Sunday, 9 July 2017

09 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 9 – Perasaan (Yunus 1:1-9). Ketika kita diperkenalkan pada Yunus, kita melihat Ia “bertindak wajar”, ia lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada Allah dan sesama. Kita dapat melihat apa yang berkecamuk dalam hati Yunus (menuruti perasaannya). Baca Yunus 1:3a, “Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ...” Yunus enggan untuk mengunjungi kota Niniwe, karena kebenciannya yang mendalam terhadap mereka. Dari Nabi yang suka memberontak ini ada harga yang harus dibayar dari kebenciannya. Lebih mudah untuk membenci daripada mengasihi. Saat itu Yunus mungkin sudah merasa yakin dengan tindakannya. Semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana, tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah dia tetap lebih memikirkan dirinya sendiri (menuruti perasaannya) dari pada memikirkan orang lain. Sama seperti kita, sangat mudah membenarkan tindakan-tindakan kita (menuruti perasaan kita). Tetapi Allah yang memanggil Yunus, sekarang mengejar hambaNya yang suka melawan itu untuk menunjukkan kekuatanNya. Baca Yunus 1:4-9. Ayat 4: “Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.” Apa tanggapan Yunus? Ayat 5b: “Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.” Ditengah badai, Yunus dapat tertidur nyenyak (Yunus terlihat tenang/damai). Ini bukan hasil dari “ketaatan”. Sepertinya seolah-olah Yunus tidak mengalami apa-apa (tertidur nyenyak). Sama dengan kita: sering kali tidak mengakui kegagalan-kegagalan kita (kita merasa tidak terjadi apa-apa). Ijinkan Tuhan memproses PERASAAN kita, ijinkan DIA bekerja dalam kita. Mazmur 30:3, “TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 38, 39 dan 40
PB: Efesus 5:1-22-33

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#Happysunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 9 Juli 2017. KARIB DENGAN TUHAN. Bacaan: Keluaran 33:1-23. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan (Keluaran 33:11). Dengan sahabat karib, kita lebih mengenal sifat, kebiasaan dan kesenangannya. Kadang sebelum dia berbicara, kita sudah tahu apa maunya. Demikian pula Musa. Ia akrab dengan Tuhan. Keinginannya bisa ia ungkapkan langsung kepada Tuhan dengan berhadapan muka. Padahal, tidak seorang pun yang dapat melihat Allah dan tetap hidup. Hanya orang yang suci hatinya yang dapat melihat Allah. Setelah peristiwa anak lembu emas, Musa membentangkan sebuah kemah di luar perkemahan orang Israel agar setiap orang yang mencari Tuhan dapat datang ke kemah itu. Ini merupakan anugerah bagi bangsa Israel, mengingat mereka adalah bangsa pemberontak. Dosa menghalangi keakraban mereka dengan Tuhan. Namun anugerah-Nya tetap nyata bagi mereka melalui Kemah Pertemuan. Di Kemah Pertemuan itu, Tuhan berbicara dan menyatakan janji penyertaan kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya. Bisa akrab dengan Allah tentu merupakan anugerah. Anugerah yang direspons dengan penyembahan dan ketaatan pada kehendak-Nya. Menjadi karib dengan Allah akan merasakan dan menikmati hadirat Tuhan. Bagi kita, Kristuslah pengantara kita yang mempersatukan kita dengan Allah. Melihat Kristus berarti melihat Allah karena di dalam Dialah seluruh kepenuhan Allah berada. Di dalam Kristus, kita dapat bergaul akrab dengan Allah, melalui persekutuan pribadi dengan Allah tiap-tiap hari. Namun tentu keakraban itu harus direspon dengan hidup suci dan taat pada firman-Nya. KEAKRABAN DENGAN TUHAN MEMBUAT KITA SEMAKIN MUDAH MENGERTI KEMAUAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ayub 38-40 dan Efesus 5:22-38.

WM Stars
Kita sangat berharga di mata Allah, sebab itu belajarlah menghargai dan menyayangi diri sendiri (Yes 43:4). Tinggalkan kebiasaan buruk yang berakibat fatal bagi Tubuh kita karena tubuh yang kita miliki adalah bait Allah (1 Kor 6:19-20). Dengan menjaga kesehatan tubuh dari segala penyakit dan menghindari makanan yang tidak sehat, itu adalah cara kita menghormati Allah (Rm 12:1). Have a nice day. GBU.

No comments:

Post a Comment