Tuesday, 18 July 2017

18 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 18 – Heart (Iman). Di tengah keputusasaannya, Ayub mendapatkan pencerahan, imannya kembali timbul. Ayub 23:10, “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Kita anak-anak Tuhan juga sedang diuji dan dimurnikan oleh Tuhan. Ketika DIA memberikan berbagai kesulitan dan menyingkirkan kepercayaan kita padaNya, tetaplah beriman. Penderitaan dan masalah dapat membentuk karakter kita semakin bersinar dan teguh dan itu akan terjadi ketika kita mempercayai Allah/punya iman ditengah kesulitan apapun. Adakah kita mau belajar seperti Ayub? Dalam keputusasaannya tetap beriman dan berharap pada Tuhan bahwa IA SANGGUP membuka jalan bagi kita. Tuhan Yesus tolong kami untuk tetap percaya disaat sulit sekalipun, Engkau tetap ada bersama kami. Bahkan disaat kami belum melihatMu bekerja dalam hidup kami. Kami percaya dengan iman Engkau turut bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan bahkan dimasa sulit Engkau meneguhkan iman kami. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 20-22
PB: Kolose 4

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Selasa, 18 Juli 2017. Bacaan: 2 Korintus 9:6-15. Setahun: Mazmur 139-143. Nas: Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7). Gereja yang Berbagi. Seorang penulis anonim bersyair tentang gereja yang hidup dan yang mati: Gereja yang hidup selalu mengeluarkan dana lebih besar dari pendapatannya; gereja yang mati tidak butuh banyak uang. Gereja yang hidup mendukung pelayanan misi; gereja yang mati menyimpan sendiri uangnya. Gereja yang hidup penuh dengan orang yang memberi dengan sukacita; gereja yang mati penuh dengan penggerutu yang susah memberi. Gereja yang hidup mensponsori dibukanya gereja baru; gereja yang mati takut berbagi dana, waktu, dan talenta. Gereja yang hidup berani berbagi oleh iman mereka dalam Kristus; gereja yang mati merasa tak punya cukup sumber daya untuk berbagi! Paulus menegaskan bahwa ketika kita berani berbagi dan memberi, maka kita akan diperkaya secara rohani. Dan, secara mengejutkan, hati orang yang memberi dengan sukacita tidak akan merasa kehilangan. Sebab, setiap orang yang memberi, ia juga melayani. Hal ini melimpahkan ucapan syukur kepada Allah (ay. 12). Menurut penelitian A.T. Robertson, bahasa asli kata “melimpahkan” di sini berarti “memenuhi dengan menambahkan terus”. Betapa indahnya bila segala berkat rohani itu terus ditambahkan bagi kita-tak habis-habis-yakni saat kita mulai berbagi! Agar gereja bertumbuh, hidup, dan bergerak dinamis, mau tak mau ia harus berbagi. Ketika setiap anggotanya punya gaya hidup saling berbagi dan memberkati, maka ucapan syukur terus bertambah. Pelayanan pun terus bergerak dan berkembang. Lebih banyak jiwa terus tertarik untuk bergabung. Mari, hidupkan gereja kita! --AW. KETIKA GEREJA MULAI TERBUKA UNTUK BERBAGI BARULAH IA MULAI DITERIMA SEBAGAI SAKSI.

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Tetapi mungkin ada orang berkata; “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia; “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yakobus 2:18). Banyak orang berkata yang penting berbuat baik, tidak usah ke gereja juga tidak apa-apa, atau dengan kata lain perbuatan lebih penting dari iman, praktek lebih penting dari teori, berbuat baik lebih penting dari pada agama. Berbuat baik memang penting dan perlu, namun sama sekali tidak menyelamatkan manusia dari kematian kekal, manusia diselamatkan hanya karena “iman”, juga bukan karena agama. Alkitab tidak pernah mengkotak-kotakkan antara iman dan perbuatan, sebab bagaimana orang melakukan yang benar tanpa mengetahui ajaran atau firman yang benar dan sebaliknya bagaimana orang bisa beriman dengan benar, tanpa disertai perbuatan yang memuliakan Tuhan, Alkitab berkata, “jika iman tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. Coba kita renungkan, apabila anak-anak Tuhan, rajin ke gereja, selalu merenungkan firman Tuhan, berdoa tidak pernah absen, tetapi sikap dan tindakannya tidak menunjukkan ketaatan mereka kepada Tuhan, malah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Padahal Yesus sendiri berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Di sisi lain, Alkitab juga menekankan bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Oleh karena itu, kita tidak boleh berhenti pada kehidupan yang religius, tanpa disertai perubahan sikap dan perbuatan nyata, karena kita ini adalah surat Kristus yang terbuka, yang dibaca oleh orang lain. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
RENDAH HATI - MEMENANGKAN KEHIDUPAN DAN PERSEKUTUAN. Yakobus 4:6, “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: ‘Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.’” Yakobus 4:7, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Yakobus 4:8, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” Yakobus 4:10, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” Rendah hati merupakan kunci memenangkan kehidupan, karena dalam kerendahan hati menunjukkan bahwa kita selalu mengingat masih ada diluar diri kita yang lebih tinggi - lebih hebat, sehinga kita akan selalu mawas diri. Kejatuhan seseorang kebanyakan terjadi karena tinggi hati-kecongkakan-arogan dan merasa paling hebat, paling benar, paling berkuasa, paling baik - hal ini menjadikan dia berani melakukan yang tidak benar dan disitulah Iblis mengintip didepan pintu - menunggu saat tepat membawa kepada kesalahan-kejatuhan dalam dosa. Rendah hati dihadapan TUHAN, kita akan ditinggikan, dan iblispun akan lari dari hadapan kita. Puji TUHAN. Kerendahan hati sangat diperlukan bagi pribadi yang percaya, dalam kerendahan hati tumbuh saling menghargai-saling mengakui dan pada akhirnya akan membentuk saling percaya yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan sebuah gereja TUHAN. Kerendahan hati yang tulus dan bukan dibuat-buatlah sumber kekuatan persekutuan anak TUHAN, karena dalam “image rendah hati yang dibuat-2” justru terkandung nafsu yang sebaliknya - ingin meninggikan diri. Bagaimana dengan diri dan gereja kita, sudahkan memiliki kerendahan hati yang tulus, ataukah sebaliknya? Tuhan Yesus, kami serahkan semua rencana dan kehendak kami dihadapan-Mu. Tolong kami agar selalu memiliki kerendahan hati yang tulus. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 6-7
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #rendahhati #iblislari
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih.

No comments:

Post a Comment