YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 12 – Heart (Perasaan
Khawatir). Bagaimana
perasaan kita saat menghadapi tantangan yang tak pernah habis dalam hidup kita?
Pasti kita penuh dengan kekhawatiran ya? Rasa khawatir pasti pernah ada dari
dalam hati/perasaan setiap kita. Perasaan Khawatir tidak akan pernah
menghasilkan sesuatu yang positif tetapi akan menambah perasaan kita semakin
tenggelam dalam masalah yang sedang kita hadapi. Hadapi masalah pada waktunya
sehari demi sehari dan percaya kepadaNya bahwa IA pasti memberikan kita hikmat
dengan Jalan Keluar yang tidak pernah terduga dan belajarlah untuk meresponi
masalah dengan benar. Apa yang dapat kita lakukan hari ini, besok dan hari-hari
yang akan datang, LAKUKANLAH apa yang dapat kita lakukan! Dan percayakan
sisanya kepada DIA sebab IA berkata di Matius 6:34, “Sebab itu janganlah
kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Amin. Masihkah kita khawatir hari
ini?? Jangan Khawatir akan kebutuhan kita, masa depan, itu akan semakin membawa
perasaan kita kecewa, sedih, tetapi SERAHKANLAH semuanya kepada Tuhan, DIA yang
akan menjaga dan memelihara kita selamanya. Mazmur 37:5, “Serahkanlah
hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 4-6
PB: Filipi 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 12 Juli 2017. KETIKA ALLAH MENDIAGNOSIS
UMAT-NYA. Bacaan: Mazmur 51:1-13. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mazmur 51:4). Pernahkah Anda marah-marah
karena merasa kesakitan saat dokter menekan bagian dari tubuh Anda? Kemungkinan
besar Anda tidak akan marah karena mengetahui alasan dokter melakukan hal
tersebut. Ya, dokter sedang melakukan diagnosis awal untuk mendeteksi
kemungkinan penyakit yang Anda derita. Bagian tubuh tertentu yang sakit ketika
ditekan menandakan ada yang “tidak beres” dan perlu diobati. Dalam kehidupan
Daud, Allah sedang bertindak seperti dokter ketika Dia mengutus nabi Natan
untuk menegur kesalahan dan dosanya (2 Sam 12). Untunglah Daud menyadari
kesalahannya dan bertobat ketika Allah sedang “menekan” bagian yang tidak beres
dalam hidupnya. Ia tidak marah ketika Tuhan menegurnya. Mazmur yang baru saja
kita baca adalah ungkapan penyesalan dan pertobatan Daud. Ia berseru agar Allah
membersihkan dirinya dari semua kesalahannya, serta menahirkan dia dari dosanya
(ay. 2). Allah pun mengampuni Daud, sekalipun Daud tetap harus menanggung
konsekuensi dari perbuatannya. Dalam kehidupan ini, terkadang Tuhan akan
bertindak seperti dokter, terutama ketika kita berbuat dosa. Caranya bisa
bermacam-macam, salah satunya lewat teguran dari hamba Tuhan atau saudara
seiman yang kita kenal. Barangsiapa membuka hatinya akan mengalami kesembuhan
dan pemulihan, seperti yang dialami oleh Daud. Sebaliknya, barangsiapa menolak
teguran Allah, kesembuhan dan pemulihan dari Allah tidak akan pernah dialami.
Jika saat ini Allah sedang ingin “mengobati” kehidupan kita, maukah kita
membuka hati supaya disembuhkan? ALLAH TIDAK PERNAH SALAH MENDIAGNOSIS
KESALAHAN DALAM KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 4-6 dan Filipi 2.
Bp. Mulyono – Sutaman
ORANG PALING BERPENGARUH. [[Dan kamu, bapa-bapa, janganlah
bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam
ajaran dan nasihat Tuhan]] (Efesus 6:4). Salah satu dari 100 Tokoh Paling
Berpengaruh di Dunia pada 2008 versi Time adalah Nicholas Christakis, profesor
dari Universitas Harvard, Amerika. Ia meneliti bagaimana seseorang dapat
memengaruhi kehidupan orang lain. Kesimpulannya, orang yang paling berpengaruh
dalam hidup seseorang sesungguhnya bukan tokoh terkenal seperti para pemimpin
dunia, pemuka agama, atau orang hebat di bidangnya, tetapi mereka yang
dengannya orang itu paling sering menghabiskan waktu bersama—orang tua,
sahabat, pengasuh, atau siapa saja. Daud seorang tokoh hebat. Terlepas dari
tindakan tercelanya dalam kasus Batsyeba (2 Samuel 11:1-27), ia pahlawan yang
gagah, Raja Israel yang paling berhasil, dan penulis mazmur yang sangat andal.
Tetapi, dalam hal memberi pengaruh positif terhadap anak, Daud gagal total.
Kehidupan anak-anak Daud penuh penyimpangan. Salah satunya seperti yang dicatat
dalam 2 Samuel 13. Amnon, atas nasihat Yonadab, saudara sepupunya, memerkosa
Tamar, adik tirinya. Dua tahun kemudian Absalom, kakak Tamar, membunuh Amnon
sebagai balas dendam. Sungguh tragis. Rupanya Daud memang tidak punya relasi
yang dekat dengan anak-anaknya, entah karena ia begitu sibuk dengan urusan
kenegaraan atau karena ia terlalu asyik dengan hobinya berkeseniaan (menulis
mazmur). Kiranya ini dapat menjadi peringatan bagi orangtua, khususnya para
ayah, yang terlalu sibuk dengan karier dan hobinya. Luangkan selalu waktu bagi
anak Anda bila Anda tidak ingin menuai seperti yang Daud tuai (Ayub Yahya).
Amsal Hari Ini -- ( 12 Juli 2017 ) (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya (www.wahyupramudya.com). Dapatkan Aplikasi Renungan Harian
"Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

No comments:
Post a Comment