YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 29 – Heart (Hati yang
Tenang). 1
Petrus 4:7, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah
dirimu dan JADILAH TENANG, supaya kamu dapat berdoa.” Daud hidupnya
dipenuhi dengan tantangan dan pergumulan. Masalah-masalah yang dihadapinya
bagai gelombang yang dahsyat yang siap menghayutkan. Tetapi Daud tidak
terhanyut dengan masalah tersebut. Daud tetap bisa bertahan dan tetap TENANG
dalam menghadapi masalah. Mengapa? Karena ia DEKAT dengan Tuhan. Mazmur 3:6, “Aku
membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!” Rasul
Petrus menasihatkan supaya kita menjadi tenang. Ketenangan dibutuhkan untuk
menghadapi setiap tantangan. Dengan Hati yang Tenang membuat kita dapat berDOA.
Tuhan mampukan kami untuk TETAP TENANG ketika menghadapi masalah agar kami
dapat berDOA dan Engkau yang akan membuka jalan bagi kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 49-50
PB: 1 Timotius 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 Juli 2017. BUKANKAH ENGKAU KRISTUS.
Bacaan: Lukas 23:33-43. “... Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan
kami!” (Lukas 23:39). Charles Templeton memutuskan menjadi ateis karena ia
melihat sebuah gambar dalam majalah Life. Gambar itu menampilkan seorang
perempuan di Afrika Utara, yang tengah menggendong bayinya yang sudah mati
karena kekeringan hebat. Perempuan itu menatap langit dengan tatapan kosong,
seakan-akan memohon hujan kepada Tuhan. Saat Templeton melihat gambar itu, ia
berkata, “Jika Tuhan adalah Pencipta yang penuh kasih dan kepedulian, mengapa
Dia tidak mencurahkan hujan kepada perempuan itu dan bayinya?” Manusia sering
kali memakai standarnya sendiri untuk menentukan sesuatu, tak terkecuali
menentukan Tuhan. Dalam segala keterbatasannya, manusia dapat terburu-buru
mengambil kesimpulan tanpa menggali fakta lebih jauh. Penjahat yang disalibkan
di samping Yesus juga mengatakan hal yang serupa. Ia mengatakan, “Bukankah
Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Dengan kata lain,
penjahat ini memaksa Yesus menggunakan standarnya untuk menentukan tindakan
yang sepatutnya dilakukan seorang Juruselamat. Templeton dan penjahat di kayu
salib itu sama-sama memaksakan standar mereka tentang tindakan yang seharusnya
dilakukan Tuhan. Kita pun tanpa disadari sering menggunakan frasa “Jika...
maka...” ini kepada Tuhan. Kita berkata dalam hati kita, “Jika Engkau Tuhan,
seharusnya Engkau menyembuhkan penyakitku, memberikan kekayaan, menyelesaikan
masalahku...” Kita perlu menyadari dan mengingat baik-baik bahwa Tuhan memiliki
rancangan yang berbeda dengan rancangan manusia (Yes. 55:8-9). KITA PERLU
MENYESUAIKAN DIRI DENGAN STANDAR TUHAN, BUKAN MEMAKSAKAN STANDAR KITA KEPADA-NYA.
Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Mazmur 49-50 dan 1 Timotius 3.

No comments:
Post a Comment