YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 9 – Perasaan (Yunus 1:1-9). Ketika kita diperkenalkan pada Yunus,
kita melihat Ia “bertindak wajar”, ia lebih mementingkan dirinya sendiri dari
pada Allah dan sesama. Kita dapat melihat apa yang berkecamuk dalam hati Yunus
(menuruti perasaannya). Baca Yunus 1:3a, “Tetapi Yunus bersiap untuk
melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ...” Yunus enggan untuk
mengunjungi kota Niniwe, karena kebenciannya yang mendalam terhadap mereka.
Dari Nabi yang suka memberontak ini ada harga yang harus dibayar dari
kebenciannya. Lebih mudah untuk membenci daripada mengasihi. Saat itu Yunus
mungkin sudah merasa yakin dengan tindakannya. Semuanya berjalan lancar dan
sesuai rencana, tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah dia tetap lebih
memikirkan dirinya sendiri (menuruti perasaannya) dari pada memikirkan orang
lain. Sama seperti kita, sangat mudah membenarkan tindakan-tindakan kita
(menuruti perasaan kita). Tetapi Allah yang memanggil Yunus, sekarang mengejar
hambaNya yang suka melawan itu untuk menunjukkan kekuatanNya. Baca Yunus 1:4-9.
Ayat 4: “Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai
besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.” Apa tanggapan
Yunus? Ayat 5b: “Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling
bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.” Ditengah badai,
Yunus dapat tertidur nyenyak (Yunus terlihat tenang/damai). Ini bukan hasil
dari “ketaatan”. Sepertinya seolah-olah Yunus tidak mengalami apa-apa (tertidur
nyenyak). Sama dengan kita: sering kali tidak mengakui kegagalan-kegagalan kita
(kita merasa tidak terjadi apa-apa). Ijinkan Tuhan memproses PERASAAN kita,
ijinkan DIA bekerja dalam kita. Mazmur 30:3, “TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku
berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 38, 39 dan 40
PB: Efesus 5:1-22-33
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#Happysunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 9 Juli 2017. KARIB DENGAN TUHAN. Bacaan:
Keluaran 33:1-23. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka
seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan
(Keluaran 33:11). Dengan sahabat karib, kita lebih mengenal sifat, kebiasaan
dan kesenangannya. Kadang sebelum dia berbicara, kita sudah tahu apa maunya.
Demikian pula Musa. Ia akrab dengan Tuhan. Keinginannya bisa ia ungkapkan
langsung kepada Tuhan dengan berhadapan muka. Padahal, tidak seorang pun yang
dapat melihat Allah dan tetap hidup. Hanya orang yang suci hatinya yang dapat
melihat Allah. Setelah peristiwa anak lembu emas, Musa membentangkan sebuah
kemah di luar perkemahan orang Israel agar setiap orang yang mencari Tuhan
dapat datang ke kemah itu. Ini merupakan anugerah bagi bangsa Israel, mengingat
mereka adalah bangsa pemberontak. Dosa menghalangi keakraban mereka dengan
Tuhan. Namun anugerah-Nya tetap nyata bagi mereka melalui Kemah Pertemuan. Di
Kemah Pertemuan itu, Tuhan berbicara dan menyatakan janji penyertaan kepada
Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya. Bisa
akrab dengan Allah tentu merupakan anugerah. Anugerah yang direspons dengan
penyembahan dan ketaatan pada kehendak-Nya. Menjadi karib dengan Allah akan
merasakan dan menikmati hadirat Tuhan. Bagi kita, Kristuslah pengantara kita
yang mempersatukan kita dengan Allah. Melihat Kristus berarti melihat Allah
karena di dalam Dialah seluruh kepenuhan Allah berada. Di dalam Kristus, kita
dapat bergaul akrab dengan Allah, melalui persekutuan pribadi dengan Allah
tiap-tiap hari. Namun tentu keakraban itu harus direspon dengan hidup suci dan
taat pada firman-Nya. KEAKRABAN DENGAN TUHAN MEMBUAT KITA SEMAKIN MUDAH
MENGERTI KEMAUAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Ayub 38-40 dan Efesus 5:22-38.
WM Stars
Kita sangat berharga di mata Allah, sebab itu belajarlah
menghargai dan menyayangi diri sendiri (Yes 43:4). Tinggalkan kebiasaan buruk
yang berakibat fatal bagi Tubuh kita karena tubuh yang kita miliki adalah bait
Allah (1 Kor 6:19-20). Dengan menjaga kesehatan tubuh dari segala penyakit dan
menghindari makanan yang tidak sehat, itu adalah cara kita menghormati Allah
(Rm 12:1). Have a nice day. GBU.

No comments:
Post a Comment