YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 17 – Heart. Bacaan: Mazmur 8:1-6. Cara Pandang + Iman = Ledakan
Potensi. Sudut pandang/prespektif hidup yang sempit, itu yang membuat kita
sering salah penilaian akan hidup kita! Kalau Cara Pandang kita kepada Tuhan
salah, kita akan selalu keliru terus dalam hidup ini. Agar kita dapat mempunyai
cara pandang yang benar:
(1)
Kenali
Tuhan kita
(apakah betul kita sudah kenal Tuhan dengan serius?). Semakin kita mengenal
Tuhan, maka cara pandang kita tentang Tuhan akan berubah, maka Iman kita akan
semakin besar dan kuat sehingga POTENSI yang ada didalam kita bisa disalurkan dengan
baik.
(2)
Kenali
SIAPA diri kita? Who Are You? Apakah kita yakin kita adalah anak-anak
yang dikasihi Tuhan dan dicintaiNya? Kita adalah biji mataNya.
(3)
Miliki
Keyakinan/Percaya.
Mengenal Tuhan itu adalah kebaikan tertinggi. Bagaimana dengan kita? Apakh kita
sudah memiliki cara pandang yang benar? Iman yang benar? Sehingga Potensi dalam
hidup kita akan bersinar?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 18-19
PB: Kolose 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
Senin, 17 Juli 2017. UJIAN DARI ALLAH. Nas Alkitab: 1 Samuel
11:1-15. Tidak seorang pun menginginkan kesulitan dalam hidupnya. Akan tetapi
mau tidak mau, kesulitan hidup kerap kali menghampiri kita. Justru hal-hal yang
tidak disukai itulah yang sering dipakai Tuhan untuk membentuk dan menumbuhkan
karakter kita. Melalui ujian hidup itulah iman kita diuji. Apakah kita akan
lulus atau tidak. Pada awal pengumuman Saul sebagai raja, tidak semua orang Israel
mau menerima dia. Masalah yang kemudian datang menghampiri bangsa itu, justru
menjadi alat di tangan Tuhan untuk menguji Saul, sekaligus untuk membesarkan
namanya di hadapan bangsa Israel. Hal ini terlihat dari kenyataan bahwa Roh
Tuhanlah yang mula-mula menjadi inisiator dalam tindakan Saul, dan Roh Tuhan
pulalah yang menggerakkan hati bangsa Israel untuk merasa takut kepada Saul.
Kepemimpinan Saul sangat erat bergantung pada kepemimpinan Tuhan. Hanya ketika
Saul taat pada pimpinan-Nya, Tuhan pun memberikan kemenangan. Kemenangan Saul
ini adalah suatu kemenangan yang penting. Bagi dirinya kemenangan itu membuat
Saul belajar mengenal siapa Allah. Bagi bangsa Israel, kemenangan ini membuat
mereka memuliakan Tuhan yang telah memilih Saul. Kita harus menyadari bahwa
Allah mengizinkan kesulitan datang menghampiri kita demi untuk membentuk kita
menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa di dalam setiap kesulitan, Allah menyertai
kita sehingga jangan mencoba untuk bertindak sendirian ataupun mengandalkan
diri sendiri. Justru dengan belajar mengandalkan Tuhan, kita menjadi anak-anak
Tuhan yang tangguh. TIDAK ADA PELAUT TANGGUH YANG MUNCUL DARI LAUT YANG TENANG.
WM Stars
MENGGEROGOTI. “Kebencian atau dendam tidak akan menyakiti
orang yang Anda benci. Tetapi setiap hari dan setiap malam dalam kehidupan
Anda, perasaan itu menggerogoti Anda” --Norman Vincent Peale. Daripada rugi
sendiri, berdamailah kalau bisa. Kebencian, kejengkelan akan membuat suasana
hati jadi geram dan menimbulkan banyak emosi jelek yang menyebabkan munculnya
penyakit dalam tubuh kita. Dari pada memfokuskan diri pada hal negatif, ayo
arahkan hidupmu untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Roma 12:18-21,
“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian
dengan semua orang!” Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri
menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan,
firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus,
berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas
kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan!
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Mazmur Daud, Tuhanlah yang empunya bumi serta
segala isinya dan dunia serta yang diam di dalamnya (Mazmur 24:1). Pemazmur
mengatakan bahwa segala sesuatu, termasuk yang “kita miliki”, sebenarnya adalah
bukan milik kita, Tuhan hanya menitipkan kepada kita untuk dikelola dengan baik
dan benar. Dalam khotbah yang berjudul “Milik Pribadi”, banyak perumpamaan yang
Yesus berikan, yang mengatakan bahwa setiap orang harus mempertanggungjawabkan
bagaimana ia memanfaatkan miliknya. Orang akan dihakimi antara lain berdasarkan
bagaimana ia memanfaatkan “miliknya” itu, apakah dimanfaatkan untuk berbagi,
seperti kisah “Orang Samaria yang murah hati” atau hanya dinikmati sendiri,
seperti perumpamaan “kambing” yang dipisahkan di sebelah “kiri” yang dibuang
Tuhan ke perapian abadi. Suatu ketika Yesus berkata kepada seorang muda yang
saleh dan kaya raya, “Juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada
orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga.” Lalu apa yang
terjadi? Anak muda itu menjadi kecewa, lalu pergi meninggalkan Yesus. Bukankah
seharusnya anak muda yang saleh ini telah menjalankan semua ketentuan hukum
Taurat dengan setia, tetapi mengapa ia tidak melakukan apa yang Tuhan suruh
untuk mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri? Ada begitu banyak sesamamu,
sama-sama keturunan Abraham, yang berpakaian compang camping atau lusuh dan
hampir mati kelaparan, sementara di rumahmu, engkau menyimpan banyak sekali
benda-benda berharga dan ironisnya, tidak satu pun kau bagikan untuk
meringankan penderitaan mereka? Memanfaatkan apa yang kita miliki, yang
sebenarnya milik Tuhan, untuk kesenangan sendiri itulah yang pantas
dikategorikan sebagai “mencuri”, menurut Pierre Joseph Proudhon, seorang
politikus , pakar ekonomi dan filsuf sosialis, dia terkenal dengan
pernyataannya bahwa “Hak milik pribadi adalah pencurian”. Alkitab mengatakan
bahwa mempunyai milik pribadi bukanlah kesalahan, selama dimanfaatkan untuk
memuliakan Tuhan dengan menolong sesama manusia. Membiarkan sesama kita yang
kelaparan memunguti remah-remah yang jatuh dari meja kita, adalah sikap yang
tercela! Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment