YOUR BODY IS A WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 23 – Heart (Hati yang
Percaya). 2
Korintus 5: 7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, bukan
karena melihat -- Setiap kita suatu saat pasti akan menghadapi
“perpisahan”, mungkin ditinggal oleh orang-orang yang kita cintai: mungkin
orang tua, suami/istri, anak, kakak/adik, dsbnya. Dalam dunia ini kita pasti
menghadapi masa yang silih berganti: masa yang tenang/damai atau masa yang
penuh tantangan dan pergumulan, bahkan penderitaan dll. Bagaimana seharusnya
respon kita menghadapi semua nya itu? Tidak mudah ya untuk menghadapi semuanya
itu! Kita bisa merasa takut dan bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi dengan
saya? Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa merasa takut, merasa sendiri, merasa
tidak berdaya, dll, TETAPI syukur kepada DIA yang sudah memberikan FIRMAN-Nya
setiap hari bagi kita (asupan gizi yang sangat powerful untuk kesehatan
Roh, Tubuh dan Jiwa kita). Apa yang harus kita lakukan? Saya sangat bersyukur
punya Tuhan yang HIDUP sebab FIRMAN-Nya itu hidup dan berkuasa! Ingat
pembahasan diawal seri ini: Mouth) Perkataan Tuhan/Firman Tuhan
dimulut Tuhan sama powerfulnya dengan perkatan Tuhan dimulut saya. Hanya
FirmanNya saja yang sanggup mengubah HATI yang takut menjadi HATI yang PERCAYA
sepenuhnya kepada DIA. Saya belajar untuk mengucapkan firman melalui
#LoveTheBible dengan BERSUARA seperti layaknya saat saya membaca/belajar
diwaktu-waktu dulu ada ulangan di sekolah). Setiap kita pasti pernah mengalami
semua ini. Tetaplah setia dalam pembacaan Alkitab kita melalui #LoveTheBible. 1
Kor 5:7, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Mazmur 56:4, “Waktu aku takut, aku ini PERCAYA kepada-Mu.” Kiranya
Firman Tuhan yang SUDAH menjadi rhema buat saya juga menjadi rhema buat
saudara-saudara semua. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 33-34
PB: 1 Tes 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
SEPERTI DAUD TETAP SETIA. 1 Samuel 17:34, “Tetapi Daud
berkata kepada Saul: 'Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya.
Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari
kawanannya,'” 1 Samuel 17:36, “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh
hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti
salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada
Allah yang hidup.” 1 Samuel 17:37, “Pula kata Daud: 'TUHAN yang telah
melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan
melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.' Kata Saul kepada Daud:
'Pergilah! TUHAN menyertai engkau.’” 1 Samuel 7:50, “Demikianlah Daud
mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang
Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.” Daud mengalami
perjalanan hidup yang berliku, menjadi gembala domba yang harus menjaganya agar
tetap selamat, mengusir setiap gangguan baik dari singa-beruang ataupun yang
lain. Akan tetapi pada akhirnya Daud menjadi raja besar yang diberkati dan
dipakai TUHAN, bisa mengalahkan Goliath dan memenangkan pertempuran melawan
bangsa Filistin. Ternyata TUHAN sudah menyiapkan hidup Daud begitu sempurna dan
kunci keberhasilannya adalah Daud tetap setia, menyerahkan hidup dan terus
bersandar kepada-Nya. Itulah yang TUHAN suka dan mau dari kita semua. Apakah
kita mengalami hal yang mirip dengan Daud, sebagai gembala yang hidupnya penuh
dengan kerja keras - tidak gemerlapan harta dan kuasa ? Apakah kita sedang
menghadapi cobaan yang terasa berat ? Lihatlah Daud, TUHAN sudah merencakan
hidup kita dengan sempurna dan ingin kita menjadi Daud-Daud yang baru yang
berani berjalan menghadapi segala hambatan dan tetap bersandar-menyerahkan
semuanya hanya pada-Nya. TUHAN sendirilah yang akan melepaskan kita dari semua
himpitan-masalah yang ada, membantu kita menuju kemenangan dan kebahagiaan.
Tuhan, kami percaya bahwa Engkau sedang mempersiapkan kami menjadi yang lebih
baik- menjadi lebih besar, Bantu kami untuk kuta bertahan dalam masa yang
begitu berat, ya Tuhan. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 17-18.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #tetapsetia
#sepertidaud
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, Menabur benih - Share kepada teman
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 23 Juli 2017. ANAK SEBAGAI PUSAKA.
Bacaan: Mazmur 127. Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari
pada TUHAN... (Mazmur 127:3). Rina mendapatkan warisan dari ibunya, yaitu
selembar kain batik tulis. Istimewanya, kain itu hasil karya neneknya. Kuno,
langka, dan mengandung sentuhan pribadi. Orang lain mungkin tidak memahami
nilainya, tetapi bagi Rina kain itu tak ternilai harganya. Tak bakal ia
menukarnya dengan benda lain. Sebaliknya, ia menyimpan dan merawat kain itu
sebaik-baiknya. Suatu warisan dianggap berharga karena harganya memang amat
tinggi. Namun, bisa juga, warisan itu menjadi tak ternilai harganya berdasarkan
siapa yang memberikannya kepada kita. Begitulah kira-kira gagasan yang ada di
balik pernyataan pemazmur bahwa anak-anak “adalah milik pusaka dari pada TUHAN”
(ay. 3). Jika ditanya, berapa nilai seorang anak, tentu kita akan menjawab tak
ternilai harganya. Itu bukan karena seorang anak dapat dijual senilai sekian
miliar, misalnya. Seorang anak sangat berharga karena ia adalah pemberian
Tuhan. Tuhan sendiri yang menenunnya dalam rahim sang ibu. Tuhan pula yang
merancangkan masa depan baginya. Apakah yang dapat menandingi karunia istimewa
seperti itu? Pengertian ini mengundang kita untuk menyambut anak dengan ucapan
syukur, bukan memandangnya sebagai beban. Memang, biaya membesarkan anak itu
tidak kecil. Belum lagi waktu, energi, dan perhatian yang mesti dicurahkan.
Namun, kesadaran bahwa anak adalah pemberian Tuhan dapat memotivasi kita untuk
mengasuhnya sebaik mungkin. Kita menerimanya sebagai suatu kehormatan, dan
meminta hikmat dan kekuatan Tuhan untuk memampukan kita. ANAK-ANAK ADALAH
PEMBERIAN ISTIMEWA DARI TUHAN DAN PARA ORANGTUA DIBERI KEHORMATAN ISTIMEWA PULA
UNTUK MENGASUHNYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 33-34 dan 1 Tesalonika 5.
Ibu Caroline – Bandung
Mengapa salam pagi itu penting! Ada seorang dokter dari
China namanya dokter Bhao dan berpengalaman, agar menjalin pertemanan atau
silaturahmi sebanyak-banyaknya. Kalau banyak kawan sungguh baik untuk
kesehatan. Hitunglah berkah dari kawan-kawan yang mendukung kesehatan kita!
Mereka mendukung kita melewati hari-hari yang baik dan juga hari-hari yang
buruk. Meskipun masing-masing teman memiliki karakter yang berbeda-beda dengan
segala kelebihan dan kekurangannya, mereka seperti bermacam-macam obat Anti
Stres yang kita minum setiap hari. Hasil riset mengatakan, “Orang-orang yang
pergaulannya luas jarang DEPRESI atau terkena STROKE.” Hangatnya PERSAHABATAN
mampu menghentikan stres, walaupun dalam situasi TEGANG,*mampu pula mengurangi
50% resiko dari terserangnya penyakit jantung. Terima kasih SAHABAT-SAHABATKU
atas sapaannya. SEMOGA kita selalu SEHAT dan BAHAGIA agar selalu dapat
BERKOMUNIKAS dengan semua SAHABAT-SAHABATKU di Grup. Mari kita lihat sisi-sisi
baik mereka dan TERTAWALAH RIANG GEMBIRA bersama-sama mereka... Terima kasih
sahabat-sahabatku. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat
yang patah akan mengeringkan tulang. Jangan sepelekan salam dan ucapan selamat
selamat... SELAMAT SELAMAT... GBU.

No comments:
Post a Comment