YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 6 – Heart (Heart
Change/Metamorphosis #1). Sudah
lama ikut Tuhan sudah sering dengar Firman Tuhan, tetapi tidak pernah mengalami
PERUBAHAN? Apa yang menyebabkan? Baca: Matius 13:1-9. Ayat 5: “sebagian
jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun
segera tumbuh, karena tanahnya tipis.” Ayat 6: “Tetapi sesudah matahari
terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.” Ayat 7, “Sebagian
lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan
menghimpitnya sampai mati.” Salah satu jawaban mengapa kita tidak mengalami
Transformasi Hati/Metamorphosis (perubahan secara menyeluruh: seperti
kupu-kupu). Karena FirmanNya yang kita dengar jatuh di tanah hati yang berbatu,
berbicara tentang 1 Hati yang menerima dengan sukacita tapi tidak bertumbuh dan
tidak berakar?
(1)
Hati
yang masih suka tersakiti
(2)
Hati
yang kecewa karena ketidakadilan yang dialami
(3)
Hati
yang masih menyukai “berhala” dalam kehidupannya
(4)
Adanya
Kompetisi dsbnya.
FirmanNya jatuh di tanah semak duri: terus Khawatir...
Kualitas hidup kita ditentukan oleh Komitmen HATI kita. Sekali lagi semua itu
adalah PIILIHAN. Apakah kita mau memilih untuk merasa tersakiti/khawatir
dsbnya? Atau kita ingin melihat bahwa ada PERUBAHAN buat kehidupan kita yang
BERKOMITMEN. Apa yang harus kita lakukan dalam hal-hal berkomitmen yang paling
sederhana dalam Hidup ini? Nantikan pembahasan Besok 7 Juli...
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 32 dan 33
PB: Efesus 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
Pekat malam yang telah menghilang. Berganti mentari pagi,
selalu ada semangat yang kurangkai. Membangkitkan diri ini untuk menyambut
hari. Di sela hembusan angin pagi ini, mulai ku sebut sebuah nama. Dan... aku
mulai tersenyum. Ku ucapkan: Selamat pagi Yesus. Selamat pagi dunia. Selamat
pagi sister. Selamat pagi ROH KUDUS.
GNCC
Hidup yang kita jalani hari ini adalah hasil dari rangkaian
keputusan yang kita ambil di masa lalu. Oleh sebab hati-hatilah dalam mengambil
keputusan. #gncc
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 5 Juli 2017. KUALITAS SEORANG MURID.
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1-40. Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan
pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan
dan Kristus (Kisah Para Rasul 2:36). Sebuah perusahaan setidaknya akan
memerhatikan beberapa hal dalam merekrut seorang karyawan. Setidaknya terdapat
tujuh hal, yaitu: kapabilitas, kapasitas, kreativitas, karakter, kredibilitas,
komitmen, dan kompatibilitas calon karyawan. Para calon karyawan harus memenuhi
syarat-syarat tersebut untuk dapat diterima. Jika perusahaan lebih senang
mencari karyawan yang berkualitas dan siap kerja, berbeda dengan Yesus. Dia
justru lebih memilih murid-murid yang belum memenuhi syarat sebagai murid yang
berkualitas. Bukan hanya ketika pertama kali Yesus memilih mereka, namun juga
ketika dimuridkan oleh Yesus, bahkan hingga akhirnya Yesus mati dan bangkit
kembali. Tidak ada tanda-tanda mereka telah memenuhi kriteria sebagai murid
yang berkualitas. Salah satunya adalah Petrus. Mungkin Yesus sengaja memilih
orang-orang biasa agar bisa Dia pakai secara luar biasa. Semuanya menjadi
berubah ketika Roh Kudus memenuhi mereka. Kuasa Tuhan mengubah hidup mereka.
Petrus, murid yang pernah menyangkal Yesus karena ketakutannya, berubah menjadi
seorang yang begitu berani memberitakan Kabar Baik kepada begitu banyak orang,
sehingga 3.000 orang bertobat dan dibaptis (Kis. 2:41). Begitu pula para murid
yang lain. Mereka dipakai secara luar biasa oleh Roh Kudus dalam memberitakan
Kabar Baik. Mungkin kita merasa tidak memiliki kualitas seorang murid yang
baik. Kita merasa tidak layak menjadi murid-Nya. Namun, seperti Tuhan sanggup
mengubah Petrus dan para murid lain dengan cara yang ajaib, begitu pula Dia
sanggup mengubah kita sebagai murid-Nya. TUHAN DAPAT MEMAKAI SIAPA SAJA UNTUK
MENJADI MURID-NYA, BAHKAN YANG NAMPAK BURUK DI MATA DUNIA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ayub 30-31 dan Efesus 2.
Xavier Quentin Pranata
“Peristiwa menyakitkan pun bisa menjadi pelajaran yang indah
jika kita mafhum.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment