YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 18 – Heart (Iman). Di tengah keputusasaannya, Ayub
mendapatkan pencerahan, imannya kembali timbul. Ayub 23:10, “Karena Ia tahu
jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”
Kita anak-anak Tuhan juga sedang diuji dan dimurnikan oleh Tuhan. Ketika DIA
memberikan berbagai kesulitan dan menyingkirkan kepercayaan kita padaNya, tetaplah
beriman. Penderitaan dan masalah dapat membentuk karakter kita semakin
bersinar dan teguh dan itu akan terjadi ketika kita mempercayai Allah/punya
iman ditengah kesulitan apapun. Adakah kita mau belajar seperti Ayub? Dalam
keputusasaannya tetap beriman dan berharap pada Tuhan bahwa IA SANGGUP membuka
jalan bagi kita. Tuhan Yesus tolong kami untuk tetap percaya disaat sulit
sekalipun, Engkau tetap ada bersama kami. Bahkan disaat kami belum melihatMu
bekerja dalam hidup kami. Kami percaya dengan iman Engkau turut bekerja
bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan bahkan dimasa sulit Engkau meneguhkan
iman kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 20-22
PB: Kolose 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
Selasa, 18 Juli 2017. Bacaan: 2 Korintus 9:6-15. Setahun:
Mazmur 139-143. Nas: Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya,
jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang
memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7). Gereja yang Berbagi. Seorang penulis
anonim bersyair tentang gereja yang hidup dan yang mati: Gereja yang hidup
selalu mengeluarkan dana lebih besar dari pendapatannya; gereja yang mati tidak
butuh banyak uang. Gereja yang hidup mendukung pelayanan misi; gereja yang mati
menyimpan sendiri uangnya. Gereja yang hidup penuh dengan orang yang memberi
dengan sukacita; gereja yang mati penuh dengan penggerutu yang susah memberi.
Gereja yang hidup mensponsori dibukanya gereja baru; gereja yang mati takut
berbagi dana, waktu, dan talenta. Gereja yang hidup berani berbagi oleh iman
mereka dalam Kristus; gereja yang mati merasa tak punya cukup sumber daya untuk
berbagi! Paulus menegaskan bahwa ketika kita berani berbagi dan memberi, maka
kita akan diperkaya secara rohani. Dan, secara mengejutkan, hati orang yang
memberi dengan sukacita tidak akan merasa kehilangan. Sebab, setiap orang yang
memberi, ia juga melayani. Hal ini melimpahkan ucapan syukur kepada Allah (ay.
12). Menurut penelitian A.T. Robertson, bahasa asli kata “melimpahkan” di sini
berarti “memenuhi dengan menambahkan terus”. Betapa indahnya bila segala berkat
rohani itu terus ditambahkan bagi kita-tak habis-habis-yakni saat kita mulai
berbagi! Agar gereja bertumbuh, hidup, dan bergerak dinamis, mau tak mau ia
harus berbagi. Ketika setiap anggotanya punya gaya hidup saling berbagi dan
memberkati, maka ucapan syukur terus bertambah. Pelayanan pun terus bergerak
dan berkembang. Lebih banyak jiwa terus tertarik untuk bergabung. Mari, hidupkan
gereja kita! --AW. KETIKA GEREJA MULAI TERBUKA UNTUK BERBAGI BARULAH IA MULAI
DITERIMA SEBAGAI SAKSI.
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Tetapi mungkin ada orang berkata; “Padamu ada
iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia; “Tunjukkanlah kepadaku
imanmu itu tanpa perbuatan dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari
perbuatan-perbuatanku” (Yakobus 2:18). Banyak orang berkata yang penting
berbuat baik, tidak usah ke gereja juga tidak apa-apa, atau dengan kata lain
perbuatan lebih penting dari iman, praktek lebih penting dari teori, berbuat
baik lebih penting dari pada agama. Berbuat baik memang penting dan perlu,
namun sama sekali tidak menyelamatkan manusia dari kematian kekal, manusia
diselamatkan hanya karena “iman”, juga bukan karena agama. Alkitab tidak pernah
mengkotak-kotakkan antara iman dan perbuatan, sebab bagaimana orang melakukan
yang benar tanpa mengetahui ajaran atau firman yang benar dan sebaliknya
bagaimana orang bisa beriman dengan benar, tanpa disertai perbuatan yang memuliakan
Tuhan, Alkitab berkata, “jika iman tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
hakekatnya adalah mati”. Coba kita renungkan, apabila anak-anak Tuhan, rajin ke
gereja, selalu merenungkan firman Tuhan, berdoa tidak pernah absen, tetapi
sikap dan tindakannya tidak menunjukkan ketaatan mereka kepada Tuhan, malah
menjadi batu sandungan bagi orang lain. Padahal Yesus sendiri berkata,
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Di sisi lain,
Alkitab juga menekankan bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan
oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Oleh karena itu, kita tidak
boleh berhenti pada kehidupan yang religius, tanpa disertai perubahan sikap dan
perbuatan nyata, karena kita ini adalah surat Kristus yang terbuka, yang dibaca
oleh orang lain. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
RENDAH HATI - MEMENANGKAN KEHIDUPAN DAN PERSEKUTUAN. Yakobus
4:6, “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar
dari pada itu. Karena itu Ia katakan: ‘Allah menentang orang yang congkak,
tetapi mengasihani orang yang rendah hati.’” Yakobus 4:7, “Karena itu tunduklah
kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Yakobus 4:8,
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu,
hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua
hati!” Yakobus 4:10, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan
meninggikan kamu.” Rendah hati merupakan kunci memenangkan kehidupan, karena
dalam kerendahan hati menunjukkan bahwa kita selalu mengingat masih ada diluar
diri kita yang lebih tinggi - lebih hebat, sehinga kita akan selalu mawas diri.
Kejatuhan seseorang kebanyakan terjadi karena tinggi hati-kecongkakan-arogan
dan merasa paling hebat, paling benar, paling berkuasa, paling baik - hal ini
menjadikan dia berani melakukan yang tidak benar dan disitulah Iblis mengintip
didepan pintu - menunggu saat tepat membawa kepada kesalahan-kejatuhan dalam
dosa. Rendah hati dihadapan TUHAN, kita akan ditinggikan, dan iblispun akan
lari dari hadapan kita. Puji TUHAN. Kerendahan hati sangat diperlukan bagi
pribadi yang percaya, dalam kerendahan hati tumbuh saling menghargai-saling
mengakui dan pada akhirnya akan membentuk saling percaya yang sangat dibutuhkan
bagi pertumbuhan sebuah gereja TUHAN. Kerendahan hati yang tulus dan bukan
dibuat-buatlah sumber kekuatan persekutuan anak TUHAN, karena dalam “image rendah
hati yang dibuat-2” justru terkandung nafsu yang sebaliknya - ingin meninggikan
diri. Bagaimana dengan diri dan gereja kita, sudahkan memiliki kerendahan hati
yang tulus, ataukah sebaliknya? Tuhan Yesus, kami serahkan semua rencana dan
kehendak kami dihadapan-Mu. Tolong kami agar selalu memiliki kerendahan hati
yang tulus. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 6-7
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #rendahhati
#iblislari
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih.

No comments:
Post a Comment