Sunday, 23 July 2017

23 Juli 2017

YOUR BODY IS A WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 23 – Heart (Hati yang Percaya). 2 Korintus 5: 7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, bukan karena melihat -- Setiap kita suatu saat pasti akan menghadapi “perpisahan”, mungkin ditinggal oleh orang-orang yang kita cintai: mungkin orang tua, suami/istri, anak, kakak/adik, dsbnya. Dalam dunia ini kita pasti menghadapi masa yang silih berganti: masa yang tenang/damai atau masa yang penuh tantangan dan pergumulan, bahkan penderitaan dll. Bagaimana seharusnya respon kita menghadapi semua nya itu? Tidak mudah ya untuk menghadapi semuanya itu! Kita bisa merasa takut dan bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi dengan saya? Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa merasa takut, merasa sendiri, merasa tidak berdaya, dll, TETAPI syukur kepada DIA yang sudah memberikan FIRMAN-Nya setiap hari bagi kita (asupan gizi yang sangat powerful untuk kesehatan Roh, Tubuh dan Jiwa kita). Apa yang harus kita lakukan? Saya sangat bersyukur punya Tuhan yang HIDUP sebab FIRMAN-Nya itu hidup dan berkuasa! Ingat pembahasan diawal seri ini: Mouth) Perkataan Tuhan/Firman Tuhan dimulut Tuhan sama powerfulnya dengan perkatan Tuhan dimulut saya. Hanya FirmanNya saja yang sanggup mengubah HATI yang takut menjadi HATI yang PERCAYA sepenuhnya kepada DIA. Saya belajar untuk mengucapkan firman melalui #LoveTheBible dengan BERSUARA seperti layaknya saat saya membaca/belajar diwaktu-waktu dulu ada ulangan di sekolah). Setiap kita pasti pernah mengalami semua ini. Tetaplah setia dalam pembacaan Alkitab kita melalui #LoveTheBible. 1 Kor 5:7, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” Mazmur 56:4, “Waktu aku takut, aku ini PERCAYA kepada-Mu.” Kiranya Firman Tuhan yang SUDAH menjadi rhema buat saya juga menjadi rhema buat saudara-saudara semua. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 33-34
PB: 1 Tes 5

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
SEPERTI DAUD TETAP SETIA. 1 Samuel 17:34, “Tetapi Daud berkata kepada Saul: 'Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,'” 1 Samuel 17:36, “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” 1 Samuel 17:37, “Pula kata Daud: 'TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.' Kata Saul kepada Daud: 'Pergilah! TUHAN menyertai engkau.’” 1 Samuel 7:50, “Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.” Daud mengalami perjalanan hidup yang berliku, menjadi gembala domba yang harus menjaganya agar tetap selamat, mengusir setiap gangguan baik dari singa-beruang ataupun yang lain. Akan tetapi pada akhirnya Daud menjadi raja besar yang diberkati dan dipakai TUHAN, bisa mengalahkan Goliath dan memenangkan pertempuran melawan bangsa Filistin. Ternyata TUHAN sudah menyiapkan hidup Daud begitu sempurna dan kunci keberhasilannya adalah Daud tetap setia, menyerahkan hidup dan terus bersandar kepada-Nya. Itulah yang TUHAN suka dan mau dari kita semua. Apakah kita mengalami hal yang mirip dengan Daud, sebagai gembala yang hidupnya penuh dengan kerja keras - tidak gemerlapan harta dan kuasa ? Apakah kita sedang menghadapi cobaan yang terasa berat ? Lihatlah Daud, TUHAN sudah merencakan hidup kita dengan sempurna dan ingin kita menjadi Daud-Daud yang baru yang berani berjalan menghadapi segala hambatan dan tetap bersandar-menyerahkan semuanya hanya pada-Nya. TUHAN sendirilah yang akan melepaskan kita dari semua himpitan-masalah yang ada, membantu kita menuju kemenangan dan kebahagiaan. Tuhan, kami percaya bahwa Engkau sedang mempersiapkan kami menjadi yang lebih baik- menjadi lebih besar, Bantu kami untuk kuta bertahan dalam masa yang begitu berat, ya Tuhan. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 17-18.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #tetapsetia #sepertidaud
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, Menabur benih - Share kepada teman

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 23 Juli 2017. ANAK SEBAGAI PUSAKA. Bacaan: Mazmur 127. Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN... (Mazmur 127:3). Rina mendapatkan warisan dari ibunya, yaitu selembar kain batik tulis. Istimewanya, kain itu hasil karya neneknya. Kuno, langka, dan mengandung sentuhan pribadi. Orang lain mungkin tidak memahami nilainya, tetapi bagi Rina kain itu tak ternilai harganya. Tak bakal ia menukarnya dengan benda lain. Sebaliknya, ia menyimpan dan merawat kain itu sebaik-baiknya. Suatu warisan dianggap berharga karena harganya memang amat tinggi. Namun, bisa juga, warisan itu menjadi tak ternilai harganya berdasarkan siapa yang memberikannya kepada kita. Begitulah kira-kira gagasan yang ada di balik pernyataan pemazmur bahwa anak-anak “adalah milik pusaka dari pada TUHAN” (ay. 3). Jika ditanya, berapa nilai seorang anak, tentu kita akan menjawab tak ternilai harganya. Itu bukan karena seorang anak dapat dijual senilai sekian miliar, misalnya. Seorang anak sangat berharga karena ia adalah pemberian Tuhan. Tuhan sendiri yang menenunnya dalam rahim sang ibu. Tuhan pula yang merancangkan masa depan baginya. Apakah yang dapat menandingi karunia istimewa seperti itu? Pengertian ini mengundang kita untuk menyambut anak dengan ucapan syukur, bukan memandangnya sebagai beban. Memang, biaya membesarkan anak itu tidak kecil. Belum lagi waktu, energi, dan perhatian yang mesti dicurahkan. Namun, kesadaran bahwa anak adalah pemberian Tuhan dapat memotivasi kita untuk mengasuhnya sebaik mungkin. Kita menerimanya sebagai suatu kehormatan, dan meminta hikmat dan kekuatan Tuhan untuk memampukan kita. ANAK-ANAK ADALAH PEMBERIAN ISTIMEWA DARI TUHAN DAN PARA ORANGTUA DIBERI KEHORMATAN ISTIMEWA PULA UNTUK MENGASUHNYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 33-34 dan 1 Tesalonika 5.

Ibu Caroline – Bandung
Mengapa salam pagi itu penting! Ada seorang dokter dari China namanya dokter Bhao dan berpengalaman, agar menjalin pertemanan atau silaturahmi sebanyak-banyaknya. Kalau banyak kawan sungguh baik untuk kesehatan. Hitunglah berkah dari kawan-kawan yang mendukung kesehatan kita! Mereka mendukung kita melewati hari-hari yang baik dan juga hari-hari yang buruk. Meskipun masing-masing teman memiliki karakter yang berbeda-beda dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mereka seperti bermacam-macam obat Anti Stres yang kita minum setiap hari. Hasil riset mengatakan, “Orang-orang yang pergaulannya luas jarang DEPRESI atau terkena STROKE.” Hangatnya PERSAHABATAN mampu menghentikan stres, walaupun dalam situasi TEGANG,*mampu pula mengurangi 50% resiko dari terserangnya penyakit jantung. Terima kasih SAHABAT-SAHABATKU atas sapaannya. SEMOGA kita selalu SEHAT dan BAHAGIA agar selalu dapat BERKOMUNIKAS dengan semua SAHABAT-SAHABATKU di Grup. Mari kita lihat sisi-sisi baik mereka dan TERTAWALAH RIANG GEMBIRA bersama-sama mereka... Terima kasih sahabat-sahabatku. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah akan mengeringkan tulang. Jangan sepelekan salam dan ucapan selamat selamat... SELAMAT SELAMAT... GBU.

No comments:

Post a Comment