga mengatakan hal yang serupa. Ia mengatakan, “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Dengan kata lain, penjahat ini memaksa Yesus menggunakan standarnya untuk menentukan tindakan yang sepatutnya dilakukan seorang Juruselamat. Templeton dan penjahat di kayu salib itu sama-sama memaksakan standar mereka tentang tindakan yang seharusnya dilakukan Tuhan. Kita pun tanpa disadari sering menggunakan frasa “Jika... maka...” ini kepada Tuhan. Kita berkata dalam hati kita, “Jika Engkau Tuhan, seharusnya Engkau menyembuhkan penyakitku, memberikan kekayaan, menyelesaikan masalahku...” Kita perlu menyadari dan mengingat baik-baik bahwa Tuhan memiliki rancangan yang berbeda dengan rancangan manusia (Yes. 55:8-9). KITA PERLU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN STANDAR TUHAN, BUKAN MEMAKSAKAN STANDAR KITA KEPADA-NYA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 49-50 dan 1 Timotius 3.

No comments:

Post a Comment