Wednesday, 12 July 2017

12 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 12 – Heart (Perasaan Khawatir). Bagaimana perasaan kita saat menghadapi tantangan yang tak pernah habis dalam hidup kita? Pasti kita penuh dengan kekhawatiran ya? Rasa khawatir pasti pernah ada dari dalam hati/perasaan setiap kita. Perasaan Khawatir tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang positif tetapi akan menambah perasaan kita semakin tenggelam dalam masalah yang sedang kita hadapi. Hadapi masalah pada waktunya sehari demi sehari dan percaya kepadaNya bahwa IA pasti memberikan kita hikmat dengan Jalan Keluar yang tidak pernah terduga dan belajarlah untuk meresponi masalah dengan benar. Apa yang dapat kita lakukan hari ini, besok dan hari-hari yang akan datang, LAKUKANLAH apa yang dapat kita lakukan! Dan percayakan sisanya kepada DIA sebab IA berkata di Matius 6:34, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Amin. Masihkah kita khawatir hari ini?? Jangan Khawatir akan kebutuhan kita, masa depan, itu akan semakin membawa perasaan kita kecewa, sedih, tetapi SERAHKANLAH semuanya kepada Tuhan, DIA yang akan menjaga dan memelihara kita selamanya. Mazmur 37:5, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 4-6
PB: Filipi 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 12 Juli 2017. KETIKA ALLAH MENDIAGNOSIS UMAT-NYA. Bacaan: Mazmur 51:1-13. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mazmur 51:4). Pernahkah Anda marah-marah karena merasa kesakitan saat dokter menekan bagian dari tubuh Anda? Kemungkinan besar Anda tidak akan marah karena mengetahui alasan dokter melakukan hal tersebut. Ya, dokter sedang melakukan diagnosis awal untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang Anda derita. Bagian tubuh tertentu yang sakit ketika ditekan menandakan ada yang “tidak beres” dan perlu diobati. Dalam kehidupan Daud, Allah sedang bertindak seperti dokter ketika Dia mengutus nabi Natan untuk menegur kesalahan dan dosanya (2 Sam 12). Untunglah Daud menyadari kesalahannya dan bertobat ketika Allah sedang “menekan” bagian yang tidak beres dalam hidupnya. Ia tidak marah ketika Tuhan menegurnya. Mazmur yang baru saja kita baca adalah ungkapan penyesalan dan pertobatan Daud. Ia berseru agar Allah membersihkan dirinya dari semua kesalahannya, serta menahirkan dia dari dosanya (ay. 2). Allah pun mengampuni Daud, sekalipun Daud tetap harus menanggung konsekuensi dari perbuatannya. Dalam kehidupan ini, terkadang Tuhan akan bertindak seperti dokter, terutama ketika kita berbuat dosa. Caranya bisa bermacam-macam, salah satunya lewat teguran dari hamba Tuhan atau saudara seiman yang kita kenal. Barangsiapa membuka hatinya akan mengalami kesembuhan dan pemulihan, seperti yang dialami oleh Daud. Sebaliknya, barangsiapa menolak teguran Allah, kesembuhan dan pemulihan dari Allah tidak akan pernah dialami. Jika saat ini Allah sedang ingin “mengobati” kehidupan kita, maukah kita membuka hati supaya disembuhkan? ALLAH TIDAK PERNAH SALAH MENDIAGNOSIS KESALAHAN DALAM KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 4-6 dan Filipi 2.

Bp. Mulyono – Sutaman
ORANG PALING BERPENGARUH. [[Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan]] (Efesus 6:4). Salah satu dari 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pada 2008 versi Time adalah Nicholas Christakis, profesor dari Universitas Harvard, Amerika. Ia meneliti bagaimana seseorang dapat memengaruhi kehidupan orang lain. Kesimpulannya, orang yang paling berpengaruh dalam hidup seseorang sesungguhnya bukan tokoh terkenal seperti para pemimpin dunia, pemuka agama, atau orang hebat di bidangnya, tetapi mereka yang dengannya orang itu paling sering menghabiskan waktu bersama—orang tua, sahabat, pengasuh, atau siapa saja. Daud seorang tokoh hebat. Terlepas dari tindakan tercelanya dalam kasus Batsyeba (2 Samuel 11:1-27), ia pahlawan yang gagah, Raja Israel yang paling berhasil, dan penulis mazmur yang sangat andal. Tetapi, dalam hal memberi pengaruh positif terhadap anak, Daud gagal total. Kehidupan anak-anak Daud penuh penyimpangan. Salah satunya seperti yang dicatat dalam 2 Samuel 13. Amnon, atas nasihat Yonadab, saudara sepupunya, memerkosa Tamar, adik tirinya. Dua tahun kemudian Absalom, kakak Tamar, membunuh Amnon sebagai balas dendam. Sungguh tragis. Rupanya Daud memang tidak punya relasi yang dekat dengan anak-anaknya, entah karena ia begitu sibuk dengan urusan kenegaraan atau karena ia terlalu asyik dengan hobinya berkeseniaan (menulis mazmur). Kiranya ini dapat menjadi peringatan bagi orangtua, khususnya para ayah, yang terlalu sibuk dengan karier dan hobinya. Luangkan selalu waktu bagi anak Anda bila Anda tidak ingin menuai seperti yang Daud tuai (Ayub Yahya). Amsal Hari Ini -- ( 12 Juli 2017 ) (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya (www.wahyupramudya.com). Dapatkan Aplikasi Renungan Harian "Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

No comments:

Post a Comment