Monday, 17 July 2017

17 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 17 – Heart. Bacaan: Mazmur 8:1-6. Cara Pandang + Iman = Ledakan Potensi. Sudut pandang/prespektif hidup yang sempit, itu yang membuat kita sering salah penilaian akan hidup kita! Kalau Cara Pandang kita kepada Tuhan salah, kita akan selalu keliru terus dalam hidup ini. Agar kita dapat mempunyai cara pandang yang benar:
(1)   Kenali Tuhan kita (apakah betul kita sudah kenal Tuhan dengan serius?). Semakin kita mengenal Tuhan, maka cara pandang kita tentang Tuhan akan berubah, maka Iman kita akan semakin besar dan kuat sehingga POTENSI yang ada didalam kita bisa disalurkan dengan baik.
(2)   Kenali SIAPA diri kita? Who Are You? Apakah kita yakin kita adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan dan dicintaiNya? Kita adalah biji mataNya.
(3)   Miliki Keyakinan/Percaya. Mengenal Tuhan itu adalah kebaikan tertinggi. Bagaimana dengan kita? Apakh kita sudah memiliki cara pandang yang benar? Iman yang benar? Sehingga Potensi dalam hidup kita akan bersinar?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 18-19
PB: Kolose 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Senin, 17 Juli 2017. UJIAN DARI ALLAH. Nas Alkitab: 1 Samuel 11:1-15. Tidak seorang pun menginginkan kesulitan dalam hidupnya. Akan tetapi mau tidak mau, kesulitan hidup kerap kali menghampiri kita. Justru hal-hal yang tidak disukai itulah yang sering dipakai Tuhan untuk membentuk dan menumbuhkan karakter kita. Melalui ujian hidup itulah iman kita diuji. Apakah kita akan lulus atau tidak. Pada awal pengumuman Saul sebagai raja, tidak semua orang Israel mau menerima dia. Masalah yang kemudian datang menghampiri bangsa itu, justru menjadi alat di tangan Tuhan untuk menguji Saul, sekaligus untuk membesarkan namanya di hadapan bangsa Israel. Hal ini terlihat dari kenyataan bahwa Roh Tuhanlah yang mula-mula menjadi inisiator dalam tindakan Saul, dan Roh Tuhan pulalah yang menggerakkan hati bangsa Israel untuk merasa takut kepada Saul. Kepemimpinan Saul sangat erat bergantung pada kepemimpinan Tuhan. Hanya ketika Saul taat pada pimpinan-Nya, Tuhan pun memberikan kemenangan. Kemenangan Saul ini adalah suatu kemenangan yang penting. Bagi dirinya kemenangan itu membuat Saul belajar mengenal siapa Allah. Bagi bangsa Israel, kemenangan ini membuat mereka memuliakan Tuhan yang telah memilih Saul. Kita harus menyadari bahwa Allah mengizinkan kesulitan datang menghampiri kita demi untuk membentuk kita menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa di dalam setiap kesulitan, Allah menyertai kita sehingga jangan mencoba untuk bertindak sendirian ataupun mengandalkan diri sendiri. Justru dengan belajar mengandalkan Tuhan, kita menjadi anak-anak Tuhan yang tangguh. TIDAK ADA PELAUT TANGGUH YANG MUNCUL DARI LAUT YANG TENANG.

WM Stars
MENGGEROGOTI. “Kebencian atau dendam tidak akan menyakiti orang yang Anda benci. Tetapi setiap hari dan setiap malam dalam kehidupan Anda, perasaan itu menggerogoti Anda” --Norman Vincent Peale. Daripada rugi sendiri, berdamailah kalau bisa. Kebencian, kejengkelan akan membuat suasana hati jadi geram dan menimbulkan banyak emosi jelek yang menyebabkan munculnya penyakit dalam tubuh kita. Dari pada memfokuskan diri pada hal negatif, ayo arahkan hidupmu untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Roma 12:18-21, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Mazmur Daud, Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya dan dunia serta yang diam di dalamnya (Mazmur 24:1). Pemazmur mengatakan bahwa segala sesuatu, termasuk yang “kita miliki”, sebenarnya adalah bukan milik kita, Tuhan hanya menitipkan kepada kita untuk dikelola dengan baik dan benar. Dalam khotbah yang berjudul “Milik Pribadi”, banyak perumpamaan yang Yesus berikan, yang mengatakan bahwa setiap orang harus mempertanggungjawabkan bagaimana ia memanfaatkan miliknya. Orang akan dihakimi antara lain berdasarkan bagaimana ia memanfaatkan “miliknya” itu, apakah dimanfaatkan untuk berbagi, seperti kisah “Orang Samaria yang murah hati” atau hanya dinikmati sendiri, seperti perumpamaan “kambing” yang dipisahkan di sebelah “kiri” yang dibuang Tuhan ke perapian abadi. Suatu ketika Yesus berkata kepada seorang muda yang saleh dan kaya raya, “Juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga.” Lalu apa yang terjadi? Anak muda itu menjadi kecewa, lalu pergi meninggalkan Yesus. Bukankah seharusnya anak muda yang saleh ini telah menjalankan semua ketentuan hukum Taurat dengan setia, tetapi mengapa ia tidak melakukan apa yang Tuhan suruh untuk mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri? Ada begitu banyak sesamamu, sama-sama keturunan Abraham, yang berpakaian compang camping atau lusuh dan hampir mati kelaparan, sementara di rumahmu, engkau menyimpan banyak sekali benda-benda berharga dan ironisnya, tidak satu pun kau bagikan untuk meringankan penderitaan mereka? Memanfaatkan apa yang kita miliki, yang sebenarnya milik Tuhan, untuk kesenangan sendiri itulah yang pantas dikategorikan sebagai “mencuri”, menurut Pierre Joseph Proudhon, seorang politikus , pakar ekonomi dan filsuf sosialis, dia terkenal dengan pernyataannya bahwa “Hak milik pribadi adalah pencurian”. Alkitab mengatakan bahwa mempunyai milik pribadi bukanlah kesalahan, selama dimanfaatkan untuk memuliakan Tuhan dengan menolong sesama manusia. Membiarkan sesama kita yang kelaparan memunguti remah-remah yang jatuh dari meja kita, adalah sikap yang tercela! Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment